
Pertarungan antara An Yue dan Nien Chu kini telah mulai, Nien Chu kemudian mengambil sebuah pedang dari dalam cincin ruangnya, yang merupakan salah satu pedang berkualitas tinggi yang di dapatkan nya sewaktu berburu harta karun di paviliun langit.
Nien Chu yang juga telah menguasai jiwa pedang seperti halnya An Yue, menjadikan pertarungan itu begitu sangat menarik karena pertarungan itu mempertunjukan teknik-teknik berpedang tingkat tinggi, semua itu terlihat dari aura kuat yang keluar dari tubuh kedua petarung.
Setelah beberapa saat lamanya, An Yue mulai menunjukkan kualitas berpedangnya, dengan menjadikan tubuhnya 3 replika tubuh yang sama dan mengurung keberadaan Nien Chu, sehingga perlahan lahan Nien Chu pun mulai terdesak.
"Aku tak menyangka jika An Yue dapat membentuk bayangan yang menyerupai dirinya, dan serangan-serangan dari kedua bayangan itu begitu cepat dan mematikan seperti layaknya An Yue yang asli."
"Aku akan mencoba menggunakan teknik enam rasi bintang, dan semoga pedang ini mampu untuk menahan kekuatan besar dari teknik 6 rasi bintang yang akan ku keluarkan," batin Nien Chu.
Nien Chu lantas menggunakan teknik langkah bayangan untuk keluar dari formasi pedang yang dibuat oleh An Yue, dan setelah mendapatkan celah dia pun lantas melompat ke udara dan menggunakan teknik enam rasi bintang, yang merupakan salah satu teknik terkuat dari pedagang penguasa malam.
Tiba tiba saja tubuh Nien Chu berubah menjadi enam bayangan yang sama, dan mengurung ketiga bayangan An Yue hingga ketiga bayangan An Yue kesulitan untuk bergerak akibat terkurung di dalam formasi segel 6 rasi bintang.
An Yue begitu sangat terkejut karena merasakan badannya seperti terkunci dan tak dapat digerakkan, dia pun langsung mengeluarkan kekuatan ranah dewa yang dimilikinya, hingga sedikit demi sedikit segel yang mengunci tubuhnya berlahan lahan mulai merenggang, yang membuatnya dapat bergerak kembali.
Nien Chu yang menggunakan teknik 6 rasi bintang tak menyangka sama sekali Jika pedang yang berada di dalam genggaman tangannya, seketika itu hancur menjadi debu akibat energi kuat yang keluar dari teknik 6 rasi bintang.
"Apa yang ku kuatirkan menjadi kenyataan, ternyata tehnik 6 rasi bintang hanya dapat digunakan dengan menggunakan pedang penguasa malam,"
"Seandainya Wucian tak mengetahui pedang penguasa malam, aku pasti akan menggunakan pedang penguasa malam secara leluasa di dalam pertarungan ini," batin Nien Chu.
Nien Chu yang melihat jika An Yue mulai terbebas dari formasi teknik pedang 6 rasi bintang, mau tak mau harus menyerangnya dengan menggunakan tangan kosong.
Serangan tangan kosong yang di lakukan oleh Nien Chu, tak membuahkan hasil sama sekali karena lawan tarungnya keburu terbebas dari dalam formasi.
Serangan cepat yang dilakukan Nien Chu hanya berhasil melepaskan cadar yang ada di wajah An Yue, sehingga membuat wajah cantik wanita muda itu terlihat oleh seluruh penonton yang berada di luar arena pertarungan.
__ADS_1
Decak kagum para penonton saat melihat kecantikan paras An Yue, dialami juga oleh Nien Chu.
Nien Chu tak menyangka jika dibalik cadar yang selama ini menutupi wajah An Yue, tersimpan paras cantik seorang wanita muda yang kecantikannya setara dengan Putri Annchi.
Sementara itu An Yue begitu murka mengetahui jika Nien Chu telah berani melepaskan cadar yang dikenakannya, sehingga wajah yang selama ini tak pernah dilihat oleh orang lain, harus dipertontonkannya kepada seluruh penonton yang menyaksikan pertarungan dari luar arena.
Dengan kemarahannya yang tak terbendung lagi, An Yue lantas mengeluarkan salah satu teknik terkuat yang dimilikinya, untuk segera mengakhiri pertarungan yang terjadi.
