Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Pertarungan Nien Chu.


__ADS_3

Nien Chu menatap dingin kearah ke 5 kera salju yang ada di hadapannya, dan dengan pedang penguasa malam di tangannya, Nien Chu mulai menyerang ke 5 kera salju tersebut.


Zhurui dan Anchen yang ingin membantu Nien Chu, segera di cegah oleh Zaiya.


"Biarkan Nien Chu bertarung dengan ke 5 kera salju itu, biar dia dapat melatih kekuatan dewa tak terbatas yang baru di milikinya, karena aku sangat yakin jika Nien Chu mampu untuk menghadapi ke lima kera salju tersebut.


"Zaiya...!, tak mungkin kami membiarkan Nien Chu berjuang sendiri, walau pun kami harus mati paling tidak kami bukanlah pengecut yang harus berpangku tangan melihat sahabat kami bertarung sendiri."


"Jika kau tak ingin membantu Nien Chu melawan ke lima kera salju itu, biar kami berdua yang akan menghadapinya, dan kami berdua tak ingin kau menghalang halangi dengan menghentikan kami untuk membantu Nien Chu," jawab Anchen penuh kekesalan di wajahnya.


"Kalian berdua tak akan mampu menghadapi kera salju itu, ingat 1 kera salju sudah membuat kalian berdua kelabakan saat bertarung pertama kali dengannya, apa lagi harus menghadapi ke lima kera salju itu yang kini berhadapan dengan Nien chu."


"Jika kalian berdua nekat untuk membantu Nien Chu melawan kelima kera salju, maka sama saja kalian membuat Nien Chu kehilangan konsentrasi dalam menghadapi kelima kera salju itu, Nien Chu pasti akan sangat khwatir dengan keberadaan kalian berdua di dalam pertarungan, sehingga akan membuat kalian bertiga terluka."


"Aku berharap kalian berdua dapat memikirkan apa yang telah kukatakan ini, bukan berarti aku meragukan kemampuan kalian dalam bertarung" jawab Zaiya.


Anchen dan Zhurui saling berpandangan, karena apa yang dikatakan Zaiya benar adanya.


Mereka berdua menyadari jika untuk mengalahkan seekor kera salju, mereka berdua telah mengeluarkan seluruh kemampuan yang dimiliki, apalagi untuk bertarung melawan ke lima kera salju yang kini bertarung dengan Nien Chu, pastinya Nien Chu akan terganggu dengan kehadiran mereka berdua.


Setelah mempertimbangkan segala sesuatunya, Anchen dan Zhurui akhirnya memutuskan untuk tak membantu Nien Chu, walaupun hati kecil mereka berdua sangatlah bertentangan dengan apa yang mereka lakukan sekarang.


Sementara di dalam pertarungannya, Nien Chu merasakan kekuatannya berkali kali lipat lebih kuat dari sebelumnya, dan tehnik pedang penguasa malam yang di gunakannya pun kini bertambah pesat dengan ketajaman pedang penguasa malam yang semakin mumpuni.


Saat ini walaupun menghadapi kelima kera salju yang memiliki kekuatan darah dewa binatang buas, Nien Chu sama sekali tak mengalami kesulitan dan bahkan serangan serangan cepat yang di lakukannya, dapat membuat kelima kera salju sedikit demi sedikit mulai terdesak.

__ADS_1


Berkali kali tembakan bola salju dari mulut kera salju dapat di patahkan dengan mudah oleh Nien Chu, dengan menggunakan tebasan semesta dari pedang penguasa malam.


"Luar biasa kekuatan di tubuhku saat ini, aktifnya pasir hidup membuatku semakin lama semakin tak kelelahan dalam bertarung, dan bahkan dengan sendirinya tubuhku dapat menyerap energi alam di sekitar tempat ini," batin Nien Chu.


Mengetahui kekuatan baru dari pasir hidup yang telah menyatu dengan tubuhnya, Nien Chu tak ragu lagi mengeluarkan energi besar dalam menghadapi kelima kera salju yang kini bertarung dengannya.


"Amukan api misterius...," teriak Nien Chu.


Pada akhirnya Nien Chu mengeluarkan kekuatan amukan api misterius untuk menghadapi ke lima kera salju,


dan penggabungan ketiga inti api dengan hukum api ilahi, dapat di lakukannya dengan mudah.


