Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Memperkenalkan diri.


__ADS_3

"Tetua Cin Ling, kami tak mempunyai dendam atau pun urusan pribadi dengan anda, dan jika suatu hari nanti anda ingin mencariku untuk balas dendam, maka aku akan siap untuk bertarung kembali dengan mu," ucap Nien Chu.


Tiba tiba sekelebat bayangan seorang wanita menyambar tubuh tetua Cin Ling, dan membawanya pergi menembus lebatnya hutan gunung Wongku.


"Kita tak usah mengejarnya karena ku yakin jika wanita itu merupakan murid dari ketua tadi, terlihat dari teknik bayangan yang digunakannya sama persis dengan teknik yang digunakan oleh wanita tua tadi."


"Ayo kita lanjutkan perjalanan kita untuk menuju ke puncak gunung Wongku," ucap Nien Chu.


Kedua wanita yang ada di hadapan Nien Chu menganggukkan kepalanya, mengiyakan perkataan dari Nien Chu.


Nien Chu tersenyum, saat melihat ke akraban antara An Yue dan Tency, dia tak menyangka jika Tency yang terlihat sedikit pemarah mau berteman dengan An Yue.


Setelah Tency merubah dirinya kembali menjadi seekor rubah putih ekor 3, Nien Chu dan An Yue segera naik ke punggungnya, dan akhirnya Tency membawa mereka berdua menuju ke puncak gunung Wongku.


Perjalan menuju ke puncak gunung Wongku tak semudah yang diperkirakan, banyak penghalang berupa segel yang terpasang di antara pepohonan maupun di tanah, sehingga membuat Tency kelelahan akibat menghindari dan menghancurkan segel tersebut dengan tembakan bola energi yang keluar dari mulutnya.


Akibat rasa lelah pada Tency membuat perjalanan menuju ke puncak gunung Wongku, sedikit mengalami kendala yaitu Tency harus memulihkan kondisi tubuhnya kembali, karena kelelahan akibat banyaknya energi yang telah dikeluarkannya untuk menghancurkan semua segel penghalang.


Sementara itu dipuncak gunung Wongku, Yihan yang berhasil sampai ke puncak gunung dengan membawa tetua Cin Ling, langsung disambut oleh Sang Guru yang merupakan penghuni puncak gunung Wongku.


"Adik..., bagaimana kau bisa terluka sangat parah seperti ini?" tanya tetua Wong Chen.


"Ini merupakan kecerobohanku, tak kusangka pemuda yang bertarung denganku memiliki kecerdasan serta kemampuan yang tinggi, sehingga dia mampu membaca situasi dan memperdayai ku dengan kecerdasannya, dan kurasa dia akan segera sampai ke tempat ini walaupun di dalam perjalanan menuju ke sini, aku telah memasang beberapa segel serta jebakan yang mampu untuk menghambat langkahnya," jawab tetua Cin Ling.


"Kau tak usah memikirkannya lagi karena aku sendiri yang akan menghadapinya nanti. Sekarang telan lah pil ini agar aku dapat dengan segera menyembuhkan luka dalam mu," ucap tetua wong Chen.

__ADS_1


Tetua Cin Ling menganggukkan kepalanya kemudian duduk bersila di hadapan tetua wong Chen, dan tak lama kemudian tetua Wong Chen melangkah ke arah belakang tubuh tetua Cin Ling, dan duduk bersila lalu mengalirkan energi murni dari Kedua telapak tangannya yang kini menapak di belakang tubuh tetua Cin Ling.


Yihan berjalan keluar dari ruangan itu, dan dia mengingat ingat kembali sewaktu kebersamaannya dengan pangeran Zhen Wu, di mana saat itu pangeran Zeng Wu pernah berkata jika dia mempunyai saudara angkat yang melebihi saudara kandungnya sendiri, dan juga merupakan pemegang lencana emas serikat dagang seperti halnya pangeran 3 dan pemuda bernama Nien Chu.


