Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Nien Chu vs raja iblis


__ADS_3

Jendral Yu Hong telah menjadi kaisar baru di istana Awan, menggantikan kaisar Erlang Xian yang telah mati di bunuh Nien Chu, dan malam ini merupakan malam penobatan sang jendral menjadi kaisar istana Awan.


Nien Chu berjalan menemui Virgion, karena ada hal penting yang ingin diperintah kan olehnya.


"Virgion, pergilah kau menemui penasehat Biyao di kekaisaran pheonix, bawa kristal jiwa Putri Annchi kepadanya, karena hanya dia yang mampu untuk menghancurkan segel yang membelenggu kristal jiwa Putri Annchi".


"Untuk sementara waktu aku akan tinggal di kekaisaran ini, untuk membenahi struktur dan membangun kekuatan besar di kekaisaran ini," ucap Nien Chu.


"Baik tuan muda, Aku akan segera menjalankan perintah mu," jawab Virgion kemudian berlalu dari hadapan Nien Chu.


Sementara itu, Jendral iblis Yikzi membawa tubuh Erlang Wang yang merupakan saudara angkat raja iblis kesebuah Altar, tempat raja iblis bermeditasi.


Raja iblis ming lie begitu sangat terkejut melihat kematian Erlang Wang yang begitu sangat mengenaskan, dengan kepala yang terpisah dari tubuhnya.


"Siapa yang membunuhnya?" tanya raja iblis dengan amarah besar di wajahnya.


"Nien Chu, dia yang telah membunuh Erlang Wang, dan dia juga yang telah menghancurkan kekaisaran binatang buas yang menjadi sekutu kita," jawab jendral iblis Yikzi.


"Dimana keberadaan Nien Chu sekarang?" tanya raja iblis.


"Saat ini dia masih berada di kekaisaran binatang buas, untuk menobatkan kaisar baru di sana," jawab jendral Yikzi.


"Biarkan saudaraku itu berada disini, aku akan menghidupkannya kembali menggunakan pil kebangkitan," ucap raja iblis.


"Baik yang mulia," jawab jendral iblis Yikzi kemudian pergi meninggalkan ruang meditasi raja iblis.


Setelah kepergian jendral utamanya, raja iblis kemudian menghilang dari tempat itu.


Sementara itu Nien Chu yang merayakan penobatan Kaisar Yu Hong, di kejutkan dengan adanya aura kuat yang sengaja menyuruh dirinya untuk datang menemui pemilik Aura kuat tersebut.


Nien Chu seorang diri menerobos gelapnya malam, menuju pegunungan yang jauh dari istana dan pemukiman para penduduk.


Nien Chu kini dihadapkan dengan seorang anak muda yang sangat dikenalnya.


"Ming lie?"..., batin Nien Chu.


Nien Chu tahu jika yang ada di hadapannya saat ini merupakan raja iblis, sehingga dia pun mengaktifkan dua simbol dewa untuk melindungi dirinya dari serangan mendadak raja iblis.


"Aku telah mengetahui sepak terjangmu dengan memburu ras iblis, dan tindakanmu itu telah membuat ketentraman ras iblis menjadi terusik".


"Saat ini kau telah membunuh saudaraku Erlang Wang, dan kesalahan itu takkan pernah ku ampuni," ucap raja iblis.

__ADS_1


"Jangankan ras iblis, kau pun akan menjadi incaran ku, karena keberadaanmu telah membuat keresahan ras manusia".


"Aku tak ingin keberadaanmu nantinya akan menghancurkan peradaban manusia di masa depan, untuk itu aku akan mengajakmu bertarung sampai mati," tantang Nien Chu.


"Ha..ha..ha.., Aku cukup salut dengan keberanian mu, aku memang datang ke tempat ini untuk mencarimu agar kita dapat bertarung sampai mati," jawab raja iblis kemudian menyerang kearah Nien Chu.


Raja iblis menghilang dan menyisahkan Aura berwarna merah yang menyelimuti area sekitar tempat itu.


Nien Chu segera mengeluarkan aura teratai Nirwana, untuk mencegah masuknya racun ketubuhnya yang berbentuk kabut berwarna merah yang menyelimuti tempat itu.


Pertarungan pun terjadi dengan sengit, jual beli serangan tersaji di tempat itu. Mengetahui lawannya merupakan raja iblis, Nien Chu langsung mengeluarkan kekuatan amukan api misterius degan menghantamkan teratai giok ke arah raja iblis.


Raja iblis yang memiliki kekuatan besar, menahan serangan Nien Chu dengan bayangan tantangan raksasa yang keluar dari dalam tubuhnya.


Nien Chu terseret beberapa meter ke belakang, dan merasakan sesak di dadanya saat berbenturan energi dengan raja iblis.


Kekuatan raja iblis begitu sangat hebat, sehingga mampu membuat perisai simbol Dewa di tubuhnya retak.


Kali ini giliran raja iblis yang menyerang kearah Nien Chu, berupa telapak tangan berwarna merah yang mengarah kepada Nien Chu.


Melihat serangan kuat yang menuju kearahnya, Nien Chu segera mengeluarkan pedang penguasa malam, dan menebaskan pedangnya kearah telapak tangan raksasa yang menuju kearahnya.


Bayangan pedang raksasa tiba tiba muncul dan menghantam telapak tangan yang menuju kearahnya Nien Chu.


