Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Kemenangan Thien Yu


__ADS_3

Thien Yu menggunakan kekuatan ilahi tanpa batas untuk menghadapi jendral Ling Feng, 4 teratai ilahi telah berhasil dia ciptakan dengan bantuan kekuatan pada perisai pelindung jendral perang yang di milikinya, yang tanpa Thien Yu sadari perisai itu memberikan kekuatan berlipat lipat ganda dari kekuatan sebelumnya.


Teratai itu adalah...


1) Teratai api. Teratai ini mengeluarkan api di seluruh kelopaknya, yang memancarkan aura panas yang menghancurkan.


2)Teratai air. Teratai ini mengeluarkan aura beku yang sangat kuat, yang setiap kelopaknya terlihat seperti kaca.


3)Teratai tanah. Teratai ini berwarna hitam pekat, dengan kekuatan unsur tanah dan bebatuan di dalamnya.


4)Teratai angin. Teratai ini terbentuk dengan pusaran angin yang mengelilinginya, yang mana di dalam pusaran itu terdapat kilatan kilatan petir yang menyilaukan mata.


Ke empat teratai itu mengelilingi tubuh Thien Yu, dengan berputar putar di sana.


Tak lama kemudian ke empat teratai itu bergabung menjadi satu, yang penggabungan nya membuat seluruh alam vioni bergetar, dengan perubahan alam seperti tak terkontrol lagi.


Dari penggabungan itu maka terciptalah sebuah senjata yang maha dasyat, yang dapat dirasakan kedahsyatannya oleh para Dewa tertinggi di nirwana termasuk oleh jendral Ling Feng.


Senjata itu berupa lembing, yaitu sebuah senjata berupa tongkat besi yang di setiap ujung tongkat meruncing dan memiliki ketajaman yang sangat luar biasa.


"Akhirnya aku berhasil menggabungkan kekuatan illahi puncak tertinggi dengan mengambil semua unsur alam dan menjadikannya sebuah senjata yang maha dasyat, senjata ini pernah di pakai oleh leluhur menara hijau untuk menstabilkan alam cahaya rembulan di masa lampau," batin Thien Yu.


Melihat Thien Yu telah menggunakan kekuatan terkuatnya, membuat Jendral Ling Feng tak tinggal diam, diapun menggunakan kekuatan ranah nirwana puncak untuk menghadapi Thien Yu.


Tak tanggung tanggung 10 bola petir langsung terbentuk, yang memiliki daya listrik dan penghancur yang sangat luar biasa. Bola petir itu seketika bergabung menjadi satu dan membuat sebuah petir yang kini berada di genggaman tangan jendral Ling Feng.

__ADS_1


Penggabungan nya pun tak kalah dasyat nya dengan penggabungan yang di lakukan oleh Thien Yu sebelumnya, petir menggelegar di mana-mana dan menghancurkan apapun di area sekitar tempat itu, hingga terjadi kubangan kubangan yang dalam di tempat itu, tak hanya itu fenomena yang terjadi membuat danau suci yang berair jernih seketika meluap dan mengering.


Kedua Dewi yang merupakan ibu tiri Thien Yu, begitu sangat kaget melihat jendral Ling Feng telah menggunakan kekuatan Dewa surgawi dalam menghadapi putranya.


"Apa yang harus kita lakukan kak Zhao Quin, kekuatan terkuat jendral Ling Feng itu pastinya akan membunuh putra kita, lebih baik kita membantunya agar Thien Yu bisa tetap hidup," ucap Dewi Bilqis.


"Kau benar, kekuatan Dewa surgawi merupakan kekuatan yang sangat dahsyat, tak ada satu kekuatan yang dapat menandinginya di istana langit kecuali kekuatan yang dimiliki Kaisar langit sendiri. Aku rasa kita harus mencegah pertempuran ini agar tak berlanjut karena aku begitu sangat mengkhawatirkan keselamatan Thien Yu," jawab Dewi Zhao Quin.


Setelah mendapatkan satu kesepakatan maka kedua Dewi itu melesat menuju ke arah pertarungan yang telah terjadi.


Akan tetapi keinginan mereka berdua harus berhenti di tengah jalan, karena tiba-tiba saja kaisar langit telah menghadang jalan mereka berdua.


"Kalian berdua tak usah mencampuri pertarungan ini karena mereka berdua yang telah menyepakati jika pertarungan yang terjadi merupakan pertarungan hidup dan mati, jika kau sampai menghalangi jenderal Ling Feng dalam pertarungannya maka kalian berdua pun akan terkena imbas dari kemarahan jenderal Ling Feng.


