
Melihat buronan paling dicari kekaisaran lari meninggalkan tempat itu, hal itu membuat jenderal Han Lan menyuruh seluruh asasin yang dimilikinya untuk pergi mencari keberadaan pangeran pheonix hidup atau mati.
Tak hayal lagi, ribuan pasukan assassin seketika itu menyisir kota untuk mencari keberadaan Thien Yu dan biyao, akan tetapi sampai beberapa saat lamanya mereka semua tak menemukan keberadaan orang yang di carinya.
Sementara itu Biyao telah berada di dalam hutan tepatnya di sebuah Goa, di sana dia membaringkan tubuh Thien Yu untuk menyalurkan hawa murninya ke dalam tubuh sang pangeran, akan tetapi pangeran Thien Yu tak memperolehkan Biyao melakukan hal itu karena di dalam tubuhnya telah bergolak 2 racun yang sangat ganas, jika biyao melakukan penyaluran energi murni ke dalam tubuhnya maka tubuh Biyao pasti akan ikut terkena racun yang berada di dalam tubuh Thien Yu saat ini.
"Pangeran apa tak sebaiknya kau menggunakan kekuatan dari teratai Nirwana untuk menyembuhkan tubuhmu, karena setahuku kekuatan dari teratai Nirwana mampu menyembuhkan luka dalam separah apapun," ucap biyao.
"Memang benar paman, kekuatan teratai nirwana bisa menyembuhkanku akan tetapi kejadian yang ku alami berbeda, saat ini di dalam tubuhku terjadi pergolakan hebat antara racun api hitam milikku dengan racun Dewa kalajengking pasir milik Han Lan.
Jika aku menggunakan kekuatan energi dari teratai Nirwana dalam menyembuhkan tubuhku sendiri, maka racun yang ada di tubuh itu akan menyebar dan membuat energi murni dari teratai nirwana di dalam tubuhku tercemar.
Untuk saat ini aku akan menunggu racun Dewa kalajengking pasir melemah, agar aku bisa menyerapnya seperti halnya racun api hitam yang kini ada di dalam tubuhku, agar racun dewa kalajengking pasir dapat berguna untuk menjadi senjata rahasia dalam menaklukkan musuh-musuh di masa depan," ucap Thien Yu.
"Biyao tak bisa berbuat apa-apa lagi, hari ini dia hanya ingin menjaga Thien yu, karena jika sang pangeran dapat dikuasai oleh kekaisaran Glory maka dengan sendirinya istana pheonix akan tunduk pada kekuasaan Kaisar Huang Xu.
Dari dalam goa Biyao dapat merasakan adanya getaran di tanah, yang menandakan jika para pasukan kekaisaran glory tengah menuju ke arahnya.
"Pangeran sepertinya kita tak bisa berlama-lama di tempat ini, karena pasukan dari kekaisaran Glory tengah menuju ke tempat ini," ucap Biyao.
__ADS_1
"Coba paman lihat ke arah peta masih berapa lamakah kita untuk sampai di negeri diatas Awan?" tanya Thien Yu.
Sepertinya negri diatas awan masih jauh dari tempat kita berada, tapi jangan khawatir pangeran aku akan membawamu ke sana," ucap Biyao kemudian melesat pergi sambil membawa pangeran Thien Yu keluar dari dalam Goa.
Biyao terus berlari hingga dia sampai pada tujuan mereka yaitu negeri di atas awan.
Biyao sejenak memandang ke atas langit di mana terdapat daratan yang luas terbentang di sana. Dengan menggunakan kekuatan yang di milikinya Biyao meloncat keatas, akan tetapi segel pelindung yang mengelilingi daratan itu menolaknya, hingga Biyao terhempas kembali ke bawah.
Dorongan segel pelindung ke arah Biyao benar-benar membuat Biyao kehilangan keseimbangan hingga mereka berdua terhempas keras ketanah.
Thien Yu yang terpisah lumayan jauh dari Biyao, begitu sangat terkejut saat melihat sebuah cahaya kecil berputar putar di hadapannya.
"Tuan muda, untuk dapat menembus pelindung negri diatas awan, tuan muda hanya memerlukan lencana emas milik ayah tuan muda yang berada di dalam cincin ruang tuan muda, lencana emas itu menandakan jika tuan muda merupakan keturunan pemilik sah dari pagoda 9, karena maha guru Hyo jin hanya memiliki lencana perak yang berada di bawah lencana emas yang di miliki ayah tuan muda sebelumnya," ucap peri lilia menjelaskan.
"Terimakasih peri lilia atas semua penjelasanmu padaku," ucap Thien Yu.
Setelah berpamitan, peri lilia akhirnya kembali masuk kedalam cincin ruang Thien Yu.
Setelah mendapatkan cara untuk menembus segel pelindung negeri diatas awan, Thien Yu segera mengibaskan tangannya maka sebuah lencana emas kini berada di genggaman tangannya.
__ADS_1
Dengan meneteskan darahnya keatas lencana emas itu, maka Thien Yu telah sah menggantikan ayahnya menjadi penerus pemilik pagoda 9.
Dengan gontai Thien Yu berusaha berdiri, rasa sakit di pinggangnya akibat luka tusuk dan racun ganas yang bersarang di sana, kini perlahan lahan mulai memudar akibat racun hitam di tubuh Thien Yu yang mulai melemahkan racun raja kalajengking pasir.
Sedikit lagi bagiku untuk menyerap kekuatan racun raja kalajengking pasir, mungkin di saat aku berada di pagoda 9 aku akan mulai menyerap kekuatan racun ganas itu," batin Thien Yu.
"Tuan muda bagaimana keadaanmu?" tanya Biyao yang tiba tiba saja sudah berada di dekat Thien Yu.
"Aku baik baik saja paman, dan luka yang ada di tubuhku sudah tak mengkhwatirkan lagi," jawab Thien Yu.
"Pangeran segel pelindung yang menyelimuti dataran negri diatas awan, merupakan segel kuno yang sangat sulit aku tembus, dengan melihat keadaanmu yang seperti ini dan peluang untuk menebus penghalang yang melindungi negri di atas awan sudah tak ada peluang lagi, bagai mana jika aku membawa pangeran pulang ke istana pheonix, karena pasukan kekaisaran glory sudah menyisir hutan dan dalam waktu 20 menit para pasukan itu akan sampai ketempat ini.Tuan muda, masih ada waktu bagi kita untuk melarikan diri sebelum pasukan itu datang ketempat ini," ucap Biyao.
"Paman, aku tetap pada pendirian ku untuk pergi ke negri di atas awan, dan aku minta pada paman untuk membawaku keatas sana," ucap Thien Yu.
"Tapi pangeran kekuatan pelindung yang menyelimutinya begitu kuat, percuma saja kita memaksakan diri untuk menembusnya," jawab Biyao.
"Ini perintah paman, dan aku tak ingin paman menolak perintah ini," ucap Thien Yu .
Bersambung.
__ADS_1