
Nien Chu menaruh An ji Ang yang masih tak sadarkan diri diatas punggung raja serigala iblis kuno, sementara An Yue ikut bersamanya menaiki rubah putih ekor 3.
Setibanya di permukaan kembali, raja serigala iblis kuno seketika itu menghentikan langkahnya, yang membuat Nien Chu menyuruh rubah putih ekor 3 untuk mendekatinya.
"Mengapa kau menghentikan langkahmu?" tanya Nien Chu.
"Tuan muda, aku telah mengurung jiwa jiwa penduduk desa gurun pasir, sehingga mereka semua yang tergeletak di sini telah dianggap mati."
"Aku bisa menghidupkan mereka kembali dengan mengembalikan jiwa-jiwa yang telah aku kurung sebelumnya ketubuh mereka masing masing, dan aku pun bisa membunuh mereka semua dengan menghancurkan jiwa-jiwa yang telah aku kurung," jawab raja serigala iblis kuno.
"Aku ingin kau mengembalikan jiwa jiwa yang telah kau kurung itu, karena aku mempunyai rencana untuk mereka semua," ucap Nien Chu.
"Baik Tian muda" jawab sang raja serigala.
Raja serigala iblis kuno segera membebaskan semua jiwa jiwa penduduk desa yang telah dikurungnya, sehingga satu demi satu para penduduk desa mulai tersadar, begitupun ketiga petinggi desa yang ada di tempat itu.
Nien Chu melompat dari atas tubuh rubah putihnya, dan melangkah menuju ketiga petinggi Desa gurun pasir.
Ketiga petinggi desa yang melihat kehadiran Nien Chu yang menuju ke arahnya, kemudian memasang sikap untuk bertarung.
Melihat jika ketiga petinggi desa akan melakukan pertarungan kembali dengannya, Nien Chu lantas berkata.
"Aku telah membunuh ketua kalian sehingga menjadi debu dan menghilang," ucap Nien Chu kemudian menunjukkan wadah yang berisikan pasir hidup, yang kini berada di genggaman tangannya.
Ketiga petinggi Desa gurun pasir saling berpandangan satu dengan yang lainnya, dan mereka pun mengakui jika ketua mereka telah dibunuh oleh anak muda yang ada di hadapan nya itu, karena benda yang menjadi kekuatan terkuatnya kini telah berada di tangan anak muda itu.
"Sekarang kalian semua telah berada di bawah kekuasaan ku, dan jika kalian semua ingin mengikuti perintahku maka ketentraman dan kedamaian akan kalian dapatkan di masa depan, tapi jika kalian masih berkeras ingin bertarung denganku maka jangan salahkan aku jika aku akan membumihanguskan seluruh penduduk desa yang ada di tempat ini, termasuk kalian bertiga," ucap Nien Chu.
__ADS_1
Sesaat ketiga petinggi desa saling berpandangan satu dengan yang lainnya kembali, dan setelah itu ketiganya pun berlutut satu kaki dengan menelungkupkan kedua tangan untuk memberi hormat kepada Nien Chu.
Apa yang di lakukan ketiga petinggi desa, langsung di ikuti oleh seluruh penduduk desa yang berada di tempat itu.
"Hormat kami kepada tuan muda, kami ke 3 petinggi desa yang tersisa akan menjadi pelayan tuan muda," ucap tetua Jang Ang, yang merupakan wakil ketua desa yang masih hidup.
"Aku tak ingin hanya omongan dari mu, jika memang desa ini telah menjadikanku seorang pemimpin tertinggi untuk melayaniku, maka aku ingin kalian bertiga melakukan kontrak darah denganku, agar aku semakin yakin jika kalian benar-benar setia kepadaku," ucap Nien Chu.
"Kami siap melakukan kontrak darah dengan anda tuan muda," jawab tetua Jang Ang.
Setelah ketiga petinggi Desa gurun pasir menyanggupi melakukan kontrak darah dengannya, maka hari itu juga Nien Chu pada akhirnya melakukan kontrak darah dengan ketiga petinggi dari desa gurun pasir.
Setelah terjadinya kontrak darah diantara mereka, maka salah seorang dari tetua pergi meninggalkan tempat itu menuju ke ruang pribadi ketua desa, dan datang kembali dengan sebuah kitab tehnik beladiri di tangannya.
