
Menghadapi jendral Shang Yang dengan kekuatan terkuatnya, membuat Thien Yu kwalahan. Bagai mana tidak, tubuh jendral Shang Yang kini begitu sangat kebal terhadap serangan serangan yang di lancarkan kepadanya.
Thien Yu tak kehilangan akal, dia terus mencoba menguras energi di dalam tubuh jendral Shang Yang dengan menggunakan tehnik boneka yang di milikinya. Kali ini Thien Yu sudah tak ragu lagi kehilangan banyak energi saat menggunakan tehnik boneka yang di kuasainya, karena Dantian ganda yang berada di dalam tubuhnya sudah dapat di aktifkannya.
Sementara itu jendral Shang Yang, yang sudah telanjur menggunakan tehnik terlarang dari leluhurnya, ingin segera menuntaskan pertarungannya dengan pangeran negri phoenix, dia rela menggunakan tehnik terlarang itu walaupun di akhir pertarungan dia pun akan mati termakan tehnik terlarang itu, semua demi untuk membalaskan sakit hati atas kematian putranya Shang mu, dan juga dapat membebaskan negri Glory dari balas dendam Thien Yu di masa depan.
Dengan amarah yang mendalam jendral Shang Yang melesat cepat dengan pergerakan yang sukar di lihat oleh mata biasa, kearah Thien Yu dengan memberikan tusukan serta tebasan tombak mematikan kearahnya.
Dengan tehnik pedang penguasa malam Thien Yu menangkis serta membalas serangan mematikan dari jendral Shang Yang, dan pada satu titik Thien Yu berhasil mendapatkan kesempatan menggunakan tehnik 6 rasi bintang, yang membuat jendral Shang Yang terperangkap di dalam segel enam rasi bintang hingga membuat tubuhnya tak dapat bergerak.
Thien Yu segera memecah tubuh nya menjadi 6 bagian, dan mengurung jendral Shang Yang di dalam tehnik pedang mematikannya itu, sesaat kemudian keenam bayangan Thien Yu melesat cepat guna melakukan tebasan mematikan ketubuh jendral Shang Yang.
Thien Yu dapat bernapas dengan lega saat kelima bayangannya dapat menghancurkan perisai pelindung di tubuh jendral Shang Yang, dan salah satu bayangannya dapat menebas putus tubuh jendral Shang Yang hingga terpotong menjadi dua bagian.
Akan tetapi, tak berselang lama tubuh jendral Shang Yang kembali menyatu dan tertawa terbahak bahak di hadapan Thien Yu.
"Ha..ha..ha..hanya segitukah kemampuanmu pangeran?, aku ingin kau menunjukkan kemampuanmu yang sesungguhnya, karena aku masih ingin bermain main dengan mu sebelum aku membunuhmu," ucap jendral Shang Yang.
"Jendral, jika hanya kemampuan mengembalikan tubuh yang terpotong ke bentuk asalnya itu bukanlah hal baru bagiku, akan kutunjukkan bagaimana tehnik itu sebenarnya," ucap Thien Yu.
Thien Yu segera memotong motong tubuhnya sendiri hingga anggota tubuhnya berjatuhan di tanah. Apa yang di lakukan Thien Yu membuat jendral Shang Yang mengernyitkan dahinya.
Tak lama kemudian anggota tubuh Thien Yu yang terpotong potong itu membentuk tubuh baru, hingga di hadapan jendela Shang Yang sekarang ini berdiri belasan tubuh Thien Yu.
Jendral Shang Yang sangat geram melihat pertunjukan yang di lakukan Thien Yu di hadapannya, dengan cepat diapun berteriak lantang. "Roh penghancur jiwa," teriaknya.
Thien Yu segera menyatukan kembali tubuhnya menjadi satu, kemudian berjumpalitan kebelakang.
__ADS_1
Dia menyadari jika tehnik yang di gunakan jendral Shang Yang dapat menghancurkan jiwanya.
Dengan cepat Thien Yu mengeluarkan 3 inti api yang berada di tubuhnya, dan menyatukannya dalam tinju naga giok puncak tertinggi.
Naga hitam seketika itu mengelilingi tubuh Thien Yu, untuk menangkis semua serangan bayangan merah yang ingin merasuk kedalam jiwa Thien Yu.
Bayangan merah darah itu terus menyerang Thien Yu, agar dapat mencari celah kelemahan sang pangeran.
Dan benar saja sedikit kelengahan langsung membuat bayangan merah yang menyerangnya seketika itu merasuki jiwa Thien Yu.
