
Setelah kematian Jenderal Ling Feng, Thien Yu segera kembali ke penginapan untuk melihat keadaan para pengikutnya yang terluka.
Tampak ketiga pengikutnya tengah melakukan meditasi pemulihan diri disana, hal itu membuat Thien Yu merasa lega.
Karena tak tega dengan perjuangan yang telah dilakukan ketiga pengikutnya dalam membela raja kota yang merupakan adik angkat ayahnya, Thien Yu segera membantu mereka bertiga dengan menggunakan kekuatan Teratai Nirwana, hingga dalam waktu sekejap ketiganya dapat pulih seperti sedia kala.
Setelah mereka semua tersadar kembali, Thien Yu menyuruh ketiganya untuk beristirahat dan kembali ke alam mereka masing-masing.
Sebenarnya ketiga pengikut Thien Yu tak ingin meninggalkan Tuan mudanya untuk menghadapi kerajaan gerbang naga seorang diri, akan tetapi keinginan mereka itu tak dapat mereka lakukan, karena semua pengikut Thien Yu sangat menjunjung tinggi perkataan dari tuan mudanya, yang merupakan rasa kepatuhan kepada pemimpin mereka semua.
Setelah kepergian ketiga pengikut Thien Yu ke Alam mereka masing-masing, pada akhirnya Thien Yu menuju ke kerajaan gerbang naga untuk menyelesaikan semua masalah yang terjadi di sana.
Di istana kerajaan, Thien Yu disambut ribuan anak panah yang mengarah ke arahnya, akan tetapi tak satupun anak panah yang berhasil menembus tubuh Thien Yu, semua itu karena adanya halangan berupa angin yang membentuk perisai dari kekuatan hukum angin yang di lepaskannya.
Dengan gagah Thien Yu terus berjalan tanpa sedikitpun menghiraukan anak panah yang terus menghujani tubuhnya.
"Cepat bawa ke hadapanku Raja kota dan Putri Emilia Die, jika tidak jangan salahkan aku jika kerajaan ini akan kuratakan dengan tanah," teriak Thien Yu.
Tak ada satupun dari penghuni istana gerbang naga yang menjawab perkataan Thien Yu, sampa pada akhirnya raja Changmo membawa Raja kota ke hadapan Thien Yu dengan belati di lehernya.
"Aku ingin kau menyerahkan dirimu, jika tidak jangan salahkan aku jika aku membunuh raja kota Young Die," ucap raja Changmo.
Thien Yu tak menanggapi perkataan raja Changmo, dia tetap berdiri di tempatnya sambil menatap raja Changmo dengan tatapan tak bersahabat.
Begitupun halnya dengan putri Emilia Die, tampak ratu ladymo membawa Sang Putri Yang tengah tak berdaya ke hadapan Thien Yu, saat Thien Yu akan mendekat kearah sang putri dengan tiba-tiba ratu ladymo menaruh pedang yang terhunus ke leher putri Emilia Die.
"Menyerahlah, jika tidak kami akan membunuh raja kota dan Putri Emilia Die!!" bentak ratu Ladymo mengulang ancaman yang telah dilakukan oleh ayahnya.
Sesaat Thien Yu terdiam dan memikirkan cara bagaimana membebaskan raja kota dan putrinya, yang telah disekap oleh petinggi istana gerbang naga.
"Jika aku ingin menyelamatkan kedua nya itu tak mungkin bagiku, aku hanya dapat menyelamatkan satu orang saja dan aku bingung untuk memilihnya," batin Thien Yu.
Tiba tiba saja Raja kota berucap. "Kau tak usah memperdulikanku pangeran, Aku ingin kau menyelamatkan putriku karena hanya dia satu-satu keturunanku yang masih hidup.
Pangeran aku tahu kau mampu untuk menyelamatkan putriku, Dan satu hal yang ku minta darimu pangeran jaga putriku baik-baik," jawab raja kota kemudian mematahkan lehernya sendiri hingga Raja kota pun mati di tempat itu.
