Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Pertarungan di gurun pasir 2


__ADS_3

Melihat Thien Yu masih hidup, tetua Singyu kembali menyerang Thien Yu menggunakan sepasang cakram yang tiba-tiba saja berubah menjadi banyak.


Semua cakram susul menyusul menghujani tempat keberadaan Thien Yu berada, hingga ledakan yang ditimbulkannya menggetarkan area gurun pasir.


Tetua Singyu menyunggingkan senyuman saat serangannya berhasil membor bordir keberadaan Pangeran negeri Phoenix, hingga tempat dia berada hancur lebur dibuatnya.


Senyum di wajah tetua Singyu serta merta menghilang berubah menjadi wajah yang di penuhi keterkejutan, saat melihat pemuda yang diserangnya masih dapat berdiri kokoh di tempatnya berada.


Thien Yu berdiri memakai sebuah pakaian perang lengkap di tubuhnya, dengan cahaya emas yang terpancar dari armor tersebut.


Kali ini Thien Yu menggunakan baju perisai dewa perang pemberian ayahnya, yang telah diperbaiki dan lebih kuat dari baju perang dewa sebelum dewa suci menghancurkannya.


Thien Yu segera menggabungkan kekuatan ilahi 4 hukum alam, untuk membuat tombak Dewa Ilahi yang akan dipergunakannya untuk menghancurkan segel yang membelenggu area sekitar tempat itu.


Setelah keempat teratai hukum alam bergabung menjadi satu, maka terbentuklah sebuah tombak yang mengeluarkan cahaya emas dari dalamnya.


Dengan cepat Thien Yu meraih tombak Dewa Ilahi yang mengambang di hadapannya, dan menghantamkannya ke bawah pasir yang telah terbelenggu oleh segel.


Sontak saja segel yang dipasang ketua Singyu hancur seketika, akibat hantam tombak dewa ilahi yang di lepaskan Thien Yu.


Setelah segel yang dibuat tetua Singyu hancur, dengan sendirinya Thien Yu dapat bergerak seperti sedia kala.


Dengan cepat Thien Yu melesat kearah tetua Singyu menggunakan teknik ruang dan waktu, dan setelah berada dekat dengannya Thien Yu langsung menggunakan tehnik 6 rasi bintang untuk melumpuhkan tetua Singyu.


Kali ini giliran tetua Singyu yang terkejut, karena dirinya saat ini tengah berada di dalam segel yang membuatnya tak bisa bergerak sama sekali, apa lagi saat melihat 6 bayangan Thien Yu yang tengah mengurung keberadaannya dengan keenam bayangan itu memegang pedang berwarna hitam yang sama.


"Apa yang telah terjadi, mengapa aku tak bisa bergerak seperti ini," batin tetua Singyu dengan berusaha mengeluarkan sesuatu dari dalam kotak penyimpanannya.


Tak berapa lama kemudian bayangan Thien Yu langsung melakukan pembantaian, dengan menyerang tetua Singyu secara bersama sama.


Tubuh tetua Singyu terpotong potong menjadi beberapa bagian, hingga bagian tubuhnya itu tergeletak di atas hamparan pasir yang terdapat di tempat itu.


Thien Yu kembali memasang kewaspadaan tingkat tinggi saat melihat potongan potongan tubuh tetua Singyu, kini menjadi tumpukan pasir.


"Dia benar benar kuat, seranganku yang mengenai tubuhnya tak berefek apapun padanya, malah dia menghilang dari pandanganku," batin Thien Yu.


Thien Yu berpikir sejenak untuk mencari tahu keberadaan tetua Singyu, dan pada akhirnya dia menyadari jika laki-laki tua yang dicari itu berada di dalam pasir, seperti saat pertama kali Thien Yu melihatnya keluar dalam tempat persembunyiannya.

__ADS_1


Thien Yu langsung mengeluarkan teratai ilahi hukum tanah yang berwarna kecoklatan, kearah pasir yang menjadi pijakan kakinya.


Kekuatan ilahi hukum tanah itu langsung memadatkan pasir dengan radius 200 meter persegi.


Apa yang di pikirkan oleh Thien Yu terbukti, dari dalam pasir kembali muncul tetua Singyu dengan menghancurkan permukaan pasir yang ada.


Melihat kehadiran tetua Singyu ke permukaan, hal itu membuat Thien Yu kembali melepaskan tebasan menggunakan pedang penguasa malam, hingga secarik sinar berbentuk bulan sabit langsung menuju cepat kearah tetua Singyu.


Merasa bahaya akan menimpa dirinya, membuat tetua Singyu seketika itu memasang perisai pelindung yang terbentuk dari hamparan pasir yang berada di hadapannya.


Pasir pasir itu membentuk tembok yang kokoh, dengan ketebalan 3 meter untuk menahan serangan dari Thien Yu.


Tetua Singyu pun tak tinggal diam, dia telah mempersiapkan serangan balasan yang terpusat di genggaman tangan kananya, untuk menghancurkan Thien Yu dengan sekali pukul.


Serangan cahaya berbentuk bulan sabit seketika itu menghancurkan perisai pasir yang terbentuk, melihat akan hal itu tetua Singyu langsung menghantamkan tinju tangan kanannya kearah Thien Yu.


Naga pasir yang mengeluarkan aura gelap yang sangat menindas, melesat cepat menuju kearah Thien Yu.


