Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Mencari putri Annchi


__ADS_3

Nien Chu terus melakukan kultivasi, guna mempelajari kekuatan ilahi di dalam alam batinnya.


Dengan kejeniusannya Nien Chu mampu sedikit demi sedikit mencerna semua gerakan dalam membentuk sebuah teratai ilahi.


Nien Chu fokus berlatih, tanpa sedikitpun mengalami kesulitan dalam pelatihannya itu.


Di tempat lain, ke 12 kultivator kuat dari negri para elf telah mampu untuk mendapatkan batu energi dari ke 4 binatang roh terkuat yang ada di dalam hutan binatang iblis.


Setelah mendapatkan batu energi ke 4 binatang roh tersebut, kali ini mereka mencari keberadaan putri Annchi yang telah pergi beberapa hari yang lalu.


Setelah dua hari pencarian di dalam hutan binatang iblis, mereka belum juga menjumpai keberadaan Annchi, sehingga membuat Wucian serta Annfeng mulai merasa khwatir akan keselamatannya.


"Saudara Annfeng sampai sejauh ini kita belum juga menemukan keberadaan putri Annchi, bagaimana kita mempertanggung jawabkan ini semua kepada yang mulia kaisar?" tanya Wucian kepada Annfeng.


"Saudara Wucian, kita tak usah berputus asa dalam mencarinya karena kita belum menelusuri semua hutan untuk mencari keberadaan putri Annchi, lebih baik kita berusaha dulu dan bila kenyataannya kita tak menemukan putri Annchi, maka sebaiknya kita kembali pulang ke istana elf, siapa tau putri Annchi telah berada disana," jawab Annfeng.


"Baiklah kalau begitu, lebih baik kita membagi kelompok ini menjadi 6 kelompok, agar dapat menyebar untuk mencari keberadaan putri Annchi," ucap Wucian.


Setelah berkata seperti itu, kelompok itu pun terpecah menjadi 6 kelompok yang tiap kelompok terdiri dari 2 orang, untuk menyebar dalam mencari keberadaan putri Annchi, hingga mereka semua menemukan sebuah reruntuhan di dalam hutan binatang iblis.


Kelompok yang terpecah itu kembali menjadi satu, dan melakukan perundingan untuk masuk ke dalam reruntuhan.


Akan tetapi ada kendala yang harus mereka hadapi yaitu perkataan kaisar Annshor yang merupakan kaisar ras elf, sebelum mereka berburu binatang roh di dalam hutan binatang iblis.


Di mana sang kaisar memperingati mereka semua, agar tak memasuki reruntuhan yang terdapat di tengah hutan binatang iblis karena reruntuhan itu di selimuti misteri, sehingga siapapun yang masuk ke dalam reruntuhan tersebut tak akan pernah kembali.


"Kita tak bisa melanggar perkataan yang mulia Kaisar, untuk tak masuk ke dalam reruntuhan ini," ucap Annfeng.


"Tapi Annfeng, hatiku mengatakan jika Putri Annchi berada di dalam reruntuhan ini, Karena aku tahu sifat Sang Putri yang selalu penasaran terhadap sesuatu yang dilarang," jawab Wucian.

__ADS_1


"Kita tak usah mengambil resiko karena belum tentu Sang Putri berada dalam sana, lebih baik kita semua pulang untuk melihat keberadaan Sang Putri di istana, jika Sang Putri tak berada di istana maka sudah dipastikan dia berada di dalam reruntuhan ini, sehingga kita mempunyai alasan jika yang mulia Kaisar menanyakan tentang putrinya," ucap Annfeng.


"Tuan muda biar kami semua yang akan masuk ke dalam reruntuhan ini, guna memastikan keberadaan Sang Putri di dalam sana, dan jika sampai besok pagi kami tak keluar dari dalam reruntuhan ini maka tuan muda bisa pergi ke istana, untuk mencari bantuan seandainya Sang Putri tak ditemukan di istana," timpal kepala pasukan elf yang ikut dalam rombongan itu.


"Tapi paman ini sangat beresiko, kita belum tahu bahaya yang ada di dalam sana," ucap Annfeng.


"Ini merupakan tugas kami tuan muda untuk menjaga keselamatan keluarga kaisar, dan aku minta kepada tuan muda agar mengizinkan kami untuk masuk ke dalam reruntuhan," jawab kepala pasukan elf.


"Baiklah paman, kalian boleh masuk ke dalam sana dan kami akan menunggu kalian di sini, jika besok pagi kalian belum keluar juga maka kami memutuskan untuk pergi ke istana," ucap Wucian.


