
Kompetisi antara 7 menara terus berlangsung, 6 menara besar yang ada mulai memperhitungkan performa dari perwakilan menara hijau, yaitu seorang pemuda bernama Thien Yu yang mampu menang dalam setiap pertarungannya.
Para ketua menara sangat terkejut dengan kemampuan yang di miliki Thien Yu, yang mampu menggunakan kekuatan hukum api dengan sangat sempurna, hingga membuat namanya mulai tersohor di dalam alam cahaya rembulan.
Tetua Cinsyin yang masih merasa kesal kepada Thien Yu karena Thien Yu telah melukai hati putrinya, sangat tak menyangka jika Thien Yu begitu sangat luar biasa, karena kembali berhasil mengalahkan satu lagi murid jenius dari menara keabadian di atas arena, hal itu membuat tetua Cinsyin diam diam pergi untuk mencari koalisi dari 6 tetua menara yang ada, untuk menghabisi Thien Yu.
Semua itu dilakukan tetua Cinsyin agar putrinya dapat melupakan Thien Yu dengan kematiannya.
Di suatu rapat tertutup.
"Tetua semua, Thien Yu adalah anggota menara hijau yang telah kita ketahui bersama jika menara hijau telah lama musnah, dengan keberadaan dirinya yang selalu memenangkan pertarungan akan membuat reputasi 6 menara besar akan tercoreng, menurut tetua semua bagaimanakah langkah yang harus kita lakukan?" tanya tetua Cinsyin.
"Aku rasa pemuda itu harus kita musnahkan seperti halnya menara hijau, dengan kematiannya maka reputasi 6 menara yang ada akan tetap terjaga, dan 6 menara bisa berkompetisi tanpa kehadirannya," ucap salah seorang tetua dari menara jingga.
Dari keputusan rapat antara tetua dari 6 menara, maka malam itu juga mereka semua akan menghabisi Thien Yu walaupun tanpa sepengetahuan ketua besar masing masing menara.
Thien Yu yang tengah berlatih sendiri di dalam reruntuhan menara hijau, di kejutkan dengan kehadiran Yieyi yang tiba tiba saja muncul di sampingnya.
"Thien Yu, sepertinya malam ini kau akan dalam masalah, jika kau bersujud dan memohon bantuan dariku maka masalahmu itu akan menjadi mudah," ucap Yeiyi yang masih berwujud wanita cantik nan menawan yang berjalan dengan anggun di depan Thien Yu.
Thien Yu berjalan membelakangi Yeiyi, menuju ke bongkahan batu reruntuhan bangunan menara, dan duduk dengan santai disana.
"Aku tak akan bersujud jika hanya untuk meminta bantuan darimu, aku masih mampu berusaha sendiri jika ada yang ingin melukaiku, ingat Yeiyi, tak mungkin kekuatanmu dapat melampaui ku, coba kau pikir secara logika, tak mungkin leluhur menara hijau menitipkan mu padaku agar aku menjagamu jika kau mempunyai kemampuan yang melebihi kekuatan yang ada padaku," jawab Thien Yu.
"Kau meremehkan kemampuanku Thien Yu?, kita lihat saja nanti apakah kau mampu untuk mengalahkan orang orang yang akan berniat jahat padamu," ucap Yeiyi dengan wajah kesal dan tak lama kemudian diapun menghilang dari tempat itu.
Selepas kepergian Yeiyi tiba tiba saja aura di sekitar Thien Yu berada berubah derastis, Thien Yu merasakan kesulitan untuk bernapas.
"Siapakah yang telah melepaskan aura kuat seperti ini," batin Thien Yu.
Thien Yu segera meningkatkan energi murninya di sekitar panca Indra yang di milikinya, dan mengeluarkan tehnik mata langit untuk mendeteksi situasi di sekitarnya.
"6 orang berjubah hitam, pergerakan mereka sangat halus dan cepat, sepertinya aku akan menghadapi kultivator kuat disini," batin Thien Yu.
Thien Yu segera menggunakan tehnik boneka, dan dengan sekali hentakan kakinya dia melesat cepat ke udara dan menghantamkan tinju Naga Giok kesalah satu penyerang.
__ADS_1
Seekor Naga hitam keluar dari dalam tinju Thien Yu dan menghujam cepat kesalah satu penyerang.
"Anak muda itu mengetahui keberadaan kita, cepat kita satukan kekuatan kearah tetua Huokang, untuk menghalau serangan yang di arahkan kepadanya," teriak salah satu tetua lainnya.
Mendengar perkataan salah satu tetua, dengan cepat tetua yang lainnya menyatukan kekuatan untuk menghalau serangan dari Thien Yu.
Alhasil ledakan pun tercipta saat benturan kedua energi saling bertemu, tubuh Thien Yu terhempas kebelakang namun tak ada luka yang di derita olehnya sedikitpun, semua itu karena tehnik boneka yang di milikinya telah begitu sangat sempurna dikuasainya.
Lain halnya dengan tetua Huokang yang menjadi target serangan Thien Yu, dia merasakan tangan kanannya terbakar dan terlihat ada tanda pergerakan racun yang sangat kuat disana, hal itu terlihat dengan adanya aliran darah di urat syaraf kecil di tangannya yang mulai menghitam dan semakin lama semakin menjalar menuju bahunya.
Para tetua yang melihat hal itu sangat terkejut dibuatnya, dia tak menduga jika Thien Yu memiliki racun yang mampu melukai ketua Huokang yang memiliki kekuatan di ranah tingkatan alam emperor.
Tetua Cinsyin segera menotok bagian syaraf yang ada di bahu tetua Huokang, tujuannya agar racun ganas itu tak sampai menuju ke jantungnya.
