
Nien Chu sadar jika ada bahaya yang mengancam nyawanya, lewat bulu-bulu emas dari sayap pheonix yang dimiliki oleh pangeran Annsher.
Dengan segera dia pun menapakkan kedua tangannya ke lantai arena pertarungan, sehingga simbol bunga teratai yang ada di lengan kirinya bercahaya terang, yang membuat bayangan bunga teratai seketika itu menyelimuti tubuh Nien Chu seperti perisai gelembung yang sangat kuat.
Ratusan bubu emas hanya dapat menyentuh permukaan perisai pelindung bunga teratai yang diciptakan oleh Nien Chu, sehingga benturan yang terjadi menyebabkan percik bunga api di mana-mana.
Pangeran Annsher tak menyangka sama sekali jika pemuda yang menjadi lawan tarungnya bisa sekuat itu, hingga setiap serangan yang dikeluarkannya selalu gagal dan dapat ditepis dengan mudah oleh Nien Chu.
Nien Chu yang tak ingin mendapatkan serangan susulan dari pangeran Annsher, kemudian mengeluarkan 3 buah api untuk membentuk teratai api surgawi.
Nien Chu sengaja membentuk teratai api Surgawi, agar dapat menyerang pangeran Annsher dengan teknik amukan api misterius, yang kali ini menggunakan seluruh kekuatan yang dimilikinya.
Aura yang tercipta benar-benar sangat luar biasa, dan itu sangat jelas dirasakan oleh pangeran Annsher saat ketiga api mulai di gabungkan.
"Aku tak menyangka jika kau dapat membuatku sampai ke titik ini, di mana aku harus mengeluarkan seluruh kemampuan yang kumiliki untuk menghadapi mu."
"Baik..., kita lihat siapa yang terkuat di antara kita, dan siapa yang akan tetap bertahan di atas arena pertarungan," ucap pangeran Annsher.
Seketika itu seluruh tubuh pangeran Annsher berselimutkan cahaya emas, dan tiba-tiba saja seluruh tubuh nya terbakar oleh api berwarna keemasan.
Ranah dewa pun mencuat dari tubuh sang pangeran, hingga aura yang keluar dari tubuhnya saling berbenturan dengan aura yang keluar dari teratai api Surgawi milik Nien Chu.
__ADS_1
Benturan aura berkekuatan besar itu, mampu menyebabkan getaran hebat yang terjadi di sekitar arena pertarungan, yang membuat para penonton segera menjauh dari pinggir arena pertarungan, karena tanah yang dipijaknya kini terasa bergetar hebat.
Di dalam arena pertarungan, tiba tiba saja Nien Chu mengalami kegelisahan dan kekuatiran yang sangat hebat, semua itu karena adanya gejolak energi di dalam tubuhnya, yang seketika itu menjadi kacau akibat dirinya akan mengalami penerobosan tingkat keranah Dewa.
"Celaka, mengapa aku harus mengalami penerobosan tingkat di saat-saat seperti ini, jika aku memaksakan mengeluarkan kekuatan teratai api surgawi untuk menghadapi serangan dari pangeran Annsher, maka dantian di dalam tubuhku akan meledak akibat kekacauan energi yang ku alami saat ini," batin Nien Chu.
Tak ada pilihan lain bagi Nien Chu diapun menghentikan menggabungkan ketiga inti api yang dimilikinya, semua itu untuk menghindari hancurnya Dantian di dalam tubuhnya jika dia terus melakukan penggabungan itu.
Pangeran Annsher yang melihat jika Nien Chu akan mengalami penerobosan, tak menyia-nyiakan kesempatan untuk memberi peluang pada Nien Chu melakukan penerobosan tingkat.
"Ha...ha..ha...!, ini adalah hari keberuntunganku Nien Chu, aku takkan bersusah-susah untuk menghancurkanmu saat ini juga, karena jika kau mengeluarkan kekuatanmu selagi kau sedang ingin melakukan penerobosan ranah tingkatan, maka dengan sendirinya kau akan binasa," ucap pangeran Annsher dengan tertawa terbahak-bahak.
