
Thien Yu kini berada di dalam wilayah klan ular, sangat mudah baginya untuk dapat mengetahui seluk beluk klan tersebut, karena Thien Yu pernah datang ke klan itu sebelumnya untuk menyelamatkan putri Meyling saat pernikahan yang tak pernah diinginkan oleh sang putri.
Dengan tingkat kekuatan yang di miliki Thien Yu, dia berhasil mendekati area klan dengan mengendap endap sambil melihat situasi yang ada guna mencari akal dalam menembus penjagaan ketat dari para anggota klan ular.
Thien Yu menatap salah seorang anggota klan yang menggunakan gelang berwarna hitam di tangan kanannya, pria itu begitu sangat di hormati oleh para penjaga di sekitar tempat itu.
"Aku rasa pria itu mempunyai kuasa di tempat ini, karena para penjaga klan begitu sangat menghormatinya, di samping itu diantara anggota klan ular hanya dia sendiri yang memakai gelang berwarna hitam, dan para penjaga lainnya memakai gelang berwarna biru.
Aku akan memanfaatkan kesempatan ini untuk meringkus orang itu, kebetulan dia ingin keluar dari dalam gerbang klan," batin Thien Yu.
Sambil mengendap-endap dan menjaga jarak, Thien Yu mengikuti orang tersebut dari belakang hingga pada kesempatan di salah satu gang yang sunyi, Thien Yu memberikan serangan mendadak dengan lesakkan jarum matahari yang membuat pria tersebut terkapar di tanah tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.
Dengan cepat Thien Yu menyeret mayat pria tersebut ke tempat yang sunyi dan tersembunyi, kemudian melepaskan seluruh pakaian pria tersebut dan memakainya. Tak lupa Thien Yu memakai gelang berwarna hitam yang ada pada pria tersebut dan mulai berjalan santai menuju ke kerumunan para penjaga klan.
Thien Yu berusaha tenang pada saat mendekati para penjaga klan. Benar saja apa yang dipikirkan Thien Yu, pada saat para anggota penjaga klan melihat gelang yang berada di tangan Thien Yu, mereka langsung memberi hormat dan mempersilahkan Thien Yu untuk masuk kedalam klan tanpa curiga sedikitpun.
Kesempatan yang ada itu langsung dipergunakan oleh Thien Yu dengan sebaik baiknya, dia terus menerobos masuk tanpa sedikitpun takut dengan keberadaan dirinya yang bukan anggota klan ular danau hitam.
Hingga sampai ke sebuah tepat di bawah tanah yang di lindungi oleh segel pelindung penjara, Thien Yu merasakan kontrak darah yang ada pada Lu ying berada di dalam sana, tapi sayang seorang laki-laki bertubuh kekar dengan setengah tubuh bawahnya berupa badan seekor ular menegurnya.
"Kau, kemari...!!" ucapnya.
Thien Yu berbalik kan badan melihat laki-laki bertubuh kekar yang memanggilnya sambil melihat gelang berwarna merah yang di pergelangan tangannya, membuat Thien Yu segera mencerna keadaan yang ada.
"Kurasa laki kaki bertubuh ular ini merupakan salah satu petinggi di dalam klan ular, aku harus berusaha untuk tetap tenang agar tak mengundang perhatian para anggota klan lainnya, semua ini demi keselamatan nyawa Lu ying yang tengah di sekap oleh mereka," batin Thien Yu.
Thien Yu berjalan kearah laki-laki tua itu, kemudian menggenggam tinju memberi hormat, "saya tuan!!" ucap Thien Yu singkat.
__ADS_1
Terlihat laki-laki bertubuh ular itu mengernyitkan dahinya, dia sangat heran dengan penghormatan yang di lakukan oleh anak buahnya itu.
"Siapa kau..!!, klan ular tak pernah mengajarkan cara menghormati pimpinannya dengan cara seperti itu," hardik laki-laki bertubuh ular.
Dengan cepat thien Yu mengeluarkan anggur dalam cincin ruangnya, dan meminum anggur tersebut sambil berjalan sempoyongan ke arah laki-laki ular yang ada di hadapannya.
"Berani sekali kau mabuk-mabukan saat menjalankan tugas, kalian semua cepat bawa dia ke penjara karena aku tak mau melihat anak buahku yang tidak becus dalam melaksanakan tugas, walaupun dia merupakan kepala penjara ini," perintah laki-laki kekar bertubuh ular sambil membalikkan tubuhnya dan segera meninggalkan tempat itu.
Para anggota klan penjaga penjara segera membuka segel perlindungan, dan membawa Thien Yu yang pura pura mabuk masuk ke bawah tanah, di mana penjara klan ular berada.
