
Keesokan harinya putra mahkota datang ke tempat dimana pusat berdirinya serikat dagang berada. Bangunan pusat serikat dagang kini berada di tengah kota dan di bangun semegah mungkin oleh pangeran ke 3 dengan keuntungan yang selama ini di dapat oleh serikat dagang.
Seluruh utang pada ke kaisaran cahaya naga pun telah lunas, dan pertumbuhan perdagangan yang dilakukan oleh serikat dagang semakin bertambah meningkat dari hari ke hari, hingga membuat putra mahkota ingin menjadi bagian dari serikat dagang, dan tentunya dia ingin menjadi pemilik lencana emas yang kini ada pada Nien Chu.
Pada hari yang di tentukan oleh putra mahkota, di mana pangeran ketiga tengah melakukan kultivasi peningkatan kekuatan di ruangan latihannya, putra mahkota berkunjung ke Guild serikat dagang. (Guild serikat dagang merupakan bangunan besar dan megah pusat dari seluruh kegiatan yang di lakukan oleh serikat dagang).
Seluruh penghuni Guild serikat dagang seketika itu memberi hormat kepada putra mahkota, setelah melihat jika putra mahkota kekaisaran cahaya naga berkunjung ke Guild pusat serikat dagang.
Menejer serikat dagang yang kini di duduki oleh Nien bao langsung menghampiri putra mahkota.
"Apa yang anda inginkan yang mulia, sekiranya kami dapat mencarikan barang yang di butuhkan oleh yang mulia putra mahkota," ucap Nien bao dengan menggenggam tinju memberi hormat.
"Aku tak menginginkan barang, aku hanya ingin bertemu dengan Nien Chu," jawab pangeran.
"Tuan muda Nien Chu tak berada di sini, mungkin sebentar lagi dia akan datang," ucap menejer Nien bao singkat.
"Kemana dia pergi, dan sejak kapan Nien Chu di panggil dengan sebutan tuan muda?" tanya putra mahkota.
"Kami semua tak mengetahui keberadaanya pangeran, jika berkenan yang mulia pangeran bisa menunggunya. Dan untuk panggilan tuan muda kepada Nien Chu, semua itu merupakan panggilan untuk menghormatinya sebagai pemilik lencana emas," jawab Menejer Nien bao.
"Ha..ha..ha.., sampah seperti dia bagaimana mungkin menjadi seorang tuan muda!?, bukankah dia telah di buang oleh keluarga Nien sebelumnya?" ucap putra mahkota dengan senyum meremehkan.
__ADS_1
Seketika itu darah Nien bao mendidih mendengar penghinaan pangeran terhadap putranya Nien Chu, perubahan wajah Nien bao yang tak sedap di mata seketika itu terlihat jelas oleh putra mahkota, sehingga membuat putra mahkota ingin melampiaskan kekesalannya terhadap Menejer serikat dagang, yang sebelumnya putra mahkota telah mengetahui jika menejer serikat dagang itu adalah ayah Nien Chu.
"Apakah kau ingin marah padaku Menejer?" tanya putra mahkota dengan penekanan di perkataannya saat melihat wajah Menejer Nien bao yang tak bersahabat padanya.
"Yang mulia putra mahkota, Nien Chu yang anda hina itu adalah putraku dan tak selayaknya yang mulia menghina putraku seperti itu, Nien Chu yang ku kenal tak pernah berbuat kesalahan ataupun menyinggung pangeran jadi tolong yang mulia tak menghinanya lagi," jawab Menejer Nien bao sambil menekan amarahnya agar tak meledak di tempat itu.
"Lantas kau mau apa!!, bukankah kau dan putramu sama sama sampah yang terbuang? aku heran dengan serikat dagang, orang-orang yang dahulunya tak di anggap sampah oleh keluarganya sendiri malah ditampung dan dijadikan pembesar di serikat dagang," ucap putra mahkota.
"Menejer Nien bao tak bisa lagi menahan amarahnya, dengan lantang diapun berkata. "Aku tak menyangka jika calon kaisar kerajaan besar dan agung seperti anda merupakan orang yang tak mempunyai hati seperti, seharusnya yang mulia Kaisar cahaya naga memberi kedudukan putra mahkota kepada Pangeran ketiga, yang memang terlihat jelas mempunyai wibawa seorang pemimpin, aku tak bisa membayangkan bagaimana rakyat cahaya naga kelak bisa menjadi makmur, damai, dan sentosa, jika pemimpinnya tak bisa menghargai rakyatnya sendiri," ucap Menejer Nien bao dengan penekanan di perkataannya.