Nien hanya diam dan pasrah dengan keadaannya saat ini, dia pun segera melakukan kultivasi penerobosan tingkat di tempat itu, dan berharap jika penasehat kekaisaran akan menghentikan jalannya pertarungan selagi Nien Chu tengah melakukan penerobosan ranah tingkatan.
"Yang mulia, kurasa pertarungan ini harus segera dihentikan, jika tidak hal itu akan membahayakan nyawa Nien Chu," ucap sang penasehat.
"Penasehat, lanjutkan pertarungannya, jika kau menghentikan pertarungan ini dan Nien Chu berhasil melakukan penerobosan tingkat keranah Dewa, maka hal itu akan mempersulit bagi putra mahkota untuk memenangkan pertarungan ini."
"Kau harus ingat penasehat, turnamen ini merupakan turnamen bergengsi di seluruh dataran langit, jika perwakilan terkuat dari istana Orgy dapat dikalahkan oleh elf pesisir pantai, maka akan ditaruh di mana muka kita yang merupakan petinggi istana Orgy."
"Apapun yang terjadi, putra mahkota harus memenangkan pertarungan ini, agar elf dari kekaisaran kota tetap menjadi juara bertahan," ucap kaisar Annshor.
__ADS_1
Penasehat istana pada dasarnya tak menginginkan pertarungan terus berlanjut, karena hal itu sangat bertentangan dengan hati nuraninya yang merupakan seorang kultivator.
Biar bagaimanapun jika seorang kultivator sedang melakukan penerobosan ranah tingkatan, maka sama saja kultivator itu tengah berada di titik terlemahnya, yang tak mempunyai daya upaya selain berkonsentrasi untuk melakukan penerobosan ranah tingkatan.
Sang penasehat tak bisa berbuat apa-apa, karena melanjutkan pertarungan itu merupakan titah dari sang Kaisar.
Di podium para ketua tampak ketua Desa begitu marah melihat pertarungan yang terus dilanjutkan, sementara Nien Chu saat ini tengah melakukan penerobosan tingkat.
Ketua desa lantas berdiri dari kursinya, kemudian melesat pergi menuju ke arena pertarungan, akan tetapi langkahnya telah dihadang oleh jenderal Wugenji, sehingga dia pun menghentikan langkahnya.
"Ketua Tang yi, aku tak ingin kau menghentikan jalannya pertarungan antara Nien Chu dan putra mahkota, karena Kaisar Annzhor menginginkan pertarungan itu terus berlanjut," ucap jendral Wugenji.
"Jendral bukankah saat ini Nien Chu tengah melakukan penerobosan tingkat, jika pertarungan terus berlanjut maka sama halnya akan memberikan peluang bagi putra mahkota untuk membunuh Nien Chu," jawab ketua desa dengan menahan amarahnya.
"Kau tak usah memikirkan hal itu, ingat ketua Tang yi saat ini sang Kaisar ingin pertarungan dilanjutkan, dan jika kau berlaku bodoh untuk menghentikannya, maka jangan salahkan aku jika Desa pesisir pantai akan menghilang dari dataran langit," ancam sang jendral.
Ketua desa terdiam dan tak bisa berkata apa-apa, pada dasarnya dia tak suka dengan titah sang kaisar yang tak adil dalam pertarungan yang terjadi, akan tetapi jika dia berbuat nekat untuk membela Nien Chu, maka akan ada ribuan nyawa yang akan menghilang dari pesisir pantai, karena dia sangat mengenal watak dan karakter Sang Jenderal yang tak akan bermain-main dengan perkataannya.
Dengan segala pertimbangan akhirnya ketua desa duduk kembali ke kursinya, sambil berharap adanya mukjizat yang menghentikan pertarungan yang terjadi.
Di dalam kelompok Nien Chu tak jauh berbeda dengan yang di alami oleh ketua desa, tak ada seorangpun yang bisa membantu Nien Chu terbebas dari keterpurukannya, semua itu karena kelompoknya saat ini tengah mengalami ancaman dari para motivator kuat yang dimiliki oleh kekaisaran.
__ADS_1
Anchen yang saat itu berusaha berontak, pada akhirnya harus menerima totokan sehingga dia pun tak bisa bergerak sama sekali.
Bersambung