
Thien Yu berhasil memulihkan diri, dengan perlahan dia bangkit dan berjalan keluar dari kamar sang putri.
Thien Yu berjalan menuju keluar istana, menuju kearah danau hijau yang membentang luas di hadapannya. Setelah itu Thien Yu memejamkan matanya untuk mengadakan panggilan batin melalui kontrak darah dengan Lu ying pengikutnya.
"Lu ying, apakah kau mendengarkan ku?" tanya Thien Yu.
"Aku mendengarkan mu tuan muda," Jawab Lu ying.
"Apakah kau berhasil bertemu dengan kedua orang tua putri Meyling?" tanya Thien Yu.
"Aku telah menemukannya dan sekarang aku tengah menuju ke kerajaan lumut bersama mereka," jawab Lu ying.
"Kau memang bisa di andalkan, dan atas semua yang telah kau lakukan aku ucapkan banyak terimakasih," ucap Thien Yu.
"Tak usah sungkan begitu tuan muda, tuan muda telah ku anggap sebagai titisan Naga Giok junjunganku, apa pun perintah tuan muda merupakan suatu hal yang harus kulakukan walaupun aku harus menyerahkan nyawaku sendori," jawab Naga Giok.
"Baiklah Lu ying, aku akan menunggumu di sini," ucap Thien Yu.
Dari jauh tampak putri Meyling melihat semua kegiatan yang di lakukan Thien Yu, akan tetapi dia merasa malu untuk bertemu dengannya karena sang putri merasa dirinya sudah sangat kotor, walaupun sang putri mengetahui jika dirinya masih perawan.
"Apa yang harus kulakukan, aku tak mungkin mengharapkan Thien Yu untuk mencintaiku dengan keadaanku seperti ini, Thien Yu pemuda yang baik dan begitu tampan tak seperti diriku yang telah kotor, biar bagaimanapun aku membersihkan tubuhku, aku tetap merasa jika tubuhku tetap terasa kotor dan tak layak bagi Thien Yu, dia bisa mendapatkan wanita wanita cantik di luar sana yang melebihi segalanya dariku, seperti halnya Xiozi yang begitu sangat di kagumi oleh thien Yu, oh Dewa mengapa hal ini bisa menimpaku," batin putri Meyling sambil tertunduk lesu merasakan kegetiran hatinya.
Sementara itu Thien Yu yang mengetahui jika Lu ying akan segera tiba di kerajaan lumut, segera melompat keatas atap bangunan istana yang tertinggi dan menaruh artefak langit perlindungan yang di milikinya di sana.
Thien Yu mengaktifkan artefak langit itu hingga membentuk segel perlindungan yang jangkauannya cukup luas, kemudian dia menyertakan 2 inti api kedalamnya untuk dapat memperkokoh segel, dan juga dapat menjadikannya sebagai alat untuk melakukan serangan balik yang sangat mengejutkan dan matikan bagi para penyerang.
__ADS_1
Setelah melakukan hal itu, Thien Yu segera melesat kearah putri Meyling yang sebelumnya telah dia tahu keberadaannya.
Putri Meyling sangat terkejut melihat Thien Yu yang tiba tiba saja sudah berada di hadapannya. "Bagai mana keadaanmu Ratu?" tanya Thien Yu.
Sang putri segera menghirup udara dalam-dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan-lahan, hal itu dilakukannya untuk menenangkan hatinya dihadapan Thien Yu.
"Untuk apa kau memanggilku ratu sementara kau lihat sendiri, tak ada satupun rakyat dari kerajaan ini yang tersisa dari pembantaian klan ular danau hitam," jawab sang putri.
"Baik, mulai sekarang aku akan memanggilmu putri Meyling, dan sekarang aku ingin mengetahui keadaanmu," ucap Thien Yu kembali.
Putri Meyling menatap Thien Yu dan berkata. "Terimakasih karena kau telah menyelamatkanku untuk kedua kalinya Thien Yu, jika tidak, aku tak tau lagi bagai mana aku harus menjalani kehidupanku di masa depan.
Thien Yu setelah ini aku tak ingin kau menemuiku lagi, aku sudah sangat kotor dengan semua yang telah dilakukan pangeran Hi bow padaku, aku tak ingin kau ikut kotor karena bersamaku," jawab putri Meyling.
