
"Ha...ha...ha...!!, aku tak menyangka kau sekuat ini dengan mampu menahan serangan ku, sekaligus membuat aku menjadi seperti ini!!".
"Anak muda ini merupakan kesalahan besar bagimu karena kau secara terang terangan telah menyalakan api permusuhan di antara kita, maka bersiaplah untuk menerima kenyataan kematianmu," ucap ketua sekte.
Nien Chu menghentikan langkahnya saat hentakan keras tangan putri Annchi meronta untuk dilepaskan. Nien Chu tak melepaskan tangan sang putri, dia tetap menggenggamnya dengan kuat.
"Lepaskan Aku kak Nien Chu..., selama ini kakek tua itu telah menipuku...., dia datang menolongku di saat aku terluka dalam bertarung menghadapi salah satu jendral iblis..!!"
Dia merawatku dengan baik di sekte ini dan ternyata kebaikannya itu tersimpan kebusukan yang menginginkanku menjadi istrinya, padahal dirinya merupakan laki-laki tua yang tak pantas lagi mendapat wanita muda sepertiku!"
"Untung aku hanya bertunangan dengan nya, jika aku sampai menikah dengannya dan mengetahui kenyataan ini, maka aku tak akan bisa menghadapi dunia ini...!"
"Kak Nien Chu..., lepaskan aku...!!, biar aku yang akan menghabisinya...!! Pekik putri Annchi menahan rasa sakit di hatinya melihat kenyataan yang ada.
Nien Chu menarik Sang Putri ke dalam pelukannya untuk menenangkannya, lantas dia pun berkata.
"Biar aku yang akan menyelesaikan semua ini, lebih kau beristirahat..." ucap Nien Chu kemudian menghentakkan tangannya ke pundak putri Annchi, yang membuat sang putri seketika itu terkulai tak sadarkan diri.
Nien Chu melesat cepat ke sebuah pohon dan menaruh tubuh Putri Annchi di sana, kemudian menutup tubuhnya dengan gelembung segel, setelah itu melesat kembali ke hadapan ketua sekte.
"Bukan kesalahan besar bagiku karena telah membuat api permusuhan dengan mu, tapi merupakan kesalahan besar bagimu karena telah menyakiti hati orang-orang yang kusayangi, maka aku takkan membiarkan kau hidup...!!" ucap Nien Chu.
Setelah berkata seperti itu, Nien Chu menghilang dari pandangan ketua sekte, dan tiba-tiba saja telah berada di dekatnya dan menghantamkan tinju yang dialiri tenaga dalam ke arah sang ketua sekte.
Ketua sekte sedikit terkejut melihat kecepatan yang dilakukan anak muda yang menjadi lawan tarungnya, seketika itu diapun melakukan sedikit gerakan yang membuat tubuhnya seketika itu bergeser dengan cepat, sehingga pukulan yang dilesakkan Nien Chu hanya menghantam ruang yang kosong.
Kini ketua sekte berbalik menyerang ke arah Nien Chu dengan menjentikkan kedua jarinya, sehingga dua bola berwarna merah sebesar kelereng melesat cepat ke arah Nien Chu, yang membuat Nien Chu seketika itu mengibaskan tangannya menggunakan kekuatan ilahi hukum angin, sehingga dua serangan dari ketua sekte berbelok arah dan menghantam tembok beton yang merupakan pagar pembatas sekte hingga hancur berkeping-keping.
Para tetua sekte yang ada di tempat itu seketika bereaksi, mereka yang tak ingin ketua sekte bertarung sendiri menghadapi anak muda yang memiliki kemampuan hebat, seketika itu membentuk bersama sama membentuk formasi pedang bulan merah.
Pedang perak di tangan ketujuh tetua sekte, tiba-tiba saja mengeluarkan aura merah yang sangat menindas. Tak lama kemudian ketujuh tetua sekte bergerak bersamaan menyerang ke arah Nien Chu.
__ADS_1
Nien Chu menghentakkan kaki kanannya ketanah, yang membuat lingkaran gelombang kejut yang sangat kuat, yang membuat formasi yang dilakukan para petinggi sekte goyah akibat serangan lingkaran gelombang kejut yang dilakukan oleh Nien Chu.
Nien Chu segera menggabungkan 3 inti api di telapak tangan kanannya, sehingga membentuk sebuah teratai hitam yang mengeluarkan kobaran api hitam menyala.
Teratai giok hitam itu dilemparkan ke arah 7 petinggi seteh yang membuat mereka semua terhempas jauh ke belakang, dengan tubuh yang kini berselimut kan kobaran api hitam, yang sedikit demi sedikit telah mengikis tubuh mereka.
Ketua sekte yang melihat hal itu, segera mengeluarkan kekuatan sejatinya, yang membuat tubuhnya seketika itu berubah menjadi seekor gorila raksasa yang memiliki mata merah menyala.
