
Thien Yu menuju ke istana pasir dan di sana masih terdapat beberapa perwira tinggi dan juga prajurit dari istana tersebut, akan tetapi semua orang yang berada di istana tak ada satu pun yang berani menyerang ke arah Thien Yu.
"Aku telah membunuh raja dan semua kultivator kuat di istana ini, dan aku ingin menanyakan kepada kalian semua apakah kalian masih ingin tetap tinggal di sini atau ikut bersama ku?" tanya Thien Yu.
Semua orang terdiam, tak ada satupun di antara mereka yang berani menjawab pertanyaan Thien Yu.
"Aku ulangi pertanyaanku, apakah kalian masih ingin tetap tinggal di sini dengan resiko akan diserang oleh kerajaan lain, mengingat Raja kalian telah binasa di tanganku atau kalian semua ikut denganku ke alam cahaya mentari, agar aku dapat memberikan kehidupan yang layak untuk kalian semua," ucap Thien Yu mengulangi perkataannya.
"Tuan muda, apakah omonganmu itu dapat dipercaya, atau kau hanya ingin membuat kami semua senang setelah apa yang kau lakukan pada pemimpin kami," jawab salah seorang perwira yang mencoba memberanikan diri menjawab pertanyaan dari Thien Yu.
"Percayalah padaku, jika kalian mengikutiku dan mau berjuang bersamaku maka kehidupan kalian semua akan lebih baik dari sekarang, dan seluruh keluarga kalian pun akan hidup sejahtera tak kekurangan suatu apapun," ucap Thien Yu.
"Jika begitu halnya kami akan mengikutimu tuan muda, kau dapat memberikan kami kelayakan hidup, maka kami pun akan berjuang dan rela mati untuk membelamu," jawab perwira itu kembali.
"Bagus, mulai sekarang aku akan mengajak kalian ke dalam alam cahaya mentari, di sana ada satu istana bernama istana lumut yang rajanya adalah aku sendiri, kalian semua akan menjadi prajurit istana lumut dan akan mendapatkan kelayakan hidup yang lebih baik dari sekarang.
Setelah berkata seperti itu Thien Yu memerintahkan seluruh prajurit yang ada untuk membawa semua harta istana pasir ke hadapannya, setelah semua harta ada di hadapan nya, Thien Yu lantas berkata.
"Harta ini tak berguna di dalam alam cahaya mentari, karena semua kebutuhan kalian telah disiapkan baik berupa sandang, pangan, maupun sumber daya yang membantu dalam meningkatkan kekuatan.
Semua orang yang berada di tempat itu saling berpandangan, mereka semua mulai ragu dengan perkataan pemuda yang ada di hadapannya, karena mereka curiga jika pemuda itu hanya menginginkan harta dari istana pasir.
Thien Yu tahu apa yang ada dalam pikiran para penghuni istana pasir, dengan membuka portal menuju ke alam cahaya mentari Thien Yu lantas berkata kembali.
"Ikut aku masuk ke dalam portal, jika ada dari kalian yang tertinggal maka jangan salahkan aku," ucapnya.
Thien Yu lantas memasukkan seluruh harta istana pasir ke dalam cincin ruangnya, kemudian masuk ke dalam portal yang diikuti oleh seluruh penghuni istana pasir, karena para penghuni istana pasir berpikir jika mereka masih tinggal di istana pasir tanpa adanya seorang raja yang memimpin, maka lambat laun mereka akan dijajah dan diperbudak oleh orang-orang yang menjajah mereka semua, sedari itu mereka semua menghilangkan keraguan dan mengikuti pemuda yang telah masuk duluan ke dalam portal.
Rombongan itu tiba di alam cahaya mentari, dan apa yang dikatakan Thien yu sebelumnya, sewaktu di istana pasir benar adanya.
Di alam cahaya mentari terdapat bangunan istana yang megah, dengan hiasan-hiasan yang terbuat dari bermacam-macam batu berharga.
__ADS_1
Mereka semua disambut baik di istana lumut, Lu ying yang sebelumnya telah diberi penjelasan mengenai kedatangan mereka semua ke istana lumut, langsung memberikan tempat peristirahatan yang layak bagi para pengungsi istana pasir.
Setelah membawa mereka semua ke alam cahaya mentari dan diserahkan kepada Lu ying, Thien Yu pun berpesan kepada Lu ying agar melatih prajurit dari istana pasir agar kelak dapat membantunya dalam menghadapi kekaisaran glory dalam sebuah peperangan, dan Lu ying pun menyanggupi untuk melatih mereka semua agar dapat menjadi prajurit tempur yang mumpuni.
*****
Thien Yu kembali ke kerajaan gerbang naga, dan kehadirannya begitu disambut dengan gembira oleh kerajaan itu, layaknya rajanya sendiri.