__ADS_1
Amarah Thien Yu tak terkendali lagi melihat kematian Raja kota yang merupakan adik angkat dari ayahnya, dengan menggunakan teknik ruang dan waktu Thien Yu secepat cahaya melesat ke arah Putri Emilia Die dan membawa Sang Putri pergi dari ancaman pedang Ladymo
Setelah itu Thien Yu segera membuka portal menuju istana bintang laut, dan mendorong Putri Emilia Die masuk ke dalam lubang dan menutupnya kembali.
Raja Changmo segera melesat ke arah putrinya agar mereka berdua bisa meninggalkan istana gerbang naga, menuju ke istana gurun pasir tempatnya berada.
"Kita tak bisa mengalahkan pemuda itu karena tingkat kekuatan yang dimilikinya setara Dewa terkuat di nirwana," ucap raja Changmo.
"Apa maksud perkataan ayah barusan?" tanya ratu Ladymo.
"Jendral Ling Feng sebenarnya adalah seorang Dewa yang menjabat sebagai dewa perang di kekaisaran langit.
Sementara aku sendiri telah memiliki kekuatan yang hampir setara dengan kekuatan para dewa, akan tetapi saat bertarung dengannya kami berdua tak mampu untuk mengalahkannya.
Putri ku Thien Yu bisa berada disini berarti dia telah menghabisi jendral Ling Feng, dan jika kau masih ingin berada di sini maka jangan salahkan ayahmu jika kau pun ikut mati di tangannya," ucap raja Changmo sambil membuka portal menuju ke istana gurun pasir miliknya.
Melihat sang ayah memasuki portal yang telah dibuatnya, dengan cepat Ratu ladymo ikut masuk ke dalam portal, hingga portal itu pun tertutup kembali.
Thien Yu menggenggam tinjunya saat melihat kedua orang yang telah merusak istana gerbang naga pergi meninggalkan tempat itu, dengan menahan amarahnya dia pun kembali menyerang ke arah para prajurit istana gerbang naga yang mencoba untuk menangkapnya.
"Kalian bisa meloloskan diri saat ini tapi itu takkan lama, setelah aku membereskan semua permasalahan yang terjadi di istana gerbang naga maka aku akan menghancurkan kalian berdua," batin Thien Yu.
Melihat hal itu, raja Jinxu yang merupakan raja kota baru di istana gerbang naga, mencoba untuk melarikan diri akan tetapi teriakan Thien Yu membuat seluruh perwira tinggi yang ada segera mengejar Raja kota Jinxu.
"Aku Thien Yu merupakan pangeran dan calon kaisar dari istana Phoenix, jika kalian dapat menangkap Raja kota Jinxu dan membawanya ke hadapanku, maka aku akan mengampuni kalian semua. Dan jika dari kalian masih ingin ikut dengan raja kota Jinxu maka bersiaplah untuk menerima kematian dariku," ucap Thien Yu.
Para perwira tinggi yang berjumlah 10 orang dan seorang panglima tinggi gerbang naga seketika itu langsung berteriak lantang. "Kami akan membawa raja Jinxu ke hadapan anda pangeran, dan kami mohon jangan binasakan kami semua karena semua yang terjadi atas ulah ratu Ladymo dan raja kota Jinxu," ucap salah seorang panglima perang yang ada di antara ke-10 perwira tinggi yang ada.
Setelah berkata seperti itu panglima perang istana gerbang naga, langsung memerintahkan ke-10 perwira tingginya untuk menangkap raja Jinxu.
Tak menunggu lama raja Jinxu dapat tertangkap dan dibawa ke hadapan Thien Yu.
"Ampun pangeran, maafkan atas semua kesalahan yang telah kulakukan pada kerajaan ini, Aku minta belas kasihanmu dan aku rela menjadi budakmu selama aku hidup," ucap raja Jinxu di hadapan Thien Yu.
