
Hari libur di Akademi selama 5 hari kedepan dalam menghadapi turnamen antar murid dalam mendapatkan predikat murid inti, Murid inti sendiri merupakan murid terbaik yang selama ini di pegang oleh Dayu haitang sebelumnya. Thien Yu memilih pergi ke hutan binatang dewa untuk mencari Shao Yan dalam libur kali ini.
Ketiga adik perempuannya pun ikut ke hutan binatang dewa, karena mereka bertiga merasa jika Thien Yu merupakan kakak yang baik dan dapat menjadi panutan bagi mereka bertiga.
Selain itu mereka bertiga juga ingin berjumpa dengan Dewi Limudza dan adik bungsu mereka Shao Yan.
Di hutan binatang Dewa, kehadiran ke empat anak tirinya membuat Dewi Limudza sangat senang.
"Trimakasih karena kalian mau mengunjungi ini di sini, ibu telah mempersiapkan makanan dan minuman untuk kalian berempat, ayo kita kemeja makan," ucap Dewi Limudzha dengan senyum manisnya.
"Trimakasih ibu, atas makanan dan minumannya," ucap Thien Yu mewakili ke tiga adik perempuannya setelah berada di meja makan.
Di meja makan keceriaan terjadi diantara mereka, Dewi Limudza menceritakan tentang bagaimana hebatnya Yan Lan yang merupakan ayah mereka, sewaktu menjadi seorang Dewa perang langit di masanya.
Bagai mana saat itu Yan Lan dapat menaklukan raja iblis yang merupakan penguasa alam bawah, serta dapat bersahabat dengan ke 4 raja dari hutan binatang Dewa yang terkenal sangat kuat dan susah diajak bekerjasama.
"Qin Chi, Vioquin, Nieer, sampai saat ini kalian belum pernah melihat wajah Ayah kalian bukan?, Jika kalian ingin melihat wajah Ayah kalian di masa mudanya maka kalian bisa melihatnya pada diri kakak kalian Thien Yu. Dari wajah, bentuk tubuh dan semua yang ada padanya, sama persis dengan rupa ayah kalian," ucap Dewi Limudzha.
Semua yang mendengarkan cerita dari Dewi Limudza sangat kagum dengan kehebatan sang ayah, dan juga sangat rindu dengan kehadiran sang ayah yang belum pernah di temuinya sekali pun walau hanya dalam mimpi.
Thien Yu yang melihat kesedihan di wajah ketiga adik perempuannya, dia pun berinisiatif intuk mengalihkan pembicaraan agar dapat menghilangkan rasa sedih di raut wajah ketiga adiknya.
"Ibu Dewi, aku sama sekali tak melihat Shao Yan?" tanya Thien Yu tiba tiba.
"Adik mu tengah berlatih bersama ke 4 raja binatang Dewa di lembah, jika kau ingin ke sana maka aku akan mengantarkan kalian," jawab Dewi Limudza.
"Kami berempat akan melihat Shao Yan ibu Dewi, karena kami berempat sudah lama tak melihatnya," ucap Thien Yu.
__ADS_1
"Jika begitu ayo kita kesana," jawab Dewi Limudza.
Dengan menaiki seekor kupu-kupu raksasa, mereka berlima pergi menuju lembah tempat keberadaan Shao Yan yang tengah berlatih berada.
Setibanya di lembah mereka berlima bertemu dengan empat Raja binatang Dewa. Keempat raja binatang Dewa langsung menyambut kedatangan mereka berlima, akan tetapi keempat Raja binatang Dewa sangat penasaran dengan pemuda yang turun dari atas kupu kupu raksasa.
Semakin dekat keempat binatang Dewa begitu sangat terkejut melihat Thien Yu yang mempunyai wajah mirip dengan sahabat mereka Yan Lan.
Tanpa Dewi Limudza sadari Thien Yu maju lebih dulu ke depan sambil menggenggam tinju memberi hormat.
"Hormatku pada paman raja binatang Dewa," ucapnya.
Keempat Raja binatang Dewa yang tak percaya dengan penglihatannya, seketika itu menanyakan siapa gerangan Thien Yu lewat raja pheonix.
"Siapa kau anak muda?" tanyanya.
"Aku Thien Yu putra Yan Lan," jawab Thien Yu singkat.
