Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Pertarungan


__ADS_3

Telah beberapa hari serikat dagang telah berjalan dan perjalanannya itu begitu sangat mulus dan tanpa kendala, telah ada beberapa pedagang dari luar kekaisaran cahaya naga yang ikut membeli barang dari serikat dagang.


Dengan hasil yang baik itu membuat Pangeran Zeng Wu dapat tersenyum, tak sia sia dia mengucurkan dana besar untuk membiayai serikat dagang yang di buatnya. "Ini merupakan perkembangan yang sangat bagus dalam, dalam satu bulan berjalannya serikat dagang aku pasti akan bisa mengembalikan keuangan istana cahaya naga yang aku pinjam, walaupun belum bisa menutupi modal yang ku keluarkan sendiri.


Untuk saat ini aku telah mempunyai beberapa orang yang dapat dipercaya untuk dalam mengurus serikat dagang, termasuk Nien bao ayah dari sahabatku Nien Chu, jadi aku tak perlu mengkhawatirkan serikat dagang yang baru terbentuk.


Lebih baik saat ini aku fokus dalam pertarungan antara Nien Chu dan putri Yuan Hua yang akan dilaksanakan besok pagi di ruang latihan ku, aku tak ingin mereka berdua saling melukai karena duanya merupakan orang terdekatku saat ini.


Semoga saja Nien Chu mau mendengarkan perkataan ku dengan imbang dalam pertarungannya melawan putri Yuan Hua, agar masalah di antara mereka berdua bisa terselesaikan," batin pangeran ke 3.


Ke esokan harinya, Nien Chu dan putri Yuan Hua telah berada di ruang latihan sang pangeran yang sangat luas untuk melakukan pertarungan.


Dari hasil pembicaraan Nien Chu dan pangeran zeng Wu sebelum pertarungan terjadi, pangeran sempat menanyakan apa sebenarnya yang terjadi sehingga putri Yuan Hua begitu marah kepadanya.


Dan setelah mendengar penjelasan dari Nien Chu maka pangeran Zeng Wu menyimpulkan jika permasalahan yang tejadi hanya masalah sepele, yaitu penolakan Nien Chu untuk berdansa dengan sang putri, dan memilih wanita lain untuk berdansa dengan nya di acara ulang tahun tuan muda Tao sio, yang merupakan salah satu keluarga besar di wilayah Wutang, dan juga merupakan keluarga besar yang terbentuk dari peran besar bangsawan Yuan.


Pertarungan pun terjadi, jual beli serangan tak dapat di elakan lagi, dimana mereka berdua menggunakan tangan kosong dalam melakukan pertarungan itu.


Di sini pangeran ketiga dapat melihat pergerakan Nien Chu dalam pertarungan itu. "Nien Chu tak mengeluarkan semua kemampuannya yang dimiliki, tapi sudah membuat Putri Yuan Hua yang telah berada di ranah tingkat kuasa bumi, harus ekstra dalam menghadapi pergerakan cepat Nien Chu.


Dan harus kuakui tehnik meringankan tubuh yang di miliki Nien Chu sudah sangat sempurna, dan nyaris tanpa celah," batin pangeran ke 3 yang terus mengamati pertarungan yang terjadi.

__ADS_1


Dan pada akhirnya pergerakan putri Yuan Hua seketika itu berubah, dia telah menggunakan tehnik jarum es yang merupakan teknik andalannya.


"Ini sangat berbahaya bagi Nien Chu, Jika dia terkena salah satu jarum es yang dilepaskan putri Yuan Hua, maka pertarungan ini pasti akan berakhir karena kekuatan yang ada dalam tehnik jarum es yang dilepaskan Putri Yuan Hua, akan membuat tubuh Nien Chu membeku dan akan hancur menjadi serpihan serpihan kecil es," batin pangeran ke 3.


Serangan jarum es yang di lepaskan putri Yuan Hua terus memburu Nien Chu, hingga pada satu titik belasan jarum jarum es itu tinggal sedikit lagi mengenai tubuh Nien Chu, tiba tiba saja Nien Chu menghilang dari pandangan mata, bahkan kemampuan mata pangeran ke-3 tak dapat mendeteksi keberadaannya.


