
Di alam Zaiya, Thien Yu berusaha sekuat tenaga untuk menghindari serangan mematikan yang di lepaskan sepasang burung merak langit.
Dengan menggunakan 3 kekuatan semesta yang telah dimilikinya, Thien Yu dapat memberikan serangan balasan yang tak kalah kuatnya kepada sepasang burung merak langit tersebut.
"Sekarang aku dapat mengetahui jika pengguna unsur petir merupakan raja merak langit, dan pengguna unsur udara tau angin merupakan ratu merak langit.
Aku akan mencoba mematahkan serangan petir dari raja burung merak langit itu, dengan menggunakan strategi dan kekuatan unsur tanah," batin Thien Yu.
Thien Yu meloncat untuk memancing raja merak langit pengguna unsur petir agar menuju kearahnya, sementara untuk mengelabui merak pengguna unsur udara, Thien Yu meniru bentuk telur sang ratu merak langit menggunakan energi tanah dan segera melemparkan telur tiruan itu ke udara sekuat kuatnya, hingga ratu merak langit yang melihatnya seketika itu juga melesat untuk mengejarnya.
"Bagus ratu burung merak langit terpancing oleh telur tiruan itu, dan sudah saatnya aku harus dapat mengalahkan raja burung merak langit unsur petir sebelum pasangannya datang untuk membantunya," batin Thien Yu kemudian dia terus berlari diantara sisi tebing yang tinggi menjulang, sambil terus memancing burung merak unsur petir agar terus mengejarnya.
"Kurasa aku harus menyudahi pertarungan ini," batin thien yu saat melihat raja burung merak langit menyisir di sisi tebing.
Melihat akan hal itu Thien yu tak menyia nyiakan kesempatan yang ada, dengan kekuatan semesta dari unsur tanah yang dimilikinya, Thien yu menghantamkan telapak tangannya ketanah dan seketika itu juga ratusan duri duri raksasa yang terbuat dari tanah liat yang sekeras batu, keluar dari sisi tebing dan menusuk tubuh raja merak langit yang melintas di dekatnya, hingga membuat tubuh raja merak langit ambruk dengan penuh duri di sekujur tubuhnya.
Teriakan keras dari sang raja merak langit membuat pasangannya seketika itu datang membantu, dengan menembakkan bola angin kearah Thien Yu.
Thien Yu yang telah siap dengan segala kemungkinan yang ada, mampu menghindari serangan angin bertenaga ultrasonik itu, hingga serangan itu menghantam perbukitan yang membuatnya hancur dan rata dengan tanah.
"Hampir saja aku terkena serangannya, paling tidak aku telah melumpuhkan raja burung merak langit, tapi sayang aku tak bisa mengambil kekuatan petir darinya karena ratu burung merak langit masih mengincar ku.
Lebih baik aku mengalahkannya terlebih dahulu agar aku bisa leluasa untuk mendapatkan kekuatan semesta dari kedua burung langit tersebut.
Thien Yu lantas melayang di udara dan mengejar burung merak angin dengan kekuatan api semesta miliknya, hingga ledakan terjadi saat serangan dari Thien Yu menghantam perbukitan yang banyak terdapat di tempat itu.
__ADS_1
Thien Yu seketika itu terkejut saat melihat ratu burung merak langit yang menjadi targetnya menghilang dari pandangan matanya.
"Cepat sekali perginya, dan aku tak bisa melihat dengan jelas menggunakan mata langitku, ke mana perginya ratu burung merak itu?" batin Thien Yu.
Di Landa rasa keterkejutan saat menghilangnya ratu burung merak langit, kini giliran Thien Yu yang mendapatkan serangan mendadak dengan munculnya ratu burung merak langit di belakangnya, sambil menembakkan bola angin kerahnya.
"Apa...?,bagaimana bisa dia berada di belakangku tanpa aku merasakan keberadaannya?" batin Thien Yu kemudian menahan kekuatan angin itu menggunakan perisai es yang diciptakan oleh Thien Yu.
Perisai es hancur seketika menjadi serpihan-serpihan kecil yang bertebaran di udara, sementara Thien Yu yang menahan serangan ratu burung merak langit juga ikut terhempas ke tanah akibat daya dorong angin yang menghantam tubuhnya
Thien Yu berusaha bangkit, akan tetapi tiga buah bola angin kembali mengarah padanya, hingga membuat Thien Yu harus berjumpalitan untuk menghindari serangan ketiga bola angin tersebut.
