
Setelah berganti pakaian, jendral Jatayu langsung berjalan kearah 7 orang pemburu binatang roh yang masih berada di luar toko.
"Apakah hari ini kalian akan pergi berburu?" tanya jendral Jatayu.
"Benar, kami akan pergi berburu malam nanti," jawab salah seorang pemburu.
"Aku ingin melakukan penawaran pada kalian, bagaimana jika kalian membawaku masuk kedalam kota glory, maka aku akan memberikan batu inti roh ini pada kalian semua," ucap jendral Jatayu sambil memperlihatkan sekantong batu inti roh kepada ke 7 pemburu.
Melihat sekantong batu inti roh, membuat ketujuh pemburu merasa senang, mereka tak susah susah mencari binatang roh kedalam hutan karena apa yang mereka cari sudah ada di depan mata.
"Mengapa kau ingin kami kami mengantarmu masuk kedalam kota glory sementara kau bisa masuk sendiri kesana," ucap salah seorang pemburu yang merasa curiga.
"Saat ini aku kehilangan lencana untuk masuk kedalam gerbang ibu kota, dan jika kalian tak ingin mengantarku maka aku akan memberikan penawaran ini kepada orang lain yang sanggup untuk mengantarku kesana," ucap jendral Jatayu dan berlalu pergi.
"Tunggu!!, tuan kami akan mengantarmu kesana, untuk persoalan masuk kedalam gerbang ibukota itu persoalan gampang bagi kami, jika tuan memberikan batu inti roh itu maka kami semua akan mengantar anda sekarang juga," ucap salah seorang pemburu yang menjadi ketuanya.
"Ambillah batu inti roh ini, tapi ingat jika kalian menipuku maka nyawa kalian yang akan menjadi taruhannya," ucap jendral Jatayu sambil mengeluarkan aura yang sangat menindas kepada mereka semua.
Aura yang di lepaskan jendral Jatayu membuat ke tujuh pemburu tak berkutik, mereka semua tak bisa bergerak dan kesulitan untuk bernapas.
"Kami tak a..a..kan menipu Anda tu...tu..An," jawab pemimpin para pemburu dengan terbata bata.
"Bagus aku pegang janji kalian semua," ucap jendral Jatayu sambil menarik kembali aura yang telah dilepaskannya, hingga ketujuh pemburu dapat bergerak dan bernapas dengan lega.
Dengan bantuan para pemburu jendral Jatayu berhasil melewati gerbang kota glory dengan aman, setelah itu para pemburu meminta ijin untuk berpisah dari jendral Jatayu.
Setelah para pemburu pergi, jendral Jatayu memilih masuk kedalam rumah makan yang ada di dekatnya berada, untuk mencari keterangan keberadaan desa batu dan juga untuk mengisi perutnya yang sudah lapar.
Di rumah makan jendral Jatayu memesan beberapa makanan dan minuman, sambil mendengarkan percakapan para pengunjung yang sedang makan.
"Aku rasa pangeran pheonix akan mati di tangan pangeran Huang Qin dalam pertarungan 3 tahun, dan aku yakin di awal awal pertarungan dia pasti akan mampus," ucap salah satu pengunjung yang mejanya tak jauh dari jendral Jatayu berada.
__ADS_1
"Kau benar kawan, tak akan mudah bagi pangeran pheonix untuk mengalahkan pangeran kita, dan yang mengherankan mengapa Syin Yin memilih untuk menjadi wanita dari pangeran pheonix, padahal pangeran Huang Qin begitu mencintainya," timpal yang lainnya.
"Biarkan saja kawan, setelah pangeran pheonix mati maka wanita itu akan menyesal telah meninggalkan pangeran Huang Qin dan juga kekaisaran Glory, demi untuk menjadi kekasih Thien Yu yang kudengar merupakan pemuda mata keranjang," ucap yang lainnya.
Mendengar pangerannya selau di hina, membuat jendral Jatayu geram diapun langsung meremas tinjunya sendiri.
"Jika aku tak mendapatkan titah dari pangeran untuk mencari Feng Yu, maka hari ini adalah hari terakhir kalian untuk hidup," batin jendral Jatayu.
Tak lama kemudian pelayan datang membawa makanan pesanan sang jendral.
"Silahkan tuan, jika masih ada makanan yang ingin anda pesan maka tuan bisa memanggil saya kembali," ucap pelayan rumah makan.
"Pelayan, aku ingin ke desa batu karena ada kerabat yang ingin ku kunjungi disana, apakah kau bisa menerangkan padaku dimanakah desa batu itu berada?" tanya jendral Jatayu.
"Desa batu merupakan bagian dari kota rumpun bambu, jika tuan ingin kesana maka tuan bisa berjalan kearah barat, perjalanan kesana menempuh waktu dua hari dua malam dengan perjalanan berkuda," jawab pelayan.
"Trimakasih atas keterangan mu pelayan, ini adalah bayaran untuk makananku dan sisanya untukmu," ucap jendral Jatayu sambil berlalu pergi tanpa memakan sedikitpun makanan yang di pesannya.
