Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Masalah di rumah makan


__ADS_3

Siang hari, Nien Chu bersama Zeng Wu sampai di gerbang kota kekaisaran, kepala penjaga segera gerbang segera menyambut mereka berdua dengan tergesa gesa.


"Silahkan pangeran ke 3," ucap kepala penjaga gerbang kota kekaisaran sambil mempersilahkan pangeran ketiga menaiki kereta kuda yang telah dipersiapkannya.


Nien Chu tersentak kaget, tak dia tak menyangka jika teman barunya merupakan pangeran 3 dari kekaisaran cahaya naga.


Setelah melewati gerbang kota Nien Chu segera memberi hormat kepada pangeran Zeng Wu, yang membuat pangeran Zeng Wu memegang bahu kanan Nien Chu lantas berkata.


"Aku jarang memiliki teman, dan mereka yang terlanjur berteman dengan ku hanya memandang statusku sebagai seorang pangeran dari kekaisaran cahaya naga, dan jika tak ada status pangeran yang ku sandang maka kupastikan tak ada yang ingin berteman denganku, beda denganmu Nien Chu kau dengan ikhlas ingin berteman denganku walaupun waktu itu kau tak mengetahui statusku sebagai seorang pangeran," ucap pangeran Zeng Wu. ( pangeran Zeng Wu merupakan keturunan dari raja Zeng Bil Ang di masa yang sekarang ).


"Ini merupakan token atau lencana emas dariku, jika siapapun yang melihat lencana ini maka orang itu akan mengetahui jika kau merupakan orang kepercayaan ku," ucap pangeran Zeng Wu sambil memberikan lencana emasnya kepada Nien Chu.


Nien Chu lantas menerima lencana emas dari sang pangeran, kemudian diapun berkata. "Terimakasih atas pemberian lencana emas darimu pangeran, paling tidak aku akan merasa aman di dalam kota kekaisaran dengan adanya pemberian lencana emas darimu ini," ucap Nien Chu.


"Mungkin kita akan berpisah disini, dan kuharap kau segera ke istana untuk menemuiku setelah kau selesai berurusan dengan ayahmu," ucap pangeran Zeng Wu.


"Baik pangeran," jawab Nien Chu.


Dan pada akhirnya Nien Chu turun dari kereta kuda, dan pangeran Zeng Wu meninggalkan Nien Chu di tempat itu.


Setelah kepergian pangeran Zeng Wu, Nien Chu meneruskan perjalanan menuju ketengah kota untuk mencari ayahnya, karena telah merasa lapar Nien Chu pada akhirnya menuju ke sebuah rumah makan besar di tengah kota.

__ADS_1


Nien Chu melihat tamu rumah makan itu memakai baju baju yang bagus, layaknya seorang saudagar besar maupun seorang pembesar istana, tak seperti dirinya yang memakai baju biasa-biasa saja.


Karena rasa lapar yang tak bisa di tahannya lagi akibat perjalanan jauh yang ditempuhnya bersama pangeran Zeng Wu, membuat Nien Chu tak memperdulikan hal itu, diapun masuk ke dalam rumah makan besar itu dan meminta pelayan untuk menyiapkan makanan yang ingin dimakannya.


Bukannya pelayan membawakan makanan, malahan diam membawa beberapa kultivator keamanan rumah makan, untuk membawa Nien Chu keluar dari dalam rumah makan.


"Rumah makan ini diperuntukkan bagi orang-orang yang mempunyai kedudukan maupun jabatan besar di dalam istana maupun di kota kekaisaran, tak diperuntukkan bagi orang-orang biasa seperti mu jadi sebelum hal buruk terjadi padamu, aku minta kau segera keluar dari dalam rumah makan ini," ucap pelayan tersebut dengan mempertimbangkan apa yang di lihatnya, yaitu pakaian yang digunakan Nien Chu hanya biasa-biasa saja, dan para keamanan rumah makan itu juga melihat jika tingkat kultivasi yang dimiliki Nien Chu hanya di ranah tingkat menengah awal saja, hal itu membuat para keamanan rumah makan merasa jika Nien Chu tak pantas berada di rumah makan besar yang hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang memiliki kedudukan saja.


"Mengapa kalian mengusirku, aku akan membayar setiap makanan yang aku makan di rumah makan ini, dan seharusnya kalian semua merasa senang karena aku bisa makan di rumah makan ini dengan membayar, dan jika pelayanan kalian baik maka akupun akan memberikan tips pada kalian semua," jawab Nien Chu.


"Cukup anak muda, kau jangan memperpanjang masalah ini karena orang-orang seperti itu tak akan mungkin bisa membayar makanan mahal di tempat ini," ucap kepala keamanan rumah makan besar itu.


Merasa diremehkan oleh para keamanan rumah makan, Nien Chu lantas mengeluarkan 5 kantong koin emas penuh ke atas meja.


