
Nien Chu tersadar dari pingsannya, dan menatap sekeliling ruangan kamar itu, dan pada akhirnya tatapan matanya jatuh pada sosok wanita cantik yang tengah mengganti bunga layu di atas meja.
"An Yue?, mengapa dia masih berada di istana ini?" batin Nien Chu yang mengetahui jika An Yue masih berada di dalam istana, seperti halnya dirinya sendiri yang juga masih berada di dalam balai pengobatan istana Orgy.
"Nien Chu, kau sudah tersadar...." ucap An Yue yang mengetahui jika Nien Chu telah tersadar dari pingsannya.
An Yue kemudian berjalan ke arah Nien Chu dengan senyum yang mengembang di bibirnya, dan pada akhirnya duduk di atas pembaringan di dekat Nien Chu berada.
"Ia aku sudah tersadar, An Yue Aku ingin mengetahui apa yang telah terjadi pada pertarunganku dengan kaisar Annshor," ucap Nien Chu.
An Yue lantas menceritakan semua yang telah terjadi antara pertarungan kaisar Annzhor dan Nien Chu.
"Berarti aku sudah tak sadarkan diri selama dua hari dan yang memenangkan pertarungan itu adalah kaisar Annshor, tapi mengapa sang kaisar tiba-tiba baik padaku, dan menyuruh An Yue untuk menjagaku selama aku tak sadarkan diri?."
"Mengapa sang kaisar berbaik hati seperti ini, dengan membawaku ke balai pengobatan untuk dirawat, bukankah selama ini aku telah menyinggungnya dan membuat kekacauan hingga membunuh jenderal terkuat yang dimilikinya?" batin Nien Chu yang semakin bertanya-tanya dengan apa yang diinginkan sang Kaisar padanya.
"Aku yakin pasti ada sesuatu hal yang membuat Kaisar memperlakukanku seperti ini," batin Nien Chu kembali.
An Yue yang melihat Nien Chu tengah melamun setelah dia menjelaskan semua yang terjadi, membuatnya langsung menegur Nien Chu.
"Apa yang kau pikirkan, lebih baik aku mengambilkan mu makan, tentunya kau sudah sangat lapar setelah pingsan selama 2 hari," ucap An Yue.
Nien Chu menganggukkan kepalanya, mengiyakan perkataan An Yue.
Tak lama kemudian An Yue pun keluar dari dalam ruangan kamar itu untuk mencarikan makanan bagi Nien Chu, dan pada akhirnya dia kembali dengan pembawa keranjang berisikan makanan di dalamnya.
"Makanlah, sup ginseng ini sangat baik bagi tubuhmu yang masih dalam pemulihan," ucap An Yue sambil memberikan semangkuk sup gingseng ke pada Nien Chu.
Nien Chu menerima semangkuk sup gingseng dan memakannya dengan lahap.
Tiba tiba Nien Chu menghentikan makannya, dan menatap kearah An Yue.
__ADS_1
"Mengapa kau menatapku seperti itu?" tanya An Yue yang begitu salah tingkah ditatap sedemikian rupa oleh Nien Chu.
"Aku belum mengucapkan terima kasih karena selama ini kau telah merawatku, dan aku ingin mengetahui mengapa kau masih berada di istana ini?" ucap Nien Chu kemudian balik bertanya.
"Sebelum nya kau pernah berkata kepadaku jika ada hal penting yang ingin kau bicarakan, jadi aku menunggu kau mengatakan apa yang kau ingin bicarakan padaku dengan merawatmu di saat tak sadarkan diri, aku melakukannya karena kau telah menganggapku sebagai teman, seperti halnya waktu itu kau telah menyelamatkan dengan pil yang kau berikan kepadaku," Jawab An Yue.
"Oh .., soal itu....?."
"Aku memang ingin membicarakan hal penting padamu, tapi tidak sekarang karena ada beberapa hal yang ingin kuketahui mengenai mengapa Kaisar memperlakukanku dengan baik seperti ini, sementara aku telah menyinggungnya dan bahkan telah membunuh jenderal terbaiknya."
"An Yue, saat ini aku akan menemui kaisar Annshor di kediamannya, dan setelah pulang dari sana maka aku akan membicarakan hal penting itu padamu," jawab Nien Chu.
"Baiklah jika begitu, aku akan menunggu..."
"Oh iya, semua teman-temanmu masih berada di kediaman kelompok pesisir pantai, ketua Tang yi juga masih berada disana untuk menunggu kabar kesembuhanmu. Mereka semua tak bisa menjengukmu ke tempat ini, semua itu karena adanya larangan dari pemimpin balai pengobatan istana untuk menjenguk mu di dalam balai pengobatan ini," ucap An Yue.
"Biarkan saja dulu mereka di sana, dan aku tak ingin kau menyampaikan kesembuhanku ini kepada kelompok pesisir pantai, biar nanti setelah semua urusanku dengan sang Kaisar selesai maka aku akan menemuinya," ucap Nien Chu.
"Baiklah, sebelum kau pergi menemui Kaisar Annshor, maka kau harus menghabiskan makan mu itu," ucap An Yue.