Pangeran dari negri Phoenix hanya tersenyum melihat kekuatan terkuat yang dimiliki oleh tetua Singyu yang mengarah kepadanya, Thien Yu tak merasa khawatir sedikitpun melihat serangan kuat itu karena tombak Dewa ilahi kini kembali mengambang dan berputar seperti gasing di hadapannya, dan siap menyambut serangan dari ketua Singyu.


Ledakan dasyat pun terjadi yang membuat naga pasir hancur menjadi debu. Tetua Singyu yang tak menyangka jika kekuatan terkuatnya akan hancur di tangan anak muda itu, hanya pasrah saat melihat tombak bercahaya emas meluncur deras ke arahnya.


Kali ini tetua Singyu tak bisa berbuat apa-apa, teriakan kesakitan seketika keluar dari mulutnya saat tombak Dewa ilahi menembus tubuhnya.


Tetua Singyu tergeletak di tanah dengan tubuh yang bersimbah darah dan tak bernyawa.


Dari kejauhan raja Changmo yang melihat gurunya telah tergeletak di tanah, berteriak histeris karena mengetahui Thien Yu telah membunuh gurunya.


"Guru!!!"


Hanya itu yang terucap dari mulut raja Changmo saat melihat gurunya sudah tak bernyawa.


Dengan amarah di dada, raja Changmo memerintahkan seluruh kultivator kuat yang bersamanya, agar segera membentuk formasi ledakan gurun pasir.


Puluhan kultivator langsung membentuk barisan dengan posisi yang telah ditentukan, melihat persiapan yang telah dilakukan anak buahnya, raja Changmo langsung menghantamkan Kedua telapak tangannya ke arah hamparan pasir, maka terciptalah segel seperti yang telah dikeluarkan oleh tetua Singyu sebelumnya.


Alhasil pergerakan Thien Yu kembali melambat, keadaan itu membuat para kultivator yang di pimpin raja Changmo segera melakukan formasi ledakan gurun pasir.

__ADS_1


Thien Yu merasakan energi kuat yang berada di langit, dengan pusaran awan hitam yang makin lama semakin tebal hingga membuat suasana mencekam di daratan gurun pasir itu.


Thien Yu yang saat ini pergerakannya menjadi melambat, dengan terpaksa menggunakan kekuatan ranah dewa semesta abadi, segel pelindung yang berada di sekitarnya retak dan hancur seketika.


Thien Yu mengeluarkan teratai Nirwana untuk pertama kalinya, Setelah dia berhasil menembus ranah tingkat dewa semesta abadi.


Tubuh Thien Yu tiba-tiba saja terbungkus bayangan bunga teratai Nirwana, dan dikelilingi 4 hukum alam dari kekuatan Dewa ilahi.


Dengan penggabungan kekuatan maha dahsyat itu membuat formasi yang dilakukan para kultivator kuat dari istana pasir, menjadi tak karuan akibat efek aura yang keluar dari tubuh Thien Yu.


"Pertahankan barisan, sebentar lagi kita akan meledakkannya," teriak raja Changmo memberi perintah.


Mendengar perintah dari raja Changmo, seluruh kultivator termasuk ratu Ladymo segera mempertahankan formasi yang ada.


Tak lama kemudian teriakan keras keluar dari mulut raja Changmo, yang menandakan jika formasi telah berhasil di buatnya.


"Mati kau pemuda sampah!!" teriaknya.


Maka dari pusaran awan hitam keluar ribuan meteor yang sangat panas, yang langsung menuju kearah keberadaan Thien Yu.


Melihat hal itu Thien Yu tak tinggal diam, dia langsung mengeluarkan kekuatan gabungan antara teratai nirwana dan kekuatan ilahi.


Bayangan bunga teratai yang membungkus tubuhnya sama sekali tak bisa ditembus oleh ribuan meteor, hingga serangan dari formasi yang dibuat raja Changmo dan seluruh kultivator kuat istana pasir tak bisa berbuat banyak dalam menembus pertahanan Thien Yu, hingga apa yang mereka lakukan menjadi sia-sia.


Thien Yu ya sudah tak bisa lagi menahan amarahnya seketika itu mengeluarkan puluhan teratai Nirwana dan menggabungkannya dengan kekuatan Ilahi, maka terbentuklah jarum-jarum raksasa berwarna emas yang memiliki aura mematikan yang sangat kuat.


"Walaupun kalian merupakan seorang Dewa, walaupun itu Dewa terkuat di Nirwana sekalipun, kalian tak akan luput dari kematian yang sebentar lagi akan menimpa kalian semua," ucap Thien Yu sambil menapakkan kedua tangannya kedepan.


Jarum jarum emas itu langsung melesat dengan cepat kearah raja Changmo dan seluruh anak buahnya, hingga membuat teriakan memilukan hati di menggema sahut sahutan di tempat itu.


Raja dan seluruh kultivator kuat yang berada di tempat itu musnah menjadi debu, akibat terkena kekuatan gabungan antara teratai Nirwan dan kekuatan ilahi tanpa menyisakan orang pun juga.


Thien Yu melangkah ke arah kotak penyimpanan raja Changmo dan anak buahnya, kemudian memasukkan kotak penyimpanan itu kedalam cincin ruangnya.


"Aku akan keistana pasir guna menjarah apapun benda berharga di sana, agar dapat membantu perekonomian kerajaan gerbang naga," batin Thien Yu.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2