Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Di culik


__ADS_3

Thien Yu menyadari jika wanita yang ada di hadapannya itu adalah Dewi Zhao Quin, agar tak terjadi masalah dengan sang Dewi, Thien Yu akhirnya membuka jati dirinya.


Dengan menggenggam tinju memberi hormat, Thien Yu pun berkata. "Thien Yu putra Yan Lan memberi hormat pada ibu Dewi," ucapnya.


Seketika itu sang Dewi menghampiri Thien Yu dan berkata. "Aku tak segan segan untuk melenyapkan seseorang yang berbohong dan mengaku jika dirinya putra Yan Lan suamiku," ucap sang Dewi dengan amarah di wajahnya.


"Aku adalah putra Yan Lan dari istrinya yang bernama putri Xing Xia Lin dari kekaisaran Giok," ucap Thien Yu, sambil melukai tangannya hingga darah emas seketika itu keluar dari tangannya yang terluka.


Dewi Zhao Quin terperanjat melihat darah emas itu, darah itu sama dengan darah emas yang miliki suaminya semasa hidup.


Melihat darah emas yang keluar dari tubuh Thien Yu, Dewi Zhao Quin akhirnya percaya jika Thien Yu merupakan putra suaminya dan merupakan anak tirinya sendiri.


"Thien Yu kemarilah, ibu merindukanmu," ucap Dewi Zhao Quin sambil mengembangkan tangannya.


Thien Yu yang merasakan jika Dewi Zhao Quin telah mengakui dirinya sebagai putra Yan Lan, dengan perlahan diapun berjalan kearah Dewi Zhao Quin dan menerima pelukan hangat dari ibunya itu.


"Wajahmu seperti ayahmu putraku, sangat tampan dan berkarisma. Sangat di sayangkan yang berada di sini adalah duplikat dari tubuhku, yang menjaga mata air itu agar tak di salah gunakan oleh orang orang yang jahat.


Jika tubuh ini adalah tubuh asliku maka aku akan membawamu ke nirwana, aku akan mempertemukan kau pada ibumu yang lain, yang juga merupakan istri dari ayahmu," ucap Dewi Zhao Quin.


"Ibu Dewi, aku ingin ibu merahasiakan keberadaan ku kepada semua istri dari ayahku, agar aku bisa memberikan kejutan pada mereka semua jika bertemu di suatu hari kelak," jawab Thien Yu.


Terlihat replika Dewi Zhao Quin tersenyum kepada Thien Yu, dan tak lama kemudian dia pun berkata. "Semua ibumu yang berada di nirwana pasti akan terkejut dengan kehadiranmu putraku, dan aku dapat merasakan kebahagian mereka saat bertemu denganmu nanti," ucap Dewi Zhao Quin.


"Ibu dapatkah aku meminta dua hal padamu," ucap Thien Yu.


"Katakanlah apa yang kau inginkan dariku?" tanya Dewi Zhao Quin.


"Aku ingin meminta mata air itu ibu," jawab Thien Yu sambil menunjuk kearah mata air Dewi Zhao Quin yang berada di atas bunga teratai.


Dewi Zhao Quin mengeluarkan sebuah wadah kecil, kemudian menggerakkan sedikit tangannya hingga setetes air yang membeku itu masuk kedalam wadah yang telah Dewi Zhao Quin persiapkan.


"Ambillah, dan pergunakan mata air ini dengan bijak," ucap Dewi Zhao Quin dengan memberikan wadah yang berisi mata air Dewi Zhao Quin kepada Thien Yu.


Thien Yu menerima wadah yang berisi mata air Dewi Zhao Quin, dan mengucapkan terimakasih kepada Ibu tirinya itu.


"Sekarang apa permintaanmu yang kedua?" tanya Dewi Zhao Quin dengan senyum yang mengembang di bibirnya.

