Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Hilangnya An Yue


__ADS_3

Nien Chu segera mengeluarkan diagram yang ada padanya, dan menyuruh Tency melacak keberadaan An Yue lewat diagram tersebut.


Dengan memusatkan seluruh kekuatan yang dimilikinya ke dalam simbol bulan sabit diatas kepalanya dan mengarahkannya ke arah diagram yang kini berada di genggaman tangan Nien Chu, maka Tency dapat melihat jika saat ini pangeran Erlang San tengah berdua dengan An Yue di sebuah kamar, dan An Yue saat ini tengah mengikuti semua keinginan pangeran Erlang San, tanpa sedikitpun melakukan perlawanan.


"Kita kesana ..!!" ucap Nien Chu menahan rasa kesal yang bergemuruh di dalam hatinya.


"Tuan muda..., di sana terdapat banyak pasukan kuat yang dimiliki kekaisaran binatang buas, dan aku pun melihat jika di sana terdapat putra mahkota Erlang Wang dan dua orang Jenderal iblis."


"Jika kita melakukan penyerangan ke sana maka akan terjadi pertempuran besar, yang tentunya akan terdengar oleh kekaisaran Phoenix, dan ini sangat beresiko bagi kita," jawab Tency.


"Aku tak perduli ..!! jika memang kekaisaran Phoenix harus mengetahui ini semua, maka aku akan mempertanggungjawabkannya setelah aku membunuh Erlang San yang berani mengusik ku!!"


"Kita berangkat Tency..., Aku tak ingin jika An Yue nantinya akan ternoda oleh Pangeran mesum itu, walaupun di tubuh An Yue saat ini terdapat artefak pelindung, tapi percuma saja jika pangeran mesum itu menyuruh An Yue untuk melepaskannya, maka An Yue pasti akan melepaskan pakaian artefak pelindung di tubuhnya," jawab Nien Chu.


"Baik tuan muda jika kau menginginkan hal itu, maka aku akan membawamu ke sana," ucap Tency.


Nien Chu melompat naik ke atas punggung rubah putih ekor 3, dan dengan cepat rubah itu melesat menembus hutan belantara ke tempat di mana Erlang San membawa An Yue.


Sementara itu disebuah kamar, tampak anak manusia sedang saling bercumbu satu dengan yang lainnya, tampak pangeran Erlang San begitu sangat bergairah melihat wajah cantik An Yue, dengan tubuh putih mulus dan padat berisi yang menghiasi setiap lekuk tubuhnya.


"Telah banyak wanita yang datang di hatiku tapi aku tak pernah melihat wanita secantik dirimu, aku akan menjadikanmu wanita yang selalu ada di sisiku, dan malam ini aku akan memilikimu selamanya," ucap pangeran Erlang San sambil membelai lembut rambut hitam An Yue.


Dengan cekatan Erlang San mulai melepaskan pakaian yang dikenakan An Yue satu persatu, hingga pakaian itu berserakan di lantai ruangan kamarnya, dan betapa terkejutnya Erlang San setelah melepaskan seluruh pakaian yang di kenakan oleh An Yue, dia melihat adanya pakaian artefak pelindung yang melapisi tubuh wanita yang ada di pembaringan bersamanya, sehingga membuat sang pangeran merasa kesal di buatnya.


Sang pangeran segera mencerna keadaan yang ada, dan setelah itu dia pun mengatakan sesuatu pada wanita cantik yang bersamanya.

__ADS_1


"Apakah kau dapat membuka pakaian pelindung ini?" tanya Erlang San.


An Yue yang telah dikuasai teknik pesona, menganggukkan kepalanya yang membuat Erlang San merasa senang.


An Yue lalu membuka pakaian Artefak pelindung di tubuhnya, hingga tak ada satu benang pun yang kini melekat di tubuhnya.