"Bagus, mereka telah membuka segel perlindungan ini hingga aku tak bersusah payah untuk membukanya," batin Thien Yu.
Di bawah tanah, Thien Yu segera mengeluarkan belati merah darah dari dalam cincin ruangnya, dan dengan sekali serangan keempat penjaga klan yang membawanya telah terkapar di tanah, dengan luka sayatan belati di leher masing masing orang.
Thien Yu terus melesat masuk ke dalam penjara dan melakukan pembantaian disana, seluruh anggota klan penjaga penjara tak ada satupun yang bisa selamat dari tebasan pelatinya.
Thien Yu mengedarkan seluruh pandangan matanya, dan melihat keadaan sekitar. Terlihat Lu ying tengah berada di dalam salah satu sel tahanan dengan kondisi yang sangat mengenaskan.
Thien Yu segera mengeluarkan pedang penguasa malam, dan menebaskan pedang itu ke arah kunci sel yang juga terpasang segel pelindung di sana.
Dengan ketajaman pedang penguasa malam, kunci penjara maupun segel pelindung yang terdapat di sana hancur seketika.
Thien Yu segera menghampiri Lu ying dengan kondisi tubuhnya yang masih dalam keadaan lemah.
Thien Yu kembali menebaskan pedangnya ke arah rantai yang membelenggu tubuh Lu ying, hingga rantai-rantai itu putus dan berjatuhan di lantai ruangan.
"Lu ying, cepat telan pil ini aku akan membantumu memulihkan diri karena posisi kita masih tak aman," ucap Thien Yu.
__ADS_1
"Tuan muda mengapa kau berada disini?" tanya Thien Yu.
"Kau tak usah banyak tanya, lebih baik kau mengikuti perintahku sekarang juga," jawab Thien Yu.
Lu ying tak bisa berkata apa apa lagi, dia pun membungkam mulutnya, dan dengan segera Lu ying menerima pil pemberian dari Thien Yu kemudian menelannya.
Saat itu juga Lu ying duduk bersila dalam melakukan kultivasi pemulihan diri, dengan cepat Thien Yu juga ikut duduk bersila di belakang Lu ying, dan mentransfer energi murninya dengan kedua telapak tangan yang menempel di belakang tubuh Lu ying.
Beberapa tahanan penjara yang tadinya diam melihat keganasan Thien Yu dalam membantai para penjaga, kini mulai bersuara. Mereka meminta Thien untuk melepaskan mereka semua dari dalam penjara, hingga suara berisik dari mereka menimbulkan kegaduhan.
Akibat kegaduhan para tahanan membuat beberapa anggota klan yang berjaga di permukaan merasa curiga, merekapun turun kebawah untuk melihat kondisi tahanan klan.
Alhasil mereka semua sangat terkejut karena semua anggota penjaga penjara telah tewas terbunuh, hingga mayat mayat mereka semua berserakan di tanah. Semua kejadian yang mereka lihat itu segera di laporkan pada petinggi klan yang bertubuh ular.
Adanya laporan dari bawahannya, pria bertubuh ular langsung melesat cepat menuju ke dalam penjara bawah tanah di ikuti puluhan orang bawahannya.
Di dalam penjara, Thien Yu telah berhasil memulihkan Lu ying.
"Bagai mana keadaanmu Lu ying?" tanya Thien Yu yang melihat Lu ying dengan perlahan membuka matanya.
"Aku telah pulih tuan muda, pil esensi roh yang tuan muda berikan padaku begitu mujarab, tubuhku telah pulih seperti sedia kala, trimakasih tuan muda," jawab Lu ying.
"Jika kau telah pulih, kita tinggalkan tempat ini, namun sebelumnya kita selamatkan dulu raja dan ratu klan ular danau hijau," ucap Lu ying.
"Tuan muda, raja dan ratu klan ular danau hijau telah mati terbunuh saat melakukan perlawanan melawan para penyerang dari klan ular danau hitam," jawab Lu ying.
"Biadab..!!, klan ular ini harus kita binasakan, Lu ying aku ingin menguasai klan ini agar dapat membantuku saat berperang melawan kekaisaran Glory suatu hari nanti," ucap Thien Yu.
__ADS_1
"Baik tuan muda, aku akan selalu berada di depan untuk menjadi senjata mematikan bagi tuan muda," jawab Lu ying bersemangat.
Akhirnya mereka berdua pergi dari dalam penjara menuju ke permukaan, akan tetapi di depan jalan keluar menuju kepermukaan, mereka berdua telah di hadang oleh seorang petinggi klan bertubuh ular dengan para anak buahnya yang membuat Thien Yu beserta Lu ying menghentikan langkahnya.