
Apa yang di lakukan Thien Yu pada Dewi Yun Shi membuat Dewi Yun Shi mengecap Thien Yu sebagai pemuda yang paling menyebalkan dan menjengkelkan, dan baru kali ini Dewi Yun Shi merasakan jika ada pemuda yang sangat berani kepada nya, walaupun pemuda itu tau jika dirinya merupakan putri dari Kaisar langit, hal itu yang membuat putri Yun Shi penasaran dan bertanya tanya siapakah Thien Yu itu sebenarnya.
Di dalam kekesalan nya itu, Dewi Yun Shi mengakui jika pemuda yang telah mengganggu hidupnya belakangan ini, merupakan pemuda yang sangat tampan walaupun sedikit arogan.
Sementara itu di tempat lain, Thien Yu berfikir keras bagaimana caranya dia harus segera dapat menemui ketiga adiknya untuk mendapatkan pengakuan darinya, dan hanya di malam hari Thien Yu bisa mendapatkan kesempatan itu.
Jika di hari hari biasanya ketiga adiknya selalu bersama, tapi di malam hari mereka akan tidur terpisah dan kesempatan itulah yang menjadikan Thien Yu ingin menemui mereka satu persatu.
Yang jadi kendala saat ini, Thien Yu harus memasuki tempat peristirahatan para murid wanita yang memang terpisah dari tempat peristirahatan para murid pria, di samping itu Thien Yu juga harus menghindari penjagaan para pasukan bayangan jika dirinya sampai nekat untuk menemui ketiga adiknya di malam hari.
"Aku tak bisa menunggu lagi, selain menyembuhkan putri meyling ada hal penting yang harus kulakukan di alam dunia, yaitu melakukan pertarungan hidup dan mati dengan pangeran Huang Qin di dalam perjanjian 3 tahun, jika aku berlama lama di nirwana bisa saja waktu pertarungan yang tersisa akan habis," batin Thien Yu.
Malam hari pun tiba, Thien Yu mengendap endap diatas atap bangunan, menuju ketempat saudara perempuannya berada yaitu Dewi Vioquin.
Sengaja Thien Yu memilih Dewi Vioquin untuk menjadi tujuannya, karena Vioquin merupakan saudara tertua setelah dirinya.
Sesampainya di depan kamar sang Dewi muda, Thien Yu langsung menyelinap masuk,
Namun Thien Yu di kejutkan dengan adanya Dewi Vioquin yang tengah berdiri menunggunya di dalam kamarnya.
Pedang sang Dewi langsung tertuju pada Thien Yu, hingga membuat Thien Yu harus mengangkat kedua tangannya agar tidak di serang oleh saudara perempuannya itu.
"Sabar adik, aku akan menjelaskan mengapa aku berada disini," ucap Thien Yu.
"Penjelasan katamu?, aku telah mengetahui bagai mana sepak terjangmu, kau adalah pemuda bejad yang suka mempermainkan wanita dengan melecehkannya," jawab Dewi Vioquin.
"Aku adalah saudara satu ayah denganmu, dan kau boleh bertanya kepada Ibu Dewi Zhao Quin tentang ini," ucap Thien Yu.
"Aku tak pernah mempunyai saudara sepertimu, dan sampai kapan pun aku tak akan pernah mengakuimu," jawab Dewi Vioquin dengan penekanan di perkataannya.
"Baiklah jika kau tak ingin mengakuiku maka aku akan pergi dari tempat ini, dan aku berharap suatu hari nanti kau akan mengakuiku sebagai saudaramu," ucap Thien Yu sambil melangkah pergi.
__ADS_1
Namun baru beberapa langkah Thien Yu berjalan, tiba tiba Dewi Vioquin menyerangnya secara tiba tiba, yang membuat Thien Yu harus menghindarinya dengan berkelit ke samping kanan.
Tak sampai di situ, Dewi Vioquin terus mencecar Thien Yu dengan serangan pedang yang sangat cepat, hingga membuat kegaduhan di ruangan kamar Dewi Vioquin.
"Adik tunggu!!, kau kau tak seharusnya menyerang saudaramu seperti ini, ingat darah ku dan darahmu mengalir darah yang sama seperti yang di miliki Yan Lan ayah kita," ucap Thien Yu.
"Kau jangan menyebut nama ayahku dengan mulut kotorku itu, jika memang kau adalah saudaraku maka kau akan menerima tusukan pedangku ini sebagai tanda pembuktian darimu," jawab Dewi Vioquin sambil menyerang Thien Yu dengan tusukan pedangnya.
Melihat pedang Dewi Vioquin yang mengarah padanya, Thien bukannya menghindar malah dia memejamkan matanya hingga pedang artefak langit itu bersarang telak di dada sebelah kanan Thien Yu.
Menyaksikan jika pemuda yang bertarung dengannya tak melakukan perlawanan, hingga membuat pedang yang berada di tangannya menembus ke dada pemuda itu, membuat Dewi Vioquin seketika itu menghentikan serangannya.
Darah emas berceceran di dalam ruangan itu, yang membuat ruangan Dewi Vioquin dipenuhi aroma bunga teratai nirwana.
"Adik aku telah melakukan seperti apa yang kau katakan, semua itu agar kau mempercayaiku sebagai saudaramu, jika kau masih belum percaya dengan hubungan persaudaraan ini maka tanyakan hal itu ke pada ke 4 ibu Dewi," ucap Thien Yu yang merasakan sakit di dadanya.
