Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Menuju ke istana bawah air


__ADS_3

Nien Chu kini tiba di gerbang istana bawah air, kedatangannya itu di sambut ratusan prajurit istana bawah air yang mengepungnya.


Pemimpin prajurit datang menghampiri Nien Chu dan mempertanyakan mengapa manusia sepertinya datang ke alam istana bawah air.


"Apa tujuanmu datang ke istana ini?" tanya pemimpin prajurit.


"Aku ingin menemui yang mulia raja istana air terdahulu yaitu raja Zhedon, ataupun yang mulia raja istana air sekarang yaitu raja Atlas," jawab Nien Chu dengan ketenangannya.


Pemimpin prajurit tak langsung mengiyakan permintaan Nien Chu, dia terus menyelidiki apa yang menjadi tujuan Nien Chu sebelum menemui kedua penguasa istana air, karena pemimpin prajurit begitu sangat heran mengapa pemuda seperti dia dapat berada di depan gerbang istana, tanpa di ketahui para prajurit yang bertugas berpatroli di sekitar wilayah istana.


Pangeran Atilah turun dari kuda laut setelah melakukan patroli, kemudian dia berkata.


"Apa yang sebenarnya telah terjadi, dan mengapa pemuda ini bisa sampai disini?" tanyanya.


"Pangeran..., pemuda ini ingin bertemu dengan yang mulia raja Zhedon dan yang mulia raja Atlas," jawab pemimpin prajurit.


"Mengapa kau ingin menemui kakek dan ayahku?" tanya pangeran Atilah.


"Ada sesuatu hal yang ingin ku bicarakan kepada mereka berdua," jawab Nien Chu.


"Pulanglah .., Kakek dan ayahku tak mau menemui orang sepertimu, yang tak memiliki sopan santun dalam menyebut gelar kebangsawanan kepada ayah dan kakekku," ucap pangeran Atilah.


"Aku tak akan meninggalkan tempat ini sebelum menemui mereka berdua, walaupun kerajaan ini mengeluarkan pasukannya untuk mengusirku, aku tak akan pernah gentar sedikitpun," jawab Nien Chu dengan tatapan dingin ke arah pangeran Atilah.


Perkataan Nien Chu sontak saja memicu amarah sang pangeran.


"Apa yang kalian tunggu, cepat ringkus dia dan penjarakan..!!" perintah sang pangeran.


Seluruh prajurit yang sebelumnya telah mengepung keberadaan Nien Chu, segera bergerak dan menyerangnya.


Nien Chu tak tinggal diam melihat para prajurit yang telah melakukan pergerakan untuk menyerangnya, dia pun lalu menjejakkan kaki kanannya sekali di dasar lautan, dan tak lama kemudian kekuatan gelombang kejut yang sangat kuat keluar dan menghantam seluruh prajurit, sehingga mereka semua terpental dan tak dapat bangkit lagi.

__ADS_1


Pangeran Atilah dan pemimpin prajurit begitu sangat terkejut dengan kekuatan gelombang kejut dari hentakan kaki Nien Chu, yang telah membuat kedua nya harus memakai kekuatan ekstra dalam menahan diri agar tak ikut terhempas seperti para prajuritnya.


Pangeran dan pemimpin prajurit kini tau jika kemampuan pemuda yang ada di depan gerbang, telah jauh melampaui kekuatan mereka berdua, sehingga keduanya sangat ragu untuk melakukan penyerangan kepadanya.


"Aku tak akan sungkan lagi karena kalian telah menyinggung dan menyerangku, maka majulah dan kerahkanlah seluruh pasukan istana air kalian," tantang Nien Chu.


Nien Chu kemudian mengeluarkan pedang penguasa malam dari dalam tubuhnya, dan aura kuat yang telah ditimbulkan pedang penguasa malam, semakin menciutkan nyali kedua petinggi istana air yang menjadi lawan tarungnya.


Tiba tiba suara keras membahana yang menimbulkan getaran hebat di sekitar tempat itu, yang membuat Nien Chu memalingkan kepalanya ke arah sumber suara.


"Kurang ajar..!!, berani sekali kau mengacau di istana ini," ucap laki laki tua paruh baya, yang tiba tiba saja muncul dengan pakaian perang lengkap di tubuhnya.


"Jendral Kuwok, pemuda ini telah membuat kericuhan dan melukai para perajurit kita, dia juga memaksa masuk ke istana untuk menemui yang mulia kaisar," ucap pemimpin pasukan.


"Kau telah bertindak semaumu di negeri orang, apa yang kau lakukan itu merupakan perbuatan yang tak bisa diampuni oleh istana, dan untuk itu aku sendiri yang akan meringkus mu," ucap Jendral Kuwok kemudian mengarahkan telapak tangannya kearah Nien Chu.


