Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Bayangan hitam


__ADS_3

Di istana, kabar Nien Chu yang telah terbebas dari hukumannya, serta merta membuat putri Zeng Yi merasa senang, akan tetapi rasa senangnya itu kini telah dinodai dengan rasa kekecewaan yang sangat mendalam, hingga putri Zeng Yi hanya bisa menangis di pelukan sang guru.


"Mengapa dia tega tak memberikan kabar kepadaku ataupun berpamitan kepadaku sebelum kepergiannya, guru aku cinta padanya tapi mengapa dia melakukan hal ini padaku, 3 tahun bukanlah waktu sesaat, belum tentu dalam waktu 3 tahun dia akan datang menemuiku karena tak ada sepucuk surat atau apapun yang mengatakan Jika dia akan menemuiku kembali, apa yang harus kulakukan guru," Isak putri Zeng Yi.


"Untuk sementara lupakan dia, Nien Chu tak pantas bagimu karena kau adalah seorang putri di kekaisaran besar, Lebih baik kau fokus untuk meningkatkan ranah kekuatanmu," jawab tetua Zi Zhi.


Zeng Yi tak kuasa untuk menahan kesedihannya, hingga dia tetap menangis setiba di kamarnya.


Zeng Yi melipat sebuah kertas, dengan menggunakan kekuatannya kertas putih yang berbentuk burung di tangannya itupun terbang mengangkasa, dan pada akhirnya kertas itu tiba di kediaman pangeran ke 3.


Pangeran Zeng Wu begitu sangat terkejut melihat sebuah kertas yang menunju arahnya, dan dengan cepat diapun membuka kertas itu, dan membaca isi di dalamnya.


"Kak Zeng Wu, jemput aku di istana akademi bulan suci, karena apa yang membuatku bertahan disini telah pergi meninggalkan ku tanpa kejelasan"


Isi surat Zeng Yi membuat Pangeran ketiga menjadi heran, karena dia tahu jika Nien Chu yang menjadi alasan untuk sang adik tetap tinggal di akademi bulan suci, tapi mengapa tak seperti biasanya Nien Chu tak memberikan kabar sebelum kepergiannya itu.


"Aku harus segera ke istana akademi bulan suci, karena Zeng Yi pasti sangat terluka dengan hal ini, aku takut dia bertindak nekat untuk mencari Nien Chu," batin pangeran ke 3.


Maka hari itu Pangeran ke 3 dan rombongannya segera berangkat ke istana Akademi bulan suci.


Sementara itu Nien Chu yang berada di alam pengasingan, begitu sangat terkejut dengan keadaan yang ada, karena sejauh mata memandang hanya terlihat hamparan pasir.


"Suhu udara di tempat ini begitu sangat panas, mataharinya pun begitu terik dan sangat menyengat," batin Nien Chu.


Nien Chu bingung harus mencari kemana, sehingga diapun terus berjalan menyusuri hamparan pasir yang sangat luas itu.

__ADS_1


Setelah beberapa jauh berjalan, Nien Chu mulai kelelahan dan kehausan, hingga diapun menghentikan langkahnya untuk sekedar beristirahat sejenak.


"Yi eng bantu aku untuk mendeteksi keberadaan makhluk hidup di tempat ini," ucap Nien Chu.


Yi eng turun dari gendongan Nien Chu, kemudian memejamkan matanya. simbol bulan sabit di keningnya seketika itu memancarkan cahaya terang hingga tak lama kemudian Yi eng membuka matanya, dan mengajak nien Chu untuk pergi kesebuah tempat.


"Apakah masih jauh tempat itu?" tanya Nien Chu.


Yi eng hanya menganggukan kepalanya mengiyakan perkataan Nien Chu.


Mereka terus berjalan hingga hari gelap, dan Nien Chu belum juga menemukan tempat yang dimaksud oleh rubah putih tersebut.


"Walaupun malam hari, suhu udara di tempat ini masih terasa hangat, mungkin pasir-pasir ini yang memantulkan kehangatan ke udara," batin Nien Chu.


