
Nien Chu dapat bernapas dengan lega karena telah mengalahkan sosok iblis yang membuat Pangeran ketiga tak berdaya.
Nien Chu membuka matanya dan menyimpan kembali bunga teratai Nirwana ke dalam tubuhnya, setelah melihat adanya pergerakan dari pangeran ketiga.
"Kau sudah sadar pangeran, dan bagaimana keadaan mu sekarang?" tanya Nien Chu.
"Nien Chu apa yang terjadi padaku?" jawab Pangeran ke 3 balik bertanya.
Sebelum Nien Chu menjawab pertanyaan pangeran ke 3, tiba-tiba saja Nien chu merasakan adanya getaran kuat di tanah yang menandakan adanya pertarungan hebat di luar sana.
Nien Chu merasakan gejolak dari kontrak darah milik Tency yang kini bergejolak hebat, semua itu menandakan jika saat ini Tency tengah melakukan pertarungan dengan seseorang yang begitu sangat dibenci nya.
"Pangeran kau beristirahatlah dulu di sini, aku akan menjelaskan semuanya nanti tapi sebelumnya aku akan pergi meninggalkan mu disini," ucap Nien Chu.
Tampan mendengar jawaban Pangeran ketiga, Nien Chu melesat keluar ruangan itu dengan menggunakan teknik langkah bayangan, sehingga dalam sekejap mata dia telah berada di tempat pertarungan.
Tampak tetua Cin Ling tengah terluka, walaupun demikian dia masih mampu bertarung dengan Tency.
"Hentikan pertarungan ini...." teriak Nien Chu dengan disertai pengerahan tenaga dalam.
Mendengar teriakan tuan mudanya, Tency seketika itu juga menghentikan pertarungannya.
Yihan segera menyongsong tetua Cin Ling yang terluka akibat pertarungannya dengan sosok rubah putih berekor 3.
Tency segera merubah dirinya menjadi seorang manusia, dan tanpa menghiraukan Nien Chu dia segera pergi melesat ke arah An Yue yang tergeletak di tanah.
Nien Chu yang melihat hal itu tak tinggal diam, dia pun melesat ke arah An Yue yang kini berada dipelukan Tency.
"Tolong An Yue tuan muda..., jangan biarkan dia mati.." pinta Tency.
Nien chu segera memeriksa keadaan An Yue dengan merasakan denyut nadi di tangan kanannya.
"Celaka..., nyawa An Yue berada di ujung tanduk, semoga saja aku masih bisa menyelamatkannya," batin Nien Chu.
Nien Chu segera mengeluarkan teratai nirwana dari dalam tubuhnya, dan dengan duduk bersila dia pun menyatukan kekuatan teratai nirwana dengan teknik jari matahari yang dimilikinya, untuk segera menyelamatkan nyawa An Yue.
"Untung saja masih ada harapan bagi An Yue untuk hidup," batin Nien Chu.
__ADS_1
"Tency.., untuk sementara nyawa An Yue bisa terselamatkan, aku akan menyembuhkannya tapi tidak disini, aku memerlukan tempat untuk menggunakan teknik akupuntur jari matahari."
"Aku ingin kau sekarang membubarkan seluruh binatang roh yang mengelilingi puncak gunung Wongku, karena keberadaan mereka semua membuat keadaan puncak gunung wungku menjadi bising karena suara-suara yang keluar dari mulut binatang roh itu," perintah Nien Chu.
"Baik tuan muda...," jawab Tency kemudian pergi untuk membubarkan seluruh binatang roh yang mengelilingi puncak gunung Wongku.
Setela kepergian Tency, Nien Chu membawa An Yue di dalam gendongannya, kemudian dia pun menghampiri Yihan yang kini tengah membantu tetua Cin Ling yang tengah terluka.
"Berikan pil teratai Nirwana yang telah kumurnikan ini kepada ketua Wong Chen dan tetua Cin Ling, agar luka dalam yang dideritanya bisa pulih seperti sedia kala," ucap Nien Chu.
"Baiklah Nien Chu," jawab Yihan kemudian menerima 2 pil emas pemberian dari Nien Chu.
"Yihan..."
Sapaan dari pangeran ke 3 yang secara tiba-tiba mengejutkan Yihan.
Melihat Pangeran ketiga telah mengenalinya, membuat Yihan merasa senang dan dengan berlari kecil, Yihan menghamburkan dirinya kepelukan Pangeran ketiga.
Isak tangis seketika itu keluar dari mulut Yihan, dia merasa begitu sangat bahagia melihat pemuda yang sangat dicintainya telah pulih seperti sedia kala.
Nien Chu tak ingin berlama-lama di tempat itu, dia pun langsung menuju ke bangunan tempat di mana pangeran ketiga terbaring sebelumnya.
