Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Pergi ke dataran langit


__ADS_3

Hari beranjak siang, dua orang ras murni dan beberapa Org datang menghampiri Thien Yu.


Melihat mimik wajah kedua ras murni, terlihat begitu tak senang terhadap Thien Yu. "Anak muda...!!, berani sekali kau membunuh anak buahku, aku tak akan mengampuni orang yang telah berani membuat masalah dengan istana iblis darah," ucap seorang ras murni dengan penekanan di perkataannya.


"Aku tak perduli dengan itu semua, yang aku ingin saat ini bawa pimpinan kastil iblis darah untuk menemuiku karena aku ingin membuat perhitungan dengannya," jawab Thien Yu dengan gaya menantang.


"Lancang...!!, berani sekali kau merendahkan raja Digos untuk datang menemui!!, kau memang mencari mati!!" hardik ras murni itu kembali.


Setelah berkata seperti itu, kedua ras murni beserta para Org yang merupakan anak buahnya langsung menyerang Thien Yu.


Thien Yu yang di keroyok dan di serang dengan bertubi tubi, sama sekali tak merasa gentar maupun terdesak sedikit pun.


Dengan tehnik tangan kosong yang dimilikinya, Thien Yu malah berhasil melumpuhkan berapa Org dan membuatnya mati. Hal itu membuat ras berdarah murni semakin geram terhadap Thien Yu.


Kedua ras murni menggabungkan kekuatannya untuk memberikan serangan mendadak pada Thien Yu, maka terciptalah bola api yang langsung meluncur deras kearah Thien Yu berada.


Melihat adanya serangan bola api yang menuju kearahnya, Thien Yu segera menghalau serangan itu memakai hukum angin yang di milikinya. Salah satu kekuatan ilahi yang di miliki Thien Yu mampu untuk meredam dan membalikkan arah bola api, hingga bola api itu berbalik menyerang kearah para penghuni istana iblis darah.


Serangan bola api itu berhasil membunuh beberapa Org, dan membuat ras murni berjumpalitan di udara dalam menghindari serangan bola api yang telah berbalik arah.


Serasa di permainkan oleh Thien Yu, kedua ras murni merubah diri ke bentuk aslinya, yaitu laba-laba beracun punggung perak.


Kedua laba laba itu menghujani Thien Yu dengan kaki-kakinya yang runcing seperti mata tombak, yang membuat debu debu berterbangan di udara saat kaki kaki sang laba laba menghantam tanah di sekitarnya.

__ADS_1


Dengan tehnik ruang dan waktu Thien Yu menghindari setiap serangan kaki laba laba yang menghujam kearahnya, dan beberapakali berjumpalitan di udara untuk menghindari semburan cairan beracun dari mulut sang laba-laba.


"Thien Yu yang terus diburu dengan serangan serangan mematikan dari sang laba-laba, segera mengeluarkan pedang penguasa malam dari dalam tubuhnya.


Melihat pedang penguasa malam yang sekarang ini di dalam genggaman tangannya, membuat Thien Yu sangat terkejut, dia tak menyangka jika pedang pemberian dari Naga giok gurunya itu kini menjelma menjadi sebuah pedang yang sangat mematikan dan menakutkan, semua itu terlihat dari aura yang ditimbulkannya yang begitu sangat mencekam dan menindas.


"Apakah karena aku telah mencapai ranah tingkat penempaan tubuh Surgawi, hingga membuat pedang penguasa malam menjadi seperti ini, sangat kuat dan mempunyai aura membunuh yang sangat besar," batin Thien Yu.


Thien Yu mengesampingkan rasa keterkejutannya, dia kini fokus menghadapi dua orang ras murni yang kini telah berubah bentuk menjadi dua sosok laba laba raksasa.


Dengan pedang penguasa malam yang berada di dalam genggaman tangannya, Thien Yu bergerak cepat sambil menebaskan pedang penguasa malam kearah kaki kaki sang laba laba raksasa.


Percikan bunga api seketika bertebaran di udara, saat pedang penguasa malam satu persatu menebas putus kaki sang laba laba beracun, hingga sang laba laba menjadi tak berdaya karena kehilangan semua kakinya.