__ADS_1


Ibu Dewi, dalam pencarian ku untuk mendapatkan mata air ini sebelumnya aku bersama seorang gadis dari bangsa peri, akan tetapi teman wanitaku itu telah di culik oleh mahluk dari danau ini, dan sampai saat ini aku belum menemukannya. Dapatkah Ibu Dewi menunjukkan tempat dimana keberadaan teman wanitaku itu di bawa?" tanya Thien Yu.


Putraku ras elf adalah ras suci, yang menculiknya merupakan seorang pangeran dari dalam danau suci ini, sebelumnya dia merupakan ras campuran dari Dewa lautan dan seorang wanita dari ras iblis.


Setelah kehancuran alam bawah Xihou (Nama pangeran danau suci) dia dapat di terima di nirwana, semua itu karena para dewa tertinggi mengingat jasa Ayahnya yang telah mati di medan perang, saat pertempuran melawan para iblis dari alam bawah.


Pangeran Xihou juga mendapatkan dukungan dari jendral Lingfeng, yang merupakan sahabat dan saudara angkat dari ayah Xihou hingga hukumannya dapat di ringankan yaitu menjadi penunggu danau suci ini.


Dengan kedudukan jendral Lingfeng yang merupakan jendral tertinggi langit saat ini, yang menggantikan posisi ayahmu yang telah tiada, sangat mudah baginya untuk dapat meringankan hukuman Xihou.


Pada akhirnya Xihou di buang ketempat ini dan selamanya tak akan bisa keluar dari dalam danau, semua itu karena kesalahannya yang tak dapat diampuni oleh para dewa tertinggi, karena dia telah menodai seorang Dewi dan membunuhnya.


Xihou membutuhkan teman wanitamu itu untuk di setubuhi olehnya, agar dia mendapatkan energi suci dari bangsa elf, semua itu di lakukan agar wajahnya yang menyeramkan dan tubuhnya yang berbau busuk dapat kembali seperti semula.


"Putraku, aku tak bisa membantumu dalam menyelamatkannya, karena tugas dan tanggung jawab yang di berikan para dewa tertinggi padaku hanya meliputi hutan dan pegunungan, aku tak punya kuasa pada danau dan lautan seperti halnya danau suci ini.


Putraku sewaktu hidup ayahmu adalah seorang jendral tertinggi langit, dan kau berhak mewarisi baju perisai perang milik ayahmu, pergunakanlah jika kau dalam keadaan terdesak karena tak ada satu senjata pun yang mampu untuk menembus baju perisai jendral perang milik ayahmu ini," ucap Dewi Zhao Quin sambil memberikan sebuah pakaian perang lengkap yang mengeluarkan cahaya emas menyilaukan mata.


"Trimakasih atas pemberianmu ini Ibu Dewi, aku berjanji akan menggunakan pusaka ini dengan bijak," jawab Thien Yu.


Putraku aku akan menunjukkan tempat keberadaan pangeran Xihou padamu, kau ikutilah cahaya ini," ucap replika Dewi Zhao Quin yang tiba tiba saja memudar dan menghilang, yang ada kini hanya cahaya sebesar biji kacang hijau yang melesat pergi meninggalkan tempat itu.


*****


Di dalam sebuah kamar tampak putri Langyun tengah terbaring tak sadarkan diri, di samping tempat tidur itu duduk pangeran Xihou yang tengah menunggu putri Langyun tersadar, dengan tanpa berkedip sedikitpun memandangi putri Langyun.


Hingga beberapa waktu lamanya sang putri pun mulai tersadar. Dia pun menatap sekeliling ruangan itu dan tiba tiba saja aroma busuk menyeruak masuk kedalam hidung sang putri hingga membuatnya merasa mual.


"Bau apa ini, mengapa baunya sebusuk ini," batin putri Langyun sambil menutup Indra penciumannya dengan menggunakan jari tangan kanannya.


Tiba tiba sang putri merasakan kehadiran seseorang yang masuk kedalam kamarnya, diapun langsung waspada dengan keadaan yang ada.


"Dia..!!, mengapa pemuda air itu berada disini, dan mengapa aroma busuk itu semakin kuat setelah kehadirannya?" batin putri Langyun dengan memasang kewaspadaan tingkat tinggi.


