Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Menemui Nien Chu


__ADS_3

Putri Xiang'er berjalan menuju ke tempat kediaman sang ayah untuk membicarakan mengenai keberadaan Thien Yu, dari semua buku kuno yang telah dibacanya di dalam perpustakaan istana.


Sesampainya di tempat kediaman sang ayah, para pengawal tak membolehkan Sang Putri untuk menemui Kaisar, karena Kaisar telah memberi perintah agar tak ada yang boleh menemuinya karena Kaisar tak ingin diganggu.


"Aku adalah putrinya, dan aku ingin membicarakan hal penting kepada ayahku," ucap Putri Xiang'er memaksa.


"Maaf putri, kami hanya menjalankan tugas," ucap seorang pengawal dengan tetap pada pendiriannya tak memperbolehkan Sang Putri menemui Kaisar.


Setelah tak mendapatkan izin untuk menemui Kaisar dari para pengawal, putri Xiang'er memilih untuk pergi meninggalkan tempat itu dan menuju ke kota danau hitam.


Putri Xiang'er kini tiba di depan rumah sang walikota, dia pun berkata.


"Aku tahu kau berada di sini Nien Chu, dan Aku ingin bertemu denganmu," ucap Sang Putri.


Setelah sekian lama menunggu tak ada jawaban dari Nien Chu sehingga membuat sang putri berkata kembali.


"Jika kau tak ingin menemuiku, maka aku akan menunggu sampai kau menemui disini," ucap Sang Putri kemudian duduk di depan pintu.


Entah sudah berapa lama Sang Putri menunggu Akhirnya dia pun tertidur.


Nien Chu yang sedari tadi telah melihat keberadaan putri Xiang'er, akhirnya tak tega melihat sang putri yang kedinginan karena udara malam, dia pun lantas menemuinya.


"Apakah kau masih ingin tidur setelah aku datang menemuimu?" tanya Nien Chu yang membuat sang putri terbangun dari tidurnya.


Putri Xiang'er segera merapikan pakaiannya dan menetap ke arah Nien Chu.


"Aku ingin sedikit berbincang denganmu, semoga kau memberikanku waktu padaku untuk berbicara dengan mu," ucap putri Xiang'er.


"Pulanglah Putri, Aku tak ingin adanya perbincangan dengan mu" jawab Nien Chu.

__ADS_1


"Kau merupakan kesetiaan hebat dan pemuda tangguh yang selama ini pernah kulihat, dan aku mengagumimu akan hal itu".


"Apakah seorang kesatria hebat sepertimu tega menyuruh wanita sepertiku berjalan di malam hari, bagaimana jika terjadi hal buruk padaku dengan diganggu para mata keranjang yang menginginkan wanita muda sepertiku?" tanya putri Xian'er.


Nien Chu terdiam sesaat tak lama kemudian ia pun berkata. "Katakanlah apa yang ingin kau bicarakan setelah itu aku akan mengantarmu pulang ke istana," jawab Nien Chu.


Sang Putri tersenyum, dia semakin yakin jika pemuda yang ada di hadapannya sebenarnya merupakan pemuda yang baik, terbukti dengan tak membiarkannya dalam bahaya pulang seorang diri ke istana.


"Aku ingin kembali menguji apakah pemuda ini benar-benar memiliki sifat seorang ksatria," batin putri Xiang'er.


"Aku merasa kedinginan terkena angin malam di sini, apakah kita bisa berbicara di dalam rumah saja," pinta putri Xiang'er.


"Apakah kau tak takut kepadaku sehingga kau ingin berbicara denganku di dalam rumah berdua denganku?, ingat putri aku yang telah membunuh putra mahkota," jawab Nien Chu.


"Mengapa aku harus takut padamu, jika kau ingin melakukan hal buruk ataupun membunuhku, itu sudah kau lakukan sedari tadi," ucap putri Xiang'er.


Nien Chu kemudian memegang lengan kanan Sang Putri, dan tak lama kemudian mereka berdua pun tiba di ruang pribadi walikota.


"Katakan apa yang ingin kau bicarakan denganku," ucap Nien Chu.


"Aku telah mengetahui siapa kau, dengan mengatakan Thien Yu sebagai ayah mu. Aku tak menyalahkan negeri ini mengapa tak mengetahui leluhurnya, karena itu telah terjadi 10.000 tahun yang lalu".


