
Jendral Shang Yang dan para prajuritnya elit dari kekaisaran Glory, memacu kudanya dengan sangat cepat menembus lebatnya hutan karena salah satu kelelawar roh miliknya telah memberikan sinyal keberadaan rombongan klan Wutang.
Di belakang jendral Shang Yang tepatnya di udara, berdatangan pasukan udara istana Glory yang memang telah di undang jendral Shang Yang untuk membantunya mengejar para anggota klan Wutang.
Jendral Gobil yang merupakan jendral utama pasukan udara kekaisaran Glory, ikut membantu pengejaran itu mengingat jendral Shang Yang merupakan sahabatnya.
Jendral Gobil..!! pergilah duluan kerah barat mereka semua berada di sana..!!" teriak jendral Shang Yang dari daratan.
Mendengar suara jendral Shang Yang dari bawah yang menginginkannya untuk melakukan pengejaran duluan kepada rombongan klan Wutang, jendral Gobil segera memerintahkan pasukannya untuk terbang lebih cepat kearah barat guna menangkap semua rombongan klan Wutang.
Ratusan serigala bersayap dengan ekor yang seperti cambuk, melesat cepat guna melakukan pengejaran.
Sementara itu Jatayu yang merupakan jelmaan raja burung surgawi, merasakan adannya getaran di udara yang membuat nya segera berteriak lantang.
"Kita dapat di susul oleh para pasukan udara kekaisaran Glory, cepat..!!, kita harus cepat sampai di perbatasan," teriak jendral Jatayu.
Tak lama kemudian seorang laki laki datang menghadap jendral Jatayu.
"Jendral aku bernama Wuma, aku suruhan tuan muda Thien Yu, cepat ikuti aku agar kalian dapat bersembunyi dengan aman karena aku menguasai area perbatasan antara kekaisaran Glory dan kekaisaran pheonix," ucap ketua Wuma.
"Jika memang seperti itu, maka aku sangat berterimakasih kepada anda ketua," jawab jendral Jatayu.
Setelah itu anggota klan Wutang yang di pimpin oleh jendral Jatayu, mengikuti ketua Wuma hingga pada suatu tempat dengan berbagai macam kamuflase, akhirnya mereka semua memasuki terowongan bawah tanah yang sempit.
Makin lama terowongan bawah tanah itu semakin bertambah besar dan luas, hingga sampailah mereka semua pada jalan buntu yang mempunyai ruangan yang lumayan besar untuk menampung mereka semua.
"Apakah kita akan bersembunyi disini?" tanya jendral Jatayu.
"Tidak jendral, kita tak bersembunyi disini, ada tempat yang lebih baik dari tempat ini.
Jendral, di setiap dinding ruangan ada terowongan yang menuju ke tempat dimana kami masang perangkap, banyak senjata rahasia yang terdapat di dalam terowongan terowongan itu, tapi kita tak melaluinya karena jalan yang akan kita tuju berada di sini," ucap ketua Wuma sambil mengeluarkan diagram dari kotak penyimpanannya. (Diagram adalah alat teleportasi yang di miliki ketua Wuma menuju ketempat kediaman para kelompok api pheonix).
__ADS_1
Diagram itu pun diaktifkan, maka tampaklah terowongan baru yang menuju ke suatu tempat.
"Silahkan jendral, kita akan menuju ketempat ku," ucap ketua Wuma sambil mempersilahkan jendral Jatayu dan seluruh anggota klan Wutang untuk masuk kedalam sana.
Flash back.
Thien Yu yang berada di dalam kamarnya merasa gelisah dengan keberadaan klan Wutang. Dengan duduk bersila diapun bermeditasi menghubungkan segel yang telah dipasangnya di tubuh ketua Wuma.
"Ketua Wuma ini aku Thien Yu," ucapnya.
"Saya tuan muda, apakah ada yang bisa ku bantu?" tanya ketua Wuma.
"Aku ingin kau membantu jendral Jatayu dan seluruh anggota klan Wutang di perbatasan, karena saat ini mereka dalam kesulitan dari pengejaran prajurit kekaisaran Glory," jawab Thien Yu.
