
Setelah membereskan seluruh mayat-mayat yang berserakan dengan cara membakarnya, maka ke 4 orang itu pun pergi membersihkan diri setelah itu berkumpul lagi di sebuah ruangan yang berada di dalam istana Lumut.
Saat itu raja Meyciu dan istrinya ratu Kaili, menanyakan keberadaan Lu ying kepada Thien Yu.
"Thien Yu, sampai saat ini kami tak melihat pemuda yang telah menyelamatkan kami, dan sampai detik ini kami berdua belum berterimakasih padanya, dapatkah kau memberitahukan kepada kami keberadaannya?" tanya raja Meyciu.
"Yang mulia, Lu ying tengah melakukan kultivasi di suatu tempat untuk memulihkan diri, jika dia telah selesai melakukan kultivasi nya maka dia akan segera menemui kita semua," jawab Thien Yu.
Raja Meyciu mengangguk anggukkan kepalanya mengerti, akan apa yang di katakan Thien Yu mengenai keberadaan Lu ying.
Tak lama kemudian raja Meyciu bertanya kembali. "Thien Yu aku dengar dari putriku jika kau telah menyelamatkan dirinya sebanyak 2 kali, dan itu pun harus menempuh bahaya dalam menyelamatkannya, mengapa kau ingin menyelamatkan putriku jika kau tau saat menyelamatkannya akan menempuh resiko yang sangat berbahaya??" tanya raja Meyciu.
Yang mulia aku dan putri anda adalah teman, dan sepantasnya seorang teman menolong teman lainnya," jawab Thien Yu singkat.
"Teman?" ucap raja Meyciu sambil tersenyum kearah Thien Yu.
"Thien Yu, aku tau sifat dan karakter putriku karena aku yang telah membesarkannya hingga dewasa seperti ini, Thien Yu apakah kau tak merasakan jika putriku menyukaimu?" tanya raja Meyciu hingga mengejutkan Thien Yu dan putri Meyling yang berada di dalam ruangan itu.
Thein Yu terdiam, dia pun mencerna keadaan yang ada dengan berusaha tenang walaupun hati dan pikirannya tengah mencari solusi terbaik, atas pertanyaan yang diberikan oleh raja Meyciu.
"Yang mulia, untuk saat ini aku belum memikirkan mempunyai kekasih, karena cita citaku untuk menjadi kuat belum tercapai, dan juga ada sesuatu hal yang tak bisa ku katakan yang menjadi penyebab mengapa aku harus menjadi kuat," jawab Thien Yu.
__ADS_1
Raja Meyciu melihat kilatan kilatan amarah di bola mata Thien Yu, yang membuatnya yakin jika anak muda ini mempunyai masalah yang besar, dan dengan menjadi kuat dia mampu untuk menyelesaikan masalah besarnya itu.
"Thien Yu jika kau ingin menjadi kuat, maka aku akan membantumu seperti kau telah menolong putriku, dan untuk kedepannya aku tak berharap banyak jika suatu hari kau pun memiliki rasa buat putriku, tapi setidaknya kau bisa mempertimbangkannya kembali," ucap raja Meyciu sambil menatap kearah putrinya.
"Ayah, ibu, jujur aku memang mencintai Thien Yu tapi aku tak ingin Thien Yu terpaksa mencintaiku dengan desakan kalian, aku bisa menata hidupku kedepannya tanpa adanya Thien Yu di sampingku, aku bukan wanita lemah yang harus jatuh terpuruk karena perasaan cinta," ucap putri Meyling sambil pergi meninggalkan ruangan itu.
Sang ratu yang tadinya diam, kini angkat bicara. "Thien Yu, ketulusan cinta seorang wanita akan selamanya di hati jika wanita itu benar benar mencintaimu, beda halnya dengan rasa cinta yang bersifat kepura puraan yang hanya sesaat dan jika dia telah bosan maka akan mencampakkan, pakai lah hati nurani mu dalam menyingkapi hal ini, putriku mencintaimu namun jika kau tak memiliki rasa cinta yang sama seperti halnya dia, maka ku ingin kau pergi menjauh dari kehidupannya dan ku yakinkan padamu jika putriku akan tegar dan perlahan lahan akan melupakanmu walau membutuhkan waktu yang lama," ucap sang ratu sambil melangkah pergi menyusul putrinya.
