
Selepas perginya Dewa iblis kuno, Dayu haitang berjalan ke arah raja iblis Azuma yang menetap ke arahnya tanpa berkedip.
Dayu haitang segera membungkukkan badan memberi hormat kepada raja iblis Azuma, sambil berkata.
"Sekarang ini aku merupakan pengikut dari Dewa iblis kuno dan diberikan kekuatan dua kali lipat dari kekuatanku sebelumnya, karena kau merupakan pengikut pertama dari dewa iblis kuno, maka mulai sekarang Aku akan memanggilmu saudara tertua," ucap Dayu haitang.
"Ha...ha...ha..., kau jangan merendah diri seperti itu saudaraku, Aku sangat senang sekali karena memiliki adik yang memiliki kekuatan yang mampu mengimbangi kekuatan yang kumiliki, dan hari ini aku akan mengangkat saudara denganmu sebagai pengikut Dewa iblis kuno," ucap raja iblis azuma sambil mengeluarkan sebuah mangkuk di dalam genggaman tangannya.
Sesaat kemudian raja iblis Azuma menyayat tangannya dengan kuku-kuku runcing yang di milikinya, dan darah yang mengalir itu perlahan mengisi mangkuk yang berada di dalam genggaman tangannya.
Setelah itu raja iblis azuma mengacungkan Bangkok itu di hadapan Dayu haitang, dan Dayu haitang mengetahui apa yang diinginkan oleh raja iblis Azuma, maka dengan cepat dia pun menyayat tangannya dengan pisau energi yang tercipta, hingga darahnya mengalir masuk dan memenuhi mangkok itu.
Setelah darah di dalam mangkuk berkumpul dan menjadi satu, raja iblis Azuma segera meneguk darah di dalam mangkuk tersebut, dan sisanya diberikan kepada Dayu haitang.
Dayu haitang menerima mangkuk pemberian dari raja iblis Azuma, dan tanpa ragu dia pun meneguk sisa darah yang ada di dalam mangkok hingga habis tak tersisa.
Mangkok kosong itu dibiarkan jatuh dan hancur berkeping-keping di tanah, kemudian Dayu haitang menyekah darah segar yang masih menempel di sudut bibirnya.
Tak lama kemudian kedua pengikut Dewa iblis itu saling berpelukan, yang menandakan jika mereka berdua telah mengangkat saudara satu dengan yang lainnya.
"Adik, lebih baik kita menuju ke istana Glory, di sana kita bisa bercerita panjang lebar dan aku akan menunjukkan padamu bagaimana skema dan taktik perang untuk menghancurkan kekaisaran pheonix yang selama ini menjadi musuh bebuyutan dari Dewa iblis kuno junjungan kita," ucap raja iblis Azuma.
"Baiklah saudaraku, aku akan mengikutimu ke istana Glory," jawab Dayu haitang singkat.
Tak lama kemudian alam dimensi itu menghilang, dan kini mereka berdua berada di dalam wilayah barak yang telah hancur, dengan masih menyisakan api yang membakar tenda dan bangunan yang ada.
Dari kejauhan komandan prajurit perbatasan menjadi heran melihat kedua nya yang tadinya bertarung dengan sengit, kini terlihat akrab dan seperti tak terjadi apa-apa di antara mereka berdua.
Komandan prajurit perbatasan segera menghadap mereka berdua, karena terlihat tak ada lagi permusuhan di antara keduanya.
__ADS_1
"Aku telah menunggu kau datang menemuiku komandan, Aku ingin Kau menyediakan kereta kuda agar aku dan saudaraku ini bisa pergi menuju ke istana Glory," ucap raja iblis Azuma.
"Baik yang mulia," ucap komandan prajurit perbatasan kemudian dia pun pergi meninggalkan tempat itu, untuk mencari kereta kuda sesuai perintah dari raja iblis Azuma.
Komandan prajurit segera memilih kereta kuda terbaik, yang sebelumnya kereta kuda memang telah disingkirkan menjauh saat pertarungan antara raja iblis azuma dan Dayu haitang berlangsung.
Setelah mendapatkan kereta kuda yang menurutnya terbaik, komandan perbatasan pun membawa kereta kuda itu ke hadapan raja iblis Azuma dan Dayu haitang.
"Yang mulia, ini adalah kereta kuda yang anda inginkan," ucap komandan prajurit.
Raja iblis Azuma mengganggukkan kepalanya mengiyakan, kemudian mempersilahkan Dayu haitang menaiki kereta kuda tersebut, setelah Dayu haitang berada di atas kereta kuda, raja iblis Azuma kemudian menyusulnya masuk ke dalam kereta.
Komandan prajurit perbatasan yang menjadi kusir kereta kuda, yang membawa raja iblis Azuma dan Dayu haitang berangkat menuju ke istana Glory.
