
Malam itu Nien Chu menyuruh Zhurui dan Anchu untuk beristirahat, karena besok merupakan hari penting sekaligus pembuktian bagi elf pesisir pantai dalam pertarungan menghadapi para Elf dari gurun pasir, untuk memperebutkan satu kursi menuju ke fase yang kedua.
Di malam itu juga Nien Chu melakukan kultivasi untuk menemui sang guru dalam mencari solusi bagaimana cara memenangkan pertarungan yang akan terjadi esok hari.
"Guru apa yang harus kulakukan saat ini, untuk menghadapi pertarungan yang akan terjadi besok?" tanya Nien Chu.
Sangguru terdiam, kemudian berjalan mondar mandir kesana dan lemari, entah apa yang dipikirkannya saat ini, yang jelas dia serius menanggapi pertanyaan dari muridnya itu.
"Jika kau hanya menghadapi Li Yu She untuk pertarungan satu lawan satu, aku pastikan kau akan memenangkannya, akan tetapi jika kelima-limanya bertarung menghadapimu sudah dipastikan kau akan mengalami kekalahan, paling tidak Zhurui dan Anchu sedikit bisa membantu dengan bertarung bertarung satu lawan satu dengan para elf dari gurun pasir itu, sehingga kau hanya menghadapi tiga orang saja."
"Dalam pertarunganmu itu kau harus mempunyai strategi khusus, karena kau hanya mempunyai tiga orang dalam kelompokmu sementara lawan tarungmu mempunyai 5 orang, perbedaan ini akan sangat menyulitkanmu untuk meraih kemenangan, dan jika salah melangkah sudah di pastikan kemenangan akan ada di pihak elf gurun pasir."
"Aku hanya bisa sedikit melakukan gambaran bagaimana strategi yang akan kau lakukan saat ini."
"Dari 5 murid Elf gurun pasir, ada tiga yang terlemah yaitu dua elf wanita dan satu elf pria selain Li Yu She dan lie Shen Dong."
"Aku ingin kau mengalahkan ketiga elf terlemah itu dan biar kan Zhurui serta Anchu yang akan menghadapi Li Yu She dan Li Shen Dong, semua itu bertujuan agar kau dapat secepatnya menghabisi ke 3 elf terlemah yang dimiliki gurun pasir, sehingga akan memudahkan bagi mu untuk memenangkan pertarungan setelah itu," ucap inti api surgawi.
"Trimakasih guru, aku telah mengerti langkah apa yang harus kulakukan untuk menghadapi para Elf dari gurun pasir itu, sedari itu aku mohon diri," ucap Nien Chu.
Tampak laki laki paruh baya itu menganggukkan kepalanya, sambil melihat muridnya pergi dari tempat keberadaannya.
Nien Chu membuka matanya perlahan setelah melakukan meditasi, dia pun menatap ke arah kedua sahabatnya yang tengah melakukan kultivasi di tempat itu.
Tak berapa lama kemudian keduanya pun menyudahi kultivasinya karena hari telah mulai pagi.
Nien Chu memanggil kedua sahabatnya itu untuk sekedar berdiskusi mengenai pertarungan yang akan terjadi hari ini.
__ADS_1
"Aku ingin Zhurui menghadap Li Yu She dalam pertarungan satu lawan satu dan Anchu menghadapi Li Shen Dong juga dengan pertarungan satu lawan satu, aku ingin kalian berdua bisa bertahan selama aku bertarung dengan ketiga elf lainnya," ucap Nien Chu.
"Mengapa bukan kau saja yang menghadapi Li Yu She ataupun Li Shen Dong, bukan kah di antara kita bertiga kaulah yang terkuat?" tanya Anchu.
"Anchu, dalam pertarungan ini kita memerlukan strategi agar dapat memenangkan pertarungan, yaitu dengan memberikan kesempatan kepada kalian berdua untuk menghadapi yang terkuat dari kelompok gurun pasir, sementara aku akan secepatnya menghabisi ketiga elf terlemah, agar dapat membantu kalian berdua setelah aku mengalahkannya," jawab Nien Chu.
Kurasa strategi yang ingin diterapkan Nien Chu merupakan pemikiran yang gemilang, seandainya Nien Chu dapat mengalahkan ketiga kultivator terlemah dalam kelompok gurun pasir, maka dengan sendirinya kita akan membalikkan keadaan," timpal Zhurui.
"Bagaimana jika mereka berlima menggunakan formasi untuk mengurung dan menyerang kita, dan tak mau ikut dalam rencana yang telah kita buat, apakah kita harus keluar dari rencana yang telah kita susun itu?" tanya Anchu kembali.
"Mereka pastinya akan menggunakan formasi dalam mengalahkan kita, mengingat saat ini kita hanya bertiga dan tentunya akan menguntungkan bagi mereka saat pertarungan itu terjadi."
"Aku ingin menugaskan kepada kalian berdua untuk memancing emosi dengan memprovokasi Li Yu She dan Li Shen Dong, agar mereka ingin menghabisi kalian berdua, dan jika berhasil maka formasi yang akan digunakan oleh kelima elf itu pasti tak kan terealisasi." jawab Nien Chu.
