
Ribuan prajurit tengkorak putih kini tak bisa merapat ke arah pasukan iblis, karena pasukan pemanah dari guild cahaya terlebih dahulu telah menghancurkan mereka semua, dan juga telah menghancurkan segel kegelapan yang terbentuk.
"Kak Nien Chu, mereka sangat banyak jumlahnya, akan sulit bagi kita berdua untuk melawan mereka apa lagi jika harus menghancurkan Guild cahaya," ucap Dewi Giok.
Belum sempat Nien Chu menjawab perkataan Dewi Giok, ribuan anak panah yang dilepaskan pasukan iblis telah menuju ke arah mereka berdua.
Nien Chu lalu menggerakkan tangannya dengan mengeluarkan kekuatan ilahi hukum angin, sehingga ribuan anak panah seketika itu berbalik arah dan menyerang ke arah pasukan iblis.
Jerit kematian terdengar di mana-mana saat anak panah itu menembus tubuh para pasukan iblis. Dewi Giok semakin tercengang melihat kekuatan yang dimiliki Nien Chu, dia tak menyangka jika anak panah itu dapat ditaklukannya hanya dengan gerakan kecil tangannya.
Dengan melihat semua kekuatan terpesembunyi yang di miliki Nien Chu, membuat Dewi Giok semakin yakin jika kemampuan Nien Chu telah berada jauh di atasnya.
Tiba tiba saja Nien Chu menghantamkan telapak tangannya tanah, sehingga portal menuju ke alam reruntuhan binatang iblis seketika itu terbuka.
Kurama dan pasukan serigala iblis kuno berhamburan keluar dari dalam portal tersebut, dan langsung menyerang ke arah pasukan iblis yang berada di tempat itu.
"Dewi apa yang kau lamunkan, ayo kita habisi mereka!!" ucap Nien Chu.
"I...i...iya..." jawab Dewi giok terbata-bata, karena sangat terkejut melihat banyaknya serigala raksasa yang membantu mereka menghadapi pasukan iblis.
Dewi Giok dan Nien Chu bersama Kurama dan pasukannya memporak porandakan pasukan iblis, sehingga banyak pasukan iblis yang mati akibat penyerangan yang mereka lakukan.
Beberapa Jenderal iblis membentuk sebuah pusaran angin besar di langit, tak lama kemudian Jenderal iblis dan seluruh pasukannya perlahan-lahan menghilang dari tempat itu.
"Pengecut...!!" teriak Kurama melihat para iblis telah melarikan diri dari tempat itu.
Kurama begitu sangat kesal karena para iblis telah menyerang tuan mudanya dengan pasukan besar, yang tentunya akan sangat berbahaya bagi keselamatan tuan mudanya.
"Bagaimana keadaan anda tuan muda?" tanya Kurama.
"Kami berdua dalam keadaan baik-baik saja, terima kasih atas bantuan mu," jawab Nien Chu.
"Tak usah sungkan begitu tuan muda, jika tuan muda dalam masalah maka panggilah aku secepatnya," ucap Kurama.
Nien Chu mengganggukkan kepalanya, dan tak lama kemudian menatap kearah Dewi Giok.
Kurama dapat mengerti dengan keadaan, dia tak ingin mengganggu kebersamaan tuan mudanya dengan seorang wanita cantik, yang sebelum ini tak pernah dilihatnya bersama Tuan mudanya.
__ADS_1
"Karena tak ada lagi yang bisa kulakukan di tempat ini maka kami semua akan kembali ke alam reruntuhan," ucap Kurama.
"Terimakasih Kurama"
Hanya itu kata yang keluar dari mulutnya Nien Chu, dan tak lama kemudian Kurama beserta pasukannya masuk kembali ke dalam portal, hingga portal itu pun lenyap tak berbekas.
"Kak Nien Chu binatang roh seperti apa yang baru saja kulihat tadi, dia berbicara layaknya seorang manusia?" tanya Dewi Giok.
"Dia merupakan raja serigala iblis kuno, yang telah hidup di zaman dahulu, yang memiliki kemampuan setingkat binatang Dewa surgawi.
"Pantas saja kekuatan yang dimilikinya begitu sengat hebat, dan pasukannya seperti tak bisa mati..., aku melihat beberapa dari pasukan serigala iblis kuno terpotong menjadi dua bagian oleh pasukan iblis, akan tetapi tubuh mereka dapat menyatu kembali dan menjadi sangat ganas," ucap Dewi Giok.
"Sudahlah, lebih baik kita menuju ke Guild cahaya untuk mencari pil yang telah mereka buat," ucap Nien Chu.
"Baik kak Nien Chu, ayo kita kesana," jawab Dewi giok.
Mereka berdua pada akhirnya melesat cepat menuju ke Guild cahaya, dan mendapati tak ada satupun kehidupan di dalam ruangan besar itu.
Dewi Giok segera mengedarkan pandangannya sekeliling tempat itu, dan tak lama kemudian Dewi Giok merasakan adanya kehidupan dari ruangan lainnya.