Tiba tiba seorang pengunjung rumah makan yang merupakan petinggi kekaisaran cahaya naga menggebrak meja hingga hancur berkeping-keping, dia merasa diremehkan dengan perkataan Nien Chu yang ingin mentraktir semua orang yang ada dalam rumah makan termasuk dirinya sendiri.


"Anak muda, apakah kau sudah sekaya itu hingga ingin mentraktirku!!, aku curiga 5 koin emas yang berada di atas meja itu merupakan hasil curian karena tak mungkin pengemis sepertimu mampu untuk mendapatkan koin emas sebanyak itu!!" ucap petinggi kekaisaran sambil melangkah ke arah Nien Chu.


Takut hal buruk akan terjadi dan tentunya akan mempersulit ayahnya berada di kekaisaran kota, Nien Chu lantas mengeluarkan token atau lencana emas Pangeran ketiga, dan memperlihatkan Token itu kepada orang-orang tersebut.


"Jika begitu halnya, apakah dengan token emas ini aku bisa makan di sini?" tanya Nien Chu yang begitu tenang menghadapi masalah yang terjadi.

__ADS_1


Semua orang saling berpandangan satu dengan yang lainnya, mereka tak menyangka jika seorang gembel dalam pandangan mereka mempunyai token emas milik pangeran ketiga 3, hingga petinggi kekaisaran yang tadinya begitu gusar dan marah terhadap keberadaan Nien Chu, pada akhirnya menghentikan langkahnya dan mempertanyakan di mana Nien Chu mendapatkan token emas itu.


"Dimana kau mendapatkan token emas itu?" tanya petinggi kekaisaran cahaya naga.


"Apakah aku harus menjawabnya?, jika kalian memang ingin mencari masalah dengan ku maka token ini akan memberikan jawabannya, apakah kalian semua punya nyali untuk berlaku kasar terhadap ku!!" ucap Nien Chu sambil menatap ke arah mereka semua.


Petinggi kekaisaran yang menduduki jabatan sebagai walikota di wilayah kekaisaran, dan para penjaga rumah makan seketika itu terdiam, walaupun mereka semua merasa jika Nien Chu mendapatkan token emas itu dari hasil mencuri, akan tetapi mereka semua pun tak mau gegabah dalam mengambil kesimpulan karena token emas itu merupakan milik sang pangeran, dan yang mendapatkannya merupakan orang-orang pilihannya yang tentunya akan bermasalah jika sampai pemilik token tersinggung.


"Ini tak bisa dipercaya mengapa anak muda ini memiliki lencana emas dari pangeran ke-3, dan tak mungkin juga dia bisa mencuri dari sang pangeran yang terkenal cerdik dan memiliki kemampuan di atas rata-rata orang-orang seusianya, lebih baik aku menghindari berbenturan dengan bencana emas yang dimiliki anak muda ini, daripada aku barusan dengan pangeran ketiga yang tentunya kedudukanku saat ini pasti akan terancam," batin walikota kekaisaran.


Tiba tiba saja seorang wanita yang melihat perbincangan itu dari sudut ruangan tempatnya berada segera datang menghampiri, dia adalah putri Yuan Hua anak satu-satunya yang dimiliki bangsawan Yuan.


"Aku tak yakin jika kau pemilik rencana emas itu, sepupuku pangeran Zeng Wu tak akan mungkin memberikan lencana emas kepada sembarang orang, apalagi orang itu adalah kau Nien Chu!!" ucap sang putri.


"Nien Chu menatap wanita yang baru datang itu, dan alangkah terkejutnya Nien Chu saat melihat wanita itu adalah Putri Yuan Hua, wanita yang telah menyerangnya di dalam pesta ulang tahun tuan muda keluarga Tao, yang membuat wanita itu terluka oleh senjata rahasianya sendiri.


"Celaka, ini akan menjadi masalah baru bagi ku, mengapa Putri Yuan Hua berada di saat-saat genting seperti ini, dan hal ini pasti akan membuat orang-orang di sini akan memburu dan menangkap ku," batin Nien Chu.


Nien Chu lantas berdiri dan berkata. "Jika memang aku tak diperbolehkan makan di tempat ini maka sudahlah, aku tak akan memperpanjang masalah dan akan pergi meninggalkan rumah makan ini," ucap Nien Chu.


"Kau tak akan bisa pergi meninggalkan tempat ini karena ada dua hal yang perlu kau pertanggungjawabkan, yang pertama kau telah melukaiku di wilayah kota wutang yang merupakan bagian dari kekaisaran cahaya naga, yang kedua kau telah membawa lencana emas Pangeran ketiga tanpa ada kejelasannya, dan untuk itu kau wajib ditangkap dan diadili di sidang kekaisaran cahaya naga.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2