Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Kematian pangeran Xihou


__ADS_3

Pangeran Xihou kembali bangkit berdiri dan diapun melangkah kearah Thien Yu sambil berkata, "Sampai kapan pun kau tak akan mampu untuk mengalahkanku, walaupun tingkat kekuatanmu telah berada di atas tingkat kekuatanku, bukan berarti aku tak bisa mengalahkan mu," ucap pangeran Xihou.


Setelah berkata seperti itu, pangeran Xihou dengan menggunakan kekuatan iblisnya, kembali menyerang kearah Thien Yu dengan menggunakan kuku kuku panjang dan tajam yang melekat di jari jari tangannya.


Kali ini serangan pangeran Xihou begitu sangat cepat yang membuat Thien Yu harus menggunakan tehnik ruang dan waktu, dalam mengimbangi kecepatan serang sang pangeran.


Dalam pertarungan itu Thien Yu terus di buat bingung dengan keadaan yang ada, berkali kali serangannya berhasil bersarang telak di tubuh pangeran Xihou akan tetapi pangeran Xihou tak mengalami luka sedikitpun, sebaliknya sang pangeran malah semakin bertambah kuat dan ganas dalam menyerang Thien Yu.


Di sela sela kebingungan Thien Yu, tiba tiba saja cahaya kecil sebesar biji kacang ijo telah berada di sisinya dan berbisik.


"Putraku sampai kapanpun kau tak akan dapat membunuhnya, karena inti hidup sang pangeran berada di dalam tempat tersembunyi yaitu ruang pribadinya yang di jaga oleh para manusia gurita.Jika kau ingin membunuhnya maka hancurkan lah inti hidupnya," ucap Dewi Zhao Quin dalam wujud cahaya kecil sebesar biji kacang ijo.


Setelah berkata seperti itu, cahaya itupun menghilang.


"Trimakasih atas informasi yang kau berikan padaku ibu Dewi, dan sudah saatnya pangeran Xihou aku lenyap kan," gumam Thien Yu.


Kali ini Thien Yu menggunakan tehnik boneka dalam menghadapi pangeran Xihou, Thien Yu sengaja memberikan tubuhnya untuk di lukai oleh sang pangeran, hingga terbentuklah beberapa replika tubuhnya saat pangeran Xihou berhasil memotong motong tubuh Thien Yu menggunakan tombak artefak langit yang berada di genggaman tangannya.


Apa yang menjadi rencana Thien Yu berhasil di lakukannya, diapun menggunakan rencana susulan dalam mengalahkan pangeran Xihou.


Salah satu tubuh Thien Yu seketika itu menggunakan mata langit untuk mendeteksi keberadaan ruang pribadi sang pangeran. Selain mengetahui letak ruang pribadi sang pangeran, Thien Yu juga dapat mengetahui keberadaan putri Langyun yang tengah bersembunyi tak jauh dari tempatnya berada.


Dengan menggunakan teknik ruang dan waktu Thien Yu melesat cepat, hingga tiba di dekat putri Langyun berada.


"Tetaplah bersembunyi di sini jangan sampai pangeran Xihou menemukanmu, aku kan segera menjemputmu setelah aku mengalahkan pangeran Xihou," ucap Thien Yu.


Putri Langyun yang begitu sangat terkejut dengan kehadiran Thien Yu, membuatnya tak bisa berkata apa apa sampai saat Thien Yu menghilang dari hadapannya.

__ADS_1


"Sekuat apakah Thien Yu, sehingga dia bisa merubah dirinya menjadi beberapa replika tubuh yang sama," batin putri Langyun.


Tubuh asli Thien Yu terus menerobos menuju ke tempat di mana ruang pribadi pangeran Xihou berada, sementara itu semua replika tubuhnya terus melakukan pertarungan dengan pangeran Xihou.


Pangeran Xihou yang tak menyadari jika tubuh asli dari Thien Yu telah pergi dari tempat itu, terus menyerang seluruh replika tubuh Thien Yu dengan menggunakan tombak dan cakarnya.


Di tempat lain Thien Yu akhirnya sampai pada ruangan khusus tempat di mana pangeran Xihou menaruh inti hidup tubuhnya, dan dengan menggunakan pedang kuasa malam yang dialiri kekuatan penghancur segel, Thien Yu melakukan tebasan beberapa kali ke arah pintu yang telah terpasang segel pelindung.


Alhasil pintu itu pun hancur berkeping keping terkena tebasan pedang Thien Yu.