Tanpa pikir panjang, Thien Yu langsung berjalan kearah Raja phoenix dan memeluk burung Dewa tersebut.
Tiba tiba saja cahaya emas keluar dari dalam tubuh Thien Yu saat energi tubuhnya berbenturan dengan tubuh raja burung pheonix, hingga membuat ke 4 raja binatang Dewa terperanjat.
"Dewa perang langit!!" ucap mereka serempak.
Shao Yan dan ketiga kakak perempuannya begitu sangat terkejut mendengar perkataan dari keempat raja binatang Dewa, yang menyatakan jika Thien Yu merupakan seorang Dewa perang langit.
Dewi Vioquin yang sedari dulu ingin mengetahui jati diri Thien Yu yang sebenarnya, kini telah terungkap. Ibunya dan kepala akademi yang selama ini menyembunyikan sebuah rahasia darinya, akhirnya dapat di ketahuinya hari ini.
__ADS_1
"Paman, mengapa paman mengungkapkan rahasia jika aku merupakan seorang dewa perang langit di masa depan kepada adik adikku, Aku tak ingin keberadaanku dengan status yang ada pada diriku akan membuat mereka menjauhiku, karena predikat dewa perang langit di nirwana sama sederajatnya dengan kedudukan sang Kaisar langit," ucap Thien Yu.
"Kak Thien mengapa kau harus menyembunyikannya dari kami semua, bukan kah keberadaanmu yang merupakan Dewa perang langit akan membanggakan kami semua, kami semua pasti akan mendukungmu dengan kedudukanmu itu," ucap Dewi Vioquin.
"Kak Thien Yu, dengan keberadaanmu yang merupakan jenderal perang tertinggi di istana langit, akan membuktikan jika keturunan dari Yan Lan Ayah kita dapat kembali mewarisi bakat dan kemampuan yang dimilikinya, kami semua saudaramu akan selalu berada di belakang untuk mendukung dan membantumu jika di masa depan kau mengalami kesusahan," timpal Dewi Nieer.
"Trimakasih atas dukungan kalian semua, Aku sangat senang sekali Jika adik-adikku ikut membantu dalam menjalankan kedudukanku sebagai dewa perang langit di masa depan. Kemarilah..," ucap Thien Yu sambil membuka tangannya lebar-lebar.
Keempat saudara Thien Yu datang menghampirinya dan seketika itu juga mereka saling berangkulan satu dengan yang lainnya dalam satu kehangatan sebuah keluarga besar.
Keakraban yang diperlihatkan di antara mereka berlima membuat Dewi Limudza sangat terharu. "Akhirnya kelima saudara saling menyatu dalam satu ikatan kekeluargaan, kak Yan Lan jika kau melihat apa yang kulihat saat ini, kau pasti akan sangat bangga pada putra dan putrimu," batin Dewi Limudza.
Akhirnya semua bersuka cita setelah mengetahui Thien Yu akan mengikuti jejak ayahnya untuk menjadi Dewa perang langit.
*****
Dengan adanya turnamen yang akan di adakan oleh akademi, Thien Yu mengajak ke empat saudaranya untuk berlatih bersama di bawah bimbingan 4 raja binatang Dewa hingga 5 hari lamanya.
5 hari berlalu, turnamen pun diadakan dengan mengadakan undian dalam menentukan lawan tarung.
Di dalam turnamen kali ini Thien Yu tak di ikutkan karena ketua akademi mengetahui dengan pasti tingkat kekuatan sang Dewa perang langit, yang tentunya tak ada satupun murid dari akademi nirwana yang mampu untuk menandingi tingkat kekuatan nya.
Mengetahui dirinya tak terdaftar dalam turnamen yang di adakan, Thien Yu memilih duduk di tribun penonton bersama putri Langyun dan putri Sorari, hingga canda tawa menghiasi percakapan diantara mereka.
Dari kejauhan Dewi Yun Shi menatap dengan pandangan tak suka kepada kedua wanita yang bersama dengan Thien Yu.
"Siapa kedua wanita itu mengapa baru kali ini aku melihatnya, sepertinya mereka bertiga mempunyai hubungan yang tak biasa akan tetapi aku tak boleh gegabah dalam mengambil kesimpulan, siapa tau ke dua wanita itu adalah keluarga dekat Thien Yu," batin putri Yun Shi.
__ADS_1
Bersambung
Up 1 episode 🙏