
Mendengar ancaman api inti neraka, membuat macan hitam melemah hingga membuatnya berubah wujud menjadi kucing hitam berbulu lebat yang begitu lucu dan menggemaskan, melihat akan hal itu Dayu haitang tersenyum dengan penuh kemenangan.
"Jebakan kata-kataku telah berhasil mengelabui hatinya, hingga dia mau melemah seperti ini.
Aku akan menghancurkan kucing hitam itu sekali lagi dengan kekuatan Dewa api kuno milikku," batin Dayu haitang.
Dengan cepat Dayu haitang melesat ke arah kucing hitam berbulu lebat, dan dengan kekuatan dewa api kuno Dayu haitang menghantamkan tinjunya ke arah kucing hitam tersebut, hingga membuat kucing hitam terhempas dan berubah menjadi inti api neraka.
"Bukankah itu merupakan inti api neraka dari alam bawah yang telah menghilang, tak kusangka jika inti api neraka yang sangat kuat itu berada di Nirwana untuk menjaga Dewi Yun Shi," batin Dayu haitang kemudian menyegel api inti neraka dan menyimpannya.
Dewi Yun Shi yang sudah berada di dalam genggaman tangan Dayu haitang, tak bisa berbuat apa-apa selain mengikuti keinginan Dayu haitang untuk ikut bersamanya pergi dari istana langit, karena percuma saja Dewi Yun Shi melawan jika kekuatan yang dimilikinya tak mampu untuk mengalahkan Dayu haitang, dan pada akhirnya tubuh sang Dewi tak bisa bergerak karena telah tertotok jalan darahnya oleh pemuda yang tengah menyamar sebagai seorang prajurit istana langit.
Dayu haitang membawa pergi Dewi Yun Shi keluar dari Nirwana, hingga langkahnya terhenti saat melihat sebuah alam yang dapat dijadikannya tempat persinggahan.
__ADS_1
"Bukannya ini alam bawah tempat keberadaan raja iblis dan semua pengikutnya sebelum di musnahkan, ini merupakan sebuah keberuntunganku karena mendapatkan tempat persinggahan yang tak mungkin para pasukan istana langit menuju ke tempat ini," batin Dayu haitang.
Dayu haitang terus masuk ke dalam alam bawah dan menemukan sebuah istana yang telah lama tak ditinggali, sesaat dia melihat seisi ruangan yang penuh dengan debu, kemudian meletakkan tubuh Dewi Yun Shi di atas ranjang yang berada di dalam sebuah kamar.
Setelah itu dia pun keluar dari dalam kamar, kemudian menuju ke luar istana dan membuat segel pelindung agar putri Yun Shi tak bisa keluar dari dalam istana.
Setelah semua pelindung telah dibuat, Dayu haitang kemudian kembali ke dalam kamar dan melepaskan totokannya yang bersarang di tubuh Dewi Yun Shi.
Dewi Yun Shi yang telah terbebas dari totokan seketika itu menyerang Dayu haitang dengan ganas, akan tetapi usahanya gagal malah dirinya kini tertindih oleh tubuh Dayu haitang yang kekar dan besar.
Dayu haitang tak menggubris perkataan Dewi Yun Shi, karena akal sehatanya kini terpengaruh oleh kemolekan tubuh wanita muda yang ada di hadapannya, yang begitu membuat nafsunya seketika itu meledak.
"Aku telah lama mencintai dan mengagumimu, tapi mengapa kau lebih memilih pemuda dari alam dunia itu ketimbang diriku yang merupakan keturunan Dewa?, tapi itu tak masalah bagiku karena dirimu saat ini telah bersamaku, dan hari ini aku akan menghabiskan malam bersamamu, pasti kau tahu maksudku bukan?" tanya Dayu haitang.
__ADS_1
Tubuh Dewi Yun Shi bergetar, karena dia tahu apa yang diinginkan Dayu haitang saat ini kepadanya, diapun lantas sekuat tenaga mendorong tubuh Dayu haitang yang masih menindih tubuhnya, akan tetapi usahanya kembali sia-sia karena Dayu haitang telah mengantisipasi itu semua, hingga membuatnya semakin ganas menyerang bagian-bagian sensitif di tubuh Dewi Yun Shi.
Dewi Yun Shi terus berontak akan tetapi usahanya tetap sia-sia, karena Dayu haitang berhasil melucuti satu persatu pakaian yang dikenakan Sang Dewi, hingga pakaian itu berserakan di lantai ruangan.
Disaat Sang Dewi hanya pasrah terhadap apa yang akan dilakukan Dayu haitang ke padanya, putra Dewa api itu seketika menjadi geram karena di tubuh Dewi Yun Shi terdapat pelindung tipis yang sangat transparan, yang dapat memperlihatkan lekuk lekuk tubuhnya yang mulus, namun tak bisa untuk di nikmati oleh Dayu haitang.
"Cepat kau buka pakaian pelindungmu ini jika tidak aku akan menghancurkan bayi yang ada di dalam kandungan itu!!" Ancam Dayu haitang.
"Ha..ha..ha.., Dayu haitang Jika Kau menghancurkan bayi dalam kandunganku ini, maka aku pun akan mati di tanganmu Karena aku telah menyatukan jiwaku dengan jiwa yang ada dalam kandunganku ini.
Dan jika kau terus memaksa menghancurkan pelindung yang ada di tubuhku ini maka aku pun juga akan mati, karena pelindung ini merupakan baju pelindung yang diberikan ibuku Dewi bulan yang tak bisa dilepaskan oleh apapun kecuali dengan ku sendiri, dan jika tubuhku terus terkena kekuatan yang sangat besar untuk melepaskan baju pelindungku ini maka aku pun akan hancur dan mati.
Dayu haitang kau takkan pernah mendapatkan hati dan tubuhku, karena aku telah mempunyai suami yang sangat ku cintai, dan untuk mempertahankan kehormatanku, aku dan bayi yang berada di dalam kandungan ku ini rela mati untuk itu," jawab Dewi Yun Shi.
__ADS_1
Dayu haitang yang merasa kecewa lantas pergi meninggalkan ruangan itu, dan melepaskan kekesalannya di luar istana, hingga menghancurkan apapun yang menjadi target serangannya.
Setelah puas melampiaskan kekesalannya, Dayu haitang lantas mencari tempat untuk menaklukan api inti neraka guna meningkatkan kekuatan nya.