Melihat hal itu, Nien Chu segera mengarahkan telapak tangan kirinya ke arah jendral Kuwok,? hingga kedua telapak tangan saling berbenturan di udara.


Jendral Kuwok terpental jauh kebelakang dan bergulingan sesaat di tanah, tak lama kemudian diapun memuntahkan darah segar dari mulutnya, yang menandakan jika saat ini sang jendral tengah terluka parah akibat benturan yang terjadi.


Pangeran Atilah dan pemimpin prajurit segera menyongsong jenderal Kuwok, untuk melihat keadaan.


Keadaan di tempat itu semakin mencekam saat seorang laki laki paruh baya yang memakai mahkota di atas kepalanya, datang dan langsung menyerang kearah Nien Chu, sehingga pertarungan sengit pun terjadi di antara mereka berdua.


Nien Chu yang mengetahui jika yang dihadapinya saat ini merupakan petinggi utama istana bawah air, diapun segera bersalto ke belakang beberapa kali untuk menghindari pertarungan, kemudian diapun berkata.


"Aku tak ingin pertarungan ini dilanjutkan karena aku hanya ingin bertemu dengan pemimpin istana ini. Naku Nien Chu, dan aku merupakan putra Thien Yu," ucapnya.


Raja Atlas segera menghentikan pertarungannya setelah dia mendengar nama Thien Yu di sebutkan anak muda yang menjadi lawan tarungnya.


"Apa .., sahabatku Thien Yu mempunyai seorang putra?" aku tak mungkin langsung percaya dengan omongannya, jangan-jangan dia sengaja mengatakan hal itu karena ada maksud di dalamnya," batin raja Atlas.

__ADS_1


"Aku ingin kau membuktikan jika dirimu memang merupakan putra sahabatku Nien Chu!" jawab raja atlas.


"Kau tau jika ayahku mempunyai kekuatan ini bukan?" Jawab Nien Chu kemudian mengaktifkan mata langit yang dimiliki nya, sehingga membuat raja Atlas tercengang.


Raja atlas tetap pada pendiriannya untuk tak langsung percaya pada Nien Chu, dia kemudian memanggil salah seorang prajuritnya yang berada di kekaisaran pheonix, dengan menggunakan portal teleportasi sehingga perajurit itupun muncul di hadapan sang raja.


"Katakan padaku apakah kau mengenal pemuda ini?" tanya raja Atlas.


Sesaat prajurit itu memperhatikan wajah pemuda yang ada di hadapannya, kemudian dia pun berkata. "Aku tau pemuda ini yang mulia, dia merupakan putra mahkota Kekaisaran pheonix," ucap sang prajurit.


"Apakah kau benar benar telah mengenalinya sehingga kau mengatakan Jika dia merupakan putra mahkota kekaisaran pheonix?" tanya raja atlas dengan penekanan di perkataannya.


"Benar yang mulia, jika tak salah dia bernama Nien Chu," jawab sang prajurit.


Perkataan prajurit itu meyakinkan hati Raja Atlas, yang membuat sang raja begitu sangat senang karena dapat bertemu dengan putra sahabatnya Thien Yu secara langsung.


"Ha..ha..ha..!! Apakah aku sudah terlalu tua sampai sampai aku tak mengenalmu sebagai putra sahabatku, padahal kau telah membuktikan semua yang menjadi ciri khas sahabatku Thien Yu di masa lalu".


"Biyao, Jatayu dan Gong Lang dia sengaja membuat aku sangat terkejut seperti ini, dengan tak mengabari aku sebelumnya jika putra Thien Yu selama beberapa ini berada di kekaisaran Pheonix.


"Kemarilah anakku, paman sangat merindukan ayahmu, dan dengan memelukmu sebagai putranya, akan sedikit membuat rasa rinduku kepada ayahmu memudar," ucap raja Atlas.


Tanpa ragu Nien Chu mendekat kearah raja Atlas, dan di sambut dengan pelukan hangat oleh sang raja


Setelah puas memeluk Nien Chu, raja Atlas segera membawa Nien Chu untuk masuk kedalam istana.


"Tunggu paman, aku telah melukai Jendral di istana ini dan merupakan kewajibanku untuk menyembuhkannya kembali," ucap Nien Chu.


Melihat anggukan kepala raja Atlas, Nien Chu segera menuju ke arah jenderal Kuwok dan memberikan sebuah pil berwarna keemasan, yang merupakan aura teratai nirwana yang sudah di padatkan.


"Jendral telanlah pil ini, maka kekuatan dan kondisi tubuhmu akan segera pulih seperti sedia kalah," ucap Nien Chu

__ADS_1


"Terimakasih," jawab jendral Kuwok dan tanpa ragu menerima pil pemberian dari Nien Chu kemudian menelannya.


Bersambung.


__ADS_2