
Pagi hari Nien Chu menyamar sedemikian rupa, hingga tak ada satu orang pun yang mengetahui keberadaannya di pinggir arena pertarungan.
Di arena pertarungan Nien Ci tengah bertarung dengan Fang Lang, yang merupakan kultivator terkuat dalam kompetisi itu.
Dan di dalam pertarungan itu, Fang Lang yang tadinya meremehkan Nien Ci karena statusnya yang telah 2 kali menjadi juara dalam ajang kompetisi yang diadakan setahun sekali itu, kini tak berkutik menghadapi wanita jenius keluarga Nien.
Pedang bayangan yang selama ini menjadi andalannya, seperti tak berpengaruh banyak dalam menghadapi tehnik penggabungan gelombang naga miliknya Nien Ci, apalagi tehnik itu ditunjang dengan pedang pemecah salju yang merupakan artefak langit, membuat teknik gelombang naga semakin menjadi sangat menakutkan bagi Fang Lang.
Di pinggir arena Nien Chu tersenyum bangga dengan pencapaian Nien Ci. "Jika kau mampu mengalahkan Fang Lang, maka kupastikan kau akan memenangkan kompetisi ini, selamat berjuang teman kecilku," batin Nien Chu.
Nien Chu kemudian mencari seorang prajurit di dalam keramaian penonton, yang merupakan prajurit Pangeran ketiga.
Nien Chu lalu memberikan sebuah surat kepada prajurit itu, yang sebelumnya telah dipersiapkannya untuk pangeran ketiga.
"Aku ingin kau memberikan surat ini kepada Pangeran ketiga," ucap Nien Chu sambil memberikan sebuah surat dan 20 koin emas bagi prajurit tersebut.
Setelah sang prajurit menerima surat itu, Nien Chu kemudian pergi meninggalkan tribun penonton dengan tujuan menuju ke hutan binatang iblis.
Surat Nien Chu pada akhirnya sampai ke tangan Pangeran ketiga, disana tertulis jika Pangeran ke-3 harus melindungi Nien Ci dari para petinggi keluarga besar Nien yang tak suka padanya, karena Nien Ci telah dianggap sebagai adik oleh Nien Chu.
Pangeran ke 3 tersenyum setelah membaca surat itu, karena di masa depan tak ada halangan lagi bagi Zeng Yi untuk bisa bersama dengan Nien Chu, karena pangeran ke tiga begitu sangat senang dengan karakter Nien Chu yang telah lama di kenalnya itu.
"Aku akan menjaga Nien Ci sebagaimana aku menjaga saudariku sendiri, selamat jalan saudara Nien Chu bila suatu hari kita bertemu lagi, maka aku akan mengajakmu untuk minum anggur bersama," batin pangeran ke 3 sambil melihat ke arah langit yang berwarna biru cerah.
__ADS_1
Di tempat lain Nien Chu terus berlari masuk ke dalam hutan, dan malam harinya dia terus berlari tanpa khawatir akan adanya binatang roh level tertinggi yang menghadang jalannya, karena disisinya kini terdapat rubah putih yang tengah berlari mengikuti langkahnya.
Benar saja tak ada satu binatang roh level tertinggi yang ingin mendekat dengannya, walaupun hutan itu dipenuhi dengan binatang roh berbagai tingkatan.
"Yi eng kita beristirahat disini karena hari sudah larut malam, aku akan berkultivasi untuk menyerap Qi alam yang banyak terdapat di sini, untuk mengisi kembali energi tubuhku yang terkuras akibat perjalanan panjang ini," ucap Nien Chu.
Yi eng seperti mengerti dengan perkataan Nien Chu, karena tak lama kemudian binatang roh rubah putih itu pun melingkarkan tubuhnya di tempat itu.
Melihat tingkah Yi eng membuat Nien Chu tersenyum dan kemudian mulai duduk bersila untuk melakukan penyerapan Qi alam di tempat itu, hingga pagi pun menjelang.
Pagi hari Nien Chu merasakan seluruh tubuhnya segar kembali akibat banyaknya Qi alam yang terserap ke dalam tubuhnya, karena memang di tempatnya berada banyak terdapat Qi alam, sehingga mempermudah Nien Chu dalam menyerap nya. Untuk mengisi perutnya yang lapar, Nien Chu mengajak Yi eng untuk berburu sambil terus melesat pergi menuju ke hutan binatang iblis.
