
Hari mulai siang, matahari sudah berada di atas kepala yang membuat panasnya sangat terasa di permukaan kulit.
Perdebatan yang terjadi di tepi danau semakin memanas saat Putri Emilia Die membela Thien Yu.
"Kau adalah tunanganku tapi mengapa kau membela dia yang merupakan orang asing. Jika ibu ratu mengetahui hal ini kau akan kembali dimasukkan ke dalam lobang pengakuan Dosa, agar kau bisa tahu kesalahan yang telah kau lakukan hari ini," ucap Ji Fu.
Sesaat Putri Emilia Die terdiam, dia kelihatan bingung dengan keadaan yang ada, apalagi menyangkut pautkan masalah yang terjadi dengan ibu ratu kerajaan gerbang naga.
Putri Emilia Die yang pernah merasakan berada di dalam lubang pengakuan dosa, tak ingin dirinya kembali berada di sana tapi hari ini keadaan berbeda, karena ada seorang pangeran dari negeri pheonix yang harus dilindunginya sebab jika terjadi sesuatu pada sang pangeran maka kerajaan gerbang naga takkan mungkin sanggup menahan gempuran dari para pasukan kekaisaran pheonix.
"Ji Fu kau jangan keterlaluan, yang ingin kau singgung hari ini merupakan pangeran dari negeri pheonix, dan jika itu kau lakukan maka ayahku tak akan tinggal diam melihat kebrutalan yang kau lakukan terhadap pangeran," jawab putri Emilia Die.
Ji Fu tak memperdulikan perkataan Putri Emilia Die, tanpa mengeluarkan sepatah kata pun dia langsung menyerang ke arah Thien Yu, hingga membuat Putri Emilia Die menangkis semua serangan yang dilakukan Ji Fu pada Thien Yu.
Thien Yu yang tak mempunyai tingkat kekuatan apa-apa segera pergi menjauh dari pertarungan yang terjadi.
Ke empat putra bangsawan yang yang ada tak tinggal diam, diapun mengejar Thien Yu dan menghajarnya.
Luka lebam akibat pukulan dan tendangan ke empat anak bangsawan itu membuat Thien Yu sangat kesakitan, hingga pada satu kesempatan yang tak di duga duga oleh keempat anak bangsawan, Thien Yu berhasil melemparkan belati merah darah dan tepat mengenai tubuh salah seorang anak bangsawan yang mengeroyok Thien Yu.
Alhasil anak bangsawan itu ambruk ke tanah dan tewas seketika.
__ADS_1
Melihat jika Thien Yu telah membunuh salah seorang anak bangsawan, membuat putri Emilia Die segera melesat ke arah Thien Yu dan membawanya pergi dari tempat itu.
"Kejar mereka, jangan sampai ada satupun diantara mereka yang sampai lolos!!" teriak Ji Fu.
Ke tiga anak bangsawan segera melakukan pengajaran terhadap Putri Emilia Die dan Thien Yu.
Melihat tewasnya salah seorang anak bangsawan membuat ji Fu segera melaporkan hal itu kepada ayahnya.
Di istana kerajaan gerbang naga, tewasnya seorang anak bangsawan di tangan Thien Yu, membuat ratu gerbang naga berang, dia pun menyuruh pasukan khusus yang biasa di sebut asasin untuk melakukan pengajaran.
Raja kota yang mengetahui berita itu segera datang menemui permaisuri nya. Kau jangan melakukan hal buruk pada pangeran Thien Yu, karena jika terjadi apa-apa padanya kerjaan gerbang naga tak akan mungkin sanggup menghadapi serangan dari kekaisaran pheonix, dan kau pun harus ingat Ladymo, Thien Yu merupakan putra dari saudaraku Yan Lan, jika kau menyakitinya maka kau pun telah menyakiti aku," ucap raja kota kerajaan gerbang naga.
"Yang mulia raja Young Die suamiku, di kerajaan ini pemegang kendali pemerintahan adalah aku dan bukan kau, aku berhak melakukan apapun yang ku mau karena kekalahanmu atas ayahku telah kita sepakati bersama.
