
Di Nirwana tepatnya di istana pheonix, Dewi Yun Shi dapat terselamatkan dengan bantuan dari Dewa suci dan Dewa Agung dengan menghilangkan kobaran api yang ada di tubuhnya, akan tetapi efek dari api inti neraka belum bisa keluar dari tubuh Sang Dewi walaupun Dewa Agung dan Dewa suci telah mencoba untuk menetralkannya.
Saat ini kondisi Dewi Yun Shi tengah terpuruk dengan tubuh hitam legam yang tentu saja mempengaruhi penampilannya saat ini.
Dewi Yun Shi banyak menghabiskan waktu di dalam kamarnya, dan tak ingin bertemu dengan siapapun selain para pelayan yang mengantarkan makanan baginya.
Apa yang di lakukan Dewi Yun Shi membuat pangeran Yun day dan jenderal Yun Shan bersedih, kedua pemuda yang merupakan kakak kandung dari Dewi Yun Shi menjadi miris dan iba terhadap apa yang menimpa sang adik.
Pangeran Yun dai dan pangeran Yun shan sebenarnya ingin mencari keberadaan Dayu haitang yang diketahui berada di alam dunia, akan tetapi mereka berdua sama sekali tidak diperbolehkan untuk pergi ke alam dunia oleh Dewa suci dan Dewa Agung, karena jika mereka berdua ke sana dan terjadi pertempuran hal itu akan membuat keseimbangan alam akan goyah, mengingat kedua Pangeran merupakan Dewa sekaligus pejabat penting di istana langit.
Di alam Zaiya, pertarungan kembali terjadi antara Thien Yu dengan raja tanah langit.
Thien Yu kini mampu untuk mengimbangi serangan dari raja tanah langit, dan mengatasi serangan tumbuhan merambat yang terus terusan memburunya.
Raja tanah langit kali ini kembali melakukan serangan menggunakan tanah liat yang mengeras seperti batu, dengan mengibaskan tangannya ke depan maka bola-bola dari tanah liat langsung menuju ke arah Thien Yu.
Dengan berkali-kali melakukan salto di udara, Thien Yu berhasil menghindari serangan bertubi tubi bola tanah sekeras batu yang mengarah padanya, dan saat mendapatkan kesempatan Thien Yu memberikan serangan balik berupa tinju jarak jauh dengan kekuatan api semesta ke arah raja tanah langit yang sekarang ini menjadi lawan tarungnya.
Melihat serangan bola api yang mengarah padanya membuat Raja tanah langit melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Thien Yu, yaitu melakukan salto ke belakang berkali-kali untuk menghindari tubuhnya dari bola api yang terus terusan mengarah padanya.
Thien Yu yang tadinya lemah dalam menghadapi Raja tanah langit sebelumnya, kini berubah drastis yang dapat menyamai kekuatan dari Raja tanah langit.
Kali ini keadaan raja tanah langit mulai terdesak akibat serangan bola api semesta yang dilancarkan Thien Yu kepadanya. Dengan adanya kesempatan itu, Thien Yu segera membangkitkan kekuatan es smesta yang ada padanya, dan kembali mulai melakukan serangan kepada raja tanah langit.
Dengan kekuatan unsur es Thien Yu berhasil membekukan raja tanah langit dan meleburkannya dengan kekuatan api semesta yang ada padanya, hingga raja tanah langit dapat di kalahkan oleh Thien Yu.
Energi tanah semesta bertebaran di udara seiring lenyap nya Raja tanah langit di tempat itu.
__ADS_1
Thien Yu segera menyerap unsur tanah semesta yang bertebaran di udara, dan menyimpannya di dalam kedua dantian kembarnya, hingga menjadi kekuatan yang akan berguna baginya di masa depan.
Thien Yu segera melakukan kultivasi di tempat itu, untuk menyatukan 3 kekuatan besar yang telah didapatkannya, yaitu unsur api, es dan tanah.
Setelah selesai melakukan kultivasi di tempat itu, Thien yu dikejutkan dengan kehadiran sang cahaya di sampingnya.
"Selamat bagimu Thien Yu, tak kusangka dalam waktu dekat ini kau telah menguasai tiga unsur semesta. Kali ini aku akan mengajakmu kesebuah tempat, untuk menguasai kekuatan semesta yang selama ini kau cari," ucap sang cahaya suci.
Thien Yu tiba-tiba saja menghilang, dan kembali muncul di suatu tempat yang tandus dengan perbukitan yang menjulang tinggi tanpa adanya sedikitpun tumbuhan yang hidup di sana.
"Disini kau akan menentukan takdirmu, jika kau dapat mengalahkan raja burung merak langit maka kau telah menuju puncak kekuatan semesta yang kau cari.
