
Nien Chu segera tahu maksud dan tujuan gurunya mengatakan hal itu kepadanya, sehingga Nien Chu langsung melesat cepat kearah tubuh singa bersayap yang telah mati.
"Maafkan aku singa bersayap, karena aku harus menghancurkan kepalamu," ucap Nien Chu kemudian menghantam kepala singa bersayap yang ada di hadapannya hingga hancur berantakan.
Batu energi sebesar genggaman tangan orang dewasa menggelinding di tanah, cahaya berwarna emas seketika itu keluar dari dalam batu energi tersebut.
Dengan cepat Nien Chu meraih batu energi tersebut dan menyimpannya ke dalam cincin ruang yang di milikinya.
Dengan cepat Nien Chu segera meninggalkan tempat itu, namun dari kejauhan ke 4 binatang roh yang tengah memulihkan diri, dapat melihat jika ada seorang anak manusia yang telah membawa batu energi milik singa bersayap, hingga mereka semua menjadi gusar karena batu energi itu yang bisa membuat mereka semua menjadi penguasa di hutan binatang iblis.
Nien Chu terus berlari dengan cepat hingga pada akhirnya dia kelelahan dan berhenti berlari.
"Cepat kau cari tempat untuk menyerap batu energi yang berada padamu itu, karena batu energi itu dengan sendirinya dapat membantumu menembus ranah tingkat selanjutnya, sebelum keempat binatang roh tingkat ke-8 mampu untuk memulihkan diri," ucap inti api surgawi.
"Baik guru," ucap Nien Chu kemudian terus berlari menembus hutan yang lebat itu.
Di sebuah jurang Nien Chu melihat adanya sebuah gua tersembunyi di sana, dengan cepat dia pun bergegas menuju ke Goa yang dilihatnya itu.
"Goa ini cukup tersembunyi dan sulit di temukan, aku bisa menyerap batu energi dengan leluasa di tempat ini," batin Nien Chu.
"Nien Chu segera duduk bersila dan meletakkan batu energi percaya emas itu di hadapannya, kemudian dia pun melakukan kultivasi untuk menyerap energi yang sangat besar dari dalam batu energi itu.
Perlahan lahan batu energi mulai terserap ke dalam tubuh Nien Chu, dengan tanda keluarnya aura emas di seluruh tubuh Nien Chu.
Nien Chu terus melakukan penyerapan batu energi hingga tengah malam dan tak lama kemudian ledakan demi ledakan terjadi di dalam dantian Nien Chu, hingga membuat Nien Chu menembus Ranah tingkat roh dalam waktu yang sangat singkat.
Nien Chu berhasil melewati beberapa ranah tingkatan berkat kekuatan dari singa bersayap, yang tersimpan di dalam batu energi yang berada di tubuhnya.
Batu energi yang berada di hadapan Nien Chu perlahan lahan mulai retak dan tak lama kemudian baru itupun hancur menjadi debu, karena seluruh energi yang ada di dalam batu tersebut telah masuk ke dalam tubuh Nien Chu.
"Bagus Nien Chu, kau telah berhasil menembus ranah tingkat roh, dan selanjutnya kita harus secepatnya pergi mencari pedang penguasa malam di sisi timur hutan ini," ucap inti api surgawi dari dalam Dantian Nien Chu.
__ADS_1
"Tapi guru, saat ini hari telah larut malam dan di luar sana banyak binatang roh tingkat tinggi yang berkeliaran, apakah tidak membahayakanku jika aku berkeliaran di dalam hutan malam-malam seperti ini?" tanya Nien Chu.
Saat ini tak ada pilihan bagimu, jika sampai ke 4 binatang roh tingkat ke 8 berhasil memulihkan diri, maka mereka semua pasti akan mencarimu karena kau telah membawa batu energi milik singa bersayap yang begitu sangat di inginkan oleh mereka, dan saat itu kau takkan sanggup menghadapi mereka semua walaupun aku ikut membantumu, karena tingkat kultivasi yang kau miliki masih sangat rendah dibanding mereka berempat," jawab api inti surgawi.
"Baik guru, aku akan mengikuti perkataan mu," ucap Nien Chu.
"Pergilah aku akan melindungimu," ucap api inti surgawi.
Malam itu juga Nien Chu memutuskan untuk pergi menuju ke tempat di mana pedang penguasa malam berada, sementara api inti surgawi terus menyelimuti tubuh Nien Chu agar aura tubuhnya tak dapat dirasakan oleh binatang roh tingkat tinggi yang banyak berkeliaran di malam hari.
Nien Chu berlompatan dari satu pohon ke pohon yang lain tanpa menghiraukan banyaknya binatang roh yang berada di bawahnya, dan dengan bantuan api inti Surgawi Nien Chu berhasil menuju ketempat dimana air terjun yang di tujunya.
Hari mulai pagi saat Nien Chu sampai di sebuah air terjun yang jatuh ke dalam danau yang berair jernih. Di tengah tengah air terjun terdapat sebuah pedang berwarna hitam legam yang tertancap di sebuah batu dengan aura kuat.