Nien chu kini merasakan kekhawatiran terhadap Hyun Zi, bagaimana tidak khwatir, alam di pengasingan begitu sangat ekstrim di siang hari, dan tak ada satu mahluk hidup yang dapat di konsumsi, apa lagi air yang sama sekali tak ada di tempat itu.


Nien Chu segera mengeluarkan pedang penguasa malam, yang membuat udara di sekitar tempat itu berubah drastis menjadi sangat dingin menusuk tulang.


Tiba tiba saja sekelebat bayang hitam seketika itu langsung menyerang kearah Nien Chu, pergerakannya sangat cepat sekali hingga membuat Nien Chu tersudutkan.


"Ranah Dewa" batin Nien Chu, kemudian diapun menggunakan kekuatan inti api surgawi, untuk melindungi tubuhnya dari serangan mendadak sang bayangan hitam.


Kali ini Nien Chu seperti tak berkutik menghadapi kecepatan bayangan hitam tersebut, langkah bayangan yang di milikinya sama sekali tak banyak membantunya di dalam gelapnya malam.


Dengan rasa kesal Nien Chu pun mengunakan tehnik jari matahari, sementara itu rubah putih telah merubah dirinya menjadi rubah putih raksasa berekor 3, dia terus mengawasi jalannya pertarungan sambil menunggu tuan mudanya memanggilnya masuk ke dalam pertarungan itu.

__ADS_1


Aura emas yang terbentuk dari ke 12 jarum emas, mampu menciptakan cahaya dan menerangi tempat itu.


Nien Chu segera menyerang bayangan hitam itu dengan tehnik pedang penguasa malam. "Tebasan semesta" ucap Nien Chu sambil menebaskan pedang penguasa malam kedepan tepat di hadapan bayangan hitam, hingga tebasan itu menimbulkan bayangan pedang raksasa yang mengarah kepada bayangan hitam.


Bayangan hitam langsung mengibaskan cakarnya dua kali kearah serangan pedang Nien Chu, hingga cahaya berbentuk tanda silang seketika itu menghantam bayangan pedang raksasa yang menuju kearahnya.


Perbedaan ranah tingkatan yang terlampau jauh membuat tubuh Nien Chu terhempas jauh ke belakang, hingga pasir berterbangan di udara terkena serangan tubuh Nien Chu.


Nien Chu memuntahkan darah segar dari mulutnya, yang menandakan jika dia terluka dalam.


Rubah ekor 3 yang melihat tuan mudanya tengah terluka parah, langsung menyerang bayangan hitam dengan ganas.


Pertarungan sengit pun terjadi diantara bayangan hitam dengan binatang roh kuno, yang menyebabkan area tempat itu dipenuhi dengan pasir-pasir yang berterbangan di udara.


Nien Chu yang masih tersadar seketika itu menarik kembali ke 12 jarum emas yang masih mengambang di udara, kemudian jarum jarum tersebut seketika itu menancap di bagian-bagian vital tubuh Nien Chu, untuk membantu Nien Chu memulihkan diri lebih cepat.


Di tempat lain, Hyun Zi yang telah berlatih dikejutkan dengan ledakan-ledakan yang mampu menggetarkan area tempatnya berada. "Jangan jangan guru tengah bertarung dan lawannya pasti kultivator yang sangat kuat, aku harus segera membantunya," ucap Hyun Zi dan langsung melesat cepat keluar dari dalam gua tempatnya berada.


Di tempat terjadinya pertarungan Hyun Zi melihat gurunya telah bertarung melawan seekor rubah putih berekor 3, dan dia tak menyangka jika kekuatan di tingkat dewa yang dimiliki gurunya, tak bisa berbuat banyak menghadapi binatang roh tersebut.


Pertarungan yang terjadi kini mulai terlihat nyata jika gurunya mulai terdesak hebat, hal itu membuat Hyun Zi ingin membantu Sang guru untuk menghadapi binatang roh tersebut.


Dan pada saat Hyun Zi melihat cahaya berwarna emas terang yang tak jauh dari tempatnya berada, Hyun Zi seketika dikejutkan dengan penampakan seorang pemuda yang begitu sangat dikenalnya.


"Nien Chu....!?" ucap wanita cantik itu seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2