Thien Yu raja burung merak langit selalu menjaga area wilayahnya, dan jika kau ingin melakukan pertarungan dengannya maka kau harus membuat kerusuhan di area kekuasaannya itu agar dia bisa datang kepadamu
Ingat Thien Yu, jika kau beruntung di tempat ini maka kau akan mendapatkan hadiah yang sangat luar biasa di tempat ini, hadiah itu merupakan kekuatan besar yang tak mudah untuk dikalahkan walaupun oleh Dewa sekalipun," ucap cahaya suci kemudian menghilang dari hadapan Thien Yu.
"Aku tak melihat adanya kehidupan di tempat ini, karena tempat ini benar-benar tandus dan panas.
Sepertinya aku harus mencari keberadaan Raja burung merak langit yang menguasai unsur angin, petir dan cahaya itu.
Ini merupakan ujian terberat bagiku di tempat ini, dan aku takkan kalah dalam menghadapi raja burung merak langit, semua itu demi cita-citaku untuk menjaga keseimbangan alam yang ada di semesta raya ini.
Cahaya suci mengatakan jika di tempat ini terdapat sebuah hadiah bagiku jika aku beruntung, hadiah itu di gadang gadang sebagai kekuatan besar yang tak mudah dikalahkan walaupun menghadapi seorang Dewa sekalipun.
Sementara di tempat ini aku hanya menemukan perbukitan dengan batu batu cadas yang menjulang tinggi, dan juga mendapati panas terik sinar matahari yang melebihi berkali-kali lipat dari panas matahari di alam dunia.
"Jika aku tak memiliki kekuatan es semesta, mungkin saja tubuhku telah mengering akibat panasnya sinar matahari yang menerpaku," batin Thien Yu.
__ADS_1
Thien Yu melayang di udara sambil melihat keadaan sekitarnya, siapa tahu terlihat Raja merak langit di antara perbukitan tandus yang membentang luas itu.
"Mengapa aku belum juga menemukan raja burung merak langit di tempat ini? mungkin aku harus melakukan keributan untuk mengundangnya datang ke tempatku ini," batin Thien Yu
Tak lama kemudian Thien Yu melakukan keributan dengan menghancurkan perbukitan dan apapun yang berada di dekatnya, hingga perbukitan di sekitar tempat itu rata dengan tanah.
Debu tebal berterbangan di udara saat Thien Yu terus melakukan aksi yang menghancurkan seluruh tempat itu. Setelah sekian waktu berlalu, Thien Yu belum juga merasakan adanya tanda-tanda dari Raja burung merak langit di tempat itu, hingga membuat Thien Yu merasa kesal sendiri.
"Dimanakah raja burung merak langit, mengapa sampai saat ini aku belum juga merasakan tanda-tanda keberadaannya?, apakah daerah yang kuhancurkan ini bukanlah daerah kekuasaan sang raja merak langit sehingga dia tak mau datang ke tempat ini," batin Thien Yu.
Thien Yu merebahkan tubuhnya di atas tanah, dan kembali memandang perbukitan tandus yang berada jauh dari tempatnya berada.
Sesaat Thien Yu mengernyitkan dahinya melihat sebuah cahaya kecil jauh dari tempatnya berada, cahaya kecil itu berwarna ungu dan berada di atas puncak perbukitan yang jauh di sana.
Karena rasa rasa penasarannya yang tinggi membuat Thien Yu segera bangkit berdiri, dan melesat cepat menuju ke tempat sumber cahaya yang dilihatnya.
Thien Yu sangat terkejut saat berada di dekat sumber cahaya, karena melihat sebuah telur yang memancarkan cahaya ungu di permukaan kulitnya, hingga membuat Thien Yu yakin jika kali ini dia berada di sarang raja burung merak langit.
Thien Yu seketika itu mengambil telur yang besarnya melebihi ratusan kali besar telur seekor ayam kampung, dan menyimpannya di dalam cincin ruangnya, semua itu dilakukan Thien Yu karena dia yakin jika telur itu merupakan hadiah yang dimaksud sang cahaya suci padanya.
Setelah Thien Yu memasukkan telur itu ke dalam cincin ruangnya, tiba tiba saja muncul dua burung raksasa yang langsung menyerang ke arah Thien Yu dengan kecepatan cahaya yang dimilikinya.
Mendapatkan serangan mendadak dari kedua burung raksasa, Thien Yu segera menjatuhkan tubuhnya dan bergulingan sesaat di tanah agar terhindar dari serangan cepat sang raja burung merak langit.
Thien Yu segera mengaktifkan mata langitnya, untuk menghindari serangan cepat yang dilakukan 2 ekor burung raksasa yang merupakan target utama Thien Yu berada di tempat itu.
Bersambung
__ADS_1