"Tuan muda tak usah khwatir, aku akan membawa mereka semua ke tempatku, dan kurasa tempat itu akan aman bagi mereka semua," ucap ketua Wuma.
"Trimakasih ketua," jawab Thien Yu. Setelah itu Thien Yu membuka matanya dan merasa sedikit lega.
Di perbatasan antara dua kekaisaran, jendral Gobil sangat terkejut dengan hilangnya aura para anggota klan Wutang. Para serigala bersayap tak bisa mendeteksi keberadaan mereka kembali.
"Mengapa mereka semua bisa menghilang?, sepertinya ada yang tak beres dengan semua ini," batin jendral Gobil.
Diapun menyuruh pasukan terbangnya untuk mencari di sekitar hilangnya aura para anggota klan Wutang, siapa tau mereka semua mempunyai sebuah segel pelindung yang mampu menghilangkan jejak.
Akan tetapi setibanya pasukan darat jendral Shang Yang di tempat itu, mereka semua masih tak menjumpai para anggota klan Wutang yang raib entah kemana.
"Saudara Gobil bagaimana mereka semua bisa menghilang?" tanya jendral Shang mu.
"Aku juga nggak tau saudara Shang Yang, mereka semua seperti hilang di telan bumi dan para serigala terbang ku sama sekali tak dapat mengendus keberadaan mereka semua," jawab jendral Gobil.
"Ini sangat aneh, aku akan mencoba mendeteksi keberadaan mereka semua," ucap jendral Shang Yang.
__ADS_1
Jendral Shang Yang segera melakukan meditasi, tak lama kemudian muncul seekor kelelawar emas di hadapan jendral Shang Yang.
Jendral Shang Yang membuka matanya dan bangkit berdiri. "Kita ikuti kelelawar emas itu," ucap sang jendral.
Maka mereka semua pergi mengikuti kelelawar emas yang menuju ke suatu tempat, hingga mereka semua sampai pada sebuah terowongan yang menuju kedalam tanah.
"Pantas saja mereka menghilang, ternyata mereka semua berada di dalam sana!, ha..ha..ha terowongan itu akan menjadi kuburan bagi kalian semua," ucap jendral Shang Yang.
Diapun langsung mengeluarkan tombaknya dan segera melesat masuk kedalam terowongan bawah tanah, yang di ikuti oleh seluruh pasukannya.
Di dalam terowongan sang jendral menemui jalan buntu, di dalam sana terdapat banyak sekali terowongan terowongan lain.
"Saudara Shang Yang apa yang harus kita lakukan?" tanya jendral Gobil.
Karena jendral Shang Yang sudah tak sabar, diapun berkata " Masuki semua terowongan yang ada karena aku yakin mereka semua berada di dalam satu terowongan yang ada di tempat ini," jawab jendral Shang Yang.
Mendengar perkataan sang jendral, pasukan elit yang dimiliknya degan segera memasuki semua terowongan yang ada.
Apa yang ada di dalam pikiran jendral Shang Yang berbanding terbalik dengan kenyataan yang ada, pekik kematian hampir keluar dari semua terowongan yang ada, para pasukan elit yang memasuki terowongan hampir semua mati terkena senjata rahasia yang sengaja di pasang di dalam terowongan tersebut.
Kematian beberapa pasukan elit yang bersamanya membuat jendral Shang Yang geram, diapun menyuruh seluruh pasukan elitnya dan jendral Gobil untuk meninggalkan tempat itu.
Stelah mereka semua pergi, jendral Shang Yang langsung menghancurkan tempat itu, hingga menimbulkan sura ledakan berkali kali yang menggema di udara.
Di tempat lain, jendral Gong Lang yang mendengar adanya ledakan bekali kali, segera pergi menuju ke tempat sumber ledakan dengan seluruh pasukan kekaisaran pheonix yang di bawanya.
Alhasil jendral Gong Lang dan pasukannya akhirnya bertemu dengan pasukan dari kekaisaran Glory.
Melihat adanya pasukan dari kekaisaran pheonix di tempat itu, membuat seluruh pasukan kekaisaran Glory siaga dalam melakukan peperangan dengan pasukan kekaisaran pheonix.
Bersambung.
__ADS_1