Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Bertemu Thien Yu.


__ADS_3

Thien Yu yang ingin menelusuri keadaan hutan, dikejutkan dengan hadirnya seorang wanita yang sangat dikenalnya, dia adalah putri Sora ri.


Saat melihat adanya Thien Yu di tempat itu, putri Sora ri langsung menyerangnya tanpa bertanya terlebih dahulu.


"Hentikan putri!!, ini hanya kesalah pahaman saja!!" teriak Thien Yu untuk menghentikan pertarungan yang tak ada gunanya itu.


"Salah paham katamu!!, ha..ha..ha..Thien Yu kau adalah laki laki paling bejat yang pernah kukenal, setelah kau menyembuhkanku kau juga menodai ku, dan hari ini adalah hari ke matian mu!!" jawab putri Sora ri.


"Dasar tak tau berterimakasih, jika aku menodai mu mengapa tanda keperawanan mu masih melekat di tubuhmu!!?" Putri Sora ri kau jangan sembarangan menuduh!!" hardik Thien Yu.


"Dasar laki laki tak tau diri aku akan buktikan padamu jika apa yang ku katakan benar adanya!" ucap putri Sora ri dengan cepat merobek baju di bahu kirinya, untuk memperlihatkan tanda merah darah sebesar biji kacang hijau yang telah hilang.


"Aku akan berpura pura jika tanda keperawanan sang putri memang sudah tak ada, biar permainan ini semakin seru," batin Thien Yu dengan senyum yang mengembang di bibirnya.


Thien Yu mengingat kembali bagai mana putri Sora ri telah menghinanya dengan cara meludahi mukanya, akan tetapi penghinaan itu terbayar dan Thien Yu begitu sangat puas setelah mengetahui bagaimana perjuangan putri Sora ri selama 3 hari terus menerus mencarinya hingga sampai ketempat ini.


"Oh.. Jika tanda merah itu mengecil berarti keperawananmu telah menghilang ya putri?" tanya Thien Yu berpura pura bodoh.


Mendengar perkataan bodoh Thien Yu membuat putri Sora ri semakin murka, diapun kembali menghunus pedangnya dan ingin menyerang Thien Yu.


Namun tiba-tiba niatnya itu di urungkan nya karena putri Sora ri melihat di bahu kirinya sekarang terdapat tanda merah sebesar biji kacang hijau, yang selama ini dikira putri Sora ri telah menghilang karena kesuciannya telah direnggut oleh Thien Yu.


Putri Sora ri tak menyangka jika selama ini Thien Yu tak melakukan apa apa padanya, diapun tak ingin pamornya sebagai putri kerajaan besar jatuh dimata Thien Yu, dengan sombongnya diapun berkata.


"Karena kau telah menyembuhkan luka dalam di tubuhku ku, maka aku masih mengasihani mu agar tetap hidup. Sekarang aku ingin kau segera pergi meninggalkan tempat ini, sebelum aku berubah pikiran dan membunuhmu", ancam putri Sora ri.


"Kita kan mau membahas tentang tanda merah di bahumu itu, apakah kau berubah pikiran putri?" tanya Thien Yu yang sengaja ingin memprovokasi putri Sora ri.


"Masalah tanda merah di bahu ku ini adalah urusanku, dan mulai sekarang aku tak ingin kau membahasnya lagi. Thien Yu jika dalam 1 menit kamu masih juga tak beranjak dari tempatmu berdiri, maka jangan salahkan aku jika pedang ini yang akan menjadi jawaban atas perkataanku," jawab putri Sora ri.


Thien Yu membalikan badannya sambil berjalan pergi dari tempat itu. Dia sangat puas karena berhasil mempermainkan sang putri.

__ADS_1


Sementara itu putri Sora ri sama sekali tak menyangka jika tanda keperawanannya masih ada, dia begitu sangat bersalah dengan apa yang telah dilakukannya pada Thien Yu


Putri Sora ri menyandarkan tubuhnya di sebuah pohon sambil menerawang jauh. "Benar katanya, aku adalah wanita yang tak tahu berterima kasih," batin putri Sora ri.


Tiba tiba sang putri tersadar dari lamunannya.


"Thien Yu kan tak tau mengenai seluk beluk hutan ini dan hagaimana cara mendapatkan kekuatan atau pengalaman bertarung di alam Vioni ini, aku harus mencarinya dan memberitahukan hal itu, hitung hitung untuk ucapan rasa terima kasihku karena dia telah menyembuhkan luka dalam di tubuh ku," batin putri Sora ri.


Di sepanjang perjalanan mengelilingi hutan, Thien Yu tak dapat menjumpai apa yang dia inginkan yaitu mutiara salju, dan sejauh mata memandang yang dijumpainya hanyalah pepohonan rindang dan besar, serta beberapa binatang roh tangguh yang berada disana, dan tak melihat adanya perbukitan bersalju di sekitar tempat itu.


"Bagaimana aku bisa mengetahui keberadaan mutiara salju, jika sebelumnya aku tak mengetahui seluk beluk hutan ini.


"Ah..., ada baiknya ku perluas pencarian ku besok pagi karena mengingat hari telah mulai senja, aku tak ingin bertemu dengan para binatang roh di malam hari karena hal itu akan membuat permasalahan baru dengan para binatang roh yang berada di tempat ini," gumam Thien Yu.


Malam hari pun tiba, dari tempatnya berada sayup-sayup Thien Yu mendengar adanya sebuah pertarungan.