Penggabungan itu membentuk sebuah bunga teratai berwarna hitam, dengan kobaran api berwarna hitam yang saat ini berada di genggaman tangan kirinya.


"Aku ingin melihat apakah kelima kera salju itu dapat menahan teratai giok ku ini," batin Nien Chu.


"Bom...!!"


Ledakan terdengar sangat keras saat teratai giok menghantam kelima kera salju, yang membuat kelima kera salju seketika itu terbakar di dalam kobaran api berwarna hitam.


Jeritan kesakitan menyayat hati terdengar saat api di tubuh kelima kera salju semakin lama semakin besar membakar tubuh mereka berlima.


Melihat adanya peluang besar untuk mengakhiri pertarungan yang terjadi, membuat Nien Chu langsung melompat ke udara dan segera mengeluarkan tehnik 6 rasi bintang dari pedang penguasa malam.


Tubuh Nien Chu terpecah menjadi 6 replika tubuh yang sama, yang langsung mengurung keberadaan kelima kera salju.

__ADS_1


Kali ini kelima kera salju semakin terpuruk dengan tubuh yang terbakar oleh api hitam yang tak bisa dipadamkan dengan kekuatan es ditubuh mereka berlima, kini di tambah lagi dengan keadaan mereka yang terjebak di dalam segel 6 rasi bintang, yang membuat kelima kera salju tak dapat melakukan pergerakan.


Ke 6 bayangan Nien Chu berkelebat cepat dengan masuk kedalam formasi segel 6 rasi bintang, dan melakukan pembantaian terhadap kelima kera salju sehingga kelimanya harus mati dengan tubuh yang terpotong potong di berbagai tempat, akibat ketajaman pedang penguasa malam.


Potongan potongan tubuh kera salju terus terbakar oleh api hitam yang tak bisa padam, hingga potongan potongan tubuh kera salju kini terbakar habis menjadi tumpukan debu.


Penyihir cantik begitu sangat terkejut menyaksikan kelima kera salju miliknya, harus mati dengan cara yang sangat sadis dan mengerikan itu.


"Kau memang tangguh karena dapat membunuh kelima kera salju, akan tetapi itu bukanlah akhir dari pertarungan kita karena aku tak akan membiarkan kau hidup setelah kau melakukan kerusakan di pulau ini," ucap penyihir cantik yang langsung menggunakan kekuatan sihirnya untuk mengurung keberadaan Nien Chu.


Nien Chu yang telah memenangkan pertarungan itu, begitu sangat terkejut melihat kurungan sihir yang kini membungkus tubuhnya dengan luas 4 meter persegi.


Melihat dinding sihir yang dapat menyerap energi tubuhnya, Nien Chu segera mengayunkan pedang penguasa malam kearah dinding sihir tembus pandang itu.


"Tebasan semesta ..," teriak Nien Chu dengan mengayunkan pedang penguasa malam kedepan, kearah dinding sihir yang perlahan lahan mulai menekan tubuhnya.


Bayangan raksasa pedang penguasa malam menghantam dinding kurungan, hingga menimbulkan percikan bunga api diasana.


"Nien Chu sangat terkejut saat melihat tebasan pedangnya tak mampu untuk menghancurkan dinding kurungan yang membelenggunya, padahal saat itu Nien Chu telah menggunakan 75 persen kekuatannya untuk melakukan serang tebasan semesta.


Nien Chu berfikir sejenak untuk dapat terbebas dari kurungan sihir yang membelenggunya, dan pada akhirnya diapun menemukan solusi untuk menghancurkan kurungan sihir tersebut.


Nien Chu segera mengeluarkan gulungan pemberian dari ketua desa pesisir pantai, di mana kekuatan di dalam gulungan itu dapat menghancurkan sebuah segel sihir.


Nien Chu segera menggunakan gulungan tersebut untuk menghancurkan segel sihir, dan benar saja dengan menggunakan kekuatan dari gulungan tersebut, seluruh dinding sihir retak, dan tak lama kemudian hancur berkeping keping.

__ADS_1


Melihat kurungan sihirnya hancur, membuat penyihir cantik segera menyerang kearah Nien chu dengan menggunakan tongkat sihir yang berada di genggaman tangan kanannya.


Bersambung


__ADS_2