"Jika begitu kami berdua akan melaksanakan seperti apa yang kau rencanakan, karena aku yakin jika strategi yang di gunakan kali ini pasti akan membuahkan hasil yaitu kemenangan bagi kelompok kita," ucap Zhurui meyakinkan Anchu.
*****
Hari pertarungan antar kedua kelompok kini telah di umumkan oleh penasehat istana, dan pertarungan itu juga dihadiri oleh Kaisar istana Orgy serta seluruh petinggi istana dan keluarga besar kekaisaran. Saat ini mereka semua berada di podium utama untuk menyaksikan pertarungan antara ras elf wilayah gurun pasir, dan wilayah pesisir pantai.
"Hari ini akan diadakan pertarungan antara kelompok elf pesisir pantai melawan elf dari gurun pasir, pertarungan akan terus berlanjut walaupun ada dari anggota kelompok yang tak bisa hadir untuk mengikuti pertarungan, karena masih dalam perawatan balai pengobatan istana."
"Semua yang terjadi merupakan resiko yang harus di tanggung oleh tiap kelompok, dan kelompok tersebut tak diperkenankan melakukan protes karena semua ini telah kita sepakati bersama."
"Dalam hal ini, data dari tiap kelompok yang mengikuti turnamen tak bisa di gantikan dengan merekrut anggota baru, ini merupakan keputusan mutlak dan tidak bisa di ganggu gugat lagi, sedari itu aku umumkan jika pertarungan antar kelompok telah dimulai," ucap penasehat istana.
Teriakan para penonton bergemuruh di tempat itu, mereka semua sangat antusias untuk menyaksikan pertarungan yang sebentar lagi akan terjadi.
__ADS_1
Walaupun para penonton mengetahui jika pertarungan kelompok yang akan terjadi tak berimbang, akan tetapi mereka berkeyakinan jika pertarungan itu akan memberikan pertunjukan yang tak mengecewakan.
Kedua kubu kini saling berhadapan di atas arena pertarungan. Setelah selesai memasang segel pelindung penasehat istana segera keluar dari dalam arena pertarungan, yang menandakan jika pertarungan antara dua kelompok berbeda telah dimulai.
Zhurui seketika itu tertawa dengan lantang yang diikuti oleh Anchu, apa yang di lakukannya membuat ke lima elf dari gurun pasir merasa sangat heran, karena tawa mereka berdua seperti merendahkan dan meremehkan kelompok dari elf gurun pasir.
"Aku sudah sangat menunggu untuk bertarung denganmu Li Yu She, tanganku ini sudah sangat gatal ingin menghajar bokongmu itu sampai tak tersisa, ...Ha...ha...ha ..!!" tawa Zhurui.
"Kau benar saudara Zhurui, aku juga sudah tak sabar untuk menghajar bokong Li Shen Dong, agar setelah kekalahannya dia akan selalu mengingatku sebagai orang yang telah menghabisi bokongnya itu, hingga tipis seperti kertas...Ha ..ha...ha..!!" timpal Anchu dengan tawanya.
"Apakah kalian berdua sungguh-sungguh ingin menghajar mereka?, bukankah mereka berdua merupakan kultivator yang terkuat dari kelompoknya?" tanya Nien Chu yang berusaha untuk meyakinkan sandiwara yang tercipta.
"Kau meragukan ku Nien Chu? kau lihat muka Li Yu She yang saat ini memerah, itu bertanda jika dia takut menghadapiku, takut karena bokongnya akan menipis seperti kertas," jawab Zhurui yang disambut galak tawa oleh Anchu.
Li Yu She tersulut emosi mendengar penghinaan dari Zhurui, diapun lantas mengeluarkan kekuatan ranah suci dari dalam tubuhnya, yang menandakan jika amarahnya sudah tak terbendung lagi.
"Li yu she kau tak boleh melakukan penyerangan sendiri kepadanya, ingat pesan guru, kita harus menggunakan formasi pusaran pasir hitam agar dapat menghabisi mereka semua," ucap Li Sheng Dong.
"Persetan dengan perintah guru, saat ini yang ingin kulakukan adalah merobek mulut besar Zhurui...!!" hardik Li Yu She kemudian dengan cepat menyerang ke arah Zhurui.
Anchu yang melihat jika Li Yu She telah masuk ke dalam rencana Nien Chu, dia pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu dengan terus memprovokasi Li Shen Dong.
"Li Shen Dong sudah ku katakan padamu jika aku ingin segera memberikan kau pelajaran yang tak akan pernah kau lupakan seumur hidup mu," ucap Anchu dengan memukul-mukulkan tangan kanannya ke pantatnya sendiri.
Li Shen Dong pun tersulut emosi setelah mendengar dan melihat tingkah Anchu yang sudah di luar batas, pada akhirnya Li Shen Dong pun menyerang ke arah Anchu dengan ganas.
Nien Chu tersenyum melihat rencana yang diinginkan telah berhasil, dia pun lantas menggunakan kekuatan tehnik api misterius untuk segera menaklukkan ketiga kultivator lainnya.
__ADS_1
Bersambung