"Ini merupakan hari keberuntunganku, aku mendapatkan banyak koin emas dari pengunjung itu, dan makanan yang tak di sentuhnya ini bisa kubawa pulang untuk keluargaku," batin sang pelayan dengan senyum keceriaan di wajahnya.
Sementara itu Jatayu yang melesat cepat kearah barat, masih merasa kesal dengan para pengunjung rumah makan yang telah menghina pangerannya, sehingga membuat selera makannya pun menjadi hilang saat itu.
"Aku harus segera menemui Feng Yu secepatnya, aku tak ingin pangeran menunggu kedatangannya terlalu lama," batin jendral Jatayu.
Dengan merubah bentuk tubuhnya menjadi burung surgawi, jendral Jatayu melesat cepat kearah barat.
Dalam waktu setengah hari perjalanan, jendral Jatayu telah berhasil tiba di Desa batu tanpa halangan yang melanda.
Dengan merubah wujudnya menjadi manusia biasa, jendral Jatayu menanyakan keberadaan Feng Yu pada seorang penduduk desa batu yang kebetulan berpapasan dengannya di jalan.
"Paman, aku datang kedesa batu untuk mencari seorang pemuda yang bernama Feng Yu, dapatkah paman memberitahukan kepadaku di mana keberadaannya saat ini?" tanya jendral Jatayu kepada seorang laki laki paru baya yang tengah membawa cangkul di bahunya.
__ADS_1
"Tuan muda Feng Yu berada di bangunan besar di ujung sana, jika kau ingin menemuinya maka pergilah kebangunan besar itu," ucap laki laki paruh baya tersebut.
"Trimakasih atas petunjuknya paman," ucap jendral Jatayu, kemudian diapun pergi menuju kearah bangunan besar yang di tunjuk oleh laki laki paruh baya tersebut.
Di dalam bangunan besar tersebut, seorang pemuda datang menemui jendral Jatayu. "Ada urusan apa anda mencariku?" tanya pemuda itu yang tak lain adalah Feng Yu.
"Aku adalah jendral Jatayu, aku kesini untuk membawa anda menuju ke istana pheonix untuk menemui pangeran Thien Yu," ucap jendral Jatayu.
Sesaat Feng Yu menatap tajam kearah laki laki yang ada di hadapannya, di dalam ingatan Feng Yu sepertinya dia pernah melihat laki laki itu tapi entah dimana. Setelah melihat lekat lekat laki laki yang ada di hadapannya, Thien Yu pun baru menyadari jika laki laki itu merupakan jendral Jatayu dari kekaisaran phoenix, karena sebelumnya Feng Yu pernah bertemu beberapa kali dengan sang jendral sewaktu masih berada di kerajaan cahaya nirwana, dalam mengikuti kompetisi murid terpilih disana.
Dengan cepat Feng Yu langsung menggenggam tinju memberi hormat pada sang jendral.
"Maafkan aku karena tak menyadari jika anda adalah jendral besar dari kekaisaran pheonix," ucap Feng Yu.
Sudahlah, kau tak usah sungkan begitu, pangeran Thien Yu menitipkan ini padamu," ucap sang jendral kembali.
"Belati merah darah, dia memang benar utusan dari adikku Thien Yu, tapi mengapa dia mengatakan jika adikku merupakan seorang jendral dari ke kaisaran pheonix?" batin Feng Yu.
Sesaat Feng Yu terdiam, dia berpikir keras dan bertanya tanya mengapa sang adik bisa menjadi seorang pangeran.
Diam nya Feng Yu dapat di ketahui oleh jendral Jatayu, sang jendral langsung menceritakan semua yang di ketahuinya tentang Thien Yu kepada Feng Yu, dan pada akhirnya Feng Yu mengerti dengan semua yang terjadi sehingga Thien Yu bisa menjadi seorang pangeran di negeri pheonix. Dengan jadinya Thien Yu sebagai seorang pangeran di negeri pheonix, hal itu membuat Feng Yu sangat bangga pada pada sang adik.
"Tak kusangka kau adalah seorang pangeran adikku, walaupun kau seorang pangeran kau tetap tak melupakan kakak mu ini," batin Feng Yu.
Setelah mencerna keadaan yang ada, Feng Yu lantas berkata.
"Aku akan ikut bersamamu ke istana pheonix, tapi sebelumnya aku ingin membalaskan dendam ku kepada walikota rumpun bambu, karena dia yang telah membunuh ibuku lewat orang orang suruhannya," ucap Feng Yu.
Jika menyangkut keluarga pangeran, maka aku akan ikut dalam membinasakan walikota rumpun bambu, aku sendiri yang akan mewakili pangeran Thien Yu," ucap jendral Jatayu.
Mendengar hal itu, Feng Yu langsung mengiyakan dengan menganggukkan kepalanya. Dan malam itu juga Feng Yu bersama jendral Jatayu pergi ke kota rumpun bambu untuk membinasakan walikota yang memimpin kota tersebut.
__ADS_1
Bersambung