"Nien Chu Kau adalah putra Thien Yu seperti yang kau katakan kepada ayahku dan penghuni istana matahari, tapi mengapa kau baru datang sekarang dan mengapa tak sadari dulu kau datang ke alam ini agar mereka semua tahu keberadaan leluhurnya dan dirimu sebagai generasinya, sehingga tak terjadi peperangan yang akan membuat banyak nyawa berjatuhan".


"Nien Chu.., kau merupakan generasi yang telah membuat alam ini memiliki peradabannya sendiri, dan apakah alam yang telah makmur, tentram, dan memiliki peradabannya sendiri akan hancur di tanganmu yang merupakan putra leluhur Thien Yu?".


"Jika kau mempermasalahkan sifat buruk dan juga tak ada penghormatan bagi leluhur pendiri peradaban di alam ini, maka aku akan menjelaskan nya.


"Sifat buruk ada di setiap hati seseorang, dan itu pun terjadi pada dirimu yang ingin melakukan peperangan tanpa memperhitungkan korban jiwa yang akan berjatuhan, apakah kau tak memikirkan para pasukan yang akan kau bunuh nantinya, apakah kau tak bertanya pada hati nurani apakah mereka memiliki keluarga berupa istri atau anak?".

__ADS_1


Dan jika kau tanya mengapa tak ada yang mengetahui leluhur yang membuat alam cahaya mentari hingga bisa menjadi seperti sekarang ini, maka aku akan menjawabnya secara logika.


"Sekarang aku tanya kepadamu, sudah berapa generasi turun temurun setelah 10.000 tahun telah berlalu, apakah mereka dapat memikirkan para leluhur sementara semua sibuk untuk memajukan negeri ini, sebagian memang ada yang lupa karena kegiatan yang menuntut mereka untuk tetap memajukan negeri ini seperti halnya ayahku, tapi ada sebagian orang yang mengetahui leluhurnya seperti halnya diriku, jadi apa yang kau tuduhkan pada negeri ini semua itu harus kaulah ralat lagi.


"Aku tahu kau memiliki kekuatan hebat dan memiliki kekuatan besar di belakang mu, sehingga dengan mudah kau dapat membalikan telapak tangan jika hanya ingin menghancurkan kekaisaran matahari".


"Sekarang aku tanya kembali padamu, sanggupkah kau mempertanggungjawabkan hal ini kepada leluhur Thien Yu akan kehancuran yang akan kau lakukan, apakah kau bagaimana para pendahulu pendahulu negeri ini pernah membantunya dalam menghancurkan para iblis di masa lalu?" tanya putri Xian'er mengakhiri perkataannya.


Nien Chu terdiam, dia tak menyangka jika wanita yang ada di hadapannya mempunyai wawasan luas, yang dapat membungkam amarahnya terhadap alam cahaya mentari.


Melihat Nien Chu terdiam, Sang Putri putri pun melanjutkan perkataannya.


"Aku akan membawa leluhur Lu Ying dan orang-orang kuat di masa lalu yang berada di kekaisaran ini kepadamu, tapi aku ingin meminta seminggu waktu untuk membawanya ke hadapan mu," ucap putri Xiang'er.


"Jika kau dapat membawa leluhur lu Ying di hadapanku, maka aku akan mengurungkan niatku untuk menghancurkan kekaisaran matahari," jawab Nien Chu.


"Terimakasih atas kesempatan yang telah kau berikan pada kekaisaran ini," ucap putri Xiang'er.


Putri Xiang'er kemudian berdiri dan berjalan ke arah pintu.


"Mau kemana kau?" tanya Nien Chu.


"Aku sudah mendapatkan jawaban mengenai permasalahan ini, sedari itu aku ingin kembali pulang ke istana," jawab Putri Xiang'er.


"Aku akan mengantarmu pulang sampai di depan istana, karena aku khawatir jika terjadi hal buruk padamu dengan berjalan seorang diri di malam seperti ini," ucap Nien Chu.


"Jika kau ingin mengantarku pulang maka aku tak ingin jika hanya sekejap mata kau telah membawaku di depan gerbang istana, Aku ingin kau membawaku pulang dengan berjalan kaki sampai ke sana," jawab Sang Putri.


Nien Chu sangat menyesali telah menawarkan diri untuk mengantar Sang Putri, tapi dia pun tak bisa berbuat apa-apa karena jika sampai dia tak menemani Sang Putri, maka akan sangat berbahaya bagi wanita secantik seperti dia berjalan sendiri di malam hari.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2