Thien Yu terhempas kebelakang karena jiwanya kini telah di kuasai oleh bayangan merah darah. Pergolakan terjadi di dalam tubuh Thien Yu hingga Thien Yu kembali terbanting beberapa kali di tanah.
Ranah jiwa Thien Yu pun terluka akibat peristiwa itu hingga dia harus memuntahkan dara segar dari mulutnya.
Gonggo yang tengah melakukan meditasi di dalam tubuh Thien Yu menyadari jika ada yang salah pada tubuh tuan mudanya, diapun mengeluarkan kekuatan ranah tingkat legenda surgawi untuk menarik sesuatu yang sangat kuat di dalam alam tubuh Thien Yu, ketempatnya berada.
Sang raja gorila emas begitu murka karena tuan mudanya terluka akibat serangan bayangan merah darah yang ada di hadapannya saat ini.
Diapun langsung menyerang bayangan itu mengunakan tongkat emas yang kini berada di dalam genggaman tangannya.
Melihat serangan gorila emas mengarah ke arahnya, membuat bayangan merah darah itu melakukan perlawanan. Dia balik menyerang Gonggo dengan kecepatan yang di milikinya.
Bayangan merah itu berusaha mencari celah di tubuh Gonggo agar dapat merasukinya, akan tetapi perisai pelindung raja gorila raksasa itu masih begitu kuat baginya, hingga bayangan merah tak mampu untuk merasukinya.
Sang Gorila raksasa segera menyegel alam batin Thien Yu dengan kekuatan ranah legenda surgawi, agar bayangan merah tak dapat pergi dari alam batin Thien Yu.
Hingga pertarungan sengit pun kembali terjadi antara sosok bayangan merah darah dan Gonggo. Dari pertarungan itu Gonggo merasakan jika tingkat kekutan yang di miliki bayangan merah darah setingkat dengan dirinya, yang membuat pertarungan itu memporak porandakan alam batin Thien Yu.
__ADS_1
Di dunia nyata, terlukanya ranah tingkatan Thien Yu membuatnya terpuruk, beberapa kali serangan jendral Shang Yang berhasil mendarat telak di tubuhnya yang membuat Thien Yu semakin terluka parah.
"Thien Yu..!! matilah kau!!" teriak jendral Shang Yang dengan menebaskan tombaknya kearah leher Thien Yu.
Thien Yu tak dapat menghindari serangan dari jendral Shang Yang karena tubuhnya tengah terluka parah, dan tehnik boneka untuk menghindarinya dari kematian juga tak dapat di gunakannya.
Thien Yu hanya pasrah saat merasakan angin tebasan jendral Shang Yang telah menerpa tubuhnya, dan di saat genting itu sebuah pedang dari jendral Gong Lang berhasil mematahkan serangan jendral Shang Yang.
Jendral Gong Lang langsung menghantamkan tapaknya kearah Thien Yu, yang membuat Thien Yu terhempas jauh kebelakang. Hal itu sengaja di lakukan jendral Gong Lang agar Thien Yu menjauh dari area pertarungan.
Sesaat Thien Yu bergulingan di tanah, dan berhenti dengan posisi tubuh yang tergeletak di tak berdaya. Terlihat napas Thien Yu semakin memburu karena luka dalam yang di alaminya begitu sangat parah, hingga membuat salah satu Dantian di tubuhnya rusak parah.
Tiba tiba saja cincin ruang Thien Yu bercahaya dan muncullah peri lilia dari dalam sana. Tuan muda bertahanlah!!, telan lah pil yang kubawa ini agar tubuhmu dapat pulih walaupun tak sepenuhnya.
Sesaat Thien Yu menatap kearah sumber suara, dan tampak olehnya seorang wanita kecil nan cantik dengan sayap di tubuhnya.
"Peri lilia, apakah itu kau?" tanya Thien Yu.
"Kau tak usah banyak tanya, segeralah kau telan pil obat ini jika tidak luka dalam yang kau derita akan semakin parah," jawab peri lilia.
Dengan bersusah payah Thien Yu meraih pil itu kemudian menelannya. Setelah menelan pil itu Thien Yu menatap pertarungan yang terjadi dari kejauhan, tampak olehnya jendral Gong Lang tengah bertarung dengan gigih melawan kedua jendral dari kekaisaran Glory.
Tak lama kemudian kembali peri lilia menyuruh Thien Yu untuk menyerap pil pemberiannya.
Dengan duduk bersila Thien Yu melakukan penyerapan pil pemberian dari peri Lilia, dan tampak aura berwarna emas seketika itu membungkus tubuh Thien Yu, hingga beberapa saat lamanya Thien Yu melakukan penyerapan pil hingga aura di tubuhnya perlahan lahan menghilang.
Bersambung
__ADS_1