Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Nien Chu vs ketua Ancaw


__ADS_3

Nien Chu dan Zhurui berjalan menuju ke rumah kediaman ketua desa, akan tetapi di tengah perjalanan mereka di cegat oleh tetua Ancaw yang merupakan kepala keamanan desa dan juga sekaligus ayah dari Anchen dan Anchu.


"Nien Chu, kau telah membuat putraku saat ini tak berdaya, dan dia sekarang memilih untuk mati karena tak bisa berkultivasi, daripada melanjutkan hidup dengan rasa malu sebagai kultivator yang tidak mempunyai kemampuan apa apa.


Nien Chu kau sengaja menghancurkan Meridian di tubuhnya agar dia tak bisa berkultivasi lagi bukan?, mengapa kau lakukan itu Nien Chu, Kau pasti tahu jika seorang kultivator kehilangan daya upaya untuk berkultivasi, maka kultivator tersebut menganggap dirinya telah mati," ucap tetua Ancaw.


"Tetua saat itu aku tengah berkultivasi dan tak tahu menahu mengenai masalah itu, jika saat itu Anchen tak ingin mencelakai ku tak mungkin Yi eng melukai nya.


Apa pun keburukan yang dilakukan putramu kepadaku maka dia akan menerima balasannya, dan saat ini apa yang diderita oleh putramu merupakan imbas dari keburukan yang dia lakukan, jadi aku tak ingin kau salahkan dalam hal ini," ucap Nien Chu dengan tegas.


Tetua Ancaw tak kuasa lagi membendung amarahnya, dia ingin melihat pemuda yang telah mencederai putranya, juga merasakan hal yang sama seperti yang dialami Anchen saat ini.


Aura ranah tingkat dewa seketika itu keluar dari dalam tubuh tetua Ancaw, yang membuat rubah putih di pelukan Nien Chu bereaksi.


"Yi eng kau tak usah turun tangan untuk menghadapinya, Karena aku sendirinya yang akan menghadapi tetua itu.


Aku akan mencoba melawannya dengan teknik yang telah kulatih saat ini, sekaligus ajang uji coba untuk melawannya dengan teknik amukan api misterius," ucap Nien Chu sambil mengelus-elus kepala rubah putih yang ada di pelukannya itu.


Nien Chu memberikan Yi eng kepada Zhurui, dan menyuruh mereka berdua untuk menjauh dari tempat itu.


Setelah Zhurui menjauh dari tempat itu, maka aura ranah tingkat suci puncak seketika itu keluar dari dalam tubuh Nien Chu.


"Jika kau ingin sebuah pertarungan, maka aku akan memberikannya kepadamu," ucap Nien Chu dengan ketenangan di dirinya.


Tak lama kemudian pertarungan tangan kosong pun terjadi, jual beli serangan menghiasi pertarungan antara dua kultivator yang berbeda ranah tingkatan.


Aura kuat dari api inti surgawi menyelimuti tubuh Nien Chu, itu merupakan salah satu bagian dari teknik amukan api misterius yang baru-baru ini dilatih oleh Nien Chu, sehingga serangan dari kekuatan tubuh emas surgawi yang dimiliki tetua Ancaw, dapat di redam oleh nya.


Serangan demi serangan yang dilakukan oleh tetua Ancaw, tak berarti apa-apa di hadapan teknik amukan api misterius yang di keluarkan Nien Chu, s hingga tetua Ancaw langsung menggunakan teknik terkuat yang di milikinya yaitu petaka matahari.

__ADS_1


Awan di langit seketika itu berubah drastis berkumpul dan menjadi satu atas area tempat pertarungan, sehingga makin lama awan gelap itu membentuk gulungan tebal hingga menciptakan petir petir kecil di dalamnya.


Tiba tiba petir besar menghujam tubuh tetua Ancaw dari dalam awan hitam tebal yang berada di atasnya, hingga kekuatan besar tercipta di dalam tubuh sang tetua.


Melihat hal itu Nien Chu tak tinggal diam, dia pun langsung menggabungkan ketiga kekuatan api berbeda di dalam tubuhnya, hingga matanya pun kini mengeluarkan cahaya putih dengan aura yang sangat kuat.


Area di sekitar tempat Nien Chu berada kini berubah menjadi sangat mengerikan, apapun yang berada di dekatnya hancur menjadi debu termasuk batu-batu besar di sekitarnya, rumput-rumput di sekitarnya, dan bahkan pepohonan besar pun kini mengering dan mulai terbakar.


Zhurui terdiam melihat tehnik yang di gunakan Nien Chu, yang selama ini tak pernah di lihat sebelumnya. Tak disangka olehnya jika Nien Chu mempunyai teknik yang sangat mengerikan dan sangat kuat, walaupun tehnik itu masih berada di bawah kekuatan teratai ilahi miliknya, tapi sudah cukup untuk menggoncangkan tempat itu.