Kali ini putra mahkota yang dibikin berang oleh perkataan menejer Nien bao, amarahnya seketika tersulut karena manager Nien bao berani membanding-dibandingkan nya dengan pangeran ketiga.
Walikota Huang yang melihat pergerakan pengikut putra mahkota, segera bertindak dengan datang menghampiri putra mahkota, untuk memohon jika putra mahkota tak melakukan tindakan apapun terhadap Menejer Nien boo.
Permohonan walikota Huang tak di gubris oleh putra mahkota, malahan sebuah tendangan telak yang dialiri tenaga dalam telah bersarang di tubuh walikota Huang, hingga membuatnya tersungkur dan tak bisa bangkit lagi.
Sementara itu para kultivator kuat yang di miliki Guild serikat dagang tak bisa berbuat apa apa, selain berurusan dengan kultivator kuat yang dimiliki putra mahkota, mereka semua juga di ancam oleh putra mahkota dengan tak mengijinkan mereka semua berada di wilayah kekaisaran cahaya naga, jika mereka ikut campur dalam permasalahan antara putra mahkota dan Menejer Nien bao.
Di tempat lain ketiga pengawal putra mahkota yang memiliki tingkat kekuatan di ranah roh, dengan sangat mudah mampu membuat menejer Nien bao tak berkutik dan tergeletak tak berdaya di lantai ruangan, wajar saja hal itu bisa terjadi karena Ranah tingkatan yang di miliki Menejer Nien bao masih berada pada ranah tingkat jiwa, satu tingkat berada di bawah para pengawal putra mahkota.
Putra mahkota yang begitu marah terhadap Menejer nien Bao, seketika itu mengangkat tubuh sang menejer yang sudah tak berdaya dan memberikan satu pukulan telak yang dialiri tenaga dalam ke rusuk kanan sang menejer, hingga membuat Menejer Nien bao terhempas menghantam meja dan kursi yang berada dalam ruangan itu.
__ADS_1
Putri Yuan Hua yang kini menjadi bendahara di serikat dagang, begitu sangat terkejut mendengar adanya keributan di ruangan utama serikat dagang, diapun segera berlari dari dalam ruangannya menuju ke tempat keributan terjadi, dan betapa terkejut Sang Putri saat melihat jika manager Nien bao dan walikota huang sudah tergeletak tak berdaya di lantai ruangan, sementara itu terlihat putra mahkota kembali ingin menyerang Menejer Nien bao yang sudah tak berdaya, sehingga membuat sang putri menahannya dengan berteriak lantang.
"Hentikan putra mahkota!!, apa yang putra mahkota lakukan ini akan membuat masalah baru antara putra mahkota dan pangeran ke 3, dan jika itu terjadi maka akan terjadi perang saudara diantara kalian berdua, dan kupastikan tak akan ada yang mau membantu kalian berdua sehingga kalian akan bertarung satu lawan satu," teriak putri Yuan Hua.
Putra mahkota menghentikan langkahnya yang akan pergi menuju ke arah Menejer Nien bao yang sudah tak berdaya, lantas dia menatap kearah putri Yuan Hua.
"Aku tak akan pernah takut menghadapi pangeran Zeng Wu, dan aku pastikan jika pangeran ke 3 berani bertindak menentang ku maka di masa depan aku takkan segan-segan untuk bertindak kepadanya," jawab putra mahkota dan kemudian mengajak seluruh pengikutnya untuk pergi meninggalkan tempat itu.
Setelah kepergian putra mahkota, putri Yuan Hua dan beberapa orang yang bekerja di dalam serikat dagang, segera menghampiri walikota Huang dan Menejer Nien bao yang tergeletak di lantai ruangan.
"Celaka...!!, kondisi Menejer Nien bao begitu sangat parah, seluruh rusuk kanannya patah hingga membuat organ dalamnya rusak. Apa yang harus ku lakukan sekarang sementara Nien Chu tak berada di sini," batin putri Yuan Hua.
Tiba tiba saja Menejer Nien bao memegang erat lengan kiri putri Yuan Hua sambil berkata. "Bawa putraku kesini, karena aku tak bisa bertahan lagi," ucapnya.
Putri Yuan Hua segera berfikir sejenak, kemudian diapun keluar dari dalam Guild serikat dagang dan segera menembakkan kembang api ke angkasa.
Ledakan kembang api seketika menggema di udara dan memancarkan cahaya terang, yang membuat Nien Chu yang telah dalam perjalanan pulang dari sekte Jingnan sangat terkejut, karena kembang api itu merupakan tanda jika Guild serikat dagang dalam masalah.
Dengan menggunakan langkah bayangan, Nien Chu melesat cepat menuju ke guild serikat dagang.
Bersambung
__ADS_1