"Kita harus membawa tetua Huokang menuju ke menara Bintang, karena hanya di menara bintang yang dapat menetralkan racun di tubuhnya." ucap salah seorang tetua dari menara Mistik.
"Biar aku yang membawanya kesana, karena aku merupakan petinggi menara bintang," ucap tetua dari menara bintang.
Setelah mendapatkan kesepakatan maka tetua Huokang akhirnya di bawa menuju ke menara Bintang.
Saudara tetua semua, biar aku yang akan menghadapinya, ucap tetua Lie him dari menara Mistik yang terkenal dengan tehnik sihirnya.
"Silahkan tetua," ucap tetua Cinsyin mempersilahkan.
Dengan tehnik sihirnya, tetua Lie him berhasil membuat Thien Yu mengeluarkan energi ekstra, hingga membuat tehnik boneka yang di gunakannya tak maksimal lagi.
"Celaka, aku tak mungkin bertahan dengan tehnik boneka ini, jika terus ku gunakan maka kekuatanku akan terkuras habis," batin Thien Yu.
Thien Yu segera merubah tehnik yang di gunakannya dengan kekuatan illahi dari tehnik hukum api.
12 titik api membentuk rune lingkaran di belakang Thien Yu, yang membuat 4 penyerangnya mundur beberapa langkah kebelakang. Sesaat mereka saling berpandangan dan berbisik bisik dengan kekuatan yang di gunakan Thien Yu.
"Dia menggunakan hukum api yang belum pernah digunakan saat bertarung di arena menara jingga, apakah menara hijau telah menemukan pemuda yang dapat mewarisi kekuatan illahi, jika itu terjadi maka akan membahayakan menara abadi dan berimbas pada 6 menara yang ada jika anak muda itu menuntut balas atas hancurnya menara hijau," ucap salah serang tetua.
"Tunggu!, belum tentu itu kekuatan illahi, jika benar itu kekuatan illahi maka pemuda itu akan menggunakan kekuatan 3 hukum yang lainnya untuk menghadapi kita berempat, aku akan mencoba untuk mengujinya," ucap tetua Cinsyin dan langsung menyerang kearah Thien Yu dengan di ikuti 3 kultivator lainnya.
__ADS_1
Mendapatkan serangan mematikan dari 4 kultivator alam emperor, Thien Yu segera menggunakan kekuatan penuhnya dari 12 runai api di sekitarnya.
Apa yang di lakukan Thien Yu berhasil melukai 2 orang petinggi dari menara Mistik dan menara Pelangi, kedua tetua itu tewas tergeletak di tanah dengan tubuh terbakar habis.
Namun hal fatal juga menimpa Thien Yu, sebuah tusukan pedang beracun dari tetua Cinsyin berasil melukainya, hingga membuat Thien Yu terseret beberapa meter kebelakang.
Tampak darah berwarna emas keluar dari bahu Thien Yu yang terluka, cahaya bulan malam itu memperlihatkan jelas warna darah Thien Yu di mata tetua Cinsyin, hingga membuatnya harus mundur kebelakang beberapa meter karena rasa keterkejutannya.
Belum hilang rasa keterkejutannya tiba tiba saja Yeiyi muncul dengan amarah di wajahnya.
"4 unsur hukum alam kekuatan illahi" teriak tetua dari menara Roh.
Mendengar teriakan tetua itu, segera tetua Cinsyin tersadar dan dengan cepat melesat pergi dari tempat itu.
Namun sayang, tetua dari menara roh tak dapat menghindar dari serangan Yeiyi, tubuhnya seketika hancur tanpa tersisa.
Yeiyi mengurungkan niatnya untuk mengejar tetua Cinsyin karena melihat keadaan Thien Yu yang terluka parah, diapun segera menghampirinya.
"Bagaimana keadaanmu Thien Yu?" tanya Yeiyi cemas.
"Kau tak usah pura pura mengkhwtirkan ku, mengapa kau menolongku?" ucap Thien Yu balik bertanya.
"Nanti akan ku jelaskan, lebih baik kau menyembuhkan dirimu terlebih dahulu," jawab Yeiyi.
"Kau tak usah mengaturku, aku tau apa yang harus kulakukan," ucap Thien Yu dengan duduk bersila dalam melakukan meditasi.
Perlahan tapi pasti, racun dari pedang tetua Cinsyin dapat dilahap oleh racun api hitam yang berada di dalam tubuh Thien Yu. Hal itu membuat Yeiyi menjadi sangat kagum dengan pemuda yang tengah melakukan meditasi itu.
"Dengan melihatmu seperti ini, aku tak perlu khwatir lagi dengan keadaanmu karena kau mampu untuk menyembuhkan dirimu sendiri," bisik Yeiyi.
Sementara itu tetua Cinsyin yang berhasil meloloskan diri kini berada di kamar nya. Dia menatap tak berkedip pedang yang ada di dalam genggaman tangannya, tampak jelas olehnya darah Thien Yu yang berwarna emas masih melekat disana.
"Aku harus menyembunyikan hal ini pada putriku, jika dia sampai mengetahui jika Thien Yu bukan berasal dari ras manusia melainkan merupakan ras dari kasta tertinggi yaitu Dewa, maka dipastikan dia akan sangat membenciku.
Jika waktu dapat diputar kembali, maka aku tak akan pernah menghalang halangi hubungan putriku dengan Thien Yu pemuda yang sangat di cintainya, tapi mengapa semua ini harus terlambat ku ketahui?, maafkan aku putriku aku telah merusak kebahagiaanmu dengan menghasutmu agar kau meninggalkan Thien Yu," batin tetua Cinsyin dengan penuh penyesalan.
__ADS_1