"Kau telah sadar?" tanya pemuda itu tiba tiba.


"Mengapa aku bisa berada di sini, dan siapa kamu?" tanya putri Langyun.

__ADS_1


"Aku adalah pangeran Xihou, sekarang kau berada di istanaku," jawab sang pangeran.


"Mengapa kau membawaku ketempat ini, cepat kembalikan aku pada guruku!!" bentak putri Langyun.


"Ha..ha..ha.., Kau telah membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama, suka maupun tidak suka malam ini kau akan menjadi pengantinku, dan aku akan membawamu terbang melayang bersamaku menikmati malam pertama kita," jawab pangeran Xihou.


"Lancang!!, berani sekali kau menculik ku, aku tak akan pernah sudi menikah denganmu walupun kau seorang pangeran," pekik putri Langyun sambil mengeluarkan aura ranah tingkat surgawi yang di milikinya.


Akan tetapi keterkejutan seketika melanda putri Langyun , saat merasakan energi di dalam dantiannya seperti terkunci dan tak dapat di gunakan.


Diapun merasakan takut yang teramat sangat, apa lagi mengetahui jika pemuda air yang ada di hadapannya ingin mendapatkan kesuciannya malam nanti, sang putri pun mundur ke sudut pembaringan yang di tempatinya berada.


"Percuma saja kau melakukan perlawanan, semua kekuatanmu telah ku bekukan," ucap pangeran Xihou sambil mendekati putri Langtian.


Sang putri yang tak tahan dengan bau busuk yang keluar dari tubuh pangeran Xihou, diapun akhirnya muntah di tempat itu.


"Ha..ha..ha.., kau begitu sangat menggairahkan ku, kau akan terbiasa dengan bau busuk di tubuhku karena kau akan menjadi permaisuri di istanaku untuk selamanya, kau akan melahirkan anak anak kita yang kelak akan menguasai alam ini.


Aku beruntung mendapatkan mu seorang wanita cantik dari ras elf, memang harus ku akui wanita ras elf adalah wanita tercantik dari seluruh alam dan aku begitu sangat menginginkanmu," ucap pangeran Xihou dan segera melepaskan pakaiannya.


Tampak luka luka membusuk di balik tubuh yang berbalut pakaian sang pangeran, hal itu membuat putri langyun merasa ngeri dan kembali muntah.


"Apa yang ingin kau lakukan?" tanya putri Langyun sambil memeluk lutut dengan kedua tangannya.


"Aku sudah tak tahan melihat kecantikan mu, dan aku ingin kau melayaniku sekarang juga," jawab sang pangeran sambil menjilati bibirnya sendiri.


Putri Langyun segera mencerna keadaan yang ada, dan berfikir keras agar dirinya tak ternoda oleh lelaki bejad yang ada di hadapannya itu.


"Tunggu pangeran, mengapa kau tergesa gesa apakah kau tak ingin menikahi ku terlebih dahulu sebelum kau menikmati tubuhku?, apa kata anak anak kita nanti jika dia mengetahui aku hamil sebelum adanya pernikahan denganmu?" ucap putri Langyun yang sengaja mengulur ulur waktu, berharap Thien Yu segera datang untuk menyelamatkannya.


"Kau benar sayang, aku akan menikah denganmu malam ini, dan setelah itu aku akan menghabiskan dan menikmati malam pengantin bersamamu.


Aku akan menyuruh pelayan untuk mempersiapkan segalanya termasuk merias dan memakaikan baju pengantin padamu," ucap pangeran Xihou sambil memakai pakaiannya kembali dan berlalu pergi.


Sesaat Putri Langyun dapat bernapas dengan lega. "Semoga guru dapat segera datang untuk menyelamatkanku, jika tidak pangeran berbau busuk itu pasti akan menodai ku," batin putri Langyun dengan wajah penuh kesedihan.


Bersambung

__ADS_1


Minta dukungannya sahabat semua🙏


__ADS_2