Thien Yu menyerahkan harta dari istana pasir kepada jenderal Yuga, agar dapat dipergunakan untuk membangun kerajaan lebih baik lagi, dan membantu mencarikan sumber daya yang banyak terdapat di kerajaan benua semesta biru, untuk para prajurit tempurnya agar dapat menjadi lebih kuat.
Jendral Yuga menyanggupi semua yang dikatakan Thien Yu, yang membuat Thien Yu merasa senang.
Setelah memberikan harta berlimpah yang dimiliki istana pasir, Thien pada akhirnya berpamitan untuk menuju ke istana pheonix karena dia begitu rindu dengan ibu, kekasih dan semua orang yang berada di istana pheonix.
Maka berangkatlah Thien Yu menggunakan kuda menuju kekaisaran pheonix seorang diri.
Di perbatasan kekaisaran pheonix, Thien Yu disambut sukacita oleh pasukan yang menjaga perbatasan setelah mereka mengetahui jika yang menaiki kuda merupakan pangeran dari negerinya.
Thien Yu duduk di dalam kereta kuda, sambil menikmati makanan yang telah tersaji di hadapannya yang memang telah disediakan untuknya dalam perjalanan menuju ke istana pheonix.
2 hari 2 malam perjalanan, hingga akhirnya kereta kuda itu sampai di gerbang kota pagi hari.
Semua penjaga gerbang kota yang sebelumnya tak mengetahui keberadaan pangeran pheonix di dalam kereta, begitu sangat terkejut setelah mengetahui keberadaan Thien Yu disana.
Dengan cepat berita kedatangan sang pangeran menyebar di kota kekaisaran, yang membuat kehebohan terjadi di mana-mana.
Penduduk seketika itu berbondong-bondong menuju ke gerbang kota kekaisaran, hanya untuk melihat sang pangeran yang kelak akan menjadi Kaisar dan memimpin mereka semua.
Thien Yu melambai-lambaikan tangannya di jendela kereta kudanya, sementara para prajurit membuka jalan karena banyaknya para penduduk kota yang antusias datang hingga menutup jalan menuju ke istana.
Setibanya di istana Thien Yu disambut sukacita oleh ratu Yan Ling dan kedua kekasihnya, hingga Thien Yu merasa ada satu orang yang tak ikut menyambutnya.
__ADS_1
"Di mana kakakku Feng Yu berada, mengapa tak datang menemuiku?" tanya Thien Yu.
Seketika itu raut wajah ratu Yan Ling seketika berubah begitupun dengan wajah kedua kekasihnya, yang terlihat cemas dengan pertanyaan dari Thien Yu.
Thien Yu merasa ada yang disembunyikan dari dirinya mengenai kakaknya Feng Yu, lantas Thien Yu bertanya kembali.
"Katakan padaku ibu ratu, apa yang telah terjadi terhadap kakak ku Feng Yu," ucapnya.
Kembali tak ada satupun dari mereka yang mau mengatakan apa yang sebenarnya telah terjadi kepada Feng Yu, hingga pada akhirnya Thien Yu melesat masuk ke dalam istana untuk mencari sang kakak.
"Pangeran tunggu!!" teriak ratu Yan Ling, akan tetapi teriakannya itu tak di gubris sama sekali oleh Thien Yu, yang membuat sang ratu ikut mengejar Thien Yu masuk kedalam istana.
Dengan menggunakan mata langitnya, Thien Yu berhasil mendapati kakaknya yang tengah berada di sebuah taman bersama putri Yan Chi.
Thien Yu tiba di hadapan sang kakak dengan rasa penasaran dengan apa yang telah terjadi padanya.
Thien Yu yang masih mengaktifkan mata langitnya dapat melihat dengan pasti, jika di dalam tubuh Sang kakak sudah tak terdapat lagi Dantian yang merupakan pusat dari seluruh kekuatan seorang kultivator.
"Siapa yang telah melakukan hal ini padamu kak!, katakan padaku agar aku dapat membalaskan apa yang telah diperbuatnya kepadamu," ucap Thien Yu dengan menahan amarah di dadanya.
Feng Yu terdiam, lidahnya terasa kelu hingga tak mampu untuk berkata kata, hingga putri Yan Chi yang menjawab pertanyaan Thien Yu.
"Semua ini dilakukan oleh kaisar glory karena kau telah membunuh putranya.
Selama kau pergi Feng Yu yang menggantikan posisimu sebagai pangeran, hingga dia menjadi incaran para kultivator kuat dari kekaisaran Glory.
Pangeran, Feng Yu begitu sangat menderita setelah semua kekuatannya sirna, dia bekali kali mencoba bunuh diri tapi dapat di gagalkan. Pangeran aku ingin kau membalaskan semua penderitaan yang dialami Feng Yu kepada mereka yang telah menyakitinya" ucap putri Yan Chi.
Thien Yu tak kuasa menahan amarahnya, dan diapun berkata.
"Aku pasti akan membalaskan semua yang telah di lakukan kekaisaran Glory kepada kakakku Feng Yu," jawab Thien Yu kemudian pergi meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
Bersambung