"Tency aku ingin kau menjaga bangunan ini, dan aku tak ingin ada siapapun juga yang masuk ke dalam bangunan ini tanpa terkecuali," ucap Nien Chu.
"Baik tuan muda," jawab Tency.
Setelah Nien Chu masuk ke dalam bangunan kayu, Tency merubah dirinya menjadi seekor binatang roh surgawi berwujud rubah putih berekor 3, dan dengan serius dia menjaga bangunan tersebut.
Di dalam ruangan yang cukup besar, Nien Chu membaringkan tubuh An Yue di sebuah pembaringan.
Nien Chu lalu mengambil sebuah kain kemudian menatap tajam ke arah An Yue.
"An Yue maafkan aku, walaupun nantinya kau akan marah dan membenciku padaku, aku tak peduli, semua yang kulakukan ini demi untuk menyelamatkanmu dari kematian," ucap Nien Chu.
Nien Chu kemudian menutup matanya dengan menggunakan kain yang telah dipersiapkannya, dan tak lama kemudian tangannya bergerak dengan cepat melepaskan satu persatu pakaian yang menempel di tubuh An Yue hingga tak tersisa.
"Aku harus melakukan ini, karena sangat berbahaya bagimu jika jarum emas dari teknik akupuntur jari matahari menyentuh sebuah benda walaupun itu merupakan sehelai benang," ucap Nien Chu.
__ADS_1
Nien Chu kemudian mengeluarkan kembali bunga teratai nirwana dari dalam tubuhnya, dan bunga teratai Nirwana itu pun mengambang di atas tubuh An Yue, dengan mengeluarkan sinar emas dari dalam kelopaknya.
Dengan cepat Nien Chu mengeluarkan 12 jarum emas, dan dengan menggunakan teknik akupuntur jari matahari dia pun mulai mengobati luka parah di tubuh An Yue.
Telah dua hari Nien Chu berada di dalam ruangan itu, sementara Tency masih tetap berdiri kokoh di depan pintu masuk bangunan yang terbuat dari kayu.
Keadaan tetua Wong Chen dan tetua Cin Ling mulai membaik dan hampir dibilang telah 75% luka dalam yang dideritanya telah pulih.
Kedua tetua, Yihan dan Pangeran ketiga, tak ada yang berani mendekat ke bangunan tempat keberadaan Nien Chu yang tengah menyembuhkan An Yue berada, mereka semua takut dengan keberadaan Tency yang menjaga bangunan tersebut.
Di hari yang ke 5, Nien Chu berhasil menyembuhkan An Yue.
Dengan segera Nien Chu memasukkan kembali teratai Nirwana ke dalam tubuhnya, begitu pun juga dengan ke 12 jarum yang merupakan artefak langit tingkat surga ke dalam tubuhnya.
Nien Chu kemudian melakukan meditasi di tempat itu, untuk menyerap energi dari teratai Nirwana yang berada di dalam tubuhnya.
Disaat Nien Chu bermeditasi dengan kain penutup mata yang masih melekat di kepalanya, An Yue pun mulai tersadar.
Wanita muda itu begitu sangat terkejut melihat tubuhnya tanpa busana di atas pembaringan, dan betapa terkejutnya lagi saat melihat Nien Chu berada di tempat itu dan tengah melakukan meditasi.
Dengan cepat An Yue memakai pakaian nya yang masih berserakan di lantai ruangan itu, dan setelah itu An Yue berteriak yang seketika itu membuyarkan meditasi Nien Chu.
"Apa yang kau lakukan padaku Nien Chu...," teriak An Yue.
"Kau sudah sadar rupanya," jawab Nien Chu kemudian membuka penutup matanya.
Nien Chu kemudian berdiri dan melangkah ke arah An Yue.
"Apa yang terjadi semua ini demi menyelamatkan mu dari kematian, dan aku tak melakukan apapun seperti yang kau pikirkan saat ini," jawab Nien Chu.
"Nien Chu Kau telah merendahkanku dengan melepaskan semua pakaian yang ku kenakan, hingga tak ada sehelai benang pun yang melekat di tubuhku."
"Aku tak terima dengan perlakuanmu itu kepadaku, dan aku tak akan mau lagi untuk bergabung di dalam kelompok pembasmi iblis yang mempunyai ketua kelompok berhati mesum sepertimu," ucap An Yue.
"Sudah ku katakan aku tak melakukan seperti apa yang kau pikirkan saat ini, dan jika ada cara untuk meyakinkan dirimu maka aku akan melakukannya," jawab Nien Chu.
"Setelah semua yang kau lakukan ini membuatku sangat dirugikan, dan untuk menembus kesalahanmu itu kau harus menikahiku," jawab An Yue dengan keseriusan di wajahnya.
__ADS_1
Bersambung.