Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Penjelasan


__ADS_3

Di dalam goa Thien yu tersadar dari tidurnya dan dia pun sangat terkejut saat melihat raja kota dan Yeiyi telah berada di tempat itu.


"Pangeran Maafkan kesalahanku karena membuat anda menjadi seperti ini," ucap raja kota.


"Paman, coba jelaskan kepadaku mengapa anda bisa berada di tempat ini, dan aku juga ingin mengetahui mengapa ada pertempuran di luar gua," ucap Thien Yu balik bertanya.


Lu ying datang menghadap thien yu, dan menjelaskan semua yang telah terjadi sehingga Raja kota dan Yeiyi berada di dalam gua, begitupun halnya dengan pertempuran yang terjadi di luar Goa antara Gonggo dan pasukan terbang istana gerbang naga.


Setelah mengetahui duduk permasalahan yang terjadi, Thien memerintahkan kepada Yeiyi dan luying untuk membantu Gonggo agar memukul mundur pasukan terbang istana gerbang naga, tanpa harus memusnahkan pasukan itu.


Mendapatkan perintah dari tuan mudanya, mereka berdua seketika itu menghilang dan muncul di sisi kiri dan kanan Gonggo.


Mendapatkan bantuan dari kedua rekannya Gonggo semakin ganas menghancurkan seluruh pasukan terbang istana gerbang naga, dan pada akhirnya keempat Jenderal yang memimpin pasukan terbang istana gerbang naga mengakui kekalahannya.


Dengan berat hati mereka berempat menyuruh seluruh pasukan terbang yang tersisa, untuk mundur dan kembali ke istana gerbang naga.


Gonggo yang ingin melakukan pengajaran seketika itu ditahan oleh Lu ying. "Biarkan saja mereka pergi, lebih baik kita menemui tun muda yang telah sadar," ucap Luying.


Mengetahui jika tuan mudanya telah sadar membuat amarah Gonggo pun reda, dia pun mengiyakan perkataan Lu ying untuk kembali masuk ke dalam Goa menemui tuan mudanya.


Sesampainya di dalam Goa, mereka bertiga langsung memberi hormat dan mengabarkan jika seluruh pasukan terbang istana gerbang naga telah mundur.


"Aku tak ingin kalian menghancurkan pasukan istana gerbang naga lebih dari apa yang kalian lakukan saat ini, biar bagaimanapun Raja kota merupakan adik angkat ayahku, dan dengan sendirinya Raja kota merupakan keluargaku," ucap Thien Yu.

__ADS_1


"Maafkan kami tuan, kami berjanji tak akan mengusik istana gerbang naga kecuali atas perintahmu" jawab Lu ying mewakili kedua rekannya.


Tak lama kemudian Thien Yu bertanya kepada raja kota. "Apa yang sebenarnya telah terjadi sehingga Paman bisa berada di dalam lubang pengakuan dosa?" tanyanya.


"Sesaat Raja kota menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan-lahan semua itu untuk menenangkan amarah di hatinya.


Tak ada lagi yang disembunyikan oleh raja kota mengenai keadaan istana gerbang naga saat ini, dan siapa sebenarnya Ratu ladymo yang menjadi istrinya.


Thien Yu penahan amarah merasakan jika selama ini Raja kota hanya sebagai boneka bagi ratu Ladymo, untuk menjalankan pemerintahan sesuai dengan keinginan sang ratu.


"Paman, aku akan membantumu menyelesaikan masalah di istana gerbang naga, setelah kekuatanku kembali pulih seperti sediakala.


Walaupun kau membenci Ratu ladymo akan tetapi putri Estia Die yang menjadi buah cinta kalian berdua, tak tahu apa-apa dengan masalah yang terjadi, dan aku ingin Paman dapat mencerna semua keadaan yang ada dengan akal sehat sebelum mengambil tindakan menghancurkan kebiadaban sang ratu," ucap Thien Yu.


Estia Die bukan darah dagingku, karena Ayah sesungguhnya merupakan kakak angkatku, hal itu ku ketahui dari percakapan yang kudengar sendiri setelah putri Estia Die lahir. Waktu itu aku mendengarkan percakapan mereka berdua dengan sembunyi-sembunyi.


