
Hari itu juga pangeran ke 3 pergi menuju Guild serikat dagang bersama Zeng Yi sang adik.
Di ruang pertemuan di guild serikat dagang, pangeran ke 3 mengangkat putri Yuan Hua sebagai ketua dan mengangkat Zeng Yi sebagai bendahara di Guild serikat dagang, hal itu di lakukan pangeran ke 3 agar ada yang mengisi kekosongan kepemimpinan selama pangeran ke 3 dan Nien Chu tak berada di tempat.
Setelah semua masalah terselesaikan maka hari itu juga pangeran ke 3 berangkat ke gunung Wongku untuk menemui ketua Wong Chen di sana.
Sementara itu Nien Chu yang telah selesai menguburkan ayahnya, segera mempersiapkan diri untuk berangkat menuju hutan binatang iblis, tujuannya hanya satu yaitu menjadi lebih kuat dari sebelumnya.
"Ayah, setelah aku mendapatkan apa yang kuinginkan di dalam hutan binatang buas, aku pasti akan datang untuk menjengukmu dan membalaskan apa yang telah putra mahkota lakukan pada mu," ucap Nien Chu.
Setelah bersujud tiga kali di depan kuburan sang ayah, maka mulailah Nien Chu melakukan perjalanan menuju ke hutan binatang iblis.
Di pinggir hutan, Nien Chu sudah merasakan hawa mencekam dari dalam hutan, yang membuat Nien Chu memutuskan untuk menghentikan langkahnya dalam memasuki hutan yang lebat itu.
"Hari mulai senja, ada baiknya aku masuk di kedalaman hutan besok pagi, karena binatang roh tingkat tinggi banyak yang berkeliaran di malam hari," batin Nien Chu.
Nien Chu segera membersihkan tempat di mana dia akan beristirahat di malam itu. "Kurasa malam ini aku akan aman di sini, karena aku belum berada di dalam kawasan hutan binatang iblis.
Ada baiknya aku mencari hewan buruan untuk mengisi perutku yang telah lapar di sekitar tempat ini, sebelum hari semakin gelap," batin Nien Chu.
Pada akhirnya Nien Chu berhasil mendapatkan hewan buruan yang memang banyak berkeliaran di pinggiran hutan binatang iblis.
Setelah memanggang dan memakan hasil buruannya, Nien Chu segera melakukan meditasi untuk bertemu inti api surgawi, namun sebelumnya Nien Chu telah memasang pelindung di sekitarnya, untuk mencegah binatang buas yang mencoba untuk memangsanya.
__ADS_1
Di dalam Dantian tempat keberadaan inti api surgawi, nampak seorang lelaki paruh baya tengah menunggu kedatangan Nien Chu.
"Guru apa yang harus kulakukan di dalam hutan binatang iblis ini?" tanya Nien Chu.
Di dalam hutan binatang iblis, terdapat 4 binatang roh di tingkat ke 8 dan satu binatang roh di tingkat ke 9, kelima binatang roh itu saat ini yang merajai hutan binatang iblis.
Saat ini binatang roh tingkat ke 9 telah semakin tua, dan ke empat binatang roh tingkat ke 8 terus mencoba mencelakainya untuk mendapatkan batu energi yang di miliki oleh raja hutan binatang iblis tersebut, agar dapat menembus tingkat ke 9.
Tingkat kultivasi binatang Roh.
1) Binatang roh tingkat pertama, sama halnya dengan para kultivator di tingkat ranah awal puncak.
2) Binatang roh tingkat ke 2, sama halnya dengan para kultivator di tingkat ranah menengah puncak.
4) Binatang roh tingkat ke 4, sama halnya dengan para kultivator di tingkat ranah kuasa langit.
5) Binatang roh tingkat ke 5, sama halnya dengan para kultivator di tingkat ranah jiwa.
6) Binatang roh tingkat ke 6, sama halnya dengan para kultivator di tingkat ranah roh.
7) Binatang roh tingkat ke 7, sama halnya dengan para kultivator di tingkat ranah Alam.
8) Binatang roh tingkat ke 8, sama halnya dengan para kultivator di tingkat ranah emperor.
__ADS_1
9) Binatang roh tingkat ke 9, sama halnya dengan para kultivator di tingkat ranah Suci.
Binatang roh di tingkat ke 10, sama halnya dengan para kultivator di tingkat ranah Dewa.
"Nien Chu di tengah hutan binatang iblis, tepatnya di sebuah air terjun yang mengalir jernih, di sana terdapat sebuah pedang berwarna hitam pekat yang dahulu pernah dipakai oleh seorang ksatria tanpa tanding, dan pedang itu kini mencari tuannya yang baru yang akan membawanya keluar dari dalam hutan binatang iblis, nama pedang itu adalah pedang Penguasa malam.
"Guru naluri hatiku berkata jika pedang hitam itu akan berjodoh denganku, dan semoga saja pedang penguasa malam akan menjadi milikku," ucap Nien Chu.
Laki laki paruh baya itu tersenyum mendengar jika Nien Chu menginginkan pedang penguasa malam. "Kau pasti akan mendapatkannya karena di darahmu mengalir darah yang sama yang pernah memiliki pedang penguasa malam sebelumnya, dan pastinya pedang itu tak akan menolak mu," gumam laki laki paruh baya itu.
*****
Pagi hari Nien Chu mulai masuk kedalam hutan binatang iblis, dan tiba tiba saja kabut racun berwarna ungu menyelimuti hutan itu.
Racun ini begitu sangat berbahaya, aku harus segera mencari tempat untuk menghindari kabut racun ini," batin Nien Chu sambil menutup hidungnya dengan kedua tangan yang di milikinya.
Tiba tiba saja suara inti api surgawi menggema di telinganya.
"Ini adalah kabut beracun yang ada di pinggir hutan binatang iblis, jika kau terus masuk ke dalam hutan maka kabut ini akan hilang dengan sendirinya, maka cepatlah kau masuk kedalam hutan jika tida dalam waktu beberapa detik kau tak akan mampu bertahan lagi," ucap inti api surgawi.
"Baik guru," jawab Nien Chu.
Mendengar perintah gurunya, Nien Chu segera melesat masuk kedalam hutan dengan menggunakan tehnik langkah bayangan yang dimilikinya.
__ADS_1
Bersambung.