"Kau memang pemuda berbakat Nien Chu, aku tak bisa memprediksi bagaimana kekuatanmu setelah kau menembus ranah tingkat dewa, karena di ranah tingkat suci puncak, kau telah menjadi seorang kultivator yang mampu mengimbangi kekuatan ranah tingkat dewa yang sangat menakutkan itu," batin Zhurui.


Sementara itu ketua desa yang tengah melakukan kultivasi dikejutkan dengan perubahan alam di sekitar desanya, dia pun lantas membuka matanya dan melesat keluar dari dalam rumah.


Ketua desa menatap ke arah langit di mana terdapat kumpulan awan hitam tebal di sana. "Tehnik peta ke matahari..!!, jangan-jangan saat ini tetua Ancaw tengah bertarung melawan Nien Chu, jika itu sampai terjadi maka masalah baru pun akan terjadi. Aku harus mencegah agar pertarungan itu dihentikan," batin ketua desa.


Nien Chu pun tak mau kalah, dia pun langsung melompat ke udara dan menghantamkan tinjunya ke arah serangan dari tetua Ancaw. "Amukan api misterius...!!" teriak Nien Chu.


Kedua energi kuat seketika itu saling berbenturan di udara, kepala desa yang sampai ke tempat pertarungan terjadi begitu sangat terkejut, karena dirinya tetlambat dalam menghentikan pertarungan yang terjadi.


Diapun lantas melindungi dirinya dengan kekuatan yang dimilikinya, agar terhindar dari efek ledakan energi yang terjadi.


Sementara itu kedua kultivator yang tengah bertarung, sama-sama terhempas ke belakang.


Nien Chu berada di tanah dengan berlutut 1 kaki, sambil memegangi dadanya yang terasa sesak.


"Sungguh kuat kekuatan di ranah dewa, hingga membuatku merasakan kesakitan yang teramat sangat di dada ku, dan aku tak menyangka jika tehnik amukan api misterius bisa sedasyat ini, hingga benturan energi yang terjadi hanya membuatku terluka dalam ringan " batin Nien Chu kemudian menelan sebuah pil yang dikeluarkan dari dalam cincin ruangnya.


Sementara itu akibat ledakan energi yang terjadi, tubuh tetua Ancaw terhempas jauh ke belakang dan terpelanting ke tanah dengan keras. Walaupun sang tetua memiliki tubuh emas akan tetapi dengan adanya ledakan energi yang melebihi batas pertahanannya, membuat sang tetua tak bisa melanjutkan pertarungan itu.

__ADS_1


Kepala desa segera melesat kearah tetua Ancaw yang tergeletak di tanah, diapun lantas mengalirkan energi murninya ketubuh sang tetua.


"Untung saja tak terjadi apa apa pada tetua Ancaw, karena luka yang di deritanya masih dapat di sembuhkan oleh para tabib yang berada di balai pengobatan desa," Batin ketua desa.


"Aku tak menyangka Nien Chu mempunyai kekuatan yang sekuat itu, hingga mampu mengalahkan tetua Ancaw yang berada pada ranah tingkat Dewa," batin ketua desa kembali.


Sang ketua kemudian bangkit berdiri, dan melangkahkan kakinya sambil menggendong tubuh tetua Ancaw.


"Aku ingin kau kerumah kediaman ku, ada hal penting yang ingin ku bicarakan padamu. Aku akan membawa tetua Ancaw ke balai pengobatan desa dan setelah itu aku akan menyusul mu," ucap ketua desa.


Nien Chu menganggukkan kepalanya, mengiyakan perkataan kepala desa.


Setelah ketua desa pergi meninggalkan Nien Chu sambil membawa tetua Ancaw, tak lama kemudian Zhurui datang mendekati Nien Chu dan berkata.


"Bagaimana keadaanmu?" tanya Zhurui.


"Kondisiku baik baik saja, hanya saja aku mengalami luka dalam ringan. Setelah aku melakukan kultivasi dan meminum beberapa pil obat, pasti aku akan pulih seperti sedia kala," jawab Nien Chu.


Tiba tiba saja rubah putih melompat kearah Nien Chu, dan dengan sigap Nien Chu menyambut rubah tersebut.


"Kau juga mengkhawatirkan ku Yi eng?" tanya Nien Chu dengan tawa kecil di bibirnya.


Tiba tiba saja simbol di kepala rubah putih menyala terang, dan Nien Chu dapat merasakan adanya hawa murni yang merasuk kedalam tubuhnya.


"Hawa murni ini...., jangan jangan Yi eng ingin menyembuhkanku dengan mentransfer energi murninya ke tubuhku," batin Nien Chu.


Nien Chu kemudian segera menyerap hawa murni yang di berikan Yi eng, untuk membantunya pulih dengan cepat.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2