Thien Yu bingung untuk mencari solusi pemecahan masalah yang dihadapinya kali ini, karena dia sendiri telah berjanji pada dirinya sendiri jika dia tak akan pernah jatuh cinta, kecuali dia telah menjadi kuat dan sanggup untuk melindungi orang-orang yang dikasihinya.
Thien Yu tersadar dari lamunannya saat sebuah tangan menggenggam bahu kanannya.
Sebenarnya selama ini klan ular danau hitam telah lama mengincar putriku, karena putriku satu-satunya orang yang dapat membuka tabir Alam cahaya rembulan. Di dalam alam itu terdapat banyak benda benda kuno maupun binatang roh kuno yang abadi dan dapat berkomunikasi layaknya seorang manusia, di alam itu mampu membuat seseorang menemukan jati diri sebagai kultivator pilih tanding jika memang dia berjodoh dengan takdirnya.
Aku akan membujuk putriku untuk membawamu ke sana, dan aku yakin kau pasti akan menjadi kultivator yang kuat jika kau berlatih di sana. Jika suatu hari kau telah menjadi seorang Kultivator pilih tanding, aku ingin kau menjaga putriku dari klan ular danau hitam yang pastinya akan terus mengincarnya. Thien Yu aku tak akan menuntut mu untuk menjadi pendamping hidup putriku di masa depan, karena takdir dan perjodohan semua itu sudah ada yang mengaturnya. Aku pribadi sangat berterima kasih karena kau telah menjaga putriku disaat aku tak bersamanya," ucap raja Meyciu sambil berjalan meninggalkan Thien Yu.
Thien Yu menatap kepergian raja Meyciu hingga hilang dari tempat itu. "Aku pasti akan menjaga putrimu jika aku telah menjadi kuat, aku pasti tak akan membiarkan orang-orang yang ingin menyakitinya tetap hidup, raja Meyciu, aku pasti akan belajar membuka hatiku untuk putrimu," ucap thien Yu.
Selepas itu semua, para anggota klan ular danau hitam akhirnya sampai di kerajaan lumut, pelindung yang di pasang Thien Yu begitu sangat kokoh hingga tak bisa di tembus oleh serangan anggota klan ular danau hitam, malah sebaliknya, kedua inti api yang menjadi pelindung istana lumut, dapat memporak porandakan anggota klan ular danau hitam yang menyerang.
Hal itu membuat para petinggi klan menjadi frustasi di buatnya, dan mempertimbangkan untuk memanggil raja Hi Bing yang merupakan seorang kultivator ranah tingkat alam emperor puncak tertinggi, guna menghancurkan segel pelindung yang tercipta dari artefak langit.
__ADS_1
"Penatua Key, ada baiknya kita menunggu sejenak di sini, jika kita memanggil yang mulia raja, maka kita harus menerima semua murkanya karena kita tak bisa menghancurkan segel ini," ucap salah seorang petinggi klan.
"Tetua Yong, apakah maksudmu kita harus bertahan disini?" tanya penatua key.
"Benar penatua key, kita akan coba membangkitkan raja piton dengan berkultivasi di tempat ini, dengan menggabungkan seluruh kekuatan petinggi klan dan anggota klan, aku yakin segel dari artefak langit itu akan hancur," jawab tetua Yong.
"Baik jika itu merupakan jalan terbaik, akan tetapi jika cara itu gagal maka aku pastikan raja Hi Bing akan ku panggil kesini," ucap penatua Key.
Di dalam istana, putri Meyling menyetujui keinginan ayahnya untuk membawa Thien Yu berlatih di dalam alam cahaya bulan.
Akan tetapi putri Meyling tak bertanggung jawab dengan keselamatan Thien Yu disana.
"Aku pasti bisa menjaga diriku disana putri, dan terimakasih karena kau telah memberikan kesempatan bagiku untuk memasuki alam Cahaya rembulan," ucap Thien Yu.
"Jika itu merupakan keputusanmu maka aku akan membawamu kesana, persiapkanlah dirimu, besok pagi kita akan berangkat ke sana," ucap putri Meyling dingin dengan wajah tanpa ekspresi.
"Mengapa putri Meyling bisa berubah seperti ini, seperti dia tak pernah mengenalku sebelumnya," batin Thien Yu.
Bersambung.
Trimakasih telah mengikuti kelanjutan novel ini, dan terimakasih buat sahabatku Edy Sipahutar, Denny juraijin, dan Budi putra yang telah memberikan banyak koin, semoga di berikan kesehatan dan rezeki yang berlimpah dariNya, Amin.
__ADS_1