Melihat sang laba-laba sudah tak berdaya hal itu memberikan kesempatan kepada Thien Yu untuk segera membunuhnya. Dengan melompat keudara Thien Yu melepaskan inti api surgawi hingga membakar kedua laba.


Thien Yu menyimpan kembali pedang penguasa malam kedalam tubuhnya, kemudian melangkah kearah tempat tewasnya para penghuni istana iblis darah, dan mengambil seluruh cincin penyimpanan yang tergeletak di tanah.


Diatas dahan pohon, kakek tua memandang takjub kearah Thien Yu, karena anak muda yang yang di temuinya ternyata seorang kultivator kuat yang mampu membunuh ras murni kastil iblis darah dengan begitu mudah.


"Aku harus membawa anak muda itu ke daratan langit, aku tak ingin dia mati sia sia oleh keganasan raja Digos sang pemimpin kastil iblis darah," batin kakek tua itu.


Kali ini kakek tua yang tadi bersembunyi di antara dahan pepohonan, kembali meleset ke arah Thien Yu berada, dan diapun melakukan perbincangan kembali dengan Thien Yu.

__ADS_1


"Anak muda, ada baiknya kau pergi ketempat ku terlebih dahulu karena hanya di dataran langit kau akan bisa Aman," ucap kakek tua itu.


"Aku tak perlu rasa aman tetua, yang aku inginkan saat ini pergi ke kastil iblis darah guna membebaskan temanku yang tertangkap oleh," jawab Thien Yu.


"Untuk pergi ke sana kau harus mempersiapkan dirimu anak muda, karena kastil iblis darah bukanlah bangunan biasa, dia di lindungi oleh aura yang sangat jahat dari mata iblis, jika kau salah melangkah maka tubuhmu akan terserap oleh mata iblis tersebut hanya hingga habis tak tersisa," ucap kakek tua itu yang memperkenalkan di rinya bernama tetua Sanghao.


Anak muda jika kau berkenan mampirlah ke dataran langit tempat ku berada, aku akan membantumu menemukan jalan menuju ke dataran awan tempat kastil iblis darah berada, kami mempunyai formasi untuk menembus tirai yang menutupi kastil iblis dari pandangan mata," ucap tetua Sanghao.


"Baiklah, aku akan pergi ke dataran langit tempatmu berada tetua, karena aku benar benar menginginkan bantuanmu untuk mengetahui keberadaan istana iblis darah berada," jawab Thien Yu.


Maka berangkatlah Thien Yu bersama tetua Sanghao meninggalkan daerah netral menuju ke dataran langit berada.


Di dataran langit tampak bangunan bangunan berdiri kokoh di atas perbukitan, diatas pepohonan dan bahkan ada yang berdiri diatas permukaan air danau yang terbentang luas.


Keadaan pepohonan begitu terawat, bunga bunga bermekaran disana sini yang membuat keadaan dataran langit begitu sangat asri, indah dan menawan.


Thien Yu tak habis pikir dengan keadaan pohon raksasa yang menjulang tinggi kelangit, pohon itu terlihat sangat layu dan hampir mati, beda dengan pohon pohon yang ada di sekitarnya yang tubuh subur dengan dedaunan yang hijau lebat.


"Kau pasti merasa heran dengan pohon itu bukan? Itu adalah pohon Orgy, pohon itu merupakan Dewa pelindung bagi kami semua yang berada di dataran langit.


Demi untuk menyelamatkan kami semua dari serangan kastil darah iblis secara besar besaran, pohon Orgy rela menyerahkan jiwanya untuk di serap oleh mata iblis, hingga kondisi pohon Orgy melemah.


Peristiwa penyerangan kastil iblis darah telah ribuan tahun berlalu yang menyisakan kebencian dan dendam dari kami yang berada di dataran langit, karena dalam penyerangan itu raja dan ratu dataran langit tewas dalam pertempuran kala itu.

__ADS_1


Thien Yu, saat ini dataran langit di ujung kehancuran, karena dalam waktu dekat ini perjanjian yang telah dibuat antara kastil iblis darah dan pohon Orgy akan segera berakhir, dimana saat harta Karun yang di ramalkan datang maka perjanjian itupun berakhir sehingga kastil iblis darah bisa menyerang kembali ke dataran langit," ucap tetua Sanghao menjelaskan.


Bersambung


__ADS_2