Mata Erlang San sama sekali tak berkedip saat melihat pemandangan indah di hadapannya, namu sebelum Erlang San melakukan aksinya kepada An Yue, tiba tiba saja sebuah pedang hitam yang menembus dinding kamarnya seketika itu menuju kearahnya, hingga membuat Erlang San melompat untuk menghindarinya.


Nien Chu menerobos masuk dengan menghancurkan dinding kamar pangeran Erlang San, dan saat melihat An Yue dengan tanpa busana terbaring di atas pembaringan, membuat Nien Chu semakin murka.


Nien Chu melepaskan tinju naga giok ke arah pangeran Erlang San, begitupun pangeran erlangsan san yang juga menghantamkan tinjunya kearah Nien Chu, sehingga kedua tinju beradu di udara yang menyebabkan ledakan energi di tempat itu.


Pangeran Erlang San terhempas menabrak dinding di belakangnya, hingga dinding kamar itu hancur berantakan karena adanya daya dorong yang sangat kuat dari benturan kedua tinju yang terjadi.


Melihat kepergian pangeran Erlang San, membuat Nien Chu menggerutu dalam hati. "Dasar pengecut...!!" batinnya.


Nien Chu segera melesat kearah An Yue dan langsung mengerahkan energi teratai nirwana ketubuh wanita itu, sehingga An Yue pun terlepas dari teknik pesona yang menguasai dirinya.


An Yue sangat terkejut melihat dirinya tanpa busana, dan bertambah terkejut lagi melihat Nien Chu dengan wajah yang penuh amarah berada di dekatnya.


"Kau pakailah pakaianmu kembali.., dan telanlah pil teratai nirwana ini agar tehnik pesona tak akan berpengaruh lagi padamu, setelah itu susul aku!!" ucap Nien Chu kemudian melesat pergi keluar ruangan itu.


An Yue yang merasa bingung dengan apa yang telah terjadi, diapun segera memakai pakaiannya yang berserakan di kamar itu.


"Bukan kah aku tadi bertarung dengan Pangeran Erlang San, jangan jangan dia telah membawaku kesini dan berlaku buruk padaku...!!" batin An Yue.

__ADS_1


An Yue segera melihat keadaan tubuhnya, dan melirik bintik merah darah yang begitu sangat jelas terlihat di lengan kirinya.


"Syukurlah pangeran bejat itu belum sempat menodai ku, dan dengan perlakuannya padaku maka aku akan membalasnya," ucap An Yue kemudian menelan pil teratai nirwana dan segera melesat pergi meninggalkan kamar itu untuk menyusul Nien Chu.


Di luar kamar, pertempuran besar terjadi antara pasukan kekaisaran binatang buas dengan pasukan serigala iblis kuno.


Banyak pasukan dari kekaisaran binatang buas yang mati, akibat keganasan pasukan serigala iblis kuno di bawah komando Kurama.


Di tempat kediaman putra mahkota telah porak poranda akibat para serigala iblis kuno yang berhasil bergerak maju, sehingga membuat jendral iblis turun tangan dalam menghadapi para binatang serigala iblis kuno.


Kedua Jendral iblis kini bertarung dengan Kurama dan Tency, sementara putra mahkota Erlang Wang hanya melihat pertempuran yang terjadi dari kejauhan.


Pangeran Erlang San segera menghampiri sang kakak dan memintanya untuk menyelamatkan nya dari pengejaran Nien Chu.


"Tolong aku kak...!! ada yang ingin membunuhku," ucap Erlang San.


Belum sempat Erlang Wang menjawab perkataan adiknya, tiba tiba saja Nien Chu telah berdiri di sana.


"Nien Chu...!!" batin Erlang Wang mengetahui siapa yang akan membunuh adiknya.


"Serahkan dia padaku, atau kau pun akan mati di tangan ku," ucap Nien Chu.


"Ha..ha ..ha.., Aku tak menyangka jika kita bertemu di sini Nien Chu, aku ingin mencoba sudah sampai di mana kekuatan yang kau banggakan itu, hingga kau ingin membunuhku," jawab Erlang Wang.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2