"Tarian badai salju," ucap An Yue.
Replika tubuh An Yue kini kembali menyatu, dan tak lama kemudian tiba-tiba saja entah dari mana datangnya butiran butiran salju bermunculan di dalam arena pertarungan.
An Yue kini menyerang Nien Chu dengan menggunakan teknik pedang tarian badai salju, yang membuat arena pertarungan seketika itu diselimuti oleh salju yang semakin menebal.
Seiring pergerakan pedang di tangannya, An Yue berhasil menciptakan pusaran angin yang berselimutkan hawa dingin yang menusuk tulang.
"Kau jangan sampai terkena pusaran angin itu, karena jika kau sampai berada di dalam pusaran angin itu maka kau akan membeku menjadi patung es," ucap inti api surgawi dari dalam Dantian Nien chu.
Setelah mendengar peringatan dari sang guru, Nien Chu segera mengaktifkan simbol bunga teratai yang ada di lengan kirinya, sehingga membuat tubuh Nien Chu kini terbungkus oleh nyala api berwarna emas, yang dapat membendung pusaran angin dingin yang menuju ke arahnya.
Nien Chu kembali mengaktifkan simbol naga di lengan kanannya, hingga membuat tubuhnya kini terbungkus armor sisik naga, karena Nien Chu melihat adanya serangan balok es yang dilancarkan oleh An Yue kearahnya.
Serangan puluhan balok es itu jika terkena tubuh, maka akan berakibat fatal yaitu membuat tubuh seseorang akan berubah menjadi patung es.
Berkali kali Nien Chu terkena serangan balok es yang menuju ke arahnya, akan tetapi serangan itu sama sekali tak berefek kepada nya, walaupun Nien Chu harus berkali-kali terseret ke belakang akibat daya dorong dari balok-balok es tersebut.
"Kau telah mengeluarkan teknik terkuat mu, maka giliranku untuk menyerang mu," ucap Nien Chu.
__ADS_1
Dengan menggunakan gabungan antara inti api surgawi dan inti api hidup yang membentuk teratai api kecil, Nien Chu lantas melesat cepat menggunakan teknik langkah bayangan menuju ke arah An Yue, sambil melemparkan teratai api tersebut ke arahnya.
Kali ini Nien Chu yang dibuat terkejut, tubuh An Yue tiba-tiba saja menghilang dari pandangan matanya, hingga serangan yang ditujukan kepada An Yue menjadi sia-sia.
Kali ini Nien Chu terkurung di dalam puluhan cermin yang berterbangan di udara, dan di dalam salah satu cermin tersebut terdapat An Yue di dalamnya.
"Bagai mana mungkin dia dapat menggunakan teknik cermin secepat itu, sehingga seranganku dapat luput darinya," batin Nien Chu.
Belum sempat Nien Chu memecahkan bagai mana An Yue dapat lolos dari serangannya, tiba tiba saja Nien Chu mendengar teriakan An Yue dari dalam salah satu cermin.
"Tehnik pedang bayangan!"
Tiba tiba saja dari semua cermin yang ada bermunculan An Yue dari dalam sana, dan menyerang Nien Chu secara bersama sama.
Mendapatkan serangan tiba tiba dan sangat cepat yang berkekuatan ranah dewa, membuat Nien Chu harus menerima kenyataan jika dirinya harus terhempas keras di lantai area pertarungan.
An Yue yang lihat Nien Chu telah terhempas ke lantai arena dengan keras, tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Dari dalam cermin kembali bermunculan puluhan tubuh An Yue, dan langsung menyerang ke arah Nien Chu dengan pedang terhunus.
Walaupun Nien Chu mempunyai armor pelindung ditubuhnya, dengan menerima serangan beruntun berkali-kali membuat Nien Chu pun terluka.
Nien Chu bangkit kembali sambil menyeka darah segar yang menetes di sudut bibirnya.
"Ranah dewa memang sangat luar biasa kuat, perbedaan dengan ranah suci yang kumiliki saat ini bagaikan langit dan bumi."
"Walaupun kau mempunyai kekuatan yang sekuat itu, aku tetap pasti akan dapat memenangkan pertarungan ini," ucap Nien Chu dengan mode serius di wajahnya.
Bersambung
__ADS_1