
Dalam waktu singkat, Thien Yu berhasil menyerap energi alam semesta hingga kekuatan teratai nirwana kini pulih seperti sediakala.
Thien Yu saat ini tengah berhadapan langsung dengan Dewa suci, yang membuat suasana hening.
Para penghuni istana langit menatap keduanya dengan tegang, di dalam hati para penghuni istana langit semua berharap agar Dewa suci mampu untuk mengalahkan Thien Yu dalam pertarungan yang akan terjadi.
"Kau telah menghancurkan Nirwana, dan tentunya keseimbangan alam pun kini bergejolak hebat akibat ulah yang kau lakukan.
Aku tau sekarang ini kau memiliki kekuatan yang telah menyamai tingkat kekuatanku, dengan mampu untuk mengimbangi Dewa agung dalam sebuah pertarungan.
Saat ini akulah yang akan menghadapimu, dan jangan salahkan aku jika kau berakhir sia-sia di sini," ucap Dewa suci.
"Aku tau kali ini aku berhadapan dengan Dewa suci yang mempunyai kekuatan tak terbatas, dan memiliki kekuatan alam semesta, tapi itu tak cukup untukku ragu dalam menghadapimu karena jauh-jauh hari aku telah mempersiapkan diri dalam menghadapi pertarungan denganmu.
Kita lihat saja siapa yang akan kalah dalam pertarungan ini, dan aku pun tak akan sungkan lagi untuk membunuhmu," jawab Thien Yu dengan ketenangan yang ada padanya.
Saat ini dewa suci sudah tak mampu untuk mengukur kekuatan Thien Yu, dan Dewa suci yakin jika saat ini Thien Yu mempunyai kekuatan setingkat dengannya.
Dewa suci seketika itu mengeluarkan kekuatan kehidupan dan kematian yang merupakan kekuatan terkuat yang dimilikinya, semua itu untuk menaklukan Thien Yu dalam sebuah pertarungan yang saat ini tak bisa dihindarinya lagi.
Thien Yu tak mau kalah dia pun mengeluarkan kekuatan terkuatnya yaitu penggabungan tiga kekuatan besar meliputi kekuatan Dewa ilahi, kekuatan teratai Nirwana dan kekuatan jari matahari yang dimilikinya.
Dewa suci tau jika pertarungan yang akan terjadi akan menghancurkan dan melenyapkan nirwana, akan tetapi tak ada pilihan lain baginya untuk menghindari pertarungan itu.
__ADS_1
Sebelum pertarungan besar terjadi, tiba-tiba saja kelima Dewi yang merupakan ibu tiri Thien Yu berdiri di tengah-tengah kedua Dewa yang akan bertarung itu.
"Hentikan putraku, apa yang ada di hati dan pikiran mu tak seperti kenyataan yang terjadi di Nirwana, selama ini kami semua diperlakukan baik oleh Dewa Agung dan Dewa suci, mereka juga telah menyembuhkan kami yang terluka dan meminta maaf atas semua kejadian yang terjadi.
Aku tahu kau menyayangi kami semua hingga membuatmu merasa jika kami telah ditindas oleh para dewa tertinggi di Nirwana, dan melakukan pembalasan seperti yang kau lakukan saat ini, ucap Dewi Zhao Quin.
"Benar putraku, tak ada sedikitpun keinginan dari para dewa untuk melukai kami semua, dan jika kau bertarung dengan Dewa suci yang menyebabkan nirwana lenyap dari susunan alam tertinggi, maka ayahmu yang telah tiada akan merasa bersalah kepada dewa suci yang merupakan guru dan juga orang terpenting dalam kehidupannya dahulu.
Tanpa bantuan dari dewa suci dan Dewa Agung, ayahmu takkan mungkin mempunyai darah Dewa seperti yang mengalir di tubuhmu saat ini, dan aku minta kepadamu jangan kau lanjutkan pertarungan ini karena semua yang terjadi hanyalah kesalahpahaman belaka," timpal Dewi Limudzha.
Kehadiran ke 4 Dewi yang merupakan ibu tirinya, yang memintanya untuk menghentikan pertarungan membuat Thien Yu bimbang.