Setelah mendapatkan binatang buruan berupa kelinci hutan, Nien Chu berhenti sesaat untuk memanggang binatang buruan tersebut, setelah selesai mengisi perut, keduanya kembali melanjutkan perjalan menuju hutan binatang iblis.
"Yi eng, kabut beracun ini begitu sangat tebal di malam hari, lebih baik kita menunggu esok hari untuk melanjutkan perjalanan kita ke dalam sana," ucap Nien Chu.
Nien Chu kemudian mencari tempat untuk sekedar beristirahat sambil menunggu esok hari, karena sinar matahari mampu menghilangkan kepekatan kabut beracun yang berada di pinggir hutan binatang iblis.
Baru saja Nien Chu merebahkan diri, tiba-tiba saja Nien Chu melihat adanya sekelebatan bayangan yang mencoba masuk ke dalam hutan binatang iblis.
"Siapa wanita itu, gerakannya begitu sangat lincah dengan tehnik meringankan tubuh yang sangat sempurna, tapi mengapa telinganya terlihat aneh tak seperti telinga manusia pada umumnya? walaupun rambut dan seluruh tubuhnya menyerupai kesamaan muskan manusia?" batin Nien Chu bertanya-tanya.
Sosok wanita berpakaian serba hijau muda yang berpadu dengan warna putih, terus masuk ke dalam hutan binatang iblis tanpa sedikit pun terganggu dengan adanya kabut beracun di pinggiran hutan.
__ADS_1
"Aku tak mungkin masuk ke dalam sana dengan kabut beracun yang setebal ini, lebih baik aku mencari wanita itu saat matahari mulai muncul esok hari," batin Nien Chu.
Pagi hari pun tiba, matahari mulai muncul di ufuk timur sehingga menghilangkan sebagian kabut beracun yang ada di pinggiran hutan.
Dengan menggunakan teknik langkah bayangan, Nien Chu menerobos kabut beracun untuk masuk ke dalam hutan binatang iblis.
"Yi eng masuklah kedalam Dantian ku, karena aku ingin menghadapi beberapa binatang roh di dalam hutan ini, sebagai bahan latihanku untuk menjadi lebih kuat," ucap Nien Chu.
Yi eng tak ingin membantah perkataan tuan mudanya, diapun segera memudar dan membentuk cahaya berwarna putih, kemudian masuk ke dalam Dantian Nien Chu.
Nien Chu terus berjalan masuk ketengah hutan, tujuannya adalah reruntuhan yang terdapat labirin di dalamnya.
Sayup sayup Nien Chu mendengar adanya pertarungan, dan dia yakin jika yang tengah bertarung itu pastilah wanita aneh yang dilihatnya kemarin sore.
Karena rasa penasaran yang tinggi, Nien Chu segera menuju ke arah sumber suara pertarungan dan benar saja apa yang ada di dalam pikiran Nien Chu sebelumnya, saat ini sosok wanita itu tengah bertarung melawan leopard api level ke 9.
Nien Chu hanya memandangi wanita itu dari kejauhan, dan nien Chu harus akui jika wanita yang tengah bertarung dengan leopard Api merupakan wanita tercantik yang pernah dilihatnya selama hidup, melebihi kecantikan Dewi giok dan seluruh wanita yang pernah dekat dengannya, hanya saja yang terlihat aneh dari wanita tersebut adalah telinganya yang sedikit memanjang dan runcing, serta matanya yang berwarna biru laut sehingga terkesan aneh bagi dirinya yang belum pernah melihat hal itu sebelumnya.
"Aku sangat penasaran dengan wanita itu, lebih baik aku membantunya mengalahkan binatang roh leopard api, dan menanyakan kepadanya mengapa dia berada di dalam hutan yang terkenal penuh misteri ini," batin Nien Chu.
Baru saja Nien Chu hendak pergi kearah sang wanita, tiba tiba saja beberapa kultivator berdatangan dan membantu sang wanita menghadapi binatang roh leopard api.
Bersambung
__ADS_1