Thien Yu kembali terhempas akibat efek gelombang angin yang tercipta, kali ini Thien Yu merasa sangat kesulitan menghadapi ratu merak langit yang tak memberikan sedikitpun kesempatan padanya untuk bisa bernapas dengan lega, apalagi saat ini energi yang telah dipakai oleh Thien Yu untuk menahan gelombang angin agar dia tak terluka parah, semakin menipis di dalam dantiannya hingga membuat Thien Yu harus berpikir keras dalam menghadapi ratu burung merak langit tersebut.
Kembali pertarungan udara antara Thien Yu dan ratu burung merak langit terjadi, hingga membuat Thien yu mulai terdesak hebat akibat serangan serangan yang di lakukan ratu burung merak langit.
Saat keterpurukannya itu, Thien yu memikirkan satu cara untuk dapat mengalahkan ratu burung merak langit, yaitu membagi dirinya menjadi 2 replika tubuh yang sama, dengan 1 tubuh untuk mengalihkan perhatian, sementara tubuh yang lainnya pergi menyerap kekuatan petir dari burung merak petir langit yang telah dimusnahkannya oleh Thien Yu.
Setelah memikirkan hal itu, Thien Yu segera membelah dirinya, kemudian bayangan tubuh Thien Yu yang palsu dengan cepat menyerang kerah ratu burung merak langit, sementara tubuh aslinya menghilang dan tiba ditempat keberadaan unsur petir langit yang bertebaran di udara.
Thien Yu dengan cepat melakukan kultivasi penyerapan unsur petir yang banyak bertebaran di tempat itu, tanpa memperdulikan replika tubuhnya yang tengah bertarung dengan ratu merak langit.
Sementara itu replika tubuh Thien Yu kini membawa telur merak langit ditangannya, agar ratu burung merak langit mengejarnya untuk menjauh dari keberadaan Thien Yu yang tengah melakukan kultivasi penyerapan unsur petir langit.
Bayangan Thien Yu yang membawa telur burung merak langit kini terpuruk, dan saat ini tengah terkapar di tanah akibat serangan gelombang angin yang di lakukan oleh ratu burung merak langit padanya sehingga telur burung merak langit ikut terlepas dari genggaman tangannya.
__ADS_1
Disaat burung merak angin langit ingin kembali menyerang Thien Yu dengan bola angin dari mulutnya, tiba tiba saja bayangan Thien Yu menghilang dari pandangan sang ratu burung merak langit yang membuat sang ratu burung merak itu semakin bertambah marah.
Bayangan Thien Yu kembali menyatu dengan tubuh aslinya, yang kini berada di belakang sang ratu burung merak langit.
Ratu burung merak langit yang merasakan keberadaan Thien Yu di belakangnya, seketika itu terbang mengudara dan berputar putar sesaat di angkasa sambil mengedarkan pandangan untuk mencari keberadaan Thien Yu.
Setelah mendapatkan target yang di carinya, ratu burung merak langit itu langsung menukik tajam, dan tak lama kemudian sang ratu burung merak langit menembakan bola angin dari mulutnya kearah Thien Yu.
Thien Yu yang telah mengetahui serangan dari burung merak langit, seketika itu menghindar dengan cepat dan melepaskan kekuatan es smesta ke arah burung merak langit.
Mendapatkan serangan dari Thien Yu, ratu burung merak langit seketika itu mengepakkan sayapnya hingga es yang tercipta hancur menjadi serpihan serpihan kecil yang bertebaran di udara.
Thien Yu tersenyum melihat hal itu, karena apa yang ada di dalam pikirannya, kini berjalan sesuai rencana.
Thien Yu tak menyia-nyiakan kesempatan emas itu, dengan kekuatan petir yang dimilikinya
Thien Yu mengerahkan aliran listrik ke arah serpihan es yang bertebaran di udara, hingga aliran listrik itu mengenai tubuh burung merak langit lewat perantara serpihan es yang tercipta.
Alhasil burung merak langit terkena aliran listrik, dan tak lama kemudian tubuhnya jatuh kebawah, dan terhempas dengan keras ketanah.
"Ini saatnya aku melengkapi kekuatan semesta yang ku inginkan, dan aku harus mendapatkannya hari ini," ucap Thien Yu kemudian menghantamkan tinju api semesta kearah ratu burung merak langit hingga sang ratu burung merak langit musnah terbakar.
Unsur angin seketika itu menyebar di udara, dan dengan cepat Thien Yu melakukan penyerapan dan pada akhirnya Thien Yu berhasil menyerap unsur angin hingga tak tersisa.
Bersambung
__ADS_1