Thien Yu mencerna keadaan yang ada, dengan menatap kearah ke 4 Dewi yang berada di hadapan, hingga membuatnya ragu untuk melanjutkan pertarungan yang terjadi antara dirinya dan dewa suci.
Tak lama kemudian Dewi Qian Qin yang selama ini diam tiba tiba saja ankat bicara yang membuat Thien Yu semakin goyah, untuk melanjutkan pertarungannya menghadapi Dewa suci.
Walaupun kau mampu untuk menghadapi Dewa suci, tapi akibat pertarungan yang kau lakukan dengan Dewa suci akan melenyapkan Nirwana, dengan sendirinya aku dan ketiga ibu juga akan lenyap karena kami semua tinggal di Nirwana," ucap Dewi Qian Qin.
Tak lama kemudian keempat Dewi tersebut berjalan mendekati Thien Yu, yang membuat tubuh pangeran dari negeri pheonix itu bergetar hebat akibat menahan amarah dan rasa patuh kepada ke empat ibu tirinya.
Tiba tiba saja gabungan ketiga kekuatan besar di tubuh Thien Yu menghilang, yang membuat Thien Yu segera berlutut di hadapan keempat ibu tirinya dan meminta maaf atas semua yang telah dilakukan di nirwana.
Ke empat ibu tiri Thien Yu begitu bangga dengan putranya yang mampu untuk menghormatinya dengan tak melanjutkan pertarungan.
__ADS_1
Walaupun Thien Yu bukan lahir dari rahim mereka berempat, tapi ke empat Dewi tersebut telah menganggap Thien Yu sebagai anak kandung mereka sendiri.
Dewa suci datang menghampiri Thien Yu dan berkata. "Semua yang terjadi di nirwana bukanlah kesalahanmu semata, semua ini merupakan kesalahan pahaman yang terjadi hingga kau dendam pada kami semua.
Aku akan membereskan semua yang terjadi hingga tak ada yang dirugikan dari masalah yang terjadi ini," ucap Dewa suci.
Setelah amarah Thien Yu mereda, keempat Dewi yang merupakan ibu tiri Thien Yu membawa Thien Yu menuju ke tempat raja binatang Dewa berada, untuk menemui adik-adik Thien Yu yang telah mengungsi terlebih dahulu ke hutan binatang Dewa tersebut.
Selepas kepergian Thien Yu dan ke empat Dewi, Dewa suci seketika itu mengibaskan tangannya, membuat semua dewa yang terluka dapat pulih kembali akibat kekuatan kehidupan yang dikeluarkan Dewa suci untuk menyembuhkan mereka semua.
Tatapan Dewa suci langsung tertuju kearah kaisar langit, dan dia pun berkata.
"Kau seharusnya dapat menjadi contoh bagi para dewa yang ada di nirwana, dengan menunjukkan kearifan dan kebijaksanaan sebagai Dewa pemimpin di nirwana.
Saat ini kerusakan nirwana terjadi di mana-mana, dan memerlukan waktu lama dalam memulihkan keadaannya kembali, jika kau mau berbesar hati seperti yang telah kita bicarakan bersama maka kejadian ini pasti takkan pernah terjadi.
Sekarang ini aku sebagai Dewa pelindung nirwana akan mencopot jabatanmu sebagai Kaisar langit, dan akan menghukum mu karena telah menjadikan Nirwana hancur seperti ini," ucap Dewa suci.
Kaisar langit terdiam, dia merasa bersalah karena terlalu egois dalam menyikapi apa yang telah terjadi, tapi penyesalannya itu datang terlambat setelah kehancuran yang terjadi Nirwana.
Kaisar langit akan di hukum karena kesalahannya itu di dalam kawah gunung Awan langit, agar dia dapat merenungi kesalahannya yang telah terjadi hingga waktu yang tak di tentukan.
"Dewa suci aku akan melaksanakan hukuman ku, Tapi satu yang ku minta sebelum kepergianku menjalankan hukuman itu, aku ingin kau menjaga ketiga putra putriku, agar aku bisa tenang dalam menjalankan hukumanku itu," ucap kaisar langit.
__ADS_1
"kau jangan khawatirkan putra putrimu karena aku sendiri yang akan menjaga mereka bertiga," jawab Dewa suci.
Bersambung