Nien Chu tak menyangka jika telapak tangan raksasa itu begitu kuat, sehingga tebasan semesta sama sekali tak berefek kepadanya, sehingga membuat Nien Chu bersalto ke udara untuk menghindari serangan kuat yang menuju kearahnya, hingga serangan itu menghantam tempat yang kosong.


Tampak jejak yang sangat dalam dari hancurnya tanah di sekitar tempat itu, akibat terkena serangan telapak raksasa raja iblis.


Nien Chu kini mengeluarkan kekuatan ilahi 4 unsur alam untuk menghadapi raja iblis, teratai kaca ilahi memancarkan cahaya putih terang di gelapnya malam, dan langsung diarahkan kepada raja iblis.


Raja iblis yang merasakan jika serangan yang dilakukan Nien Chu saat ini dapat membunuhnya, dengan cepat berteriak lantang.


"Gerbang iblis neraka"


Raja iblis menjejakkan kakinya ketanah, dan tak lama kemudian muncul sebuah gerbang di hadapannya dengan pintu yang terkunci.


Dengan mendorong kedua telapak tangannya ke depan, maka pintu itupun terbuka sehingga daya hisap kuat tiba tiba saja menarik teratai kaca ilahi kedalamnya.


Teratai ilahi masuk kedalam gerbang tersebut hingga menghilang tanpa bekas, tak lama kemudian ledakan hebat terjadi jauh di belang raja iblis, yang membuat pegunungan itupun hancur di berbagai sisi.


"Apa .??, dia bisa mengalihkan teratai nirwana ketempat lain!!" batin Nien Chu.

__ADS_1


Nien Chu kembali mengeluarkan teratai ilahi di telapak tangan kanannya, dan dengan melompat ke udara Nien chu melemparkan teratai kaca ilahi kearah Raja iblis.


Kembali hal yang sama terulang lagi, gerbang yang sama tiba tiba saja muncul dan menghisap teratai kaca ilahi ke dalamnya, hingga ledakan kembali terjadi jauh dari keberadaan raja iblis.


Nien Chu semakin tak percaya dengan apa yang dilihatnya, begitu mudahnya teratai ilahi dapat dipatahkan oleh raja iblis.


Tiba tiba 3 buah rantai iblis neraka keluar dari dalam gerbang itu dan memburu keberadaan Nien Chu.


Nien Chu menghindari serangan rantai hitam yang mengeluarkan aura mengerikan, dengan menggunakan tehnik langkah bayangan yang dimilikinya, dan tanpa di duga sama sekali oleh Nien chu sebuah rantai jiwa neraka berwarna merah darah, keluar dari dalam tanah dan menancap telak di tubuh Nien Chu, hingga membuat tubuh Nien Chu tertahan di udara.


"Ha...ha...ha..., akhirnya jiwamu berada di genggaman tanganku, dan sudah dipastikan hari ini merupakan hari kematian mu Nien Chu...!!" teriak raja iblis dengan tawa kemenangan di mulutnya.


3 buah rantai jiwa neraka berwarna hitam kembali menembus tubuh Nien Chu, sehingga membuat Nien Chu semakin terpuruk.


"Aku akan mati tapi kau pun harus ikut mati bersamaku...!!, ibu maafkan putramu karena belum bisa ke nirwana untuk menemuimu," ucap Nien Chu.


Nien Chu menggunakan kekuatan terkuat teratai nirwana, agar jiwanya dapat terlepas dari rantai jiwa neraka yang saat ini membelenggu jiwanya, setelah itu Nien Chu membentuk teratai langit 7 warna.


Dengan sisa sisa kekuatan terakhirnya, Nien Chu melepaskan roh jiwanya menggunakan kekuatan menembus dimensi l, bersama dengan kekuatan teratai langit tujuh warna.


Raja iblis yang terlena dengan ke kenangan nya, tak menduga sama sekali dengan adanya serangan balik yang menuju kearahnya.


Raja iblis mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menahan kekuatan teratai langit tujuh warna yang bersarang di tubuhnya.


Kekuatan Dewa iblis kuno meluap, membendung kekuatan besar dari teratai langit 7 warna, hingga membuat raja iblis terhempas jauh kebelakang.


Terhempasnya raja iblis membuat seluruh rantai jiwa neraka yang membelenggu tubuh Nien Chu pun menghilang.


Nien Chu terhempas keras ketanah dan merasakan jika tak ada harapan lagi baginya untuk hidup.


Disaat kegelapan datang dalam penglihatannya, Nien Chu merasakan sebuah tangan lembut telah menyanggah tubuhnya, dan merasakan beberapa butir air jatuh membasahi wajahnya, setelah itu ni n Chu kehilangan kesadarannya.


Di sisi lain, raja iblis terhempas sangat jauh, merasakan jika kekuatan dewa iblis kuno di tubuhnya telah menghilang akibat menahan serangan dari Nien Chu, yang membuat keadaan raja iblis terluka parah.


"Tak kusangka di dalam keterpurukannya pemuda itu mampu untuk melukaiku seperti ini, apalagi jika dia dalam keadaan sehat dia pasti bisa membunuhku".


"Untung saja kekuatan Dewa iblis kuno yang ku serap selama ini bisa membendung serangannya, walaupun kekuatan itu menghilang tapi masih ada waktu bagiku untuk menyerapnya kembali," batin raja iblis.


Jendral iblis Yikzi datang di hadapan raja iblis, dan membawanya pergi menaiki kelelawar raksasa.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2