Ternyata ketua sekte ini merupakan salah satu binatang surgawi, ini merupakan berita bagus bagiku karena kekuatan yang dimilikinya mampu untuk membantu dalam menghadapi para iblis di masa depan.
Pertarungan di antara mereka berdua pun terjadi dengan sengit. Bukanlah hal mudah bagi Nien Chu dalam menghadapi seekor binatang surgawi yang telah dapat merubah diri menjadi seorang manusia.
Serangan serangan yang dilakukan gorila raksasa itu begitu sangat kuat menerpa tubuhnya, hingga membuat Nien Chu harus berkelit ke sana dan kemari untuk menghindari serangan-serangan itu.
5 bola energi besar seketika itu menuju kearah Nien Chu, hingga suhu di tempat itu berubah menjadi sangat panas.
Nien Chu menghantamkan teratai giok kearah 5 bola energi, sehingga ledakan yang terjadi menggetarkan area di sekitar tempat itu.
Dentuman energi tiba-tiba terdengar di dalam tubuh gorila merah raksasa, hingga membuatnya terpuruk karena seluruh energi di dalam tubuhnya bergejolak hebat.
Nien Chu mengambang di udara dengan kedua tangannya di belang tubuhnya.
Dia sengaja tak menghancurkan lautan energi di dalam tubuh gorila raksasa, agar sang gorila raksasa takluk kepadanya.
Gorila raksasa bangkit dan berlutut di hadapan Nien Chu, sambil menahan sakit di tubuhnya akibat energi yang semakin lama semakin bergejolak dan akan meledak.
"Aku mengaku kalah..., dan aku minta kau membebaskanku dari kekuatan besar mu yang ada di dalam tubuhku," ucap gorila raksasa itu.
"Aku akan membebaskan mu, asalkan kau mau melakukan kontrak darah denganku," jawab Nien Chu.
"Kontrak darah katamu? Aku tak akan pernah mau menjadi budakmu, Lebih baik aku mati daripada aku terkekang dan menjadi budakmu!!" bentak gorila raksasa itu.
__ADS_1
"Baiklah ...., kau telah melakukan pilihan daripada melakukan kontrak darah denganku, maka dengan sangat menyesal aku akan melenyapkan mu!!" ucap Nien Chu.
Setelah berkata seperti itu, Nien Chu berbalik arah dan membelakangi gorila raksasa, kemudian menggenggam tangan kanan nya dengan kuat sehingga ketiga inti api yang kini berada di dalam tubuh gorila raksasa dalam bentuk teratai giok hitam, seketika itu meledak dan menghancurkan tubuh gorila raksasa menjadi serpihan-serpihan kecil.
Tampak inti roh jiwa berwarna merah sang gorila tergeletak di tanah, yang membuat Nien Chu langsung meraihnya.
"Ini sangat berguna bagi Tency dalam meningkatkan kekuatannya," batin Nien Chu kemudian menyimpan bola energi berwarna merah itu ke dalam cincin ruangnya.
Nien Chu menatap ke arah ke 7 petinggi sekte yang masih terbakar oleh kobaran api hitam di tubuhnya, Nien Chu sengaja tak menghancurkan tubuh mereka semua, karena Nien Chu menginginkan sekte itu takluk kepadanya.
"Aku akan memadamkan api di tubuh kalian semua, jika kalian semua mau menjadi pengikutku dengan melakukan kontrak darah," ucap Nien Chu
"Kami semua akan melakukan kontrak darah dengan anda tuan muda," ucap wakil ketua sekte.
Nien Chu tersenyum kemudian mengibaskan tangannya, maka seluruh kobaran api hitam menghilang dari tubuh ke 7 petinggi sekte.
Nine chu lantas melakukan kontrak darah dengan ketujuh petinggi sekte bulan merah, setelah itu dia pun berkata.
"Aku ingin kalian membentuk kekuatan besar di sini, karena di masa depan aku akan memerlukannya," ucap Nien Chu.
"Baik tuan muda..., kami semua akan mengikuti perintah tuan muda," ucap salah seorang petinggi sekte mewakili yang lainnya.
Nien Chu menyerahkan 7 pil berwarna emas yang merupakan aura teratai nirwana yang sudah di padatkan, kepada ketujuh petinggi sekte bulan merah.
"Kalian telanlah pil ini maka luka-luka yang ada di tubuh kalian akan pulih seperti sediakala, dan juga akan meningkatkan kekuatan kalian berkali-kali lipat dari sebelumnya," ucap Nien Chu.
"Terimakasih tuan muda," ucap mereka serempak.
Setelah menyelesaikan urusan dengan sekte bulan merah, Nien Chu membawa putri Annchi ke istana Pheonix.
Bersambung
__ADS_1