Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Perburuan harta Karun 1


__ADS_3

Waktu terus berlalu hingga satu Minggu kedepan, jam pasir yang ada di depan portal pun sudah semakin menipis.


Satu persatu murid yang melakukan kultivasi di danau darah mulai keluar termasuk putri Zeng Yi. Kini yang tersisa hanyalah Nien Chu yang belum menampakkan batang hidungnya.


Hal itu membuat para guru besar yang ada di tempat itu menjadi gelisah, karena jika Nien Chu tak keluar dari dalam danau darah dengan waktu yang tersisa, maka danau darah itu akan menyerap energi tubuhnya dan meleburkannya menjadi air hingga lenyap tak tersisa.


"Apa yang harus kita lakukan tetua Tao Bao, jam pasir semakin lama semakin menipis tapi Nien Chu belum juga keluar dari dalam danau darah," ucap tetua Zi Zhi.


"Aku juga tak tahu apa yang telah terjadi dengan Nien Chu di dalam sana, dan tak mungkin kita mengambil resiko untuk mencarinya dengan sisa waktu yang sedikit seperti ini.


Kita hanya bisa berharap jika Nien Chu dapat keluar dari dalam danau darah sebelum portal tertutup, karena tak ada lagi yang bisa kita lakukan selain menunggunya di sini," jawab tetua Tao Bao.


Putri Zeng Yi yang mendengar obrolan tetua Tao Bao dan tetua Zi Zhi, begitu sangat cemas dan dia pun meminta kepada kedua guru besar tersebut untuk mencari Nien Chu ke dalam danau darah.


"Guru selamatkan kak Nien Chu," ucap putri Zeng Yi dengan mata berkaca-kaca.


"Tak ada yang bisa kita lakukan karena waktu untuk masuk ke dalam sana sangat lah menipis, kita hanya bisa berharap jika Nien Chu dapat keluar sebelum portal itu tertutup," jawab tetua Tao Bao.


Putri Zeng Yi tak kuasa membendung air matanya, isaknya pun mulai terdengar. "Kalau guru tak ingin mencarinya biar aku saja yang akan pergi untuk mencarinya," ucap putri Zeng Yi dengan berlari ke arah portal.


Sebelum Putri Zeng Yi masuk ke dalam portal, tiba-tiba saja pemuda yang ingin dicarinya muncul dari dalam portal yang makin lama makin memudar.


Putri Zeng Yi yang melihat Nien Chu keluar dari dalam portal, seketika itu berlari dan memeluknya. Putri Zeng Yi menumpahkan tangisnya di dada bidang Nien Chu.


"Hai...., mengapa kau menangis, apakah ada yang telah menyakitimu?" tanya Nien Chu.


"Kak Nien Chu kau telah membuatku cemas, aku mengira telah terjadi sesuatu padamu di dalam sana, hingga waktu yang tersisa habis yang akan membuat portal masuk ke dalam sana tertutup, sehingga aku takkan pernah melihatmu lagi," jawab putri Zeng Yi sambil memukul dada Nien Chu berkali kali, dan tak lama kemudian sang putri kembali memeluk Nien Chu sambil berkata, "Aku tak ingin kehilanganmu kak Nien Chu," ucap nya lirih.


"Sudahlah putri, aku tak apa-apa, ayo kita temui guru besar," ucap Nien Chu.


Maka mereka berdua berjalan beriringan untuk menemui tetua Tao Bao dan tetua Zi Zhi.


"Maaf guru karena telah membuat kalian berdua cemas dengan keberadaanku di dalam danau darah," ucap Nien Chu.


"Sudahlah Nien Chu tak usah kau pikir kan lagi, lebih baik kita kembali ke istana akademi untuk beristirahat, karena besok adalah waktu untuk kalian semua yang berada di sini pergi untuk berburu harta karun di paviliun langit," ucap tetua Tao Bao.


Dari jauh Hyun Micha yang melihat keakraban Nien Chu dan putri Zeng Yi begitu geram, dia begitu kesal melihat penghianatan Nien Chu kepada adiknya sehingga sang adik di hukum dan diasingkan di suatu tempat antah berantah.


"Hanya karena Zeng Yi merupakan putri seorang kaisar cahaya naga, kau tega menghianati cinta adikku. Walaupun aku tak menyukai adikku tapi apa yang kau pertontonkan ini, membuatku muak dan ingin muntah.