"Ha..ha..ha.., kau bicara apa putri, bukannya kita ini teman dan lagian tak terjadi apa apa padamu, kau juga masih suci dan tak ternoda dan aku ingin kita tetap seperti dulu. Sudah lah putri tak usah kau pikirkan lagi yang telah terjadi, yang terpenting sekarang kau dan keluargamu bisa selamat," ucap Thien Yu.
"Apakah benar yang kau katakan itu Thien Yu?" tanya sang putri meyakinkan perkataan Thien Yu.
Thien Yu pun menganggukkan kepalanya mengiyakan. Isyarat dari anggukan kepala Thien Yu membuat sang putri merasa senang.
Tak lama kemudian terlihat di angkasa tampak seekor Naga emas yang membawa dua orang di punggungnya, menuju ke arah mereka berdua, dan sang putri tau jika dua sosok di punggung Naga Emas itu merupakan Ayah dan ibunya.
"Ayah...!!, Ibu...!!" teriak putri Meyling menyambut kedatangan kedua orang tuannya yang telah mendarat di lantai istana.
Mereka bertiga saling berpelukan dan melepas rindu satu dengan yang lainnya, sementara Lu ying datang menghampiri Thien Yu.
__ADS_1
"Tuan muda, kita harus segera mempersiapkan diri mulai dari sekarang, para anggota klan ular danau hitam tak mungkin tinggal diam, mereka pasti akan melakukan pengejaran sampai ketempat ini," ucap Lu ying.
"Jangan kuatir kan hal itu Lu ying, aku telah mempersiapkan semua apa yang harus kita lakukan, lebih baik kau pergi memulihkan dirimu terlebih dahulu karena aku yakin energi di tubuhmu pastinya telah banyak terkuras," jawab thien Yu.
"Baik tuan muda, aku akan memulihkan diri di alam batin tuan muda karena disana terdapat banyak energi Qi yang sangat padat, yang memang dibuat khusus oleh junjunganku Naga Giok yang dapat dipergunakan jika keadaan mendesak bagi tuan muda," ucap Lu ying.
"Maksudmu Lu ying?" tanya Thien Yu.
"Energi murni yang ada di dalam alam batin tuan muda merupakan berkah dari Naga Giok, energi itu dapat tuan muda pergunakan sebagai cadangan energi di dalam dantian tuan muda jika di perlukan, bisa di katakan jika tuan muda sekarang mempunyai 2 penyimpanan energi di dalam tubuh, dan aku sendiri yang akan mengajarkan tuan muda untuk dapat mempergunakan energi Qi yang berada di dalam alam batin tuan muda itu," jawab Lu ying.
Setelah berkata seperti itu Lu ying segera menghilang dan masuk kedalam alam batin Thien Yu, yang menyisakan asap hitam pekat di sekitar Thien Yu berada.
Sementara itu di dalam klan ular danau hitam, tampak ketua klan dan beberapa petinggi klan tengah mengadakan rapat mengenai kesembuhan sang pangeran.
"Bagai mana bisa penyusup itu masuk ke istana klan dan melukai putraku tanpa sepengetahuan kalian semua," ucap raja Hi Bing penuh amarah.
"Maaf kami yang mulia, sungguh kami tak menyangka jika akan ada kejadian seperti ini, untuk kesalahan itu kami siap di hukum," jawab seorang penatua klan sambil menggenggam tinju memberi hormat yang di ikuti para petinggi klan yang lainnya.
"Penatua!! aku ingin mengetahui kondisi putraku sekarang," ucap raja Hi Bing
"Luka dalam yang di derita pangeran sekarang ini berangsur angsur pulih, akan tetapi racun mematikan yang bersarang di tubuhnya belum ada yang bisa mengeluarkannya yang mulia, racun itu merupakan racun api hitam yang tak ada duanya di alam semesta ini," ucap penatua itu.
"Apa..!!, bagaimana mungkin orang yang melukai putraku memiliki racun yang seganas itu, melebihi keganasan racun ular danau hitam ku!!?, aku ingin kalian semua menyebar untuk mendapatkan orang yang telah menyerang putraku dan segera mendapatkan penawar racun itu darinya, aku ingin kalian mendapatkannya dengan apapun caranya!!" perintah raja Hi Bing.
"Baik yang mulia, kami akan segera mencari di mana pun pemuda itu berada," ucap penatua itu kembali.
__ADS_1
Bersambung.
Trimakasih bagi sahabat yang terus menunggu kelanjutan novel ini, dan terimakasih author ucapkan kepada sahabat EDY SIPAHUTAR yang telah memberi author banyak koin, semoga di beri kesehatan dan di lancarkan rezekinya, Amin.