"Itu adalah pedang penguasa malam, aku ingin kau meneteskan darahmu di pedang itu sebelum kau mencabutnya dari batu besar yang menjadi tempat pedang itu tertancap," ucap api inti surgawi.
"Baik guru" jawab Nien Chu.
Nien Chu begitu sangat terkejut dengan sosok naga yang menyerangnya, karena selama ini Nien Chu mengira jika seekor naga merupakan mitos belaka.
Melihat adanya naga air di dalam danau membuat Nien Chu kembali ke darat, akan tetapi di sana telah menunggu 4 ekor binatang roh tingkat ke 8 yang siap menghabisinya.
Mengetahui akan hal itu membuat Nien Chu menjadi bimbang dengan 2 pilihan, yang semuanya sama sama tak ada baiknya.
Pilihan pertama, jika dia masih di permukaan air danau maka Nien Chu harus bersiap menjadi santapan naga air. Dan pilah yang ke dua, jika Nien Chu kembali ke darat maka dia harus bersiap untuk menghadapi ke 4 binatang roh yang bukan tandingannya.
"Aku kembali ke darat untuk menyelamatkan diri pun percuma, karena ke 4 binatang roh itu pasti akan membunuhku, lebih baik aku bertarung dengan naga air," batin Nien Chu.
Setelah memutuskan untuk bertarung dengan naga air, Nien Chu langsung menyerang naga air dengan pedang berkualitas yang di keluarkan dari dalam cincin ruangnya, yang sudah di padukan dengan api inti surgawi miliknya.
Naga air yang merasakan aura kuat dari pedang Nien Chu, dengan segera masuk kedalam air dan tahu-tahu muncul dari dalam air dengan jarak yang begitu dekat dengan Nien Chu.
__ADS_1
Nien Chu seketika itu menebaskan pedangnya dengan kuat berharap pedangnya itu dapat melukai tubuh naga air, akan tetapi kenyataannya tak sesuai harapan, pedang berkualitas yang berada di genggaman tangannya seketika itu hancur berkeping-keping saat membentur sisik naga yang sekeras berlian.
Mengetahui pedang Nien chu tak mampu melukai tubuhnya, membuat naga air kembali menghempaskan ekornya kearah Nien Chu, hingga Nien Chu beberapa kali berjumpalitan di udara untuk menghindari serangan yang mematikan itu.
Walaupun Nien Chu mampu menghindarinya, akan tetapi angin yang di timbulkan dari kibasan ekor sang naga, mampu membuat Nien Chu terhempas dan masuk kedalam air danau.
Melihat Nien Chu masuk ke dalam air, membuat naga air yang melayang di udara seketika itu membuka mulutnya lebar lebar, dan langsung menuju ke arah Nien Chu.
Nien Chu mengerahkan seluruh kemampuannya yang seketika itu membuat inti api surgawi menyelimuti tubuhnya.
Air tempat diana Nien Chu berada, mendidih dan bergejolak karena hawa panas yang di keluarkan oleh tubuh Nien Chu.
Naga air yang berhasil menelan Nien Chu hidup hidup, seketika itu menjerit kesakitan karena tubuhnya seperti terpanggang diatas bara api, hal itu membuat naga air memuntahkan kembali tubuh Nien Chu.
Nien Chu yang telah terbebas dari dalam perut naga air, segera berlari menghindarinya, akan tetapi sebua pergerakan ekor sang naga yang tak di duga duga, berhasil menghantam dengan telak tubuh Nien Chu hingga membuatnya terhempas kearah batu yang terdapat pedang penguasa malam di sana.
Darah segar yang keluar dari mulut Nien Chu mengenai pedang penguasa malam yang ada di dekatnya, hingga membuat pedang penguasa malam bereaksi.
Seluruh area tempat itu bergetar hebat, akibat aura yang di keluarkan oleh pedang penguasa malam.
"Cepat kau cabut pedang itu, karena dia telah mengakuimu sebagai pemiliknya yang sah," ucap inti api surgawi.
Mendengar perintah sang guru, Nien Chu segera meraih pedang penguasa malam yang ada di dekatnya.
Tiba tiba Nien Chu merasakan kekuatannya bertambah berkali kali lipat dari sebelumnya, dan bom...., tiba tiba saja Nien Chu melakukan penerobosan di ranah tingkat alam.
"Tak kusangka pedang penguasa malam begitu kuat, dengan memegangnya saja aku telah berhasil menerobos ke ranah tingkat alam," batin Nien Chu.
Kali ini Nien Chu ingin bertarung habis-habisan dengan naga air, saat melihat naga air kembali menyerangnya, Nien Chu segera melompat kebawah danau dan saat kakinya menginjak permukaan air, diapun segera menjejaknya dengan kuat sehingga membuat tubuh Nien Chu melesat cepat kearah naga air.
Bersambung
__ADS_1