Besok merupakan hari perburuan harta karun di paviliun langit, dan aku tak akan menyia nyiakan kesempatan untuk membunuh kalian berdua," batin Hyun Micha.


*****


Di istana akademi bulan suci, segala persiapan para murid untuk mulai melakukan perburuan di paviliun langit telah dirampungkan.


Ada 10 murid senior yang merupakan 10 orang murid jenius akademi berumur 20 tahun, yang akan ikut serta dalam perburuan itu, dan mereka semua telah berada di tingkat kekuatan ranah suci, yang memang sengaja di ikut sertakan untuk menjaga para murid baru saat berada di paviliun langit.


Kepala akademi sedikit memberikan nasehat kepada para murid yang akan melakukan perburuan harta karun di paviliun langit, dan ketua istana akademi bulan suci itupun berkata. "Di paviliun langit terdapat berbagai macam senjata berkualitas dan berbagai macam artefak langit, jika kalian beruntung kalian bisa mendapatkannya dan bahkan mendapatkan kekuatan besar dari kekuatan leluhur kaisar terdahulu yang berada di paviliun langit.


Aku ingin kalian saling menjaga satu dengan yang lainnya, karena disana terdapat banyak binatang roh level 9 yang tingkat kekuatannya sama dengan tingkat kekuatan kultivator di ranah suci.

__ADS_1


Jika kalian menemukan seekor binatang roh berbentuk naga bertanduk petir, maka secepatnya kalian pergi, jauhi untuk bertarung dengannya karena hal itu akan sia sia belaka, jika tak ada kesempatan untuk dapat melarikan diri darinya ataupun melarikan diri dari binatang roh yang lainnya, maka saran ku hancurkan lah batu permata yang ada pada kalian semua, agar kalian semua bisa kembali ketempat ini dengan selamat.


Naga bertanduk petir sendiri merupakan naga roh legenda dengan kekuatan level 10 yang sudah berada di ranah Dewa, naga itu merupakan binatang kesayangan kaisar terdahulu yang tetap setia berada di paviliun langit untuk menjaga semua peninggalan Kaisar terdahulu, jadi berhati-hatilah dengannya," ucap kepala akademi.


"Kami semua akan mendengarkan nasehat guru besar," ucap Wang tianyang yang mewakili semua murid baru.


Setelah mendengar kesanggupan para murid, maka kepala akademi menyuruh semua murid untuk naik keatas punggung kura kura hijau bersayap, agar segera berangkat menuju ke wilayah paviliun langit.


Satu persatu para murid naik keatas punggung kura kura, setelah semua murid berada diatas punggung kura kura hijau bersayap, maka tetua Tao Bao yang di dampingi tetua Zi zhi segera memberangkatkan ke 35 murid menuju ketempat di mana paviliun langit berada.


Kura kura hijau bersayap terbang mengudara, dan pada akhirnya mereka semua tiba di sebuah tabir misteri. Tetua Tao Bao dan tetua Zi Zhi segera membuka tabir misteri dengan kekuatannya, maka tampaklah jalan menuju ke paviliun langit terpampang di depan mereka.


"Ini adalah jalan masuk menuju paviliun langit, kalian semua harus melewati hutan agar dapat sampai ke sana, dan ingat hutan itu banyak dihuni oleh binatang berbagai tingkatan," ucap tetua Tao Bao.


Setelah berkata seperti itu, kura-kura hijau bersayap terbang rendah dan mendarat di tempat itu.


"Aku dan tetua Zi Zhi tak bisa mengantarkan kalian untuk masuk ke dalam sana, karena ada pembatas yang tak bisa ditembus oleh kami berdua, jadi hanya kalian yang dapat masuk ke dalam sana dan untuk itu berangkatlah," ucap tetua Tao Bao.


"Jaga diri kalian semua, karena hidup dan mati kalian berada di tangan kalian sendiri," timpal tetua Zi Zhi.


*****


Para murid segera turun dari atas punggung kura-kura hijau, dan merekapun membagi kelompok menjadi 5 kelompok berbeda, dengan 2 orang murid senior yang menjadi pimpinan atau ketua dari masing-masing kelompok.


Putri Zeng Yi ikut kelompok Nien Chu, dan merekapun mulai melakukan perburuan.


Kelompok Nien Chu mengambil sisi sebelah kiri, dan terus berjalan menyusuri hutan.