"Aku ingin sekarang kalian ikut dengan ku dalam menyaksikan pertarungan yang terjadi ini, hingga terlihat salah satu dari mereka ada yang memenangkan pertarungan ini," ucap kaisar langit.


Kaisar langit membawa kedua Dewi itu ke hadapan Dewa suci dan Dewa agung yang juga ikut menyaksikan pertarungan yang terjadi, kedua Dewi itu pun memberi hormat kepada dewa tertinggi di Nirwana saat mereka berdua menghadap kedua Dewa tertinggi tersebut.


Ketegangan pun terjadi di antara mereka berlima, saat melihat kedua petarung mulai meluncurkan kekuatan terkuat mereka.


Thien Yu menatap kearah senjata yang mengambang di hadapannya, tak lama kemudian dia pun mengibaskan tangannya ke depan dan berkata.


"Hidup dan mati ku semua berada di tanganmu Tombak Dewa illahi," ucap Thien Yu sambil menatap kepergian tombak illahi menuju kearah datangnya serangan petir dari jendral Ling Feng.


"Boom..!!"

__ADS_1


Ledakan dasyat tak terhindarkan, Thien Yu terhempas jauh kebelakang dengan tubuh yang menghantam tanah dengan keras, terlihat darah seger mengalir di sudut bibirnya akibat benturan energi yang terjadi.


Thien Yu segera menelan beberapa pil obat, kemudian bangkit berdiri.


Keadaan terbalik dengan jendral Ling Feng, tubuhnya terpental jauh kebelakang, tak lama kemudian diapun memuntahkan dari segar dari mulutnya, terlihat jendral Ling terpuruk dan tak dapat bangkit lagi.


Melihat Thien Yu yang melangkah kearahnya, membuat sang jendral tak percaya dengan apa yang terjadi. Kekuatan yang selama ini di banggakannya, tak dapat berbuat banyak terhadap seorang manusia yaitu Thien Yu.


Thien Yu berdiri bertolak pinggang di depan jendral Ling Feng, sambil berkata. "Jendral Ling Feng kau adalah jendral tertinggi langit, kau harus nya mencari tahu terlebih dahulu masalah yang terjadi sebelum kau bertindak, dengan kelakuanmu ini kau layaknya seperti seorang jenderal yang arogan dan tak bermartabat!!.


Mana kesombongan yang kau bangga-banggakan itu dengan berani menghina ayahku sehingga aku tersakiti, kau seharusnya tak layak menyandang gelar sebagai jendral tertinggi langit, karena kau tak punya semua martabat seorang jendral besar," ucap Thien Yu.


Jendral Ling Feng yang menyadari jika kaisar langit dan Dewa tertinggi Nirwana juga berada untuk menyaksikan pertarungannya, merasa sangat terpukul dan malu karena dirinya yang merupakan Jenderal besar langit dapat dikalahkan oleh seorang anak manusia. untuk tetap menjaga martabatnya sebagai kesatria hebat di Nirwana, jendral Ling Feng pun berteriak lantang.


"Karena aku telah kau kalahkan, maka sesuai dengan kesepakatan kita sebelum bertarung, kau berhak membunuhku!!" ucap jendral Ling Feng.


"Aku sebenarnya ingin membunuh mu atas semua perlakuan yang kau berikan padaku, tapi aku sadar jika kau masih dibutuhkan oleh Nirwana sedari itu aku akan memberikan kau hukuman atas semua perkataanmu yang telah menghina ayah serta semua istrinya, dan dengan perkataanmu kau juga telah menyakiti hatiku maka terimalah hukuman dariku," ucap Thien Yu.


Thien Yu segera menapakkan telapak tangannya kedada jendral Ling Feng dari jarak jauh, hingga erangan kesakitan keluar dari mulut jendral Ling Feng.


Saat mulut jendral Ling Feng terbuka, dengan menggunakan kekuatannya Thien Yu menarik keluar lidah sang jendral.


Entah dari mana datangnya, tiba tiba saja belati merah darah telah memotong putus lidah jenderal Ling Feng, hingga jendral Ling Feng menatap tajam kearah Thien Yu sambil menahan sakit di mulutnya.


Setelah itu Thien Yu pun berkata.

__ADS_1


"Semoga di masa depan kita tak akan berjumpa lagi," ucapnya sambil melangkah pergi meninggalkan jendral Ling Feng di tempat itu.


Bersambung.


__ADS_2