
Hari hari Nien Chu berubah, dia tak lagi menjadi pengawal putri saudagar Tang.
Setelah selesai menjalani hukumannya sebagai tukang bersih taman, Nien Chu di tugaskan oleh saudagar Tang untuk membantu koki di dapur, sebagai asisten sang koki selama turnamen beladiri belum berlangsung.
Nien Chu banyak belajar dari sang koki mengenai pengalamannya, bagaimana menghadapi kerasnya kehidupan, dan bagaimana menenangkan hati di saat amarah melanda, dan itu banyak membantu Nien Chu untuk membenah diri.
Nien Chu menghabiskan hari hari di dapur membantu sang koki, baik membelah kayu sebagai bahan bakar untuk memasak, maupun menyiapkan makanan, dan malamnya Nien Chu banyak menghabiskan waktu untuk melatih tingkat kekuatan di dalam hutan belantara.
Dengan mengunakan tehnik langkah bayangan, Nien Chu dapat berlari masuk ke dalam hutan dalam sekejap.
Seperti malam malam biasanya, Nien Chu kembali masuk kedalam hutan untuk berlatih, dan di sana sayup-sayup Nien Chu mendengar adanya pertarungan yang sangat samar di dengarnya.
"Aku rasa ada yang telah mengusik binatang roh leopard api yang berada di tengah hutan, hingga leopard api itu mengamuk dan menyerang mereka," batin Nien Chu.
Nien Chu teringat bagaimana dirinya bertemu pertama kali dengan leopard api, saat itu dirinya yang tengah berlatih tiba tiba mendengar adanya teriakan teriakan kecil dari dalam dasar jurang, dan tampak sang induk leopard api tak bisa masuk kedalam jurang karena di penuhi dengan air.
Melihat hal itu Nien Chu segera menyelamatkan dua ekor anak leopard api yang berada di dalam jurang, dan lantas membawanya ke pada sang induk leopard.
Sang raja leopard api yang saat itu ingin menyerang Nien Chu pada akhirnya dihalau oleh sang induk leopard, dan membiarkan Nien Chu di tempat itu dengan cara meninggalkannya pergi.
Dan saat itu Nien Chu akhirnya tau jika di dalam hutan terdapat binatang roh kuat, yang tak dapat di usik dan ganggu keberadaanya.
"Aku rasa mereka merupakan orang-orang bodoh yang selalu ingin mengusik ketentraman makhluk hidup, dan tidak memperhitungkan resiko yang akan dialaminya," batin Nien Chu.
Nien Chu sebenarnya malas memikirkan pertarungan yang terjadi di tengah hutna, akan tetapi rasa penasaran di hatinya membuat Nien Chu melesat cepat menuju ketempat asal suara pertarungan itu.
Dari kejauhan Nien Chu melihat banyak wanita memakai cadar yang tengah bertarung menghadapi sepasang leopard api, dan Nien Chu tau jika para wanita bercadar itu ingin melakukan hal buruk pada sang leopard api.
__ADS_1
"Syukurlah leopard api itu mampu menghadapi mereka semua, dan para wanita bercadar itu kini yang kewalahan menghadapi sang leopard api," gumam Nien Chu.
Apa yang di pikirkan Nien Chu terbukti, para wanita yang bertarung dengan leopard api akhirnya menerima kekalahan, dan banyak dari mereka terluka dengan beberapa bagian tubuh yang terbakar.
Tiba tiba saja seorang wanita datang dengan melayang di udara dan langsung menyuruh seluruh wanita bercadar yang ada di tempat itu untuk kembali ke kapal. Sementara dirinya sendiri akan menghadapi sepasang leopard api yang ada di hadapannya.
Pertarungan sengit pun terjadi, tampak terlihat wanita itu mampu untuk menghadapi kecepatan serang sang leopard api, hingga terjadi adu kekuatan di udara.
Wanita itu seketika melayang dan mengambang di udara, sambil mengarahkan pedangnya kedepan dan berteriak. "Tehnik pedang kristal salju" teriaknya, maka selarik sinar berwarna biru langsung melesat dari ujung pedang wanita bercadar itu ke arah leopard api.
Leopard api menyambut serangan dari sang wanita bercadar dengan tembakan 2 bola api yang keluar dari mulutnya, hingga ledakan energi pun terjadi di udara.
Dengan kemampuan yang di milikinya, leopard api itu berhasil unggul hingga membuat tubuh wanita bercadar itu terhempas jauh kebelakang dan membentur tanah dengan keras.