"Aku tak butuh orang sepertimu walaupun kau menginginkan menjadi budakku, aku tak akan memberikan hukuman apapun terhadapmu karena mereka semua lah yang akan memberikan hukuman yang pantas padamu," jawab Thien Yu.
__ADS_1
Mendengar perkataan Thien Yu, panglima tinggi kerajaan gerbang naga dan kesepuluh perwiranya, langsung menghujani raja kota Jinxu dengan senjata mereka.
Apa yang mereka lakukan merupakan imbas dari kekesalan yang selama ini mereka rasakan. Karena ulah raja kota Jinxu dan ratu Ladymo yang menyinggung Pangeran besar kekaisaran pheonix, hampir saja menghancurkan kerajaan gerbang naga yang mereka cintai.
Kematian raja kota Jinxu tak dapat terhindarkan, dia mati dibunuh oleh para petinggi kerajaan gerbang naga yang telah lama menaruh kekesalan terhadap nya.
Setelah raja kota Jinxu mati, maka Thien Yu berjalan menuju ke arah panglima tinggi kerajaan gerbang naga.
"Saat masih hidup raja kota Young Die sempat berpesan kepadaku untuk menikahi putrinya yang merupakan pewaris syah kerajaan gerbang naga, maka dengan sendirinya aku akan memimpin kerajaan ini.
Mulai saat ini aku menginginkanmu untuk menjadi jenderal tertinggi kerajaan gerbang naga, dan mengangkat 10 perwira tinggi yang ada menjadi jenderal di bawah naungan mu.
Aku akan pergi untuk beberapa waktu lamanya, dan aku ingin setelah aku kembali bersama putri Emilia Die, kerajaan gerbang naga telah pulih dan tersusun rapi.
Bunuh semua yang telah berkhianat kepada kerajaan ini, termasuk para bangsawan yang ada dan juga keturunannya, agar di kemudian hari tak menjadi duri bagi kerajaan gerbang naga," ucap Thien Yu.
"Bagaimana dengan Putri Estia Die yang juga merupakan anak dari raja kota Young Die?" tanya panglima yang ada di hadapan Thien Yu.
"Dia bukanlah putri dari Raja kota Young Die, melainkan anak dari raja Jinxu dan ratu Ladymo dari hubungan gelap mereka berdua.
Aku ingin kau pun membunuhnya karena dia tak layak hidup di kerajaan gerbang naga," ucap Thien Yu.
Putri Estia Die yang berada dalam sekapan prajurit di hadapan Thien Yu, segera berontak dan melepaskan diri.
Diapun berlari dan bersujud di hadapan Thien Yu untuk memohon agar tak dibunuh.
"Pangeran maafkan aku atas semua kesalahanku padamu, aku rela menjadi budak untuk melayani mu seumur hidupku," ucap putri Estia Die dengan semua penyesalan atas kesalahan yang telah dilakukannya terhadap Thien Yu.
Thien Yu tak menggubris perkataan putri Estia Die yang bersujud dan memohon kepadanya, karena semua kesalahan yang telah dilakukannya sudah tak dapat diampuni lagi.
Thien Yu membelakangi Putri Estia Die, yang terus memohon kepadanya agar tak di hukum mati, melihat isyarat yang dilakukan oleh Thien Yu membuat panglima tinggi langsung menebaskan pedangnya ke arah leher Sang Putri.
Putri Estia Die seketika itu tewas akibat kepala dan tubuhnya telah terpisah
Tuan muda Ji Fu yang menyaksikan hal itu segera berontak dan membebaskan diri dari para prajurit yang menangkapnya, setelah dapat terlepas dari para prajurit dia pun berlari sekuat-kuatnya keluar dari dalam istana gerbang naga.
__ADS_1
Melihat hal itu panglima tinggi kerajaan gerbang naga segera meminta sebuah anak panah dan busurnya kepada prajurit yang ada di tempat itu, kemudian dia pun memanah putra bangsawan kerjaan gerbang naga hingga tuan muda Ji Fu tewas di tempat akibat terkena panah dari panglima tinggi kerajaan gerbang naga.
Bersambung.