Langkah Dewi Giok tertahan saat Nien Chu segera memegang tangannya.
"Kau jangan ceroboh, aku merasakan jika aura kehidupan yang kau rasakan memiliki aura gelap yang sangat mematikan, kita harus berhati hati dalam bertindak jangan sampai para iblis itu meninggalkan jebakan bagi kita," ucap Nien Chu.
"Maaf kan aku kak Nien Chu," jawab Dewi Giok.
Nien Chu berjalan di depan untuk menuju ketempat keberadaan aura kehidupan di dalam ruangan lainnya.
Di ruangan itu terlihat banyak Alkemis yang telah mati dengan kondisi yang sangat menyedihkan, dan terlihat ada seorang Alkemis yang masih hidup sehingga membuat Nien Chu langsung menghampirinya.
"Nien Chu melihat kondisi tubuh Alkemis itu, namun tiba tiba Alkemis itu mendekat dan membisikan sesuatu di telinganya.
Mereka telah membawa 10 pil obat yang mampu menghidupkan Jenderal iblis di masa lalu, Tuan....!!, Aku ingin kau menghancurkan kesepuluh pil itu, jika tidak peradaban manusia di muka bumi akan terancam," ucap sang Alkemis kemudian ambruk ketanah dengan nyawa yang tak bisa tertolong lagi.
"Nien Chu yang terfokus dengan alkemis yang berada di dekatnya, tiba-tiba di kejutkan ketika jeritan Dewi giok.
Terlihat luka sayatan di lengan kiri Dewi Giok yang mengeluarkan darah berwarna merah ke hitam hitaman, yang menandakan jika Dewi Giok tengah terkena racun.
__ADS_1
Melihat hal itu Nien Chu langsung menotok aliran darah di lengan kiri Dewi Giok, agar racun tak menjalar ke seluruh tubuhnya.
Terlihat Dewi Giok terkulai lemas, dan pikirannya saat ini di penuhi halusinasi yang membuatnya semakin terpuruk.
Nien Chu mendekap tubuh Dewi Giok dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya memegang pedang penguasa malam.
"Aku merasakan adanya Aura binatang buas di tempat ini, dan kurasa binatang itu yang telah menyerang Dewi Giok secara diam-diam."
"Binatang buas itu sangat hebat karena dia bisa melukai Dewi Giok, aku harus segera pergi dari tempat ini jika tidak keselamatan Dewi Giok akan terancam," batin Nien Chu.
Tiba tiba saja serangan sangat cepat datang kearahnya, yang membuat Nien Chu langsung menangkis menggunakan pedang penguasa malam.
Nien Chu sangat terkejut dengan serangan yang begitu kuat, sehingga pedang penguasa malam terlepas dari genggaman tangannya.
Nien Chu yang sangat mengkhwatirkan Dewi Giok segera menggunakan teknik menembus dimensi, untuk meninggalkan tempat itu walaupun pedang penguasa malam masih berada di sana.
Nien Chu tiba di kediamannya, dan disana telah berdiri jendral Gong Lang dan jendral Jatayu yang sebelumnya memang telah dipanggilnya.
"Dewi Giok terkena racun, dan aku ingin kalian mendeteksi racun apa yang telah berada di tubuhnya," ucap Nien Chu.
Jendral Jatayu yang merupakan jelmaan binatang Dewa surgawi, langsung mengetahui binatang apa yang telah menyerang Dewi Giok.
"Tuan muda racun di tubuh Dewi Giok merupakan racun dari binatang Kadal Bulan. Binatang ini dapat merubah wujudnya menjadi apapun juga, termasuk dapat meniru seorang manusia sama seperti aslinya."
"Kadal bulan termasuk binatang Dewa surgawi sama seperti kami berdua, Dan racun di tubuhnya dapat membuat halusinasi yang perlahan-lahan mematikan dengan membekukan darah di tubuh korbannya," jawab jendral Jatayu.
"Ternyata kadal bulan telah bersekutu dengan iblis, aku akan melenyapkannya setelah Dewi Giok ku sembuhkan," ucap Nien Chu.
"Tuan muda, kadal bulan termasuk binatang Dewa surgawi yang tak mau diatur, apalagi terikat dengan sebuah kontrak darah, racun di tubuh Dewi Giok takkan pernah dapat di sembuhkan oleh apapun juga, walaupun dengan menggunakan kekuatan teratai Nirwan. Hanya dengan mengalahkan kadal bulan baru bisa mendapatkan penawar untuk racun di tubuh Dewi Giok," timpal jendral Gong Lang.
Nien Chu menarik nafasnya dengan kuat dan menghembuskannya sambil berkata.
"Berapa lama waktu bagi Dewi Giok bisa bertahan dari racun itu?" tanya Nien Chu.
"Karena Dewi giok memiliki kekuatan tak terbatas, dia hanya mampu bertahan 3 hari dan setelah melewati waktu 3 hari, Dewi Giok pasti akan mati," jawab Jatayu.
Bersambung
__ADS_1