*****
Setelah beberapa hari Dayu haitang berada di istana glory, tiba tiba saja prajurit istana datang menemuinya di kediaman nya.
Dayu haitang hanya menganggukan kepalanya, kemudian dia pun mengikuti perwira tinggi itu dari belakang menuju ke tempat pertemuan dengan raja iblis Azuma.
Di dalam ruangan besar dan megah itu, Dayu haitang begitu saja terkejut melihat siapa tamu yang ada di dalam ruangan itu.
"Bukankah dia dewa mulia yang dulu pernah memprak-porandakan nirwana dengan pasukan pelahapnya, bagaimana dia bisa berada di istana glory bersama raja iblis Azuma?" batin Dayu haitang.
Melihat Dayu haitang menatap dengan tatapan tak bersahabat kepada dewa mulia, membuat raja iblis Azuma seketika itu mencairkan suasana.
"Duduklah adik, kita akan melakukan kesepakatan dengan dewa mulia, dalam menguasai alam semesta dan isinya," ucap raja iblis Azuma.
Dayu haitang segera duduk sesuai perintah dari raja iblis azuma kepadanya, tanpa berucap sepatah katapun.
__ADS_1
Dewa mulia yang mengetahui jika Dayu haitang merupakan dewa dari nirwana, mulai merasa gelisah karena Dewa mulia takut jika Dayu haitang sampai mengabarkan pada seluruh dewa di nirwana, jika dirinya tengah menjalin kesepakatan kerjasama dengan manusia, dan hal itu bisa membuat reputasinya hancur.
Raja iblis Azuma yang melihat kegelisahan pada dewa mulia, seketika itu berkata.
Dayu haitang adalah pengikut Dewa iblis, dan tak mungkin baginya membocorkan rahasia dirimu kepada para dewa di Nirwana, dan saat ini Jika kau menginginkan negosiasi yang saling berkuntungan diantara kita maka aku akan mewujudkannya," ucap raja iblis Azuma.
"Aku akan membantu semua prajuritmu untuk menguasai seluruh alam, akan tetapi aku minta 1 alam yang menjadi targetku," ucap Dewa mulia.
"Alam apa yang kau inginkan?" tanya raja iblis Azuma.
"Alam nirwana," jawabnya singkat.
"Jika kau menginginkan alam itu maka kau tak akan pernah mendapatkannya, karena alam nirwana akan menjadi milikku," timpal Dayu haitang dengan kilatan dendam di matanya.
"Sepertinya kesepakatan ini tak akan pernah terjadi karena apa yang aku inginkan tak bisa kudapatkan," ucap dewa mulia.
"Dewa mulia, Aku pun tak bisa berbuat apa-apa karena saudaraku juga menginginkan alam nirwana, Jika kau mempunyai permintaan lain yang aku mampu untuk mewujudkannya, maka tak ada salahnya kau mengatakannya kepadaku," ucap raja iblis Azuma.
Sesaat Dewa mulia terdiam, dan berfikir bagaimana dia bisa membalaskan dendam kepada para dewa dan Dewi yang telah mengusirnya dari Nirwana.
"Aku tak akan meminta alam Nirwana, aku hanya meminta seluruh Dewa dan Dewi yang ada di alam nirwana tunduk dan berada di dalam kekuasaan ku jika nirwana mampu kita kalahkan," ucap dewa mulia.
Mendengar hal itu Dayu haitang kembali ingin angkat bicara mengenai apa yang diminta dewa mulia, akan tetapi raja Azuma telah menahannya dengan memegang pundak Dayu haitang, yang menandakan jika Dayu haitang tetap diam ditempatnya dan tak usah berkata apa apa.
"Jika kau menginginkan seluruh dewa dan Dewi di nirwana, aku pasti akan memberikan nya padamu, kau bebas melakukan apa saja pada mereka semua tanpa campur tangan dari saudaraku Dayu haitang," jawab raja iblis Azuma.
"Jika begitu halnya kesepakatan ini akan terjalin, dan aku akan membantu untuk memerangi semua alam dengan pasukan pelahapku, ini adalah kristal semesta dan kau bisa berkomunikasi denganku jika suatu hari kau menginginkan pasukanku untuk datang membantu," ucap dewa mulia sambil memberikan batu kristal semesta kepada raja iblis Azuma.
Setelah raja iblis Azuma menerima batu kristal semesta pemberian dari dewa mulia, pada akhirnya dewa mulia mohon diri untuk meninggalkan istana glory.
__ADS_1
Tak lama kemudian, udara di sekitar tempat itu terbelah dan membawa dewa mulia masuk kedalamnya, hingga udara kembali tertutup dan dewa mulia menghilang dari pandangan mata dayu haitang dan raja iblis Azuma.
Bersambung