Nien Chu telah menggunakan teknik langkah bayangan untuk lepas dari serangan putri Yuan Hua. Sebenarnya Nien Chu tak ingin menggunakan teknik langkah bayangan yang dimilikinya, yang tentunya akan memperlihatkan kualitas kekuatannya di mata Pangeran ketiga, dan pastinya akan membuat Pangeran ketiga semakin penasaran pada tingkat kekuatan yang dimilikinya saat ini.


Di sisi lain tak ada pilihan bagi Nien Chu, Karena keadaan yang sangat mendesak membuat Nien Chu harus menggunakan teknik langkah bayangan yang di milikinya, dari pada dia akan terluka dan bahkan akan merenggut nyawanya jika tak menghindar dari serangan mematikan yang dilepaskan putri Yuan Hua padanya.


Setelah beberapa saat menghilangnya Nien Chu, tiba tiba saja Nien Chu telah melayang di udara di hadapan Putri Yuan Hua dengan menapakkan tangan kanannya ke depan, sengaja Nien Chu memperlambat gerakannya agar putri Yuan Hua dapat menyambut serangannya itu.


Benar saja, melihat serangan Nien Chu kearahnya membuat putri Yuan Hua langsung menyambut serangan Nien Chu, hingga Kedua telapak tangan saling bertemu dan beradu di udara.


Nien Chu yang tak mengeluarkan semua kemampuan yang dimilikinya, harus menerima jika keadaan dirinya sekarang ini tengah terluka parah.


Tubuhnya terasa luluh lantak menerima efek serangan yang terjadi, yang membuatnya tak bisa bangkit berdiri.


Melihat kedua petarung tengah terluka, buru buru pangeran ke 3 segera segera menuju kearah putri Yuan Hua sambil memasukkan sebuah pil kedalam mulutnya, dan juga memberi beberapa totokan untuk membuka peredaran darah sang putri yang tersumbat akibat efek beturan yang terjadi.


Setelah itu pangeran melesat cepat kearah Nien Chu, dan melakukan hal yang sama yaitu memberikan sebuah pil obat dan memberikan totokan kepadanya untuk membuka peredaran darah Nien Chu yang tersumbat, agar nien Chu dapat bernapas dengan lega.

__ADS_1


Setelah itu pangeran membawa keduanya menuju ke balai pengobatan istana, untuk mendapatkan pertolongan di sana.


Di balai pengobatan istana, pangeran Zeng Wu sengaja menempatkan mereka berdua di dalam satu kamar yang sama, agar mereka berdua dapat berbicara dari hati ke hati sehingga semua masalah yang terjadi dapat terselesaikan.


Di dalam kamar, putri Yuan Hua begitu gelisah saat mengetahui jika Nien Chu berada satu kamar dengannya, sehingga membuat putri Yuan Hua memiringkan posisi tidurnya membelakangi Nien Chu.


"Hei...., apakah kau sudah tidur?" tanya Nien Chu.


Tak ada jawaban dari sang putri, hingga membuat Nien Chu kembali berkata.


"Maafkan aku yang telah membuat putri menjadi seperti ini, dan Maafkan aku di saat acara pesta ulang tahun itu, aku telah menolak ajakan putri untuk berdansa.


Putri, bukan maksudku untuk menolak saat putri mengajakku untuk berdansa, semua itu karena ada sebab sehingga aku menolak ajakan putri," ucap Nien Chu.


Nien Chu berpikir keras untuk mencari cara agar dapat menyelesaikan masalah yang terjadi, walaupun dengan cara berbohong.


Sementara itu putri Yuan Hua yang mendengarkan perkataan Nien Chu dari awal, diam diam dia menunggu apa yang ingin di katakan Nien Chu mengenai penolakannya saat itu.


Karena tak ada lanjutan dari perkataan Nien Chu, pada akhirnya membuat putri Yuan Hua membalikkan tubuhnya kearah pembaringan milik Nien Chu, yang membuat tatapan mata mereka berdua saling bertemu.


Putri Yuan Hua merasakan dadanya bergemuruh dengan cepat saat melihat tatapan tajam Nien Chu kearahnya, dan buru buru dia pun memalingkan mukanya ke arah lain sambil berkata.

__ADS_1


"Cepat kata kan mengapa kau menolak ajakan ku waktu itu!!" ucap putri Yuan Hua dengan penekanan di dalam perkataannya.


Bersambung


__ADS_2