Saat leopard api itu ingin kembali menyerang kearah sang wanita bercadar, Nien Chu dengan cepat meraih tubuhnya dan membawanya pergi dari tempat itu.
Nien Chu membawa wanita bercadar itu kesebuah goa yang biasa di pakai oleh nien Chu saat beristirahat usai latihan. Sesaat Nien Chu melihat kearah wanita itu, dan bingung harus melakukan apa, dan tiba tiba saja inti api surgawi berkata di dalam dantiannya.
"Nien Chu, wanita itu tengah terluka parah dan akan sulit untuk di sembuhkan, paling tidak kau harus mengeluarkan racun yang ada di atas dada kirinya, agar racun leopard itu tak menyebar keseluruh tubuhnya," ucap inti api surgawi.
Demi untuk keselamatan wanita bercadar yang tak di kenalnya, Nien Chu langsung menyibak pakaian atas yang di kenakan oleh wanita bercadar yang ada di hadapannya, maka tampaklah dua bukit kembar yang ranum dengan luka lebam hitam di atas dada kiri sang wanita bercadar.
Sesat Nien Chu tertegun menatap ke arah dua bukit kembar yang belum pernah dilihat olehnya sebelumnya, dan tak lama kemudian Nien Chu pun tersadar dan membuang pikiran kotor yang ada dalam pikirannya saat ini.
"Terserah padamu jika kau tersadar nanti kau akan marah padaku karena telah melihat bagian sensitif dari tubuhmu.
Jika tidak begini aku tak bisa menyelamatkanmu," gumam Nien Chu.
__ADS_1
Nien Chu lantas mengeluarkan sebuah pisau kecil dari dalam cincin ruangnya, dan mulai menyayat sedikit luka lebam yang ada di tubuh wanita bercadar itu.
"Kurasa sudah cukup luka yang ku berikan, aku akan segera mengeluarkan racun yang bersemayam di tubuhnya," gumam Nien Chu kembali.
Dengan mengalirkan kekuatan inti api surgawi kedalam tubuh wanita bercadar itu, membuat luka sayatan yang dibuat Nien Chu sebelumnya mengeluarkan darah hitam pekat yang mengandung racun mematikan.
Setelah semua racun yang berada di tubuh wanita bercadar itu keluar, maka secara perlahan-lahan wanita bercadar itu pun tersadar dari pingsannya.
Sang wanita sangat terkejut melihat kondisi pakaiannya yang terbuka, dan memperlihatkan area sensitif kepada seorang pemuda yang tengah duduk di dekatnya.
Dengan refleks wanita itu lantas menyerang Nien Chu dengan tendangan yang cukup mematikan.
"Tunggu!! kau salah paham nona, aku tak bermaksud melakukan hal buruk kepadamu, yang kulakukan padamu murni untuk menyelamatkanmu dari racun yang bersemayam di tubuhmu," ucap Nien Chu.
Wanita itu langsung memperbaiki pakaiannya kembali, wajahnya begitu merah karena mengetahui jika pemuda yang ada di hadapannya, setelah melihat bagian sensitif yang tak pernah dilihat oleh orang lain sebelumnya.
"Maafkan aku, karena tak tahu jika kau telah menyelamatkan nyawaku," ucap wanita bercadar itu.
Sesat wanita itu menarik nafas dalam-dalam dan menyalurkan energi murninya dari dalam dantian yang dimiliki ke seluruh tubuhnya, akan tetapi usahanya gagal karena luka dalam yang dideritanya begitu sangat parah.
"Aku ingin minta tolong sekali lagi padamu, agar membawaku ke arah timur tempat ini karena di sana terdapat anggota sekte kami yang akan menyembuhkanku," ucap wanita itu.
"Baiklah, aku kan mencoba untuk membawamu ke sana tapi tidak malam ini, kita berangkat pagi karena sangat berbahaya bagi kita berjalan di malam hari apalagi di tubuhmu sekarang ini terdapat luka, bau darah dari luka itu dapat memicu binatang roh kuat untuk menyerang kita," ucap Nien Chu.
"Baiklah jika kita akan berangkat di pagi hari, perkenalkan namaku Hyun Zi dari sekte Surgawi," ucap Hyun Zi.
Nien Chu mengangguk kan kepalanya dan balik memperkenalkan dirinya. "Namaku Nien Chu" ucapnya singkat.
__ADS_1
Bersambung