Para manusia gurita yang menjaga inti hidup sang pangeran, begitu sangat terkejut mendapati seorang manusia telah menghancurkan pintu masuk yang telah berlapis segel pelindung.


Seluruh manusia gurita seketika itu menyerang kearah Thien Yu, hingga terjadi pertarungan sengit di dalam ruangan pribadi sang pangeran.


Thien Yu yang selangkah lagi akan mendapatkan inti hidup sang pangeran, tak menyia nyiakan kesempatan untuk mendapatkannya, dengan belati merah darah dan pedang penguasa malam di tangannya, Thien Yu menghabisi seluruh manusia gurita yang menyerangnya.


"Kurang ajar, dia telah menipuku dengan replika tubuhnya, sepertinya manusia itu telah mengetahui kelemahanku dan aku harus segera menuju ke sana, Jika dia berhasil mendapatkan inti hidupku maka aku akan dalam bahaya," batin pangeran Xihou kemudian melesat pergi menuju ke ruang pribadinya.


Di tempat lain Thien Yu telah berhasil mengambil inti hidup pangeran Xihou yang berupa jantung yang masih berdenyut.


Di dalam sebuah wadah yang terbuat dari kaca, jantung itu terus berdenyut dengan kencang hingga Thien Yu berkeinginan untuk segera menghancurkannya.


Dengan menggunakan belati merah darah Thien Yu menusuk jantung tersebut, namun tiba tiba sebuah teriakan menghentikannya.


"Jangan kau bunuh aku dengan menusuk jantung itu, jika kau tetap melakukannya maka jendral tertinggi langit akan membalaskan semua yang kau lakukan padaku," ucap pangeran Xihou.


"Aku tak perduli dengan semua itu, kau telah membuat kerugian bagiku hingga aku harus melenyapkan mu, mengenai jendral tertinggi langit aku tak pernah menyinggungnya dan tak ada alasan baginya untuk berurusan denganku," jawab Thien Yu.

__ADS_1


Jendral tertinggi langit dan ayahku merupakan saudara angkat, sebelum mati ayahku telah menitipkan aku kepada kepada saudara angkatnya itu, jika kau membunuhku maka seluruh orang yang berkaitan denganmu akan dimusnahkan nya," ucap sang pangeran.


"Aku tak akan gentar walaupun yang akan kuhadapi merupakan seorang jenderal tertinggi langit, karena aku adalah putra Yan Lan anak dari seorang jenderal tertinggi langit sebelum saudara angkat ayahmu itu menjadi jenderal.


Dan aku tak akan membiarkan kau tetap hidup dengan segala perbuatan keji yang selama ini telah kau lakukan, maka bersiaplah menuju kematian mu," ucap Thien Yu.


Setelah berkata seperti itu Thien Yu pun menusuk jantung yang berada di genggaman tangannya, dan tak lama kemudian teriakan keras keluar dari mulut sang pangeran, hingga membuat sang pangeran perlahan-lahan memudar dan lenyap seketika bersamaan dengan denyut jantung yang berhenti berdetak.


Thien Yu segera melesat pergi meninggalkan tempat itu, menuju ke tempat di mana putri Langyun berada kemudian membawa sang putri pergi dari tempat itu.


Di depan gerbang istana terlihat gonggo telah menunggu Thien Yu setelah dia berhasil menghabisi seluruh pengikut pangeran Xihou.


"Gonggo aku minta padamu untuk mengantar putri Langyun ke permukaan, karena sebentar lagi akan ada petaka besar yang akan datang ke tempat ini," ucap thien Yu.


"Baik tuan muda, aku akan membawa putri Langyun kepermukaan," jawab gonggo.


"Tidak..!! aku tidak ingin pergi kepermukaan jika tidak bersamamu!!" ucap putri Langyun.


"Kau jangan keras kepala, ini perintah dariku!" ucap Thien Yu dengan penekanan di perkataannya.


Terlihat putri Langyun ingin kembali protes dengan perkataan Thien Yu, namun tiba tiba gonggo telah bertidak hingga membuat putri langyun tak sadarkan diri.


Setelah itu gonggo melesat pergi naik kepermukaan membawa putri Langyun bersamanya.


Bersambung.


Terimakasih buat para sahabat yang telah memberikan dukungan pada novel ini. Terimakasih buat sahabatku Delvid Syah dan Panji Hitam yang telah memberi banyak koin, semoga di limpahkan rezeki dan kesehatan dari yang maha Esa, Amin.

__ADS_1


__ADS_2