Karena hanya putri Zeng Yi seorang diri wanita dalam kelompok, maka semua laki-laki yang berada dalam kelompok itu begitu sangat menjaganya, dan memberikan perhatian lebih kepada putri Zeng Yi yang bagi mereka merupakan wanita cantik dan menarik hati.


"Sepertinya kita telah berada di tengah hutan, dan aku minta kepada kalian semua untuk dapat segera menyiapkan diri untuk menyambut datangnya malam, karena binatang roh begitu sangat aktif di malam hari.


Kita akan membagi tugas, Nien Chu, Nang na, pergilah untuk mencari hewan buruan agar dapat kita makan sebelum malam tiba, Guqin pergilah mencari kayu bakar untuk kita pakai membakar hewan buruan yang ditangkap oleh Nien Chu dan Nang na.


Sementara Jing Chi dan juliang, kalian berdua buatlah tenda untuk kita pakai beristirahat malam ini, dan putri Zeng Yi biar bersamaku kalian tak mungkin menyuruh seorang wanita untuk mengerjakan itu semua bukan?" ucap senior Zong Li yang merupakan ketua di dalam kelompok itu.


Nien Chu merasakan jika senior Zong Li mempunyai kesukaan terhadap Putri Zeng Yi, itu sangat terlihat jelas di matanya sehingga dia tak merasa khawatir untuk meninggalkan Sang Putri bersamanya, yang tentunya senior Zong Li akan menjaga Sang Putri dari binatang roh yang merupakan momok menakutkan di dalam hutan itu.


"Aku ikut kak Nien Chu untuk mencari binatang buruan, biar saudara Guqin yang tinggal di sini untuk membantu memasang tenda," ucap putri Zeng Yi tiba tiba.


"Kau tak bisa pergi bersama Nien Chu karena akan sangat berbahaya bagimu, ini perintah dan kamu tak boleh melanggarnya," ucap senior Zong Li mempertegas perkataannya.


"Aku tak takut dalam bahaya jika bersama kak Nien Chu, walaupun kau seorang ketua dalam kelompok ini tapi aku tak ingin diatur olehmu. Ayo kak Nien Chu kita pergi bersama," jawab putri Zeng Yi kemudian menarik tangan Nien Chu untuk berburu binatang buruan.


"Bagai mana dengan ku senior Zong Li?" tanya Nang na.


"Apakah kau tak punya otak dan terlampau bodoh sehingga kau tak bisa berpikir sendiri? senior Juliang dan Jing Ci tengah membuat tenda kau bisa ikut membantunya ke sana," ucap senior Zong Li dengan kekesalan dihatinya saat melihat putri Zeng Yi lebih memilih Nien Chu dari pada dirinya, dan Imbas kekesalannya itu adalah Nang na.


Nang na tak menyangka jika murid senior yang menjadi ketua kelompok di dalam timnya begitu sangat arogan, dia begitu kasar dan sok kuasa cuma gara-gara dia merupakan murid senior dan memiliki ranah tingkatan lebih tinggi dari ke 5 murid baru.


Nang na berjalan menuju ke arah senior Juliang dan Jing ci yang tengah membuat tenda, dengan rasa penuh kekesalan dan sakit hati atas perkataan senior Zong Li padanya.

__ADS_1


Setelah Nang na pergi meninggalkannya, senior Zong Li meraih batu besar yang ada di tanah, dan menggenggamnya hingga hancur menjadi debu.


"Di dalam hutan ini siapa yang kuat dialah yang berkuasa, sehingga aku bisa melakukan apapun sesuai dengan keinginanku, apalagi tak ada guru besar istana Akademi bulan suci disini, sehingga aku bisa aman melakukan apapun juga.


Nien Chu masih berada di ranah tingkat Alam dan sangat mudah bagiku untuk melenyapkannya.


Aku akan mencari cara untuk menjauhkan Nien Chu dari putri Zeng Yi, dan di saat mereka terpisah maka aku akan dengan mudah melenyapkan Nien Chu, semua itu agar tak ada halangan lagi bagi ku untuk mendapatkan putri Zeng Yi," batin senior Zong Li.


Sementara itu di dalam hutan, terjadi percakapan antara Nien Chu dan putri Zeng Yi.


"Mengapa kau tak tinggal bersama senior Zong Li untuk beristirahat?" tanya Nien Chu pada sang putri.


"Aku tak suka kepadanya Kak, dia sok berkuasa dengan menyuruh kita semua untuk bekerja, sementara dirinya sendiri hanya duduk dan tak melakukan apa-apa.