Raja kota terdiam, dia tak bisa berbuat apa apa, dia kembali teringat masa 20 tahun yang lalu, saat itu kerajaan gerbang naga tengah diserang oleh sekelompok perampok yang berjuluk siluman serigala gurun.
Rajanya yang bernama Changmo membuat banyak pembantaian di desa-desa dan penculikan di berbagai kota. Walaupun telah melakukan penjagaan ketat di berbagai tempat, kelompok siluman serigala gurun tetap mampu untuk melakukan kerusakan yang tak dapat di tahan oleh para pasukan kerajaan gerbang naga.
Menyikapi itu semua raja Young Die membuat kesepakatan terhadap raja Changmo, agar menyelesaikan semua permasalahan yang ada dengan sebuah pertarungan antar kedua pemimpin, hal itu dilakukan raja Young Die agar kerajaan gerbang naga dan seluruh penduduknya yang lagi berbenah setelah berperang melawan para iblis dari alam bawah, dapat terselamatkan.
Kesepakatan itu berbunyi, jika raja Changmo yang memenangkan pertarungan maka raja Young Die harus patuh dan tunduk terhadap perkataan dari raja Changmo, dan sebaliknya jika raja Changmo yang kalah maka kelompok serigala gurun akan meninggalkan kerjaan gerbang naga dan akan memberikan emas sebanyak 10 kereta kuda.
__ADS_1
Di dalam pertarungan sengit yang terjadi, raja Changmo berhasil memenangkan pertarungan sehingga membuat raja Young Die harus menerima jika dirinya harus kalah dan tunduk kepada raja Changmo.
Untuk mencegah penghianatan yang dilakukan oleh raja Young Die kepada dirinya, raja Changmo menanamkan boneka sihir ke dalam tubuh raja Young Die, hal itu berguna untuk mengendalikan raja Young Die jika suatu saat dia membangkang.
Dan tehnik pengendalian boneka sihir itu, telah diajarkan raja Changmo kepada putrinya yang saat ini telah menjadi permusuri di kerajaan gerbang naga.
Lamunan raja kota gerbang naga saat itu buyar setelah ratunya mengatakan jika dirinya ingin membunuh Thien Yu.
"Aku ingin kau tak membunuhnya ratuku, hal ini akan membahayakan kerajaan kita mengingat Thien Yu merupakan putra mahkota kekaisaran pheonix satu-satunya, dan jika hal itu kau lakukan maka bersiaplah kerajaan kita akan menerima kehancuran, karena sang ratu kekaisaran pheonix tau jika Thien Yu tengah bersamaku," ucap raja kota.
"Aku akan memikirkan hal itu dan aku akan membicarakan hal ini dengan ayahku, untuk itu kau harus mengikuti permainanku kali ini dan aku tak ingin kau membangkang ku," ucap sang ratu.
Mendengar hal itu raja kota tak bisa menahan amarahnya, dia pun menyerang sang ratu akan tetapi boneka sihir yang ada di tubuhnya seketika itu bereaksi yang membuat Raja kota terhempas ke lantai ruangan dan tak sadarkan diri.
"Prajurit bawa dia ke dalam lubang pengakuan dosa," perintah sang ratu.
"Tapi yang mulia, dia ada raja di kerajaan ini," ucap kepala prajurit.
Sang ratu melirik sekilas ke kepala prajurit itu, dan tak lama kemudian dia pun mengibaskan tangannya hingga membuat kepala pemimpin prajurit itu terpisah dari tubuhnya.
Para prajurit yang ada sangat terkejut dan ketakutan, mereka semua segera membawa raja kota menuju ke lubang pengakuan dosa sesuai perintah sang ratu.
__ADS_1
"Aku akan menghabisi siapapun yang berani menentangku, karena kerajaan ini sekarang berada di bawah kekuasaanku," ucap ratu Ladymo kemudian pergi meninggalkan tempat itu.
Bersambung.