Dewi Vioquin hanya terpana dan tak bisa berkata apa apa, dengan kejadian tertusuknya Thien Yu oleh pedangnya, membuat Dewi Vioquin menjadi bimbang.
"Apakah mungkin dia memang benar saudara ku, jika bukan, mana mungkin dia mau menerima tusukkan pedangku ini," batin Dewi Vioquin.
Thien Yu merasakan jika pedang yang menusuk dada kanannya mengandung racun mematikan, karena pergolakan racun api hitam ditubuhnya begitu kuat untuk menolak racun asing di dalam tubuhnya.
"Aku harus segera mencari tempat untuk menggunakan kekuatan teratai nirwana dalam menyembuhkanku, jika tidak aku pasti akan terpuruk.
Luka tusukan ini begitu sangat dalam hingga membuat beberapa organ dalam ku terluka, di tambah lagi racun yang sangat kuat dapat membuatku tak berdaya sewaktu waktu walaupun di tubuhku terdapat api hitam yang melindungi ku.
Racun ini begitu sangat kuat dan membutuhkan waktu 2 sampai 3 hari bagi racun hitam untuk memulihkan tubuhku, walau pun tanpa bantuan teratai nirwana," batin Thien Yu.
Thien Yu merasakan tubuhnya mulai melemah dan hampir tak bertenaga, diapun tak dapat menggunakan kekuatan yang di milikinya hingga pada satu titik Thien Yu melihat ada sebuah kamar yang sedikit terbuka, diapun kemudian masuk kedalam kamar tersebut.
Di tempat lain, para pasukan bayangan datang ke kamar Dewi Vioquin, semua itu karena adanya laporan dari beberapa murid yang mendengar adanya keributan di sana.
__ADS_1
"Kemana penyusup itu pergi dan siapa dia?" tanya kepala pasukan bayangan.
"Aku tak mengenalnya akan tetapi aku telah berhasil melukainya," jawab Dewi Vioquin.
Setelah mendengar perkataan Dewi Vioquin, para pasukan bayangan Akademi segera mendeteksi darah yang berceceran di lantai kamar, tak lama kemudian mereka semua melakukan pengejaran.
Kali ini Dewi Vioquin begitu sangat khwatir kepada Thien Yu, entah mengapa firasatnya mengatakan jika pemuda itu merupakan saudara satu ayah dengannya.
Dengan segala pertimbangan, Dewi Vioquin malam itu juga menghadap kepala akademi untuk meminta ijin agar dia bisa pulang ketempat ibunya, semua itu untuk mengetahui kebenaran mengenai Thien Yu yang mengaku saudara sedarah dengannya.
Sementara itu Thien Yu yang masuk ke dalam kamar seseorang secara diam diam, di kejutkan dengan seorang wanita yang mengarahkan pedang kepadanya.
"Celaka mengapa aku masuk ke kamar Dewi Yun Shi, ini akan membuat masalah baru bagiku bukannya selamat malah aku akan tamat di tangannya," batin Thien Yu.
"Kau...!!, ternyata kau memang ingin mampus di tangan ku, berani sekali kau masuk ke kamarku secara diam diam," ucap Dewi Yun Shi.
"Dewi aku ingin kau membantuku, aku sekarang ini tengah terluka parah dan dalam pengejaran para pasukan bayangan. Jika kau membantuku maka di masa depan aku akan mewujudkan 3 permintaan yang pastinya akan ku penuhi, jika permintaan itu masuk akal dan tak merugikan orang lain," ucap Thien Yu.
"Aku tak perduli denganmu, aku akan menyerahkan mu pada pasukan bayangan agar kau dapat dihukum seberat beratnya," jawab sang Dewi.
"Mungkin lebih baik aku menyerahkan diri, kepala akademi tak akan mungkin menghukum ku terlalu berat, tapi jika berita ini sampai terdengar oleh murid murid di akademi, hal itu akan membuat adik perempuanku malu karena aku berada di dalam kamarnya di malam hari, mungkin lebih baik aku membujuk Dewi Yun Shi agar dapat menyembunyikan ku," batin Thien Yu.
"Dewi kali ini aku minta padamu dengan sangat, tolong bantu aku," ucap Thien Yu dengan menyandarkan tubuhnya di dinding kamar.
Sesaat Dewi Yun Shi melihat adanya darah berwarna emas yang keluar dari luka menganga di dada kanan Thien Yu, hal itu membuat sang Dewi menyimpan pedangnya dan berkata.
"Aku akan menerima 3 permintaanmu itu, dan aku akan mengambil 2 permintaan yang kau tawarkan. Yang pertama aku ingin kau menjadi pengikutku yang dapat ku perintah kapanpun aku mau, dan yang kedua aku ingin kau menjadi kekasih pura puraku karena saat ini ayah ku akan menjodohkan ku dengan Dayu haitang yang merupakan putra petinggi kerajaan langit sekaligus sahabat ayahku, dan satu permintaan lagi akan kupikirkan nanti," ucap Dewi Yun Shi.
"Aku kan melakukan 2 permintaan darimu itu, asalkan kau memberikan batas waktu perjanjian itu berakhir," jawab Thien Yu.
"Jika perjodohan itu tak terjadi maka hari itu juga 2 permintaanku pun akan berakhir," ucap Dewi Yun Shi.
__ADS_1
"Jika begitu aku setuju," jawab Thien Yu.
Bersambung.