Aku juga tak suka dengan caranya memandangku, dia seperti ingin menerkam ku saja," jawab putri Zeng Yi.


"Mungkin senior Zong Li menyukai mu," ucap Nien Chu dengan tertawa kecil.


Putri Zeng Yi menghentikan langkahnya dan menatap tajam ke arah Nien Chu. Apa yang dilakukan putri Zeng Yi membuat Nien Chu merasa heran.


"Ada apa putri?" tanya Nien Chu sambil melirik ke kanan dan ke kiri, untuk memastikan apakah ada binatang roh yang menakuti Sang Putri.


"Kak Nien Chu apakah kau tak peka dengan perasaanku kepadamu, sehingga kau biasa-biasa saja saat senior Zong Li berusaha untuk mendekatiku? kak Nien Chu Aku mencintaimu!" ucap putri Zeng Yi yang tak malu-malu lagi mengungkapkan perasaannya.


Nien Chu begitu sangat terkejut dengan pengakuan yang keluar dari mulut putri Zeng Yi, hingga Nien Chu terbatuk batuk karena tersedak oleh ludahnya sendiri.


"Sudahlah putri, kau jangan bercanda lagi padaku, lebih baik kita mencari hewan buruan sebelum malam tiba," ucap Nien Chu sambil meraih tangan kiri Putri Zeng Yi.


"Tunggu kak Nien Chu, aku tak pernah bercanda dengan apa yang kukatakan kepadamu hari ini, dan kakak ku pangeran ke 3 juga telah mengetahui jika aku menyukaimu, dan dia sangat berharap jika kau adalah pasangan hidupku di masa depan," ucap putri Zeng Yi kembali.


Nien Chu terdiam, dia merasakan perkataan putri Zeng Yi sungguh sungguh, karena Nien Chu melihat keseriusan di wajah sang putri.


"Apa yang harus aku lakukan untuk menjawab pertanyaan putri Zeng Yi, tak mungkin aku menolak cintanya disaat genting seperti ini, karena jika aku salah dalam menjawab perkataannya maka akan sangat berakibat fatal bagi sang putri.


Penolakan ku itu tentunya akan mengganggu mentalnya, apalagi saat ini aku dan dia tengah berada di dalam hutan yang dipenuhi dengan binatang roh tingkat tinggi, dan untuk menyikapi itu semua aku harus berpikir keras agar tak menyakiti hatinya, karena tujuan hidupku adalah untuk menjadi kuat dengan menembus ranah tingkat Dewa, sehingga aku dapat mengetahui siapa sebenarnya wanita yang pernah ada di dalam alam sadar ku, yang telah mengakui dirinya sebagai ibuku yang sesungguhnya," batin Nien Chu.


"Kak Nien Chu, apakah kau masih memikirkan wanita yang bernama Hyun Zi, sehingga kau tak memberikan tanggapan dengan apa yang aku katakan kepadamu?" tanya putri Zeng Yi.


Deg...!!, kembali jantung Nien Chu bergemuruh saat mendengar nama Hyun Zi di sebutkan oleh putri Zeng Yi, akan tetapi Nien Chu yang mulai tenang kembali buru-buru berkata.


"Mengapa kau membawa nama Hyun Zi sementara dia tak ada hubungannya dengan kita. Putri aku belum berpikir untuk mencari pasangan hidup, karena aku mempunyai cita-cita untuk menjadi seorang kultivator yang pilih tanding, agar aku dapat menjaga orang-orang yang ku sayangi seperti halnya dirimu," jawab Nien Chu.


Putri Zeng Yi tersenyum mendengar perkataan Nien Chu, lantas diapun berkata.


"Kak Nien Chu, aku akan menunggumu sampai kapanpun itu, walaupun usia kita nanti telah menjadi tua.


Kak Nien Chu aku berjanji kepadamu aku takkan pernah menikah dengan orang lain selain dirimu, karena kau adalah cinta pertama dan terakhirku," ucap putri Zeng Yi.


Nien Chu menganggukkan kepalanya untuk menyenangkan hati wanita cantik yang ada di hadapannya itu, setelah itu Nien Chu mengajak putri Zeng Yi untuk mencari kembali hewan buruan yang belum ada satupun yang didapatkannya. Dan dalam pencarian hewan buruan itu terlihat putri Zeng Yi begitu ceria, karena dia telah sedikit mendapatkan harapan cinta dari Nien Chu pemuda yang saat ini begitu di cintainya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2