*****
Setelah membersihkan diri An Yue menemani Nien Chu menuju kediaman Kaisar Annshor, dan para prajurit istana yang ada tak satupun yang berani menegur Nien Chu karena keberadaan An Yue yang telah ditugaskan khusus untuk menjaga Nien Chu.
Sesampainya di kediaman sang Kaisar, An Yue memilih menunggu di luar sementara Nien Chu masuk ke dalam menemui kaisar Annshor, setelah sang kaisar memperbolehkan Nien Chu masuk ke dalam ruang pribadinya.
Sedikit ketegangan pun terjadi diantar mereka berdua setelah berhadapan satu dengan yang lainnya, akan tetapi pengingat jika Nien Chu merupakan pemilik 2 simbol Dewa di tubuhnya, membuat kaisar Annshor memilih berbesar hati menghadapi Nien Chu.
"Apa maksud semua ini, bukankah kau telah memenangkan pertarungan itu dan aku pun harus menepati janjiku untuk mati di hadapan para penduduk di kekaisaran ini," ucap Nien Chu membuka pembicaraan.
"Nien Chu, kita sudahi permusuhan di antara kita berdua karena semua itu tak ada gunanya. Nien Chu di dalam darahku terdapat darah Kaisar Langtian, yang merupakan pendiri istana Orgy setelah dataran langit diberikan oleh saudara angkatnya yang bernama Thien Yu di masa lampau."
__ADS_1
Nien Chu seketika itu sangat terkejut saat Kaisar Annshor mengucapkan nama Thien Yu, yang telah dikatakan oleh Dewi Yun Shi ibunya jika Thien yu merupakan ayah kandungnya.
"Sepertinya kaisar Annshor banyak mengetahui tentang masa lalu mengenai ayahku, Lebih baik aku diam untuk mendengarkan semua yang ingin dikatakannya," batin Nien Chu.
"Nien Chu aku telah mengetahui jika kau memiliki dua simbol Dewa di tubuhmu, yang menandakan jika kau merupakan garis keturunan dari Thien Yu, dan bisa dikatakan jika kita berdua merupakan saudara."
"Nien Chu, jika melihat kitab kuno yang ditulis oleh leluhurku Kaisar Langtian, maka kau memang sengaja datang ke dataran langit untuk mendapatkan teratai Nirwana yang berada di suatu tempat yang hanya orang-orang yang memiliki garis keturunan dari Kaisar Langtian, dan garis keturunan pengikut setianya di masa lampau yang mengetahui keberadaan teratai Nirwana."
"Nien Chu apakah yang kukatakan ini benar adanya?" tanya kaisar Annshor.
Nien Chu berjalan menuju ke arah jendela yang terdapat taman di sana, sesaat dia diam dan mencerna semua perkataan dari kaisar Annshor, tak lama kemudian dia pun berkata.
"Aku memang datang ke dataran langit untuk mencari teratai Nirwana seperti yang kau katakan, jika memang kau menganggap ku sebagai saudara mu untuk melanjutkan persaudaraan yang telah terjalin di antara luhur kita, maka aku ingin kau tak menghalang-halangiku untuk mendapatkan bunga teratai Nirwana itu," jawab Nien Chu.
"Ha ..ha..ha .., Nien Chu Aku tak akan mungkin mengabaikan kau sebagai saudaraku, karena dengan keberadaanmu di dunia ini maka titisan para iblis yang tertulis di dalam kitab kuno milik leluhurku, akan dimusnahkan kembali oleh orang terpilih yang telah ditakdirkan para dewa sepertimu."
"Dan aku berharap jika di masa depan, aku bisa bertarung bersamamu untuk menghadapi titisan para iblis dan pengikutnya itu," ucap kaisar Annshor.
Kaisar Annshor kemudian menyayat telapak tangannya sendiri, hingga darah berwarna emas keluar dari tangan sang kaisar, darah itu menetes ke dalam gelas yang berisi kan air, hingga membuat air itu pun berwarna emas dari darah seorang peri.
Melihat hal itu, Nien Chu segera meneteskan darahnya ke dalam gelas yang sama, ke gelas tempat keberadaan darah Kaisar Annshor sebelumnya.
Wangi harum semerbak yang keluar dari darah Nien Chu, seketika itu memenuhi ruangan pribadi sang Kaisar.
Nien Chu sekarang benar-benar yakin jika dirinya merupakan titisan dari Thien Yu ayahnya, sesuai perkataan ibunya sewaktu dia berada di dalam alam sadarnya, karena semua perkataan sang Ibu mengenai darah di tubuhnya benar adanya.
"Nien Chu mulai saat ini kau merupakan saudaraku, dan di masa depan aku akan membantu di setiap peperangan mu," ucap kaisar Annshor kemudian meminum air berwarna emas yang berada di dalam gelas tersebut, setelah itu sisa air yang berada di dalam gelas diberikan kepada Nien Chu.
"Mulai sekarang kita bersaudara," ucap Nien Chu kemudian meneguk air yang berada di dalam gelas hingga tak tersisa.
(Darah peri berwarna emas akan tetapi tidak berbau, darah dewa berwarna emas yang memiliki aroma wangi)
__ADS_1
Bersambung.
Terimakasih untuk doanya para sahabat semua, semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dari yang maha Kuasa, Amin.