Apa yang mereka lakukan sebenarnya membuatku muak dan marah, akan tetapi tubuhku saat ini telah tertanam sebuah boneka yang mampu mereka kendalikan kapanpun mereka mau.


Agar seluruh rakyat istana gerbang naga aman dari murka Ratu ladymo, maka masalah itu aku simpan rapat-rapat hingga 20 tahun lamanya.


Sebenarnya bunga anggrek Dewa yang berbunga 20 tahun sekali, ingin ku pakai untuk membebaskan ku dari kuasa ratu Ladymo akan diriku, tapi melihat jika putra dari kakakku Yan Lan tengah terluka oleh segel yang membelenggu tubuhnya, maka bunga anggrek Dewa akan kuberikan kepada nya agar terbebas dari segel yang telah membelenggu dantiannya," jawab raja kota.


"Trimakasih atas semua yang telah Paman lakukan kepadaku, akan tetapi ada satu hal yang ingin ku pertanyakan kepada paman, apakah memang perjodohan antara aku dan Putri paman dahulu pernah disepakati oleh ayahku, dan mengapa Putri Estia Die yang bukan darah daging paman yang dijodohkan denganku?" tanya Thien Yu.

__ADS_1


"Kesepakatan itu memang pernah terjadi antara aku dan ayahmu, mengenai mengapa aku menjodohkan mu dengan Putri Estia Die semua itu karena aku melihat sosok Yan Lan ada pada dirimu sewaktu pertama kali aku melihatmu di dalam lelah di paviliun Mulia.


Selama ini aku telah menganggap Estia Die merupakan putriku sendiri karena aku yang telah membesarkannya sedari kecil.


Melihat sifat dan karakternya yang susah diatur membuatku memutuskan untuk menjodohkan mu dengan nya berharap dia kelak akan berubah.


Tapi apa yang ada di dalam pikiranku tak sesuai dengan kenyataan yang ada, putriku menolak perjodohan itu dan berusaha meyakinkan semua orang yang ada di dalam istana gerbang naga untuk membantunya lepas dari perjodohan yang terjadi.


Setelah semua peristiwa yang terjadi maka aku putuskan mulai hari ini aku tak memberatkanmu untuk menikahi putriku lagi, dan aku anggap perjodohan ini tak pernah disepakati olehku dan ayah," jawab raja kota.


"Paman, aku akan sangat bersalah sekali kepada ayahku jika perjodohan ini tak terjadi, ayahku seorang ksatria hebat yang tak akan mungkin mengingkari janji. Sedari itu aku putuskan untuk kembali melanjutkan perjuangan yang terjadi, akan tetapi aku berhak untuk memutuskan siapa yang akan menjadi pendampingku di masa depan dari kedua Putri mu, dan aku memutuskan memilih Putri Emilia Die yang akan menjadi pendampingku di masa depan," ucap Thien Yu.


Apa yang terlontar dari mulut Thien Yu membuat putri Emilia Die begitu sangat terkejut. Didalam lubuk hatinya yang terdalam sang putri begitu senang, karena memang dari awal saat pertama kali bertemu dengan Thien Yu dia telah jatuh hati pada pemuda tampan itu.


Sementara itu Raja kota yang mendengar perkataan dari pangeran pheonix yang berada di hadapannya, begitu sangat senang karena dengan adanya keputusan dari Thien Yu itu kesepakatan yang terjadi antara dirinya dan Yan Lan akan tetap terlaksana.


"Jika ayahmu mendengar perkataanmu ini, pasti dia akan merasa senang karena janji yang pernah kami sepakati bersama akan tetap terlaksana," ucap raja kota.


Raja kota datang menghampiri putrinya kemudian menanyakan apakah putrinya menyetujui perjodohan yang terjadi.


Putri Emilia Die begitu sangat malu dengan pertanyaan sang ayah, apalagi disaksikan oleh Thien Yu dan seluruh pengikutnya.


Dengan menganggukkan kepalanya, Raja kota akhirnya mengetahui jika putrinya itu bersedia menjadi istri Thien Yu di masa depan.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2