Setelah mendapatkan izin dari keduanya, 10 orang kultivator kuat yang dimiliki kekaisaran elf, segera masuk ke dalam reruntuhan tersebut.


Setelah menunggu sampai siang hari, kesepuluh kultivator yang masuk ke dalam reruntuhan tak juga kembali, maka Wucian dan Annfeng memutuskan untuk kembali ke istana bangsa Elf.


Di tempat lain, putri Annchi mulai tersadar dari pingsannya, di a begitu heran dengan keadaan yang ada


"Di manakah pemuda yang telah menyelamatkanku itu?, dan mengapa ada rubah putih di tempat ini?," batin putri Annchi bertanya tanya.


Putri Annchi bangkit dari tidurnya dan berjalan keluar goa.


"Aku harus menemukan jalan keluar dari tempat ini, dan kurasa hutan ini bisa aku telusuri untuk menemukan jalan keluar nya," batin putri Annchi.


Putri Annchi kemudian melesat ke dalam lebatnya hutan, untuk mencari jalan keluar dari tempat itu.


Dan betapa terkejutnya sang putri setelah dia jauh berlari, pada akhirnya dia sampai kepada tempatnya semula, yaitu gua di mana terdapat rubah putih di sana.


"Bagaimana ini bisa terjadi, mengapa aku bisa sampai kembali ke gua ini setelah aku jauh meninggalkannya?" batin putri Annchi bertanya-tanya.


Putri Annchi kembali melesat pergi meninggalkan gua itu, kali ini dia berlari lurus ke depan tanpa memikirkan arah dan tujuan, akan tetapi tiba-tiba saja dia kembali ke Goa dan hal itu membuatnya begitu merasa heran.

__ADS_1


"Celaka, aku telah terperangkap di dalam hutan ini, dan aku tak bisa kembali ke istana. Aku rasa aku harus menunggu pemuda yang telah menyelamatkanku itu, karena aku yakin dia tahu jalan keluar dari tempat ini," batin putri Annchi.


Sementara itu Nien Chu yang saat ini tengah melakukan latihan kekuatan ilahi, akhirnya membuka matanya dan berdiri dari duduk silanya.


"Akhirnya Aku dapat menguasai kekuatan ilahi, dan aku pun telah dapat membentuk teratai kaca yang mempunyai kekuatan besar. Selangkah lagi aku dapat mengetahui siapa jati diriku sebenarnya, setelah aku menembus ranah tingkat dewa," batin Nien Chu.


Nien Chu pada akhirnya mengingat seorang wanita yang telah diselamatkannya, dengan cepat dia pun melesat ke arah goa yang ditinggalkannya, lewat kontrak darah yang berada pada tubuh Yi eng.


Dengan keberadaan Yi eng di dalam goa, sangat mudah bagi Nien Chu untuk dapat menemukan goa yang ditinggalkannya.


Nien Chu segera masuk kedalam goa dan di dalam goa Nien Chu langsung di sambut dengan serangan mematikan dari Sang Putri.


Dengan cepat Nien Chu berkelit ke sana dan kesini, untuk menghindari setiap serangan pedang yang mengarah padanya.


"Cepat katakan padaku di mana jalan keluar dari tempat ini, atau pedangku ini yang akan berbicara," ucap putri Annchi.


"Apakah seperti ini balasan dari mu setelah aku menyelamatkan hidupmu?" tanya Nien Chu dingin.


Putri Annchi terdiam dan tak bisa berkata apa-apa, biar bagaimanapun dia masih punya hati nurani dan tak mungkin dirinya menghabisi orang yang telah menyelamatkan hidupnya, demi mencari jalan keluar dari tempat itu.


Nien Chu tau jika wanita muda yang telah menyerangnya bukan bermaksud untuk menyakitinya, dia hanya kecewa dengan keadaan yang ada, di mana dia terkurung di dalam hutan dan tak bisa melakukan apa-apa untuk keluar dari dalam hutan tersebut.


"Kita sama-sama terkurung di dalam hutan yang merupakan labirin ini, jika kita tak tenang dalam memikirkan jalan keluar dari tempat ini, maka sampai kapanpun jalan keluar itu tak akan pernah kita dapatkan.


Aku berjanji padamu jika kau tetap diam, maka aku akan berusaha untuk menemukan jalan keluar ini," ucap Nien Chu.


"Baik, aku percaya padamu," jawab Annchi yang mulai bisa menerima keberadaan Nien Chu di tempat itu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2