"Tuan muda ini merupakan kitab beladiri yang selama ini dikuasai oleh ketua desa, dan sekarang kitab ini akan kuserahkan kepada tuan muda," ucap tetua Jang Ang.
"Aku akan menyerahkan kitab ini untukmu agar kau dapat mempelajarinya, dan aku ingin kalian bertiga membuat pasukan besar yang mempunyai kekuatan bela diri tingkat tinggi di desa ini, karena suatu hari aku pasti akan memerlukan bantuan kalian dalam memberantas angkara murka di dunia ini melawan para iblis yang telah bangkit kembali," ucap Nien Chu.
"Baik Tian muda, kami akan melakukan sesuai dengan perintahmu, mulai sekarang kami akan membentuk pasukan seperti yang kau inginkan," jawab tetua Jang Ang.
"Bagus..., mulai sekarang kau akan menjadi ketua desa yang baru, menggantikan ketua desa yang lama, dan masalah pasukan besar yang akan kau dirikan, aku akan meminta kepada kaisar Annshor untuk membantu kalian dalam mewujudkannya, dan ingat aku tak ingin kalian mengecewakanku," ucap Nien Chu.
"Baik tuan muda," jawab tetua Jang Ang.
Setelah melakukan pengangkatan ketua Desa baru di desa gurun pasir, Nien Chu pada akhirnya berpamitan untuk berangkat menuju ke desa lembah salju hari itu juga.
Dengan menunggangi kedua binatang roh yang dimilikinya, Nien Chu dapat dengan mudah sampai ke desa lembah salju tanpa halangan sedikitpun.
__ADS_1
Di desa itu Nien Chu disambut warga desa dengan baik, sementara sang ketua desa yang melihat jika murid kesayangannya yang sudah dianggap sebagai putrinya sendiri telah berubah menjadi patung es, begitu sangat bersedih dan terpukul.
Sang ketua tertunduk lesu dan tak dapat berbuat apa apa saat melihat An Yue telah menggunakan mantra sihir kuno, untuk menghindari An ji Ang yang ingin menodainya.
Tiba tiba keheningan itu pecah saat suara Nien Chu berkata.
"Ketua..., jika memang ada solusi bagi An Yue agar dapat hidup kembali, maka aku ingin ketua segera membangkitkannya dengan menghilangkan belenggu es yang ada di tubuhnya," ucap Nien Chu.
Ketua You You menghembuskan nafasnya dengan keras mendengar perkataan dari Nien chu, karena solusi yang diinginkan oleh Nien Chu tak ada padanya.
"Nien Chu..., untuk menghilangkan mantra sihir di tubuh An Yue tak ada padaku, karena mantra sihir itu hanya dapat digunakan tapi tidak bisa untuk dihilangkan, yang berarti kehidupan An Yue hanya bisa bertahan hari ini saja, karena b siapapun yang telah terkena mantra sihir, maka hidupnya hanya akan bertahan sampai patung es itu mencair dan menghilang," ucap ketua desa dengan wajah yang penuh dengan kesedihan.
"Ketua..., apakah anda mengetahui tentang pulau Ujung tak bertepi?" tanya Nien Chu.
"Mengapa kau menanyakan pulau itu?" ucap ketua You You kemudian balik bertanya.
"Aku ingin bertemu dengan penyihir yang menguasai pulau itu, karena hanya di pulau itu aku bisa mendapatkan obat penyembuh bagi An Yue,'' jawab Nien Chu.
Bersambung.
Trimakasih atas nama nama yang telah sahabat berikan.
Nama Kurama akan saya pakai sebagai nama dari raja serigala iblis kuno, dan untuk nama pengganti Yi eng akan berubah menjadi Tency, dan untuk nama nama yang sudah teman-teman berikan tetap saya akan gunakan sebagai nama tokoh di dalam novel ini.
*****
Bagi yang nggak mendukung novel ini, jangan buat komentar yang membuat saya malas untuk menulis, jika memang mau mengkritik, kritiklah dengan memberi masukan atau motivasi, karena menulis novel itu tak mudah.
__ADS_1
Bagi yang mendukung novel ini hingga tamat, saya ucapkan banyak terimakasih karena berkat kalian semua saya mempunyai penghasilan tambahan dengan menulis, sekali lagi terima kasih 🙏