"Tak salah lagi ini adalah sebuah pertarungan, tapi siapakah yang melakukan pertarungan di malam gelap seperti ini? jangan jangan dia adalah putri Sora ri yang tengah bertarung dengan para binatang roh kuat yang berada dalam hutan ini," batin Thien Yu.


Sesampainya disana, Thien Yu di kejutkan dengan pertarungan putri Sora ri dengan kawanan angsa raksasa penghuni danau yang ada di tempat itu.


Angin seperti sabetan pedang terus menghujam ke arah putri Sora ri, dari sayap sayap sang angsa putih. Dengan cekatan putri Sora ri dapat menghindari serangan serangan itu dengan mudah, dengan berkelit kesana dan kesini sambil memberikan serangan balik yang tak kalah mematikannya.


Thien Yu sedikit kagum dengan tehnik beladiri yang di miliki putri Sora ri, walaupun hanya dengan kekuatan ranah di tingkat alam puncak, dia mampu memberikan perlawanan serta membunuh beberapa kawanan angsa putih. Melihat hal itu membuat Thien Yu tak berkeinginan untuk turun langsung membantu sang putri.


Dan tiba tiba saja danau yang tadinya redup, kini terang benderang akibat adanya pantulan cahaya dari angsa yang mengeluarkan sinar ke emasan dari tubuhnya.


Angsa bercahaya emas itu berputar putar sejenak di atas permukaan danau, meninjau situasi di bawah sana.


"Sepertinya putri galak akan mengalami masalah, angsa emas itu tampak seperti pimpinan kawanan angsa putih itu," batin Thien Yu.


Benar saja apa yang ada di dalam pikiran Thien Yu, angsa emas itu tiba tiba saja menukik dan menyerang putri Sora ri dengan sangat cepat.

__ADS_1


Pergerakan angsa emas yang sangat cepat ditambah dengan aura kuat yang keluar dari tubuhnya, membuat putri Sora ri kelabakan dalam menghadapinya walaupun sang putri saat ini telah mengeluarkan teknik ruang dan waktu yang dimilikinya.


Tak bertahan lama putri Sora ri mulai terdesak hebat, dan pada akhirnya Thien Yu dengan cepat melesat menyambar tubuh Putri Sora ri yang mendapatkan serangan paruh sang angsa emas, yang mengarah pada tubuh putri Sora ri dan tak bisa di tepisnya.


Thien Yu terus berlari melesat pergi menjauhi danau, dan pada satu kesempatan Thien Yu dapar bersembunyi di balik semak semak untuk menghindari kawanan angsa putih yang terus mengejarnya.


Putri Sora ri yang di dekap sedemikian rupa oleh Thien Yu tak bisa berkata apa apa, rasa sombong, angkuh dan percaya dirinya hilang oleh detak jantungnya yang semakin lama semakin berpacu dengan keras.


"Ada apa dengan diriku, mengapa aku tak bisa berontak dari pelukannya?. Tidak..tidak.., ini tak boleh terjadi aku tak boleh jatuh cinta pada Thien Yu," batin putri Sora ri.


Putri Sora ri yang ingin melepaskan diri dari Thien Yu, tiba tiba kembali mendapatkan dekapan yang lebih kuat dari sebelumnya.


"Jika kau ingin mati konyol, maka pergilah dariku, pelindung yang kupasang hanya dapat menjangkau orang yang terdekat dariku," bisik Thien Yu sambil merenggangkan dekapan tangannya.


Merasa dekapan Thien Yu merenggang, membuat putri Sora ri ingin melepaskan diri dari Thien Yu.


Tapi gerakan sang putri terhenti saat angsa emas tiba tiba saja melintas di atasnya. Sesaat angsa emas memantau keadaan di bawahnya dan berputar putar sesaat lalu berlalu pergi.


Thien Yu tak langsung percaya jika angsa emas itu benar benar pergi, diapun dengan kekuatan energi ranah tingkat pembentukan tubuh surgawi yang di milikinya, segera memasang segel pelindung yang lebih kuat berkali-kali juga dari sebelumnya.


Dan tak berapa lama angsa emas dan angsa putih berdatangan kearah semak semak tempat Thien Yu dan putri Sora ri berada. Mereka semua menghancurkan semak belukar yang ada di sekitar tempat itu, dengan tembakan bola angin yang keluar dari mulut mereka semua.


"Pelindung ini tak bisa menahan serangan mereka semua, jika sampai mereka memborbardir pelindung yang kubuat ini, maka keselamatan putri Sora ri akan dalam bahaya. Tak ada pilihan lain bagiku, aku harus membunuh pemimpin kawanan angsa putih itu," batin Thien Yu.


Bersambung.


Sahabat pembaca semua, keadaan saya masih sakit dan jika di pakai berfikir dalam menulis akan terasa mual. Hari ini saya coba nulis dan Alhamdulillah bisa nulis 1 episode, walaupun dengan perjuangan dan memakan waktu satu hari full akibat banyak berhenti untuk beristirahat dalam menulis.


Semoga sahabat semua memaklumi dengan kondisi saya.


Baru bisa baca komentar hari ini, maaf ya sahabat semua

__ADS_1


Saya hanya mengikuti saran editor, "Pancinglah emosi pembacamu", walah kok pada emosi semua toh sekali lagi maaf ya kak, nanti kubuat episode khusus untuk merangkum episode tentang kesalah pahaman ini setelah Thien Yu dan putri Sora ri berdamai.


__ADS_2