"Aku harus segera menemuinya, jika pemuda itu bernama Nien Chu maka dia merupakan saudara pangeran ke 3, dan merupakan suatu kesalahan jika melarang dia untuk menemui pangeran ke 3," gumam Yihan.


Yihan kemudian melesat pergi meninggalkan puncak gunung untuk menemui Nien Chu.


Sangat mudah bagi Yihan untuk dapat mengetahui keberadaan Nien Chu, karena Yihan begitu hafal seluk beluk gunung Wongku.


Nien Chu dan An Yue sangat terkejut melihat kehadiran seorang wanita cantik yang kini berdiri di hadapannya, dan tanpa ekspresi sedikitpun wanita itu kemudian berkata.


"Untuk apa kalian ingin pergi ke puncak gunung wong ku?" tanyanya.


"Sebutkan namamu, dan tunjukkan bukti jika kau merupakan saudara pangeran ke 3..!!" ucap Yihan dengan sorot mata dingin dan tajam ke arah Nien Chu.


.


"Untuk apa kau memerlukan bukti itu jika nantinya kau tak memperbolehkan kami untuk menuju ke puncak gunung Wongku," timpa An Yue yang merasa kesal melihat sifat wanita muda yang sangat angkuh di hadapannya.


"Aku tak berbicara denganmu, hanya saja jika kau tak memberikan penjelasan kepadaku, jangan harap kalian bisa sampai kepuncak gunung Wongku," jawab Yihan.


"Kau.....!!"


"An Yue hentikan, biar aku yang berbicara dengannya."

__ADS_1


"Namaku Nien Chu..., ini adalah plakat emas dari pangeran ke 3, agar mempermudah bagiku untuk keluar masuk kota kekaisaran, dan juga dapat mempermudah jalan bagiku untuk menyelesaikan segala urusan di kekaisaran kota."


"Dan ini adalah lencana emas serikat dagang yang hanya ada dua, yang hanya di miliki oleh aku dan pangeran ke 3," ucap Nien Chu.


"Ah..., ternyata pemuda ini memang merupakan saudara angkat pangeran ke 3, dan merupakan kesalahan jika aku tak memperbolehkannya menuju ke puncak gunung Wongku untuk bertemu dengan pangeran ketiga," batin Yihan.


"Maafkan kami Nien Chu karena tak mengetahui jika kau adalah adik angkat pangeran ke 3, aku adalah Yihan.., tunangan pangeran ke 3." ucap Yihan kemudian menangkupkan kedua tangannya di hadapan Nien Chu.


"Kami yang harus meminta maaf padamu kakak ipar, semua ini hanya kesalah pahaman karena kita semua sebelumnya tak saling mengenal," jawab Nien Chu kemudian melakukan hal yang sama dengan menangkupkan kedua tangannya memberi hormat kepada wanita muda yang berada di hadapannya.


"Jika begitu, aku akan mengajakmu untuk menemui pangeran ke 3 di puncak gunung Wongku," ucap Yihan.


Sesaat Nien Chu terdiam dan melirik ke arah Tency yang tengah melakukan kultivasi pemulihan diri.


An Yue tau kekhawatiran Nien Chu pada Tency yang kini berwujud seorang wanita dan tengah melakukan kultivasi pemilihan diri, dia pun lantas berkata. "Aku akan menjaga Tency, kau bisa lebih dulu berangkat bersama nona Yihan untuk menemui Pangeran ketiga," ucap An Yue.


Yihan melangkah ke arah An Yue, dan menyerahkan sebuah batu kristal hijau kepada An Yu.


"Bawalah kristal giok ini, jika nanti kalian berdua melanjutkan perjalanan ke puncak gunung Wongku, maka dalam perjalanan itu semua segel penghalang dapat dengan mudah kalian lalui," ucap Yihan.


"Terimakasih," jawab An Yue kemudian menerima batu kristal hijau yang diberikan Yihan padanya.


Dan pada akhirnya Nien Chu pergi bersama Yihan menuju puncak gunung Wongku, meninggalkan An Yue yang kini menjaga Tency di tempat itu.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2